Sapriesty Sari
Unknown Affiliation

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

RANCANG BANGUN SISTEM CATU DAYA HYBRID PADA ALAT SMART GROWTH BOX UNTUK TANAMAN MICROGREENS Agung Wicaksono; n/a Nurussa’adah; Sapriesty Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKUntuk mengurangi gas rumah kaca (GRK) dari bahan bakar fosil dibutuhkan sumber energi alternatif yang salahsatunya energi surya. Namun energi surya memiliki kendala yaitu output daya yang dihasilkan kurang stabilkarena tergantung kontinuitas matahari. Penggunaan energi yang bersumber dari PLN bisa dijadikan sebagaienergi kedua jika energi surya nantinya tidak dapat memberikan energi ke beban (Hybrid). Sistem ini telahdimanfaatkan pada penelitian alat Smart growth box microgreens. Pada penelitian ini akan dibahas proses rancangbangun sistem hybrid menggunakan dua sumber energi yang berbeda yaitu energi surya dan energi listrik dariPLN yang memiliki mekanisme automatic switch serta membahas proses perancangan pendeteksi parameter arus,tegangan, dan daya untuk mengetahui pemakain sumber energi surya dan energi listrik dari PLN oleh perangkat.Sistem dirancang dapat menghasilkan output catu daya 5V DC, 12V DC dan 220V AC. Untuk pergantian catudaya sistem menerapkan automatic switch menggunakan relay. Dari hasil pengujian sistem hybrid berhasildirancang dengan didapatkan catu daya utama panel surya menghasilkan tegangan keluaran sebesar 12,49V16,38V, output solar charge control sebesar 11.92V-14.27V, output dari DC power supply stabil pada rentang12,34V-12,36V dan voltage regulator pada rentang 5.04V-5.05V. Sedangkan dalam melakukan switch catu dayarelay memiliki tingkat keberhasilan sebesar 85,71% dengan rasio keberhasilan 12:2 dari 14 percobaan. Catu dayapanel surya menyumbang 60,73% total keseluruhan konsumsi perangkat dengan lama penggunaan oleh perangkatrata-rata selama 13,58 jam dibandingkan dengan catu daya listrik PLN menyumbang sebesar 39,27%.Kata Kunci: Sistem Hybrid, Panel Surya, Automatic switch.ABSTRACTTo reduce greenhouse gases (GHG) from fossil fuels, alternative energy sources are needed, one of which is solarenergy. However, solar energy has a problem, namely the power output produced is less stable because it dependson the continuity of the sun. The use of energy sourced from PLN can be used as second energy if solar energylater cannot provide energy to the load (Hybrid). This system has been used in research on the Smart growth boxmicrogreens tool. In this study, we will discuss the process of designing a hybrid system with two different energysources, namely solar energy and electrical energy from PLN which has an automatic switch mechanism anddesign proces
PENERAPAN INTERNET OF THINGS PADA SISTEM MONITORING SMART GROWTH BOX MICROGREENS MENGGUNAKAN APLIKASI BLYNK Muhammad Alfanny; n/a Nurussa’adah; Sapriesty Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 3 (2022):
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKInternet of Things (IoT) dapat diterapkan pada berbagai aspek, tarutama dapat digunakan sebagai sistem untukmonitoring alat. smart growth box microgreens merupakan sebuah alat yang digunakan untuk menanam tanamanmicrogreens. Penerapan Internet of Things (IoT) pada sistem monitoring smart growth box microgreens bertujuanuntuk mempermudah pengguna dalam monitoring alat karena dapat diakses dari jarak jauh melalui smartphone yangterhubung ke internet. Pada penelitian ini menggunakan sensor HCSR-04 untuk mengukut tinggi tanaman dankapasitas air serta load cell untuk menimbang benih sebelum disemai. Hasil pembacaan sensor diproses oleh ArduinoNano lalu akan dikirimkan ke ESP32 sehingga data tersebut dapat ditampilkan oleh