Hermawan hermawan
Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponogoro

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PERENCANAAN DAN PERHITUNGAN BIAYA KONTRUKSI JARINGAN DISTRIBUSI 20kV HASIL OPTIMASI PELIMPAHAN SEBAGIAN BEBAN FEEDER KTN 11 KE KTN 14 PT.PLN (PERSERO) UNIT PELAKSANA PELAYANAN PELANGGAN (UP3) YOGYAKARTA Ridwan Ismail Shaleh; Hermawan hermawan; Nugroho Agus Darmanto
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v9i4.619-626

Abstract

Kebutuhan akan energi listrik di bidang bisnis, industri maupun rumah tangga menyebabkan kebutuhan akan energi listrik semakin meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data pengukuran beban pelanggan pada bulan Maret tahun 2018 di Gardu Induk Kentungan Yogyakarta mendekati overload sebesar 338 Ampere untuk feeder KTN 11. Dari permasalahan tersebut PT. PLN (Persero) UP3 Yogyakarta sebagai unit pelaksana pelayanan pelanggan yang bertugas mengatur seluruh distribusi energi listrik mengambil keputusan untuk melakukan pelimpahan beban feeder sebesar 46 A pada section antara U3-284/82 hingga U3-284/56, dengan cara membangun joint feeder antara feeder KTN 14 dengan feeder KTN 11. Titik pelimpahan beban pada tiang U3-284/76 pada tiang KTN 11 dan tiang U3-244/116 pada KTN 14, pertimbangan pemilihan didasarkan atas susut daya (losses) terkecil dengan menggunakan perangkat bantu ETAP 12.6. Oleh karena itu, pada Penelitian ini berisi perencanaan saluran udara jaringan distribusi 20 kV dengan berdasarkan Standart Perusahaan Listrik Negara (SPLN) dan perhitungan biaya konstruksi berdasarkan harga satuan PT.PLN (Persero) tahun 2018. Saluran joint feeder ini diharapkan dapat mengurangi beban pada feeder KTN 11 ,meningkatkan keandalan dan mengurani rugi daya pada sistem pada feeder KTN 11 dan feeder KTN 14.
RANCANG BANGUN MINIATUR SISTEM TRANSMISI DAYA ARUS SEARAH DENGAN INVERTER SATU FASA DAN SISTEM MONITORING MENGGUNAKAN DATA LOGGER BERBASIS MIKROKONTROLER STM32F103C8T6 DAN MICROSD CARD MODULE SPI Hanest Simon Sitompul; Hermawan Hermawan; Denis Denis
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v9i2.253-260

Abstract

 Inverter satu fasa banyak diaplikasikan pada dunia industri dengan berbagai jenis fungsi, salah satunya adalah dalam penggunaan beban seperti motor, lampu dan lain-lain. Agar dapat menghidupkan sebuah lampu, tegangan dan frekuensi keluaran inverter satu fasa dikendalikan dengan menggunakan mikrokontroler sebagai komponen pengendali utama, MOSFET atau IGBT sebagai komponen utama rangkaian daya, dan driver sebagai rangkaian yang dapat mengisolasi dan meningkatkan level tegangan sinyal dari mikrokontroler. Pada kebanyakan inverter, penggunaan MOSFET memiliki rugi-rugi switching ketika MOSFET turn-on akibat besarnya reverse recovery time pada body diode MOSFET. Sedangkan penggunaan IGBT memiliki kerugian ketika turn-off akibat besarnya fall time yang menyebabkan tailing current. Dengan menggunakan MOSFET dalam satu topologi inverter, tugas akhir ini dapat mengurangi rugi-rugi switching pada fasa turn-off. Pada tugas akhir ini juga dirancang rangkaian bootstrap dengan menggunakan IC IR2110 yang bertujuan untuk memberikan referensi ground ketika kondisi floating supply pada MOSFET sisi atas.
ANALISIS SETTING RELAI OCR, GFR, DAN RECLOSER PASCA REKONFIGURASI PENYULANG RWO 05 DAN RWO 07 GARDU INDUK RAWALO MENGGUNAKAN ETAP 12.6 Ismail Hasyim Wibisono; Hermawan Hermawan; Susatyo Handoko
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v9i4.470-479

