Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : REKA KARSA

Dual Faces Architecture of Nias Wananto, Meridiani Trianandari; Rahmani, Afina; Ginandjar, Dadi Satria; Sukarya, Angga Kusumah; Wahadamaputera, Shirley
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.737 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.285

Abstract

Abstract Many Indonesian people built a traditional house based on beliefs of their ancestors for generations, without knowing the scientific reason. Meanwhile, indirectly, ancestors already thinking about housing that adapts the environmental conditions such as in Nias Island. Nias is an island that has two different forms of traditional houses which are affected by the differences geographic, highland and lowland. Geographic factors and beliefs not only affect the shape of the house but also the structure of the house. Located on the earthquake fault lines, Nias traditional houses was designed to withstand earthquakes that often befall. A study using description and analysis methods about design and structure which used in traditional houses in Nias Island, would develop a good sense of the idea to apply these materials on modern building to preserve the culture of Indonesia. Key Words: Nias Island, Nias Traditional House, Earthquake, Building Material
Keandalan Desain Apartemen Terhadap Pengamanan Kebakaran Studi Kasus : Apartemen Gateway Pasteur Wahadamaputera, Shirley; Putri, Kharisma Muliati; Pramudito, Rizkia Yusufina; Dwi Oktorina, Oki Fauzia; Ekapratiwi, Selviani
REKA KARSA Vol 3, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.988 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v3i1.632

Abstract

ABSTRAK Pembangunan apartemen di Kota Bandung berkembang, baik dari segi jumlah lantai hingga jumlah tower yang berakibat pada bertambahnya beban hunian, padahal desain apartemen memuat ruang-ruang yang berpotensi sebagai awal nyala api di setiap unitnya. Bertambahnya jumlah lantai berarti meningkatnya jumlah penghuni yang harus mendapatkan keamanan pada kondisi darurat evakuasi kebakaran. Keandalan desain sebuah apartemen menjadi suatu kebutuhan yang harus dipenuhi oleh seorang perencana. Aspek-aspek yang menyangkut keandalan sebuah desain apartemen bagi perencana, dikaji dengan menggunakan metoda analisis deskriptif yang membandingkan kasus desain, terhadap teori dan peraturan yang berlaku tentang pengamanan kebakaran secara pasif maupun aktif. Kajian terhadap Apartemen Gateway Pasteur yang memiliki keunikan bentuk massa dengan beberapa tower menunjukkan bahwa perencanaan jarak bangunan, desain fasad, desain zona ruang dalam, desain sirkulasi baik vertikal dan horizontal adalah aspek keandalan yang perlu mendapat perhatian perencanaan pada saat menyusun konsep desain. Kata kunci : Desain ruang dalam, multi-tower, pengamanan kebakaran. ABSTRACT Apartments growth, both in terms of the number of floors to the number of towers which will increased occupancy load, whereas the design of the apartment contains spaces potentially as fire ignition in each unit. Increasing the numbers of floors means increasing the number of residents who had to get security to emergency fire evacuation. Reliability design of an apartment becomes a necessity that can not be avoided by the planners. In order to know what concerns the reliability of a design apartment for planners, conducted a study using descriptive analysis method that compares the case design, to the theory and regulations. Gateway Pasteur Apartment with a unique form of mass that has several towers, was chosen as a case in point for review. The study is expected to be entered in the planning of an apartment since the early stages of the design process. Keyword : Design space in a multi-mass, fire safety.
Pengolahan dan Pemanfaatan Elemen Air Sebagai Kearifan Lokal pada Arsitektur Kampung Naga Wahadamaputera, Shirley; Nauw, Maisel Maikel; Sondaka, Adhariska; Ningrum, Euis Kusuma; Maulana, Chandra Adhila
REKA KARSA Vol 2, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.982 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i3.598

