Ruslinawati Ruslinawati
Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of Midwifery and Reproduction

EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KESEHATAN METODE DEMONSTRASI DAN MEDIA VIDEO TERHADAP PRAKTIK SADARI DI PONDOK PESANTREN DARUL HIJRAH PUTRI MARTAPURA Ruslinawati Ruslinawati; Darmayanti Wulandatika; Nisrina Nadya Wahda
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/jmr.v3i2.510

Abstract

Early detection of breast cancer with BSE can be done alone to recognize abnormalities in the breast, carried out periodically every month, on the 7th to 10th day after menstruation, the actions include: position, inspection, palpation and patterns. However, there are still many who do not know about BSE and the high number of breast cancer cases in 2018 reaching 542 cases in Indonesia. To reduce the high cases of breast cancer, health education about BSE needs to be done. Analyze the effectiveness of health education demonstration methods and video media on BSE practices. The Quasy Experimental research design, the Posttest Only Control Group Design, the total population of class XI is 216 students were taken by the Proportional Stratified Random Sampling Method with 68 people divided into demonstration with video groups and video groups, the statistical test results using the Mann Whitney test. There is a significant difference in effectiveness between health education demonstration methods with video media and video media only, where the p value is 0.033 <0.05. Demonstration health education with video media is more effective against BSE practices than health education with video media only.
PERBEDAAN RERATA PENGETAHUAN TENTANG TUGAS PERKEMBANGAN REMAJA PADA WANITA MENIKAH USIA DINI DENGAN MENIKAH USIA MATANG DI KECAMATAN BANJARMASIN BARAT Syahrida Agustina; Ruslinawati Ruslinawati; Darmayanti Wulandatika
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.371 KB) | DOI: 10.35747/jmr.v2i1.324

Abstract

Remaja yang melakukan pernikahan dini secara perkembangan reproduksi dan psikologis belum matang karena masih mengalami masa transisi dari anak-anak menjadi pubertas. pernikahan dini dalam perspektif kesehatan reproduksi menemukan bahwa perempuan memiliki pengetahuan yang minim dan pemahaman yang kurang tentang dampak keputusan yang diambil untuk melakukan pernikahan dini. Semakin muda usia pernikahan maka akan semakin rendah pula jenjang pendidikan yang didapat, sehingga pengetahuan yang diperoleh juga akan semakin sedikit. Kecamatan Banjarmasin Barat mempunyai angka pernikahan dini tertinggi dari 5 Kecamatan yang ada di Kota Banjarmasin pada tahun 2017. Tujuan penelitian ini mengetahui perbedaan rerata pengetahuan tentang tugas perkembangan remaja pada wanita menikah usia dini dengan menikah usia matang di Banjarmasin Barat. Metode penelitian komparatif dengan pendekatan Cross Sectional menggunakan kuesioner dan uji statistik Independent t-test. Populasi berjumlah 172 wanita dengan sampel 63 responden terdiri dari 31 wanita menikah usia dini dan 32 wanita menikah usia matang yang menggunakan Cluster Random Sampling. Pada wanita menikah usia dini umur 15-20 tahun rerata pengetahuan didapatkan skor 52,58 sedangkan wanita menikah usia matang umur 21-25 tahun dapat rerata skor 69,31. Terdapat perbedaan rerata pengetahuan tentang tugas perkembangan remaja 16,73 (ρ = 0,000 < α = 0,05)
PERBEDAAN KONTRASEPSI HORMONAL SUNTIK DMPA DAN PIL KOMBINASI DENGAN PENURUNAN GAIRAH SEKSUAL AKSEPTOR KB DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKAUMAN KOTA BANJARMASIN TAHUN 2019 Intan Nur Karimah; Ruslinawati Ruslinawati; M Fahrin Azhari
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.676 KB) | DOI: 10.35747/jmr.v3i1.406

