Sarniyati Sarniyati
Akademi Keperawatan Bina Insani Sakti Sungai Penuh

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang ISPA dengan Upaya Pencegahan ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Semerap Sarniyati Sarniyati
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.157 KB) | DOI: 10.33024/mnj.v4i1.5726

Abstract

ABSTRACT: THE RELATIONSHIP OF MOM'S KNOWLEDGE AND ATTITUDE ABOUT ARI WITH URTI PREVENTION EFFORTS IN MANY CHILDREN IN THE WORK AREA OF SEMERAP PUSKESMAS  Introduction: ISPA is an upper respiratory tract disease with special attention to pneumonia (pneumonia), and not ear and throat disease. ARI is an acute respiratory infection that attacks one part and or more of the respiratory tract from the nose (upper tract) to the alveolus (lower tract) including adnexal tissue such as sinuses, middle ear cavity, and pleura.Objective: To find out the relationship between knowledge and attitudes of mothers about ISPA with efforts to prevent ARI in toddlers.Methods: This research was conducted in the working area of the Semerap Health Center in 2020. The design of this study was a correlational study with a cross-sectional study approach, the population in this study was 2354 people, and the sampling technique used was Accidental Sampling. Statistical analysis of data using Pearson Product Moment.Result: There is a significant relationship between knowledge and attitudes of mothers about ISPA with efforts to prevent ISPA in children under five (p<0.05) with r values = 0.688 and 0.681Conclusion: It is hoped that the puskesmas or health workers can provide health education to the community, especially mothers who have toddlers. Keywords: Knowledge, Attitude, ISPA  INTISARI: HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG ISPA DENGAN UPAYA PENCEGAHAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEMERAP   Pendahuluan: ISPA adalah penyakit saluran pernafasan atas dengan perhatian khusus pada radang paru (Pneumonia), dan bukan penyakit telinga dan tenggorokan. Ispa adalah infeksi saluran pernafasan akut yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari saluran nafas mulai dari hidung (Saluran Atas) hingga alveoli (Saluran bawah) termasuk jaringan adneksanya seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura.Tujuan: Diketahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang ispa dengan upaya pencegahan ISPA pada balita.Metode:Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas semerap tahun 2020. Desain penelitian ini adalah Studi Korelasi dengan pendekatan Cross Sectional Study, populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 2354 orang, yang mana teknik pengambilan sampelnya menggunakan Accidental Sampling. Data analisis statistik dengan menggunakan Pearson Product Moment.Hasil: Didapatkan hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap ibu tentang ISPA dengan upaya pencegahan ISPA pada balita (p < 0,05) dengan nilai r = 0.688 dan 0.681Kesimpulan: Diharapkan kepada pihak puskesmas atau tenaga kesehatan untuk dapat memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat khususnya ibu yang mempunyai anak balita. Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, ISPA
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN KLIEN GANGGUAN JIWA MENGKONSUMSI OBAT DI PUSKESMAS KUMUN Sarniyati Sarniyati; Moza Suzana
Journal of Nursing and Health Vol. 7 No. 1 (2022): Journal Of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v7i1.159

Abstract

Gangguan jiwa adalah gangguan psikologis atau manifestasi perilaku dan atau kerusakan fungsi sosial, psikologik, genetik, fisik atau gangguan biologik. Gangguan jiwa sendiri perlu, bisa dan harus disembuhkan. Dalam pengobatan gangguan jiwa kontinuitas pengobatan merupakan salah satu faktor utama keberhasilan terapi. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan disain Cross Sectional, populasinya adalah keluarga klien gangguan jiwa yang berobat di Puskesmas Kumun yang berjumlah 169 orang, dengan tehnik pengambilan sampel secara acak sederhana, jumlah sampel 100 orang. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar (82 %) responden mendukungan terhadap kepatuhan klien gangguan jiwa mengkonsumsi obat, lebih dari sebagian (56 %) responden mempunyai pengetahuan rendah tentang kepatuhan klien gangguan jiwa mengkonsumsi obat dan lebih dari sebagian (56 %) responden berstatus ekonomi tidak miskin. Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan keluarga dengan dukungan keluarga terhadap kepatuhan klien gangguan jiwa mengkonsumsi obat dengan nilai p 0,457 > 0,05 dan tidak terdapat hubungan antara status ekonomi keluarga dengan dukungan keluarga terhadap kepatuhan klien gangguan jiwa mengkonsumsi obat dengan nilai p 0,204 > 0,05. Diharapkan pada unit promosi kesehatan agar dapat membuat jadwal dan materi penyuluhan kesehatan jiwa dan memajangnya dipapan pengumuman yang ada di poliklinik. Kata kunci : Pengetahuan, Status Ekonomi, Dukungan Keluarga, Kepatuhan.
Kesantunan Berbahasa Dalam Bertanya Dan Menjawab Pertanyaan Dalam Webinar Mas’ud Muhammadiyah; Thrisia Monica; Sarniyati Sarniyati; Moza Suzana; Lestari Budianto; Muh. Safar
Journal on Education Vol 6 No 1 (2023): Journal On Education: Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explain language politeness in asking and answering questions on webinars. This qualitative research has various research data analyzed by transcribing, inventorying, identifying, classifying, formulating and explaining, as well as concluding and verifying data. Research findings: (1) speech acts of asking and answering questions in the Webinar; (2) the methods used by speakers in the Webinar to form polite speech acts of asking and answering questions. There are two types of speech acts of asking and answering questions, total and partial speech acts. Language politeness strategies focused on asking and answering questions in the Webinar are determined by analyzing speech based on maxims. By complying with the 6 politeness maxims accompanied or not accompanied by prioritizing maxims, the speech act of asking and answering questions is classified as polite.