Abstract

Abstrak Saat modernisasi menawarkan kemudahan dan kenyamanan hidup yang berdampak pada perusakan lingkungan, masyarakat Kampung Naga memilih untuk mempertahankan kelestarian lingkungan. Tata nilai yang berujung pada keberlanjutan pelestarian lingkungan ini adalah kearifan lokal pada arsitektur Kampung Naga dan berharga untuk dikaji sebagai masukan dalam melakukan perencanaan bagi kehidupan masyarakat modern. Analisis dengan metode analisis deskriptif pada kajian ini menunjukkan bahwa kearifan lokal yang memisahkan penataan area dalam pada kontur tertinggi dan area luar pada kontur terendah, sistem penempatan peralatan sumber air bersih pada site berpengaruh pada penataan zoning kampung dan arsitektur bangunan, sedangkan sistem pengolahan dan pembuangan air kotor, serta penyaluran air hujan bersifat melestarikan alam. Kajian ini diharapkan dapat menjadi masukan pada penerapan konsep pengolahan dan pemanfaatan elemen air berkelanjutan di perkotaan. Kata kunci: kearifan lokal, elemen air, arsitektur Kampung Naga Abstract When modernization offers convenience and comfort of life that impact on enviromental destruction, Kampung Naga people choose to maintain enviromental sustainability. Values that lead to enviromental sustainability is the preservation of local wisdom in Kampung Naga and architecture to be studied as a valuable input in planning for the life of modern society. Analysis of the descriptive analysis method in this study indicate that local wisdom that separates the arrangement of the inside area the highest contour and the outside area the lowest contour, placement system equipment clean water sources on site affect the zoning arrangement of the village and the architecture of the building, while water treatment and disposal systems dirty, as well as channeling rain water that conserve nature. This study is expected to be input on the application of the concept of processing and utilization of sustainable urban water element. Keywords: local wisdom, the element of water, architecture of Kampung Naga
KAJIAN DESAIN GEDUNG GRHA WIKSA PRANITI TERHADAP TATA KELOLA AIR BERKELANJUTAN Wahadamaputera, Shirley; Abdullah, Abdullah; Bayoe, Jeffray Enokh; Ramadhan, Fachri Abdau; Rahmadita, Michael
REKA KARSA Vol 2, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1368.711 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i2.458

Abstract

Abstrak Kota Bandung merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki sitem drainase yang kurang baik, sehingga sering mengakibatkan banjir dibeberapa daerah kota yang biasa disebut banjir ‘cileuncang’. Gedung Grha Wiksa Praniti merupakan bangunan yang dibangun PuslitbangKim dan dirancang dengan memperhatikan aspek lingkungan, berdasarkan konsep yang memecahkan masalah air limpasan permukan dengan cara memanfaatkan air hujan sebagai sumber cadangan air bersih di samping sumber PDAM dan Sumur Bor. Konsep yang mendukung lingkungan berkelanjutan ini dapat dijadikan contoh dan diperhatikan oleh perencana sejak tahap awal perencanaan. Guna mengetahui aspek apa saja yang perlu diperhatikan dalam mendesain bangunan  dengan konsep pemanfaatan air berkelanjutan, dilakukan kajian terhadap gedung ini. Metoda kajian analisis deskriptif terhadap teori tentang desain gedung serba guna, pengolahan air hujan, pengolahan air kotor, dan penempatan alat pada desain bangunan dan lahan dibandingkan dengan penerapan. Analisis di lapangan menunjukkan bahwa bangunan dengan konsep desain pengolahan air yang berkelanjutan akan berpengaruh terhadap penataan zona ruang luar dan zona ruang dalam pada sebuah desain bangunan. Kata kunci:    Pemanfaatan Air Berkelanjutan, Desain Zona Ruang Luar Dan Zona Ruang Dalam. Abstract Bandung is a city with a poor drainage system , which often results  floods in some areas of the city called ' banjir cileuncang ' . Grha Wiksa Praniti PuslitbangKim built and designed  based on the concept which solves problems surface water runoff by utilizing rainwater as a source of clean water reserve in addition to the PDAM and Drilling taps water . This concept would  be a good example to  support a sustainable environment concept and should be considered by planners since the early stages of planning . A study on Grha Wiksa Praniti conducted to find out  aspects which  needed to be considered in designing a building with the concept of sustainable use of water . Find outs through a  descriptive analysis method which   compares  theory  and application on  designing a multi-purpose building , rain water treatment , sewage treatment , and placement of tools in the design of buildings and site analysis, indicates that building with the concept of sustainable water treatment design will affect the arrangement of  inside out  space zonning in the building design. Keywords: Sustainable Water Utilization, inside building zonning, outside building zonning
Kajian Desain Apartemen Buah Batu Park Terhadap Kesiapan Pengelolaan Kebakaran Pasca Huni Wahadamaputera, Shirley; Hajar, Ibnu; Sudrajat, Reski; Yusuf, Muhammad
REKA KARSA Vol 1, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i3.297