aplikasi Blynk. Hasil penelitianyang dilakukan, menunjukan sistem berjalan sesuai dengan rancangan. Data yang didapat dari hasil pengujian,HCSR-04 dapat mengukur tinggi tanaman dengan rata rata error sebesar 18,85% di mana nilai error terbesar terjadipada hari pertama. Selanjutnya sensor load cell dapat menimbang benih cukup akurat dengan rata rata error sebesar0,0501%. Dari data yang didapat pula, input setpoint dari Blynk dapat direspon dengan baik oleh ESP32 danpengiriman data hasil pembacaan sensor berjalan dengan tepat sesuai rancangan. Selain itu data hasil pembacaansensor dapat ditampilkan pada aplikasi Blynk dengan tepat dan dapat menampilkan notifikasi sesuai dengan setpointyang ditentukan.Kata Kunci: IoT, Microgreens, monitoring, BlynkABSTRACTInternet of Things (IoT) can be applied to various aspects, especially it can be used as a system for monitoring device.smart growth box microgreens is used to grow microgreens. The application of the Internet of Things (IoT) on themonitoring system for the smart growth box microgreens aims to make it easier for users to monitor the devicebecause it can be accessed remotely via a smartphone connected to the internet. In this research, the HCSR-04 sensorwas used to measure plant height and water capacity as well as a load cell to weigh seeds before sowing. The sensorreading results are processed by the Arduino Nano and then sent to the ESP32 so that the data can be displayed bythe Blynk application. The results of the research conducted, showed the system was running according to the design.The data obtained from the test results, HCSR-04 can measure plant height with an average error of 18.85% wherethe largest error value occurs on the first day. Furthermore, the load cell sensor can weigh the seeds quite accuratelywith an average error of 0.0501%. From the data obtained, the input setpoint from Blynk can be responded well bythe ESP32 and sending data from the sensor readings goes exactly according to the design. In addition, sensorreading data can be displayed on the Blynk application correctly and can display notifications according to thespecified setpoint.Keywords: IoT, Microgreens, monitoring, Blynk
RANCANG BANGUN SISTEM PENGKONDISI LINGKUNGAN PADA SMART GROWTH BOX UNTUK TANAMAN MICROGREENS Taufiqur Rohman; n/a Nurussa’adah; Sapriesty Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 3 (2022):
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sistem pengkondisi lingkungan adalah sebuah perangkat yang mampu mengondisikan lingkungan pada alat Smart Growth Box. Pada penelitian ini dilakukan perancangan sistem pengkondisi lingkungan yang bertujuan untuk mengendalikan parameter suhu, kelembaban udara, soil moisture, dan intensitas cahaya di dalam Smart Growth Box. Pada perancangan ini digunakan sensor DHT22 sebagai pendeteksi suhu dan kelembaban udara, capacitive soil moisture sensor v1.2 sebagai pendeteksi kelembaban media tanam, dan LDR sebagai pendeteksi intensitas cahaya. Hasil pembacaan dari sensor akan diproses oleh mikrokontroler ESP32 untuk mengontrol aktuator. Parameter suhu udara dan kelembaban udara dikontrol menggunakan exhaust fan, soil moisture dikontrol menggunakan sprayer pump dan pencahayaan dikontrol menggunakan grow light LED. Sistem pengkondisi lingkungan ini mampu menurunkan suhu sebesar 0,5 °C dengan rata-rata lama waktu 01:14 menit, menurunkan kelembaban udara sebesar 1% RH dengan rata-rata lama waktu 17:57 menit, dan menaikkan tingkat soil moisture sebesa
ANALISIS MANAJEMEN BANDWIDTH DI SDN 01 JAMBEARJO BERBASIS MIKROTIK MENGGUNAKAN METODE SIMPLE QUEUE Muhammad Rabbani; Muhammad Purnomo; Sapriesty Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 3 (2022):
