kholifatu rosyidah
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

DUA SENYAWA TERPENOID ALKOHOL DARI RIMPANG LENGKUAS MERAH kholifatu rosyidah
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.429 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v3i1.2027

Abstract

Telah dilakukan isolasi senyawa dari fraksi aseton rimpang lengkuas merah. Sebanyak 6 Kg rimpang lengkuas segar dihaluskan dan dikeringkan sehingga diperoleh 900 g serbuk kasar lengkuas kering, selanjutnya dimaserasi dengan 3 L aseton selama 24 jam sebanyak 3 kali. Ekstrak aseton disaring dan dipekatkan sehingga diperoleh 31,6 g ekstrak kering. Ekstrak aseton yang diperoleh difraksinasi dengan kromatografi vakum cair (KVC) sebanyak 2 kali. KVC pertama sebanyak 15,0 g dan KVC kedua sebanyak 16,6 g, masing-masing tahap diperoleh 30 fraksi. Fraksi 17A dan 8B masing-masing dikristalisasi dengan pelarut metanol, diperoleh senyawa 1 dan 2, keduanya berupa padatan berwarna putih. Kedua senyawa tersebut diuji kemurniannya dengan kromatografi lapis tipis dan dianalisis strukturnya dengan Spektrofotometer Ultra Violet (UV) dan Infra Merah (IR). Dari data KLT dan data spektroskopi UV dan IR diketahui bahwa senyawa 1 dan 2 adalah golongan terpenoid alkohol. Kata kunci : isolasi, lengkuas merah, terpenoid alkohol 
Toxicity Testing of White Kapul Fruit Rind Extract (Baccaurea macrocarpa) and Component Analysis using Chromatography Method Kholifatu Rosyidah; Lisda Karmila; Maria Dewi Astuti
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.405 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v16i1.12178

Abstract

White Kapul was used in this study. This study aimed to determine the toxicity of the white Kapul fruit rind extract and its chemical content analysis using TLC and GC-MS. The extraction method used was gradual maceration, namely technical n-hexane, technical ethyl acetate, and technical methanol. Toxicity test using the BSLT method with Artemia salina larvae at the nauplii stage. The test showed that the LC50 value of ethyl acetate extract, methanol extract, and n-hexane extract was 350.87 ppm, 485.61 ppm, and 735.932 ppm, respectively. Based on LC50 values, all extracts had the potential as pesticides. The third extract of white Kapul fruit rind was carried out by TLC analysis to determine the pattern of its compound content. The results of the TLC analysis showed that each extract had different polarity compounds according to the polarity of each solvent. The most active extract, ethyl acetate extract, was further analyzed using GC-MS. There were 32 peak compounds at a retention time of 25.384 to 65.725 minutes in GC-MS analysis. Four compounds with the largest percentage area were gynoluton (58.09%), 15-chloro-4-pentadesene (16.25%), 17- (acetyloxy) -2-methyl-, (2α.,5α ,17β) - estra-3-on (6.07%), and methyl-11-octadesenoate (5.98%). Keywords: Baccaurea macrocarpa, Euphorbiaceae, TLC, toxicity, BSLT, GC-MS
RIMER RESVERATROL DARI KULIT BATANG SHOREA PARVIFOLIA DYER. Kholifatu Rosyidah
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.622 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v1i1.2005