Abstract

AbstrakWalaupun kehadiran apartemen lebih mendukung kota bandung sebagai tujuan wisata belanja, namun pembangunannya menunjukan kenaikan yang cukup signifikan akhir-akhir ini.Bangunan Apartemen Buah Batu Park Bandung yang diklasifikasi sebagai tipe B berdasarkan KEPMEN PU No. 02/KPTS/1985 tentang ketentuan pencegahan dan penangulangan kebakaran pada bangunan gedung, dilengkapi ruang dapur disetiap unitnya, selain dapur shaft dan ruang pendukung peralatan utilitas berpotensi sebagai zona rawan penyalaan titik api.Keputusan Menteri Pekerjaan Umum no 11 tahun 2000 menentukan bahwa setiap bangunan wajib menyusun manajemen kebakaran pasca huni.Melalui kajian yang menggunakan metoda deskriptif analisis ini dipahami bahwa desain zona rawan api baik secara horizontal dan vertikal perlu dipertimbangkan, ditinjau dari kemudahan penjalaran api dan usaha penghuni untuk melalukan evakuasi.Desain sirkulasi, proteksi kesiapan sarana dan prasarana kebakaran adalah aspek yang perlu disiapkan untuk mendukung keberhasilan manajemen pengelolaan kebakaran pasca huni pada desain Apartmen Buah Batu Park Bandung.Kesiapan bangunan dalam menghadapi bahaya kebakaran tidak hanya dilakukan pada awal desain dan pelaksanaan saja, namun juga pada tahap pasca huni.Dengan demikian sekalipun masih terdapat kekurangan dalam aspek desain, bangunan masih dapat dihuni serta memberi keamanan pada peghuni melalui manajemen kebakaran.Kata kunci : Desain Sirkulasi, Ruang Dalam, Sarana Evakuasi, Alat Pengamanan AbstractEven though apartement buildings in Bandung proved to be beneficial to Bandung’s status as a shopping destination haven, the number is still growing significantly. Buah Batu park apartment building is classified as a type b apartment based on KEPMEN PU No. 02/KPTS/1985 a regulations on fire prevention and countermeasures in tall buildings. Apaetement design is fully furnished with kitchen appliances in each units, mean while the kitchen, shaft room and other utility rooms are all fire hazard potential. KEPMEN PU No. 11 2000 states that every building must have a post occupancy fire management.Through the descriptive analysis method it was proved that fire hazard zones design, both horizontally and vertically needs to be considered to prevent fire spread and in order to facilitate inhabitant egress.Circulation design inside the building as means of egress, fire protection system including infrastructure system are important aspecs to support post occupancy fire management of the building.The building’s readiness to fire hazards needs to be considered at design process, construction and post occupancy stage, that even though there are still some minor flaws in terms of design, the building would still saved to be occupied.Key Word : Design Circulation, Protection System, Fire Management
Konsep Tanggap Terhadap Penghematan Energi pada Perancangan Museum Batik Jakarta Tanggalong, Daniel; Wahadamaputera, Shirley
REKA KARSA Vol 2, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.875 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i3.596