Abstract

Untuk menunjang distribusi tenaga listrik yang baik,  PT. PLN UP3 Purwokerto melakukan rekonfigurasi pada penyulang RWO05 dan RWO07 di GI Rawalo, dengan tujuan mengurangi pembebanan pada penyulang RWO05. Atas dasar tersebut maka nilai setting peralatan proteksi perlu dilakukan perhitungan ulang agar dapat tetap bekerja secara optimal untuk mengamankan jaringan dari adanya gangguan. Penelitian ini mempelajari tentang koordinasi peralatan proteksi dari relai arus lebih dan recloser pada penyulang RWO05 dan RWO07 baik pada kondisi setting existing maupun setelah dilakukan resetting pasca rekonfigurasi. Berdasarkan hasil analisis, arus hubung singkat maksimum 14395 A pada gangguan 3 fasa dan arus hubung singkat minimum 577 A pada gangguan 2 fasa tanah. Koordinasi proteksi setting existing menunjukkan, apabila terjadi gangguan 2 fasa di titik 75% dan 100% serta gangguan 3 fasa dan 2 fasa tanah di titik 100% penyulang RWO05, relai incoming tidak bekerja sebagai pengaman cadangan. Setelah dilakukan resetting, koordinasi bekerja dengan baik dari pengaman utama yaitu recloser dan relai outgoing kemudian relai incoming akan bekerja sebagai pengaman cadangan. Grading time peralatan proteksi setting existing dan resetting sudah sesuai dengan standar IEC 60255 yaitu 0,3-0,5 detik. Waktu kerja peralatan proteksi lebih cepat dari waktu untuk mencapai ketahanan maksimum dari konduktor.
OPTIMASI TITIK PELIMPAHAN SEBAGIAN BEBAN FEEDER KTN 11 KE KTN 14 PT. PLN (PERSERO) UNIT PELAKSANA PELAYANAN PELANGGAN (UP3) YOGYAKARTA UNTUK MEMINIMALKAN RUGI DAYA MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA GENETIKA Deninta Wulansari; Hermawan Hermawan; Nugroho Agus Darmanto
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v9i4.605-611

Abstract

PT. PLN (Persero) UP3 Yogyakarta merupakan Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan yang bertugas mengatur seluruh distribusi energi listrik di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Demi menunjang tugas dan fungsi pokok tersebut, PT. PLN (Persero) berusaha melakukan penjaminan kualitas penyaluran energi listrik dengan memperhatikan kemampuan pembebanan tiap feeder. Pada tahun 2018 pembebanan feeder KTN 11 GI Kentungan mencapai hampir 80% sehingga merupakan beban berlebih. Tugas Akhir ini bertujuan untuk melakukan optimasi titik pelimpahan sebagian beban feeder KTN 11 ke KTN 14 dalam rangka meminimalkan rugi daya pada saluran tersebut. Metode yang digunakan dalam penentuan titik optimal pelimpahan sebagian beban adalah metode algoritma genetika dengan menggunakan simulasi software MATLAB R2016a. Untuk mengetahui seberapa besar perubahan rugi daya sebelum dan sesudah dilakukannya pelimpahan sebagian beban, maka dilakukan simulasi menggunakan software ETAP 12.6.0. Hasil yang diperoleh yaitu pelimpahan beban dari feeder KTN 11 (U3-284/76) ke feeder KTN 14 (U3-244/116) mengakibatkan penurunan rugi daya sebesar 11,6% dari kondisi awal.
ANALISIS RUGI – RUGI DAYA DAN JATUH TEGANGAN UNTUK REKONFIGURASI PENYULANG RWO 05 DAN RWO 07 GARDU INDUK RAWALO MENGGUNAKAN ETAP 12.6 DAN MATLAB R2018a Della Prastika Haris Sasmita; Hermawan Hermawan; Susatyo Handoko
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v9i4.480-489

Abstract

The need for electrical energy which always rises causes an increase in the loading of each feeder in Rawalo Substation. PT. PLN (Persero) UP3 Purwokerto strives to carry out a reconfiguration on RWO 05 and RWO 07 feeder in order to decrease the load in RWO 05 feeder so that the electrical energy distributed to the consumers can be optimized. The distribution of electrical energy cannot be separated from the loss of power in the system which causes the disappearance of numbers of power in the electrical energy distribution process, starting from the main substation to the consumers. Therefore, there has to be an analysis done about power loss and voltage drop which occurs in the distribution networks by configuring one out of four switches in a normally open condition that connects RWO 05 and RWO 07, not only in an existing condition but also after the reconfiguration being done. Based on the result of the analysis, the power loss occurred in an existing condition which is in switch 2 holds the amount of 0,137 MW and 0,436 MVAR or equal to 2,18 % with the amount of 6,58% voltage drop, while the power loss occurred in a reconfiguration condition which is in switch 4 holds the amount of 0,116 MW and 0,385 MVAR or equal to 1,84 % with the amount of 6,13% voltage drop. The result of the loss obtained from both conditions concludes that there is a decrease in power loss with the amount of 0,33 %, whereas the voltage drop occurred decreases by 0,45%.
OPTIMASI PENEMPATAN RECLOSER TAMBAHAN UNTUK MEMINIMALKAN SAIFI DAN SAIDI PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV FEEDER KTN 11 PT. PLN (PERSERO) UNIT PELAKSANA PELAYANAN PELANGGAN (UP3) YOGYAKARTA MENGGUNAKAN GENETIC ALGORITHM (GA) Septya Ika Sari; Hermawan Hermawan; Nugroho Agus Darmanto
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v9i4.612-618