Abstract

Shorea atau yang dikenal sebagai meranti merupakan genus utama famili Dipterocarpaceae. Masyarakat banyak menggunakan tumbuhan ini sebagai bahan bangunan. Senyawa oligomer resveratrol banyak ditemukan dalam tumbuhan ini berupa dimer, trimer, dan tetramer resveratrol. Beberapa senyawa oligomer resveratrol yang berhasil diisolasi menunjukkan aktivitas biologi yang penting seperti anti-HIV, sitotoksik, anti-jamur, anti-inflamasi, dan anti-bakteri. Pada penelitian ini telah berhasil diisolasi senyawa trimer resveratrol dari ekstrak aseton kulit batang Shorea parvifolia Dyer. Struktur senyawa tersebut ditetapkan berdasarkan berdasarkan data spektroskopi UV, IR, and 1H-NMR. Kata kunci: trimer resveratrol, Shorea parvifolia Dyer., Dipterocarpaceae. 
ISOLASI SENYAWA ANTIOKSIDAN DARI KULIT BATANG TUMBUHAN BINJAI (Mangifera caesia) Kholifatu Rosyidah; Siska Siska; Maria Dewi Astuti
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.745 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v5i1.2084

Abstract

Telah dilakukan isolasi senyawa antioksidan dari kulit batang tumbuhan binjai (M. caesia). Aktivitas antioksidan senyawa hasil isolasi memiliki nilai IC50 sebesar 202,0 ppm yang lebih kecil dibandingkan dengan IC50 vitamin C sebesar 3,7 ppm. Kata kunci: binjai, M.caesia, senyawa antioksidan, isolasi 
UJI HAYATI BSLT TERHADAP BATANG KASTURI (Mangifera casturi) Kholifatu Rosyidah; Kamilia Mustikasari
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.832 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v2i2.2021

Abstract

Kasturi merupakan tumbuhan khas daerah Kalimantan Selatan dan tersebar di daerah Banjarbaru, Martapura, Kandangan, dan Tanjung. Kasturi termasuk genus Mangifera. Telah dilakukan uji keaktifan senyawa yang terkandung pada batang tumbuhan kasturi dengan menggunakan uji hayati Brine Shrimp Letality Test (BSLT). Sampel serbuk kering batang kasturi diekstraksi dengan metanol. Ekstrak metanol kemudian dipartisi dengan pelarut n-heksana dan MTC (metilen klorida). Masing-masing fraksi diuji keaktifannya dengan menggunakan uji hayati BSLT dan nilai persen kematiannya dihitung. Fraksi n-heksana paling aktif dengan konsentrasi yang mampu menyebabkan 50% kematian kurang dari 1000 ppm, sedangkan fraksi metanol sisa dan fraksi MTC tidak aktif karena konsentrasi yang mampu menyebabkan 50% kematian lebih dari 1000 ppm dengan waktu pengamatan kematian selama 24 jam setelah perlakuan. Kata kunci : kasturi, Mangifera casturi, uji hayati 
SOLASI SENYAWA FENOLAT BERKHASIAT SITOTOKSIK DARI KULIT BATANG KASTURI (Mangifera casturi) Dahlena Ariyani; Kholifatu Rosyidah; Taslim Ersam; Mardi Santoso
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.357 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v4i2.2054

Abstract

Sebanyak 2,8 kg serbuk kulit batang kasturi dimaserasi dengan pelarut metilen klorida (MTC) selama 3 hari. Ekstrak MTC dikeringkan dengan alat penguap putar diperoleh 37,0 g ekstrak MTC kering. Fraksi MTC diuji daya sitotoksiknya terhadap BSLT dan dihitung dengan analisis probit dan diperoleh nilai LC50= 47,31 ppm. Fraksi MTC sebanyak 25,0 g dipisahkan lebih lanjut melalui berbagai tahapan proses pemisahan yaitu dengan Kromatografi Vakum Cair (KVC), Kromatografi Kolom Gravitasi (KKG), dan Kromatografi Lapis Tipis Preparatif (KLTP) hingga diperoleh senyawa murni. Senyawa yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan spektroskopi UV-Vis dan IR. Berdasarkan data-data spektroskopi tersebut, senyawa fenolat hasil isolasi dari ekstrak MTC mengandung sistem aromatik dengan perpanjangan konyugasi, gugus hidroksil, gugus karbonil, dan sistem alifatik. Kata kunci : kasturi, Mangifera casturi, fenolat