Abstract

Abstrak Museum Batik Jakarta merupakan wadah untuk menyajikan secara visual karya seni budaya batik serta memberikan informasi mengenai sejarah perkembangan batik. Kegiatan yang diwadahi ialah Edukasi & Informasi, Konvensi, Rekreasi, Retail, dengan fasilitas Museum & Konvensi (Ruang pamer, Konvensi, Perpustakaan & Studi, Workshop, Konservasi & Preservasi) dan Pendukung (Cafe, Galeri/batik store, Gift shop, Amphitheater). Sebagai wadah karya kerajinan batik di era sekarang yang berkaitannya dengan aktivitas pengoleksian, mengkonservasi, meriset, mengkomunikasikan dan memamerkan, melibatkan teknologi sebagai sarana penyampaian informasi yang menggunakan sumber daya yang tidak sedikit. Konsep Bangunan Hemat Energi merupakan respon terhadap penghematan energi serta pemanfaatan energi yang tersedia di lingkungan. Strategi yang diterapkan meliputi kombinasi pencahayaan alami dan buatan, kombinasi penghawaan alami dan buatan, implementasi building automation system, penggunaan solar panel, penerapan secondary skin. Kata kunci: museum, hemat energi, batik Abstract Jakarta Batik Museum is a place to visually present the art and culture of batik as well as provide information about the development history of batik. Activities are Education & Information, Convention, Recreation, Retail, Museums & Convention (showrooms, convention, Library & Study, Workshop, Conservation & Preservation) and supporting facilities (Cafe, Gallery / batik store, gift shop, Amphitheater) . As a place of batik works in the present era (modern / digital) with the activities of collecting, conserving, researching, communicating and exhibiting, involving technology as a tool to deliver information which is using large resources. The concept of Energy Efficient Buildings is a response to energy savings and utilization of the available energy in the environment. Strategies includes a combination of natural & artificial lighting, a combination of natural & artificial air-conditioning, implementation of building automation system, solar panels, the application of a secondary skin. Keywords: museum, energy efficient, batik
Penerapan Arsitektur Modern Tropis Pada Perancangan Al-Bahru Islamic Boarding School di Ciburial Bandung Ardyananda, Muhammad Haris; Wahadamaputera, Shirley
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 13, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v13i2.13455