Abstract

Kebutuhan akan energi listrik dari tahun ke tahun semakin meningkat sehingga diperlukan sistem tenaga listrik dengan keandalan yang tinggi agar kualitas kekontinyuisan listrik dapat terjaga. Salah satu cara untuk meningkatkan keandalan adalah dengan memasang recloser. Recloser berfungsi untuk memutus dan menyambungkan kembali aliran listrik secara otomatis. Pemasangan recloser akan optimal apabila didasari dengan perhitungan yang benar. Parameter yang digunakan dalam keandalan sistem tenaga listrik adalah SAIFI dan SAIDI. Nilai SAIFI dan SAIDI dapat dihitung dari tingkat laju kegagalan dan waktu pemadaman dari setiap komponen pada sistem. Semakin kecil nilai SAIFI dan SAIDI maka keandalannya akan semakin bagus. Pada penelitian ini akan dibuat program simulasi optimasi penempatan recloser tambahan menggunakan metode genetic algorithm pada software MATLAB R2016a. Dari hasil simulasi diperoleh bahwa SAIFI dan SAIDI setelah optimasi lebih kecil daripada sebelum optimasi. Nilai SAIFI dan SAIDI sebelum penempatan recloser adalah 3,1784 kali/tahun dan 9,7555 jam/tahun. Setelah dilakukan optimasi didapatkan nilai SAIFI dan SAIDI yang optimal untuk 1 recloser yang berada pada lokasi 19 yaitu 1,2383 kali/tahun dan 3,9162 jam/tahun. Sedangkan untuk 2 recloser didapatkan posisi yang optimal pada lokasi 19 dan 52 dengan nilai SAIFI dan SAIDI yaitu 0,82212 kali/tahun dan 2,6514 jam/tahun.
IMPLEMENTASI PERENCANAAN JARINGAN DISTRIBUSI BARU SERTA INVESTASI BIAYA PERALATAN PADA FEEDER MEDARI 2 Tegar Tumpur Pamungkas; Hermawan Hermawan; Darjat Darjat
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v9i4.436-442

Abstract

Salah satu bagian dari proses penyediaan tenaga listrik bagi konsumen pelanggan listrik adalah operasi jaringan distribusi. Karena sistem jaringan distribusi merupakan titik pertemuan dari para pemakai tenaga listrik dengan sistem penyaluran tenaga listrik. Salah satu komponen yang memerlukan biaya yang besar pada distribusi saluran udara tegangan menengah adalah penghantar (konduktor). Oleh karena itu, diperlukan analisa perencanaan yang matang agar dapat ditentukan jenis ukuran konduktor yang paling tepat dan sesuai dengan kebutuhan permintaan beban listrik pelanggan, sehingga didapat juga biaya yang ekonomis. Susut dan drop tegangan merupakan permasalahan yang saat ini dihadapi oleh Rayon Sleman terutama untuk penyulang Medari 02. Rayon Sleman penyulang Medari 02 memiliki rugi-rugi sebesar 4,873 kW. Susut dan drop tegangan memiliki dampak yang besar bagi pelanggan maupun bagi PLN. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan rekonfigurasi jaringan. Dengan mempertimbangkan beberapa aspek lokasi yang paling tepat dan efisien untuk pembangunan saluran baru Medari 02 yaitu Caturharjo menuju Ganjuran dan Kadisobo menuju Kalangan. Setelah rekonfigurasi jaringan terdapat pembuatan saluran baru dan penurunan rugi-rugi daya sebesar 197 Watt atau 4,043%. Perencanaan tersebut membutuhkan biaya sebesar Rp 208,826,871 Setelah dikenakan PPN 10% biaya total perencanaan menjadi sebesar Rp 229,709,557. 
REKONFIGURASI JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV FEEDER MEDARI 2 MENGGUNAKAN METODE BINARY PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (BPSO) Miftakul Farid; Hermawan Hermawan; Darjat Darjat
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v9i4.443-450

Abstract

Rekonfigurasi jaringan distribusi diperlukan untuk mengurangi rugi-rugi khususnya pada daerah berpenduduk padat. Berbagai metode telah diusulkan untuk meminimalkan rugi-rugi daya dan menaikkan profil tegangan. Makalah ini menyajikan metode binary particle swarm optimization (BPSO) dengan studi kasus penyulang Medari. Rekonfigurasi dilakukan hanya dengan membuat saluran baru tanpa merubah jumlah saluran dan tanpa memindahkan transformator distribusi. Pembuatan saluran baru diasumsikan menggunakan jenis dan ukuran konduktor yang sama. Hasil penelitian dengan 65 bus dan 69 saluran dan dengan merencanakan lima saluran baru. Rugi-rugi daya aktif yang dihasilkan dari konfigurasi baru sebesar 4,7192 kW atau berkurang sebesar 6,274% dari rugi-rugi daya aktif sebelum rekonfigurasi, yaitu 5,0352 kW. Profil tegangan pada setiap bus juga lebih baik setelah rekonfigurasi, dimana tegangan minimum yang diperoleh adalah sebesar 0,99228 per unit dibandingkan dengan tegangan minimum 0,99084 per unit sebelum rekonfigurasi. Pengujian yang dilakukan menggunakan variasi jumlah iterasi, jumlah partikel, dan posisi awal partikel. Hubungan ketiga variasi tersebut ialah apabila jumlah iterasi semakin banyak, jumlah partikel semakin banyak, dan posisi awal partikel di dalam loop semua maka hasil rekonfigurasi akan menjadi lebih baik.