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKFasilitas dan jaringan internet saat ini memiliki perananan yang sangat krusial untuk kemajuan bangsa. Hal ini karena sekarang internet dibutuhkan di hampir semua lini kehidupan. Tidak hanya di bidang ekonomi saja, namun juga dibidang politik, pendidikan, sosial, hukum dan sebagainya. kualitas dari sebuah internet tidak terlepas dari bandwidth dari internet tersebut. Bandwidth merupakan banyaknya data yang bisa dikirimkan dalam waktu tertentu. Di SDN 01 Jambearjo, Internet sangat dibutuhkan terutama untuk ujian komputer yang berbasis online yang tentunya membutuhkan internet. karena tingginya tingkat kebutuhan di SDN 01 Jambearjo terhadap internet yang tidak diimbangi dengan kapasitas bandwidth dapat menyebabkan informasi menjadi sulit dan lama diakses oleh user dalam mengakses jaringan internet. Maka, dilakukan Metode pembagian bandwidth pada mikrotik dengan cara pembagian per user yang aktif secara merata dan otomatis. Pada penelitian ini dilakukan pembagian bandwidth menggunakan perangkat mikrotik dengan memanfaatkan fitur simple queue yang dimiliki oleh mikrotik dengan menerapkan maksimum download dan maksimum upload di setiap user nantinya. Setelah dilakukannya konfigurasi pada perangkat mikrotik, nantinya akan dilakukan simulasi menggunakan perangkat lunak Wireshark dengan membandingkan 2 user secara bersamaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kualitas jaringan (Qos) dengan membandingkan Throughput, Delay, dan Packet Loss sebelum diterapkannya manajemen bandwidth dan sesudah diterapkannya manajemen bandwidth. Hasil simulasi dan analisis didapat bahwa metode simple queue dengan menerapkan maksimum download dan maksimum upload berhasil dilakukan sehingga bandwidth yang diterima lebih merata dan membuat Throughput, Delay dan Packet Loss di setiap sisi user yang diujikan menjadi lebih stabil dibandingkan sebelum diterapkannya manajemen bandwidth tersebut. Kata Kunci: Internet, Bandwidth, QoS Simple Queue ABSTRACTInternet facilities and networks currently have a very crucial role in the nation's progress. This is because the Internet is now needed in almost all life lines. Not only in the economic field but also the fields of politics, education, society, law and so on. the quality of an internet can not be separated from the bandwidth of the Internet. Bandwidth is the amount of data that can be sent at a certain time. At SDN 01 Jambearjo, the Internet is needed, especially for online-based computer exams, which require the Internet. However, due to the high level of demand at SDN 01 Jambearjo for Internet which is not matched by bandwidth capacity, it can cause information to be difficult and take a long time to be accessed by users in accessing the internet network. So, the method of sharing bandwidth on Mikrotik is done by dividing it per active user evenly and automatically. In this study, the bandwidth distribution using a proxy device by utilizing the simple queue feature that mikrotik owns by applying a full download and maximum upload for each user later. Together. The purpose of this research is to see the network quality (Qos) by comparing Throughput, Delay, and Packet loss before and after bandwidth management implementation. The results of the simulation and analysis showed that the simple queue method by applying the full download and maximum upload was successfully carried out so that thebandwidth received was more evenly distributed and made Throughput, Delay, and Packet loss on each side of the user tested more stable than before the implementation of bandwidth management. Keywords: Internet, Bandwidth, QoS, Simple Queue.
