Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Harmonizing STEM with Arts: Crafting an Innovative Physics Electronic Module on Vibration and Wave Concepts Yuberti Yuberti; Vandan Wiliyanti; Antika Febriyani
Jurnal Pembelajaran Fisika Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Pembelajaran Fisika
Publisher : Jurnal Pembelajaran Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Art provides a unique lens through which to explore scientific phenomena, allowing students to visualize complex ideas and express their understanding in imaginative ways. Moreover, the combination of STEM and art, which we call STEAM, encourages holistic learning experiences. This study aims to develop STEAM-based electronic modules for physics learning, focusing on the Vibrations and Waves concept, and to assess the feasibility and attractiveness of this developed electronic module. This research follows a research and development (R&D) approach, employing a 3D development model (Define, Design, and Develop). The study was conducted at MTsN 1 Bandar Lampung, involving eighth-grade students as research participants. The research object was a STEAM-based electronic module on Vibrations and Waves material. Validation results were obtained from both media and subject matter experts, with both categories indicating a very high level of validation, signifying that the electronic module successfully meets the criteria for development based on media and subject matter. Furthermore, the results from development trials involving teachers and students indicated that the electronic module was highly attractive. Consequently, this study concludes that the developed electronic module is highly feasible as teaching material and is very attractive to use by teachers and students.Keywords: Electronic module, Vibration and waves, Development, STEAMDOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpf.v11.n2.202303
Pengaruh Konseling Kelompok Dengan Teknik Modeling (Live Multiple Model) Untuk Mengurangi Perilaku Konsumtif Peserta Didik Di SSMA Negeri 11 Bandar Lampung Dwi Putri Suryati Dwi; Tika Febriyani; Rika Damayanti; Hafifudin
Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 8 No. 1 (2026): Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : PRODI BIMBINGAN KONSELING ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/isyrof.v8i1.4762

Abstract

Perilaku konsumtif merupakan kecenderungan individu dalam melakukan pembelian secara berlebihan tanpa mempertimbangkan kebutuhan, sehingga dapat berdampak negatif terhadap pengelolaan keuangan, pengendalian diri, dan pola hidup peserta didik. Apabila perilaku konsumtif tidak dikendalikan, maka akan menimbulkan pemborosan, ketergantungan terhadap tren, serta rendahnya kemampuan dalam mengatur kebutuhan secara rasional. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini agar perserta didik bisa mengelola keungan dengan baik, mengendalikan diri, membatasi pengeluaran/ berhemat, mulai menabung, serta mengutamakan kebutuhan dan membuat perencanaan keuangan dengan baik. maka diperlukan layanan Konseling Kelompok dengan Teknik Modeling (Live Mutiple Model) untuk mengurangi perilaku konsumtif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian pre-eksperimen menggunakan one group pretest–posttest design. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode nonproblality sampling dengan menggunakan teknik purposive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner pengukur perilaku konsumtif dengan menggunakan skala likert, dokumentasi, dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik SMA Negeri 11 Bandar Lampung, dengan sampel sebanyak 8 peserta didik yang terindikasi memiliki tingkat perilaku konsumtif relatif tinggi. Pengukuran dilakukan melalui pretest sebelum pemberian layanan dan posttest setelah pemberian layanan konseling kelompok dengan teknik modeling (live multiple model). Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor pretest berada pada rentang 67 hingga 81 dengan nilai rata-rata sebesar 74,75, sedangkan skor posttest berada pada rentang 45 hingga 60 dengan nilai rata-rata sebesar 55,75. Penurunan skor rata-rata sebesar 19 poin menunjukkan adanya perubahan perilaku konsumtif ke arah yang lebih positif. Hasil uji nonparametrik Wilcoxon Signed Ranks Test memperoleh nilai signifikansi (Asymp. Sig. 2-tailed) sebesar 0,011 yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa layanan konseling kelompok dengan teknik modeling (live multiple model) berpengaruh dalam mengurangi perilaku konsumtif peserta didik di SMA Negeri 11 Bandar Lampung.
Hubungan Penggunaan Media Sosial TikTok dengan Mood Swing Peserta Didik MTsN 1 Bandar Lampung Mita Ulfa Hasanah; Tika Febriyani; Busmayaril
Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 8 No. 1 (2026): Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : PRODI BIMBINGAN KONSELING ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/isyrof.v8i1.5140

Abstract

Perkembangan teknologi dan media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan peserta didik, khususnya melalui penggunaan aplikasi TikTok sebagai sarana hiburan, komunikasi, dan ekspresi diri. Penggunaan TikTok yang intens berpotensi mempengaruhi kondisi psikologis peserta didik, salah satunya berupa perubahan suasana hati (mood swing) . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial TikTok dengan mood swing pada peserta didik MTsN 1 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian berjumlah 412 peserta didik kelas IX MTsN 1 Bandar Lampung, dengan sampel sebanyak 118 peserta didik yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling , yaitu peserta didik yang menggunakan TikTok lebih dari 3 jam per hari. Data dikumpulkan menggunakan skala penggunaan media sosial TikTok dan skala mood swing , kemudian dianalisis melalui uji normalitas, uji linearitas, dan uji hipotesis menggunakan korelasi Product Moment Pearson dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara penggunaan media sosial TikTok dengan mood swing peserta didik, dengan nilai koefisien korelasi r = 0,404 dan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Kontribusi penggunaan TikTok terhadap mood swing sebesar 16,3%, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain. Dengan demikian, penggunaan media sosial TikTok memiliki hubungan yang signifikan dengan mood swing peserta didik MTsN 1 Bandar Lampung.
Hubungan Intensitas Bermain Game Online Dengan Perilaku Agresif Verbal Pada Peserta Didik Mtsn 1 Bandar Lampung Saskia Rofiqoh; Tika Febriyani
Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 8 No. 1 (2026): Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : PRODI BIMBINGAN KONSELING ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/isyrof.v8i1.5205

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong meningkatnya penggunaan game online di kalangan remaja. Tingginya intensitas bermain game online berpotensi memengaruhi perilaku sosial, salah satunya perilaku agresif verbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas bermain game online dengan perilaku agresif verbal pada peserta didik MTs Negeri 1 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 412 peserta didik dengan sampel sebanyak 81 peserta didik yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala intensitas bermain game online dan skala agresif verbal untuk mengukur intensitas bermain game online dan perilaku agresif verbal, serta wawancara sebagai data pendukung. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara intensitas bermain game online dengan perilaku agresif verbal dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,342 dan nilai signifikansi 0,002 (<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas bermain game online, maka semakin tinggi pula kecenderungan perilaku agresif verbal pada peserta didik. Dengan demikian, intensitas bermain game online memiliki kontribusi terhadap munculnya perilaku agresif verbal pada remaja