Abstract

ABSTRAK Pendidikan di Jawa Barat masih menghadapi tantangan, seperti kualitas yang tidak merata dan tuntutan pembentukan karakter di era globalisasi. Boarding school yang menggabungkan pembelajaran dan pemondokan dapat menjadi solusi dalam membentuk karakter kuat sebagai bagian dari standar pendidikan modern. Konsep arsitektur modern yang menekankan fungsi, kesederhanaan, dan penggunaan material baru dapat diterapkan tanpa mengabaikan kebutuhan desain di kawasan tropis. Kajian ini membahas bagaimana rancangan Al-Bahru Islamic Boarding School di Ciburial, Bandung, memadukan arsitektur modern dan tropis untuk merespons tantangan iklim. Metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan holistik digunakan untuk memahami kebutuhan ruang. Rancangan ini berdasarkan analisis data tapak, literatur, dan studi banding yang diwujudkan dalam bentuk visual. Konsep modern tampak pada fasilitas pembelajaran berbasis teknologi, ruang kelas fleksibel, laboratorium mutakhir, dan ramp untuk aksesibilitas difabel dan orang tua. Sementara itu, konsep tropis diterapkan melalui tata ruang, atap overstek lebar, bukaan besar untuk pencahayaan alami, dan secondary skin sebagai penghalang sinar matahari langsung.Hasil kajian menunjukkan bahwa perpaduan desain modern dan tropis menciptakan lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan inspiratif. Boarding school ini diharapkan menjadi model bagi sekolah lain dalam menciptakan lingkungan pendidikan berkualitas di Jawa Barat. Kata Kunci: Pendidikan, Arsitektur, Modern Tropis, PendidikanABSTRACT Education in West Java still faces challenges, such as unequal quality and the need for strong character development in the era of globalization. Boarding schools that integrate learning and dormitory life offer a solution for fostering strong character as part of modern education standards. A modern architectural concept that prioritizes functionality, simplicity, and innovative materials can be applied while still meeting tropical design needs. This study explores how the design of Al-Bahru Islamic Boarding School in Ciburial, Bandung, combines modern and tropical architecture to address climate challenges. A qualitative descriptive method with a holistic approach is used to analyze spatial needs. The design is based on site analysis, literature reviews, and comparative studies, presented in visual illustrations. The modern concept is reflected in technology-based learning facilities, flexible classrooms, advanced laboratories, and ramps for accessibility for people with disabilities and parents. Meanwhile, the tropical concept is applied through spatial planning, wide overhanging roofs, large openings for natural lighting, and secondary skin facades to reduce direct sunlight exposure. Findings show that integrating modern and tropical designs creates a healthy, comfortable, and inspiring learning environment. This boarding school is expected to serve as a model for other institutions in West Java in creating a high-quality educational environment. Keywords: Education, Architecture, Education, Tropical Modernism
Penerapan Arsitektur Futuristik Pada Penerapan Taman Bunga Gardenia Themepark di Kabupaten Bandung Wafda Abdullah, Muhammad Daffa; Wahadamaputera, Shirley; Suryadini, Widya
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 11, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v11i2.9994

Abstract

ABSTRAK Tema taman tematik di Indonesia umumnya masih didominasi oleh taman bermain, padahal Indonesia memiliki kekayaan flora yang berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata. Kekurangan sarana rekreasi berbasis edukasi flora di Kabupaten Bandung mendorong perlunya pengembangan taman tematik bunga sebagai alternatif destinasi wisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif untuk mengidentifikasi potensi kawasan, kebutuhan pengunjung, serta strategi desain yang tepat dalam perancangan Gardenia Theme Park. Data diperoleh melalui studi literatur, analisis tapak, dan kajian desain. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan gaya futuristik pada bangunan di dalam taman mampu menciptakan identitas visual yang unik dan menarik bagi pengunjung. Penataan tapak dirancang dengan skybridge yang menghubungkan hampir seluruh fasilitas sehingga mendukung sirkulasi ramah lingkungan dan memaksimalkan penyerapan air hujan. Elemen desain lainnya meliputi cottage bertipe pilotis yang memberikan pengalaman menginap di atas lanskap alami, green roof pada visitor center yang sekaligus menjadi area pertunjukan musik, serta tiga bangunan conservatory flora yang menampilkan koleksi tanaman Indonesia, Asia, dan mancanegara. Bentuk futuristik conservatory diwujudkan melalui massa menyerupai tetesan air dengan struktur space truss baja dan penutup atap low-e glass untuk mengoptimalkan cahaya dan menjaga kelembapan ruang. Temuan ini menunjukkan bahwa Gardenia Theme Park berpotensi menjadi solusi inovatif dalam menghadirkan sarana rekreasi yang edukatif dan berkelanjutan di Kabupaten Bandung, dengan mengintegrasikan keindahan alam dan teknologi modern dalam satu kawasan. Kata kunci: taman tematik bunga, futuristik, kabupaten bandung  ABSTRACT Thematic parks in Indonesia are generally dominated by recreational playgrounds, despite the country’s rich floral diversity which holds significant potential to be developed as an attractive tourism asset. The limited availability of flora-based educational recreational facilities in Bandung Regency highlights the need for a flower-themed park as an alternative tourist destination. This study employs a descriptive–qualitative approach to identify site potentials, visitor needs, and appropriate design strategies for the development of the Gardenia Theme Park. Data were obtained through literature review, site analysis, and design studies. The design results indicate that applying futuristic architectural expressions within the park creates a distinctive visual identity that enhances visitor appeal. The site layout incorporates a skybridge system connecting most facilities, supporting environmentally friendly circulation and maximizing rainwater absorption. Additional design elements include pilotis-style cottages that provide a unique elevated lodging experience, a green roof on the visitor center that also functions as a live music venue, and three floral conservatories showcasing plant collections from Indonesia, Asia, and other regions. The futuristic character of the conservatories is articulated through building masses inspired by water droplets, supported by steel space-truss structures and low-e glass roofing to optimize daylight and maintain interior humidity. These findings demonstrate that the Gardenia Theme Park has strong potential to become an innovative recreational facility that is educational and environmentally sustainable for Bandung Regency, integrating natural beauty with modern technological advancements within a unified landscape. Keywords: thematic parks, futuristic, bandung regency area
Pemanfaatan Sumber Energi Alami Pada Perancangan Rumah Sakit Ibu Anak H.I.S Bandung Sari, Fitri Nisriina; Wahadamaputera, Shirley; Hartati, Etih
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 11, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v11i1.7558