PERANCANGAN MICROSTRIP BAND PASS FILTER DENGAN STRUKTUR TAPPED INPUT HAIRPIN PADA SPESIFIKASI JARINGAN MID-BAND 5G TELKOMSEL Naufal Rizki; Wahju Prijono; Sapriesty Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 3 (2022):
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMicrostrip filter merupakan suatu jenis filter Radio Frequency (RF) yang menggunakan suatukonduktor listrik tipis dipisahkan dengan ground plane dengan menggunakan suatu dielektrikyang disebut dengan substrate. Microstrip filter umumnya dicetak pada Printed Circuit Boardatau PCB dimana sinyal-sinyal yang memiliki frekuensi tinggi diarahkan dari satu bagian systemke bagian lain dengan nilai efisiensi yang tinggi. Terdapat beberapa jenis yang dapat diterapkanuntuk pengoperasian microstrip filter, salah satunya adalah band pass filter. Band pass filtermerupakan sebuah filter yang dapat melewatkan sinyal dengan frekuensi tertentu yang dibatasioleh ferkuensi cut-off rendah dan frekuensi cut-off tinggi, dan mampu meredam sinyal yangberada di bawah frekuensi cut-off dan di atas frekuensi cut-off tinggi. Terdapat beberapa jenisdesain resonator yang dapat digunakan untuk acuan dalam pembuatan microstrip filter, yaituseperti tapped line input hairpin filter, stub loaded filter, stepped impedance filter, dan comblinefilter. Dengan menggunakan bentuk acuan tapped line input hairpin, jurnal ini ditujukan untukperencanaan pembuatan microstrip filter pada penerapan teknologi 5G Telkomsel.Kata Kunci: Microstrip filter, band pass filter, jaringan mid-band, teknologi 5GABSTRACTMicrostrip filter is a type of Radio Frequency (RF) filter that uses a thin electrical conductor separatedfrom the ground plane by using a dielectric called the substrate. Microstrip filters are generally printedon Printed Circuit Boards or PCBs where high-frequency signals are directed from one part of the systemto another with high efficiency. There are several types that can be applied to the operation of microstripfilters, one of which is a band pass filter. Band pass filter is a filter that can pass a signal with a certainfrequency that is limited by a low cut-off frequency and a high cut-off frequency, and is able to dampensignals that are below the cut-off frequency and above the high cut-off frequency. There are several typesof resonator designs that can be used for reference in the manufacture of microstrip filters, such astapped line input hairpin filters, stub loaded filters, stepped impedance filters, and combline filters. Byusing the reference form of the tapped line input hairpin, this journal is intended for planning themanufacture of microstrip filters in the application of Telkomsel's 5G technology.Keywords: Microstrip filter, band pass filter, mid-band spectrum, 5G technology
PERANCANGAN SINGLE FOLD HAIRPIN TYPE NARROW-BAND MICROSTRIP BAND PASS FILTER DENGAN T-SHAPE OPEN LINE STUB PADA SPESIFIKASI JARINGAN MID-BAND 5G TELKOMSEL Dimas Brahmantyo; Wahju Prijono; Sapriesty Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 3 (2022):
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTeknologi seluler Fifth Generation (5G) merupakan lompatan besar dalam kecepatan untuk perangkat nirkabel karenamemberikan kecepatan data sebesar 10 hingga 100 kali lebih cepat dari jaringan 4G. Walaupun begitu terdapat suatukendala dalam komunikasi 5G yang perlu diperhatikan, yaitu adanya RF noise yang menggangu proses kerja 5G.Penelitian ini membahas mengenai perancangan Microstrip Band Pass Filter dengan jenis Single Fold Hairpin denganT-Shape Open Line Stub pada aplikasi jaringan Mid-band 5G Telkomsel. Desain Single Fold Hairpin type NarrowBand Microstrip Band Pass Filter dengan T-Shape Open Line Stub mengalami reduksi ukuran sebesar 29,70%dibandingkan dengan Microstrip Band Pass Hairpin Filter tanpa Single Fold Resonator dan T-shape Line Open Stub.Didapatkan juga Return Loss sebesar -53,786 dB, Insertion Loss sebesar -5,880 dB, serta Bandwidth ketika StopbandRejection sebesar -20 dB sebesar 329 MHz. Spurious Passband pada Single Fold Hairpin type Narrow-BandMicrostrip