Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Madaniya

Pemberdayaan Usaha Keripik Belut Dewi Melalui Pengelolaan Produksi dan Variasi Produk Tyas Raharjeng Pamularsih; I Putu Krisna Arta Widana; I Komang Wiratama
Madaniya Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.262

Abstract

Usaha keripik belut goreng berada pada Desa Pandak Gede, Kediri, Tabanan. Usaha ini menghasilkan produk berupa belut goreng tepung dan belut bumbu kesuna cekuh. Permasalahan yang dihadapi mitra yaitu keterbatasan alat produksi, kurangnya variasi produk mitra, pekerja belum menggunakan APD dan memperhatikan kebersihan, serta belum tertatanya proses produksi. Solusi permasalahan yaitu memberikan bantuan alat produksi, memberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan APD, memberikan pelatihan dan pendampingan penambahan variasi produk keripik belut pedas dengan leveling, memperbaiki kemasan produk menggunakan sealer disertai label dan tanggal kadaluarsanya. Berdasarkan hasil evaluasi beberapa capaian telah tercapai yaitu peningkatan produksi dan penghematan waktu produksi sebanyak 50%, penambahan jenis produk baru, produk keripik telah dikemas dan menggunakan label.
Pengembangan Produk Kacang Sembunyi dan Ladrang Sebagai Souvenir Desa Wisata Tista Melalui Pemberdayaan UMKM Ni Made Rai Erawati; I Komang Wiratama; Cokorda Istri Sri Widhari
Madaniya Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.535

Abstract

Desa Tista merupakan desa yang berada di kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan. Desa Tista memiliki beberapa UMKM yang berkembang dan bisa dijadikan pilihan sebagai buah tangan atau souvenir bagi wisatawan antara lain ada usaha keripik ladrang dan kacang sembunyi, kedua UMKM ini menjadi mitra dalam kegiatan ini karena merupakan produk yang menjadi souvenir khas Desa Tista. Permasalahan yang dialami kedua mitra ini dari sisi produksi yaitu terdapat keterbatasan alat untuk menggoreng sehingga menyebabkan kurang bervariasinya produk mitra, pekerja belum menggunakan APD serta kemasan produk hanya menggunakan plastik bening yang dijepret sehingga tidak menarik dan cepat layu. Permasalahan dari sisi operasional adalah manajemen keuangan mitra masih tidak terstruktur. Selain itu, dari segi pemasaran, mitra hanya melakukan pemasaran langsung atau door to door. Solusi yang ditawarkan pada kegiatan tersebut adalah pemberian alat bantu produksi, memberikan pelatihan Kesehatan dan Keselamatan kerja karyawan melalui penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), pendampingan pembuatan variasi produk rasa baru serta pedas dengan leveling, pelatihan pengemasan produk, pelatihan pengelolaan keuangan secara benar serta pelatihan pemasaran secara online baik melalui sosial media. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan terdapat perbedaan waktu produksi sebelum dan setelah adanya peningkatan alat produksi yang diberikan oleh tim pengabdian. Waktu produksi berkurang 50% sehingga dengan waktu yang sama seperti sebelumnya mitra dapat menghasilkan lebih banyak produk yang artinya jumlah produksi juga turut meningkat 50%. Dalam proses produksinya, mitra beserta karyawan lainnya sudah menggunakan APD lengkap. Evaluasi juga dilakukan terhadap pengemasan produk dimana dengan kemasan dan label, saat ini mitra sudah menggunakannya dan 100% produk mitra sudah berisi label usaha.
Pendampingan Pengelolaan Usaha UMKM Isi Ulang Bali di Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung I Gusti Ayu Astri Pramitari; Kadek Nita Sumiari; Ketut Nurhayanti; I Komang Wiratama
Madaniya Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.591

Abstract

Rusaknya lingkungan akibat peningkatan jumlah sampah menjadi isu yang dialami hampir sebagian besar daerah di Indonesia, salah satunya di Provinsi Bali. Sebagai salah satu destinasi wisata yang paling populer, keindahan alam di Bali tak luput dari pencemaran yang diakibatkan oleh banyaknya jumlah sampah khususnya sampah plastik. Isi Ulang Bali adalah stasiun isi ulang/refill station untuk kebutuhan sehari-hari, berupa deterjen, pelembut pakaian, sabun cuci tangan, sabun cuci piring, sabun dan shampoo, hand sanitizer, disinfektan, pembersih lantai, pembersih toilet, shampoo untuk hewan, dan masih banyak lagi produk-produk eco-friendly lainnya. Dengan konsep ramah lingkungan dan konsep mengisi ulang produk, pelanggan hanya perlu botol/kemasan plastik yang dapat digunakan berulang kali untuk diisi ulang. Sebagai UMKM yang baru berdiri masih banyak permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan usaha Isi Ulang Bali, diantaranya berkaitan dengan penataan toko, pengelolaan stock barang baik dari segi jumlah maupun keamanannya, distribusi barang hingga pencatatan keuangan. Jenis barang yang cukup banyak dengan luas toko yang relatif sempit mengakibatkan barang menjadi tertata kurang rapi, selain itu bentuk toko yang semi permanen dan terletak di lokasi yang cukup ramai mengakibatkan seringnya toko menjadi sasaran pencurian, sehingga dapat dikatakan keamanannya masih kurang. Dari sisi distribusi barang, masih banyak pelanggan yang mengharapkan jasa pengantaran ke rumah-rumah, hal ini mengakibatkan lokasi yang bisa dijangkau masih relatif sedikit. Pengelolaan keuangan masih dilakukan secara manual baik pencatatan pendapatan maupun pengeluaran biaya sehingga masih ada beberapa transaksi yang tidak tercatat. Pemilik juga belum mampu menyusun laporan keuangan sehingga pemilik tidak mengetahui secara pasti berapa keuntungan yang diperoleh. Solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan bantuan baik berupa barang untuk penataan toko maupun pengelolaan persediaan, sistem akuntansi yang terkomputerisasi serta pemberian penyuluhan terkait dengan program kemitraan untuk meningkatkan jaringan distribusi, pengelolaan sosial media serta penggunaan sistem akuntansi untuk menghasilkan laporan keuangan yang diperlukan.