Isnaini Fajarwati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fear of Missing Out (FOMO) sebagai Determinan Stres Psikologis di Era Digital: Analisis Kesehatan Masyarakat dalam Perspektif Fiqih Kesehatan Muhammad Zali, Lc, M.H.I; Luthfiyah Aqilah Siagian; Clarisha Alchaira Achmad; Lathifa Nurrahmah; Nurma Handayani; Isnaini Fajarwati; Rasil Hakim Hasibuan
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial meningkatkan keterpaparan individu terhadap kehidupan orang lain dan memunculkan rasa takut ketinggalan atau FOMO. Peristiwa ini berkontribusi terhadap meningkatnya tingkat stres dan masalah kesehatan mental, terutama di kalangan orang muda. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti FOMO dari sudut pandang kesehatan masyarakat serta fiqih kesehatan. Metode yang dipakai adalah kajian pustaka deskriptif yang bersifat kualitas terhadap jurnal ilmiah nasional yang relevan. Temuan dari kajian ini mengindikasikan bahwa FOMO berkaitan dengan stres, kecemasan, dan penurunan kesejahteraan mental, yang disebabkan oleh perbandingan sosial serta penggunaan media sosial yang berlebihan. Dalam konteks fiqih kesehatan, FOMO dianggap bertentangan dengan prinsip perlindungan jiwa dan akal. Dampaknya bisa diminimalkan melalui pengaturan emosi, peningkatan literasi digital, serta penerapan nilai-nilai Islam sebagai langkah pencegahan.Kata Kunci: FOMO, kesehatan mental, media sosial, fiqih kesehatan
Reconstruction Strategies for Mental Health Services in Post-Conflict Middle Eastern Regions: (A Policy Synthesis) Helsa Nasution; M. Agung Rahmadi; Nazwa Aqela Saragih; Isnaini Fajarwati; Riska Wahyuni Hasibuan; Luthfiah Mawar; Nurzahara Sihombing; Annisa Ardianti Br Tarigan
Jurnal Ventilator Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Ventilator
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/ventilator.v3i4.2129

Abstract

This study presents a comprehensive analysis of reconstruction strategies for mental health services in post-conflict regions of the Middle East, based on a meta-synthesis of 87 policies and intervention programs issued between 2010 and 2023. The findings indicate that 73.4 percent of initiatives did not meet their intended targets due to infrastructural limitations, resulting in a service dropout rate of 62.8 percent. The implementation of the Stepped Care Model shows a 47.2 percent improvement in service access (p = 0.001), while the integration of mental health services into primary health care systems increases overall coverage by 56.3 percent (p = 0.001). Task shifting to community health workers enhances efficiency by 38.9 percent (p = 0.01) with a cost-effectiveness ratio of 1 to 2.7, and community-based programs demonstrate a sustainability rate of 71.2 percent compared to 43.5 percent in conventional approaches. These findings build upon the work of Hamamra et al. (2025) and Werner et al. (2023) on post-conflict mental health interventions and show that hybrid models combining formal and informal structures yield better performance, with an effect size (Cohen's d) of 0.82. The main contribution of this study lies in identifying adaptive implementation patterns that align with resource limitations, socio-cultural dynamics, and systemic reconstruction needs in post-conflict settings.