Band Pass Filter dengan T-Shape Line Stub dapat dihilangkan sepenuhnya, berbeda dengan MicrostripBand Pass Hairpin Filter tanpa Single Fold Resonator dan T-Shape Open Line Stub yang mengalami SpuriousPassband pada 1,095 – 1,164 GHz dengan total 69 MHz pada pengujian rentang frekuensi 1-3 GHz serta 1,095 –1,164 GHz dan 5,752 - 6 GHz dengan total 317 MHz pada pengukuran rentang frekuensi 1-6 GHz. Pada pengukuranhasil fabrikasi desain Microstrip Band Pass Filter dengan jenis Single Fold Hairpin dengan T-Shape Open Line Stubmengalami penurunan performansi pada kinerja filter namun memiliki hasil yang lebih baik daripada desain filtertanpa Single Folding dan T-Shape Line Open Stub. Kata Kunci: 5G, Microstrip, Hairpin Filter, Single FoldResonator, T-Shape Open Line StubABSTRACTFifth Generation (5G) cellular technology represents a huge leap in speed for wireless devices as it deliversdata rates that are 10 to 100 times faster than 4G networks. Even so, there is an obstacle in 5Gcommunication that needs to be considered, i.e. the presence of RF noise that interferes with the 5G workprocess. This study discusses the design of a Microstrip Band Pass Filter with the type of Single FoldHairpin with T-Shape Open Line Stub on the Mid-band 5G Telkomsel network application. The design ofSingle Fold Hairpin type Narrow-Band Microstrip Band Pass Filter with T-Shape Open Line Stubexperienced a size reduction of 29,70% compared to Microstrip Band Pass Hairpin Filter without SingleFold Resonator and T-shape Line Open Stub. The Return Loss of -53,786 dB, Insertion Loss of -5,880 dB,and -20 dB Stopband Rejection-Bandwidth of 329 MHz were also obtained. Spurious Passband on SingleFold Hairpin type Narrow-Band Microstrip Band Pass Filter with T-Shape Line Stub can be eradicated, incontrast to Microstrip Band Pass Hairpin Filter without Single Fold Resonator and T-Shape Open Line Stubwhich has Spurious Passband at 1,095 – 1,164 GHz with a total of 69 MHz in the test frequency range of1-3 GHz and 1,095 – 1,164 GHz and 5,752 - 6 GHz with a total of 317 MHz in the measurement of thefrequency range of 1-6 GHz. In the measurement of the fabrication results, the Microstrip Band Pass Filterdesign with the Single Fold Hairpin type with T-Shape Open Line Stub has decreased performance in filterperformance but has better results than the filter design without Single Folding and T-Shape Line OpenStub. Keywords: 5G, Microstrip, Hairpin Filter, Single Fold Resonator, T-shape Line Open Stub
PERANCANGAN ANTENA MIKROSTRIP PATCH LINGKARAN FREKUENSI 2,35 GHZ PADA SPESIFIKASI JARINGAN MID-BAND 5G TELKOMSEL Muhammad Rizal; Wahju Prijono; Sapriesty Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 3 (2022):
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAntena adalah perangkat logam yang digunakan untuk mengirim atau menerima gelombang radio.Antena mikrostrip merupakan jenis antena yang cukup mudah untuk di produksi. Penggunaan antenamikrostrip banyak digunakan untuk sistem komunikasi nirkabel dan seluler. Dari namanya antenamikrostrip memiliki desain yang kecil dan berupa lempengan logam yang terdiri dari beberapabagian yaitu patch, substrate, dan ground plane. Layanan 5G belum bisa dirasakan oleh masyarakatluas dikarenakan perangkat yang beredar di masyarakat masih belum memadai untuk diterapkannyateknologi 5G. Di Indonesia sendiri, Telkomsel telah menyediakan layanan 5G dalam lingkup yangcukup kecil karena wewenang yang dimiliki untuk layanan 5G baru sebesar 30 MHz di frekuensi2,35 GHz. Ketika dibandingkan dengan kondisi ideal lebar pita frekuensi untuk teknologi 5G yaitu≥ 100 MHz (Lopes, et al., 2020), terdapat perbandingan 1:3 dengan layanan yang telah disediakanoleh pihak Telkomsel. Pada penelitian ini akan dibuat desain antena mikrostrip patch lingkaran yangdapat beroperasi pada frekuensi 2,35 GHz yang dapat bekerja sesuai dengan spesifikasi lebar pitafrekuensi ideal untuk 5G (≥ 100 MHz).Kata Kunci: Antena, Antena Mikrostrip, Return Loss, VSWR, Bandwidth ABSTRACTAntenna is a metal device used to transmit or receive radio waves. Microstrip an antenna is a typeof antenna that is quite easy to produce. Microstrip antennas are widely used for wireless and cellularcommunication systems. From the name, the microstrip antenna has a small design and is in theform of a metal plate consisting of several parts, namely the patch, substrate, and ground plane. 