Abstract

ABSTRAK Kota Bandung memiliki rumah sakit rujukan untuk berobat bukan hanya bagi masyarakat Bandung, tapi juga luar daerah, termasuk rumah sakit ibu dan anak. Sebuah rumah sakit yang mudah dijangkau moda transportasi antar kota dirancang berlokasi di jalan Kebon Jati, guna memenuhi kebutuhan sarana tersebut. Pelayanan rumah sakit ibu anak akan membutuhkan banyak energi untuk operasional kegiatannya. Rumah sakit H.I.S ini didesain dengan menerapkan konsep arsitektur hijau yang memperhatikan penghematan energi,melalui pemanfaatan sumber daya alami secara optimal dalam hal penghawaan dan pencahayaan di dalam bangunan pada area umum. Orientasi massa bangunan dipertimbangkan sebagai upaya pemanfaatan sinar matahari untuk memperoleh kualitas pencahayaan yang baik pada dekat koridor perimeter luar dan ruang rawat inap. Desain sistem ventilasi silang dengan bukaan jendela, diterapkan sebanyak mungkin untuk menghemat penggunaan AC pada peralihan dari ruang semi steril ke kotor. Desain semi basemen diangkat 120 cm dari muka tanah guna mengurangi penggunaan alat mekanis pada area parkir. Solar panel pada bangunan dimanfaatkan untuk penghematan penggunaan listrik, sedikit perawatan. Konsep ini akan memberikan dampak positif untuk menciptakan kesembuhan pasien dengan bangunan sekitarnya. Kata kunci: rumah sakit, arsitektur hijau, energi  ABSTRACT The city of Bandung has a referral hospital for treatment not only for the people of Bandung, but also outside the region, including a maternal and child hospital. A hospital that is easily accessible by means of inter-city transportation is designed to be located on Jalan Kebon Jati, to meet the needs of these facilities. Mother and child hospital services will require a lot of energy for operational activities. This HIS hospital is designed by applying the concept of green architecture that pays attention to energy savings, through optimal utilization of natural resources in terms of air conditioning and lighting in buildings in public areas. The orientation of the building mass is considered as an effort to utilize sunlight to obtain good lighting quality near the outer perimeter corridor and inpatient rooms. Cross ventilation system design with window openings, applied as much as possible to save the use of air conditioning in the transition from semi-sterile to dirty rooms. The semi- basement design is raised 120 cm from the ground to reduce the use of mechanical devices in the parking area. Solar panels in buildings are used to save electricity use, less maintenance. This concept will have a positive impact on creating healing for patients with the surrounding buildings. Keywords: hospital, green architecture,  energy