Abstract

Kontrasepsi hormonal DMPA dan Pil mengandung hormon estrogen dan progesteron yang memiliki efek samping jika terjadi ketidakseimbangan antara kedua hormon tersebut dapat menyebabkan perubahan aktivitas seksual, karena hormon progesteron menekan hormon estrogen sehingga kekeringan vagina dan menyebabkan perubahan aktivitas seksual. Menganalisa perbedaan penggunaan kontrasepsi hormonal suntik DMPA dan Pil Kombinasi dengan penurunan gairah seksual akseptor KB di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin Tahun 2019. Rancangan penelitian kuantitatif, pendekatan cross sectional, populasi 6709 diambil dengan metode purposive sampling sebanyak 100 orang, data dianalisis menggunakan uji Mann Whitney. Hasil menunjukkan akseptor KB jenis kontrasepsi suntik dan pil, 42 orang, akseptor suntik DMPA mengalami penurunan gairah seksual, 41 orang, pil kombinasi mengalami penurunan gairah seksual, tidak terdapat perbedaan akseptor suntik DMPA dan pil kombinasi dengan penurunan gairah seksual pada akseptor KB di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin Tahun 2019. Kata Kunci : Gairah Seksual, Kotrasepsi Hormonal DMPA, pil kombinasi
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN FREKUENSI KUNJUNGAN ANTENATAL CARE PADA IBU HAMIL MASA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN Azizah Azizah; Ruslinawati Ruslinawati; Darmayanti Wulandatika
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/jmr.v5i1.772

Abstract

Abstrak Kendala yang dihadapi dalam pemeriksaan antenatal care pada masa pandemi COVID-19 adalah kecemasan ibu dalam memeriksakan kehamilan karena takut tertular COVID-19. Sehingga menyebabkan cakupan ANC rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan frekuensi kunjungan ANC pada ibu hamil masa pandemi COVID-19 di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan metode cross sectional. Populasi adalah ibu hamil trimester 3 aterm berjumlah 92 orang. Sampel berjumlah 74 orang. Pengambilan sampel purposive sampling. Tempat penelitian di Puskesmas Pekauman Banjarmasin dari 26 April-23 Mei 2021. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi buku KIA dengan uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan ibu berusia tidak beresiko sebesar 73%, paritas tidak beresiko sebesar 63,5%, pengetahuan baik sebesar 63,5%, dukungan suami sebesar 77%, pendidikan tinggi sebesar 58,1%, sikap positif sebesar 66,2%, ibu yang patuh melakukan kunjungan ANC sebesar 70,3%, ada hubungan usia dengan frekuensi kunjungan ANC, tidak ada hubungan paritas dengan frekuensi kunjungan ANC, ada hubungan pengetahuan dengan frekuensi kunjungan ANC, ada hubungan dukungan suami dengan frekuensi kunjungan ANC, ada hubungan pendidikan dengan frekuensi kunjungan ANC, dan ada hubungan sikap dengan frekuensi kunjungan ANC. Ibu yang patuh melakukan kunjungan ANC dapat mempertahankan pemeriksaan kehamilannya dan ibu yang tidak patuh agar bisa meningkatkan kunjungan ANC. Kata kunci: ANC, COVID-19, Frekuensi Abstract The obstacle faced in antenatal care examinations during the COVID-19 pandemic was the mother's anxiety in checking her pregnancy for fear of contracting COVID-19. This causes low ANC coverage. This study aims to determine the factors associated with the frequency of antenatal care visits to pregnant women during the COVID-19 pandemic at Pekauman Health Center Banjarmasin. This research uses descriptive analytic with cross sectional method. The population is pregnant women in the third trimester of term totaling 92 people. The sample of 74 people. The sampling is purposive sampling. This research was conducted at Pekauman Health Center Banjarmasin from 26 April to 23 May 2021. Data collection using questionnaires and KIA book observations with Chi-Square. The results of study showed that mothers aged not at risk of 73%, parity was not at risk of 63.5%, good knowledge of 63.5%, the husband supports 77%, higher education of 58.1%, the positive attitude of 66.2%, obedient to ANC visits of 70.3%, there is a relationship between age and frequency of ANC visits, there is no relationship between parity and frequency of ANC visits, there is a relationship between knowledge and frequency of ANC visits, there is a relationship between husband's support with the frequency of ANC visits, there is a relationship between education and the frequency of ANC visits, and there is a relationship between attitudes and the frequency of ANC visits. Mothers who are obedient to ANC visits can maintain their pregnancy checks and mothers who are not obedient to increase ANC visits. Keywords: ANC, COVID-19, Frequency