5Gservices cannot be felt by the wider community because the devices circulating in the communityare still not adequate for the implementation of 5G technology. In Indonesia itself, Telkomsel hasprovided 5G services in a fairly small scope because of the authority it has for new 5G services of30 MHz in the 2,35 GHz frequency. When compared to the ideal condition of the frequencybandwidth for 5G technology, which is 100 MHz (Lopes, et al., 2020), there is a 1:3 comparisonwith the services provided by Telkomsel. In this research, a circular patch microstrip antenna designwill be made that can operate at a frequency of 2,35 GHz which can work according to thespecifications of the ideal frequency bandwidth for 5G (≥ 100 MHz).Keywords: Antenna, Microstrip Antenna, Return Loss, VSWR, Bandwidth
MONITORING JARINGAN WIRELESS PADA SDN 01 JAMBEARJO MENGGUNAKAN MIKROTIK YANG TERINTEGRASI DENGAN BOT TELEGRAM Muhammad Hakim; Muhammad Purnomo; Sapriesty Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 3 (2022):
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKJaringan telekomunikasi merupakan bentuk dari perkembangan teknologi informasi dankomunikasi. Pada saat ini jaringan telekomunikasi digunakan hampir disetiapperusahaan,instansi, dan bahkan di institusi pendidikan sudah menggunakan jaringantelekomuniasi dalam proses pertukaran informasi dan data. Sehingga diperlukan adanyamonitoring terhadap jaringan yang bertujuan untuk mengatur sistem jaringan yang beradapada wilayah atau area tertentu. Monitoring juga dapat mempermudah penulis dalammemahami kondisi jaringan yang berada di lapangan,yaitu dengan menggunakan perangkatmikrotik. Perangkat mikrotik router operating system (OS) dapat berfungsi sebagai routernetwork yang memiliki fitur untuk Ip network maupun jaringan wireless,sehinggadiperlukannya monitoring dalam mengatur dan mengontrol jaringan. Pemanfaatanperkembangan teknologi diperlukan agar dapat dilakukannya monitoring jaringan secarareal time. Salah satunya dengan pemanfaatan aplikasi chat messenger Telegram. Telegrammerupakan aplikasi chat messenger yang dapat diintegrasikan dengan mikrotikmenggunakan media bot untuk dilakukannya proses monitoring. Pemanfaaran Telegramyang terintegrasi dengan mikrotik dalam monitoring jaringan adalah untuk menjadi mediayang dapat menerima informasi yang dapat disalurkan kepada pengguna secara real timetentang kondisi jaringan yang dilakukan monitoring.Tujuan dari penelitian ini adalah untukmemonitoring jaringan yang ada di SDN 01 Jambearjo secara jarak jauh dan real timemenggunakan bot Telegram untuk mengetahui kondisi status access point dan jumlahpemakaian internet yang terjadi di SDN 01 Jambearjo.Kata Kunci— Mikrotik,Telegram,Telegram bot,Internet. ABSTRACTA telecommunication network is a form of information and communication technologydevelopment. At this time telecommunications networks are used by almost every company,agency, and even educational institution that already use telecommunications networks inthe process of exchanging information and data. So it is necessary to monitor the networkthat aims to regulate the network system that is in a particular area or area. By using aMikrotik device, monitoring can also make it easier for writers to understand networkconditions in the field. The Mikrotik router operating system (OS) device can function as anetwork router that has features for IP networks and wireless networks%2
PENERAPAN INTERNET OF THINGS PADA SISTEM MONITORING SMART GROWTH BOX MICROGREENS MENGGUNAKAN APLIKASI BLYNK Muhammad Alfanny; n/a Nurussa’adah; Sapriesty Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKInternet of Things (IoT) dapat diterapkan pada berbagai aspek, tarutama dapat digunakan sebagai sistem untukmonitoring alat. smart growth box microgreens merupakan sebuah alat yang digunakan untuk menanam tanamanmicrogreens. Penerapan Internet of Things (IoT) pada sistem monitoring smart growth box microgreens bertujuanuntuk mempermudah pengguna dalam monitoring alat karena dapat diakses dari jarak jauh melalui smartphone yangterhubung ke internet. Pada penelitian ini menggunakan sensor HCSR-04 untuk mengukut tinggi tanaman dankapasitas air serta load cell untuk menimbang benih sebelum disemai. Hasil pembacaan sensor diproses oleh ArduinoNano lalu akan dikirimkan ke ESP32 sehingga data tersebut dapat ditampilkan oleh aplikasi Blynk. Hasil penelitianyang dilakukan, menunjukan sistem berjalan sesuai dengan rancangan. Data yang didapat dari hasil pengujian,HCSR-04 dapat mengukur tinggi tanaman dengan rata rata error sebesar 18,85% di mana nilai error terbesar terjadipada hari pertama. Selanjutnya sensor load cell dapat menimbang benih cukup akurat dengan rata rata error sebesar0,0501%. Dari data yang didapat pula, input setpoint dari Blynk dapat direspon dengan baik oleh ESP32 danpengiriman data hasil pembacaan sensor berjalan dengan tepat sesuai rancangan. Selain itu data hasil pembacaansensor dapat ditampilkan pada aplikasi Blynk dengan tepat dan dapat menampilkan notifikasi sesuai dengan setpointyang ditentukan.Kata Kunci: IoT, Microgreens, monitoring, BlynkABSTRACTInternet of Things (IoT) can be applied to various aspects, especially it can be used as a system for monitoring device.smart growth box microgreens is used to grow microgreens. The application of the Internet of Things (IoT) on themonitoring system for the smart growth box microgreens aims to make it easier for users to monitor the devicebecause it can be accessed remotely via a smartphone connected to the internet. In this research, the HCSR-04 sensorwas used to measure plant height and water capacity as well as a load cell to weigh seeds before sowing. The sensorreading results are processed by the Arduino Nano and then sent to the ESP32 so that the data can be displayed bythe Blynk application. The results of the research conducted, showed the system was running according to the design.The data obtained from the test results, HCSR-04 can measure plant height with an average error of 18.85% wherethe largest error value occurs on the first day. Furthermore, the load cell sensor can weigh the seeds quite accuratelywith an average error of 0.0501%. From the data obtained, the input setpoint from Blynk can be responded well bythe ESP32 and sending data from the sensor readings goes exactly according to the design. In addition, sensorreading data can be displayed on the Blynk application correctly and can display notifications according to thespecified setpoint.Keywords: IoT, Microgreens, monitoring, Blynk
RANCANG BANGUN SISTEM PENGKONDISI LINGKUNGAN PADA SMART GROWTH BOX UNTUK TANAMAN MICROGREENS Taufiqur Rohman; n/a Nurussa’adah; Sapriesty Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sistem pengkondisi lingkungan adalah sebuah perangkat yang mampu mengondisikan lingkungan pada alat Smart Growth Box. Pada penelitian ini dilakukan perancangan sistem pengkondisi lingkungan yang bertujuan untuk mengendalikan parameter suhu, kelembaban udara, soil moisture, dan intensitas cahaya di dalam Smart Growth Box. Pada perancangan ini digunakan sensor DHT22 sebagai pendeteksi suhu dan kelembaban udara, capacitive soil moisture sensor v1.2 sebagai pendeteksi kelembaban media tanam, dan LDR sebagai pendeteksi intensitas cahaya. Hasil pembacaan dari sensor akan diproses oleh mikrokontroler ESP32 untuk mengontrol aktuator. Parameter suhu udara dan kelembaban udara dikontrol menggunakan exhaust fan, soil moisture dikontrol menggunakan sprayer pump dan pencahayaan dikontrol menggunakan grow light LED. Sistem pengkondisi lingkungan ini mampu menurunkan suhu sebesar 0,5 °C dengan rata-rata lama waktu 01:14 menit, menurunkan kelembaban udara sebesar 1% RH dengan rata-rata lama waktu 17:57 menit, dan menaikkan tingkat soil moisture sebesa