Latif Irfan
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION BERBANTUAAN GEOGEBRA UNTUK MENDUKUNG KETERAMPILAN COLLABORATION, PROBLEM SOLVING, DAN COMMUNICATION Dwi Susanti; Jailani Jailani; Latif Irfan
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.928 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pengaruh pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbantuan Geogebra dalam meningkatkan kompetensi siswa sebelum dan sesudah diperlakukan pembelajaran, (2) menganalisis pengaruh pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbantuan Geogebra dalam mendukung keterampilan collaboration, problem solving, dan communication. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, alat dan analisis statistik yang sesuai, sehingga temuan yang diperoleh tidak berbeda dengan keadaan yang sebenarnya. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA YPPI Belitang. Sampel penelitian dipilih dengan metode purposive sampling, yaitu kelas X IPA. Instumen penelitian yang digunakan yaitu tes pengetahuan Kompetensi Dasar siswa, tes keterampilan problem solving dan communication, dan angket keterampilan collaboration. Pengujian hipotesis penelitian yaitu menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pembelajaran matematika berbantuan Geogebra dengan model kooperatif tipe group investigation dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mempelajari Sistem Pertidaksamaan Dua Variabel. (2) Pembelajaran matematika berbantuan Geogebra dengan model kooperatif tipe group investigation dapat mendukung kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah siswa. Selain itu, model kooperatif yang didukung Geogebra dapat digunakan oleh guru dalam meningkatkan kemampuan dan keterampilan siswa abad ke-21. Pembelajaran matematika harus diatur untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi, pemecahan masalah, dan komunikasi siswa. Keterampilan tersebut sangat mempengaruhi kemampuan siswa dalam menghadapi masalah yang lebih kompleks. This study aims to: (1) analyze the effect of Geogebra-assisted group investigation cooperative learning in improving student competence before and after learning treatment, (2) analyze the effect of Geogebra-assisted group investigation cooperative learning in supporting collaboration, problem solving, and communication skills. This study uses a quantitative approach, appropriate statistical tools and analysis, so that the findings obtained do not differ from the actual situation. The population of this study were all students of class X SMA YPPI Belitang. The research sample was selected by purposive sampling method, namely class X IPA. The research instruments used were students' Basic Competency knowledge tests, problem solving and communication skills tests, and collaboration skills questionnaires. Testing the research hypothesis is using the Paired Sample T-Test. The results of the study show that: (1) Geogebra-assisted mathematics learning with a cooperative model of group investigation type can improve students' abilities in studying the Two Variable Inequality System. (2) Geogebra-assisted mathematics learning with a group investigation type cooperative model can support students' communication, collaboration, and problem solving skills. In addition, the cooperative model supported by Geogebra can be used by teachers in improving the abilities and skills of 21st century students. Mathematics learning should be organized to improve students' collaboration, problem solving, and communication skills. These skills greatly affect students' ability to deal with more complex problems.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN SELF-EFFICACY SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING Latif Irfan; JAILANI JAILANI; Dwi Susanti
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.748 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i3.5117

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap kemampuan pemecahanmasalah matematis dan self-efficacy siswa, untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis dan self-efficacy siswa melalui model pembelajaran problem based learning. Jenis penelitian quasi eksperimen dan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Instumen penelitian yang digunakan yaitu pretest dan posttest kemampuan pemecahan masalah matematis dan angket self-efficacy siswa. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan uji Paired Sample t-test menunjukkan bahwa pembelajaran matematika yang diajarkan melalui model pembelajaran problem based learning dapat berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis dan self-efficacy siswa (P_value < 0,05), Pembelajaran matematika yang diajarkan melalui model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dikategori tinggi (N_gain = 0,73) dan self-efficacy. dikategori sedang (N_gain = 0,62). Hasil ini mengungkapkan bahwa model pembelajaran problem based learning dapat menjadi salah satu solusi dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah matematis dan self-efficacy siswa sehingga pemecahan masalah siswa meningkat, khususnya pembelajaran matematika.The research objective to analyze the effect of problem based learning learning model on students' mathematical problem solving abilities and self-efficacy, to determine the improvement of students' mathematical problem solving abilities and self-efficacy through problem based learning learning models. The type of research is quasi-experimental and the research design is One Group Pretest-Posttest Design. The research instruments used were pretest and posttest of mathematical problem solving abilities and student self-efficacy q questionnaire. Based on the results of data processing using the Paired Sample t-test, it shows that learning mathematics taught through the problem based learning model can have a positive effect on students' mathematical problem solving abilities and self-efficacy (P_value < 0.05). problem based learning can improve mathematical problem solving skills in the high category (N_gain = 0.73) and self-efficacy. categorized as moderate (N_gain = 0.62). These results reveal that the problem based learning model can be a solution in developing students' mathematical problem solving abilities and self-efficacy so that students' problem solving increases, especially in learning mathematics
Peluang dan tantangan pengembangan asesmen high order thinking skills dalam pembelajaran matematika di indonesia Dwi Susanti; Heri Retnawati; Elly Arliani; Latif Irfan
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/powermathedu.v2i2.3096

Abstract

HOTS is a very important aspect to be developed in learning mathematics because in solving non-routine real problems students need critical thinking skills and creative abilities. This literature review aims to provide an overview of the opportunities and challenges of developing high order thinking skills (HOTS) assessments in mathematics learning, especially from a non-technical perspective. Because of the many assessment developments that exist when applied to the assessment of the mathematics learning process. This study was conducted with reference to the method of conducting a literature review proposed by Creswell (2002) in which the study materials used were in the form of journal articles and proceedings. The results of the study indicate that the development of high order thinking skills (HOTS) assessments in mathematics learning has opportunities in terms of the positive influence obtained from the development of the high order thinking skills (HOTS) assessments, while the challenge is how to develop appropriate mathematics learning instruments. with indicators of high order thinking skills (HOTS) questions can be developed that are valid, practical, appropriate, and suitable for use, and maximize the assessment or assessment that will be carried out by the teacher at the end or beginning of learning. Thus, to obtain a positive influence from the development of high order thinking skills (HOTS) assessments in mathematics learning, teachers need to pay attention to these challenges.HOTS merupakan aspek yang sangat penting untuk dikembangkan dalam pembelajaran matematika karena dalam menyelesaikan permasalahan nyata yang tidak rutin siswa memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan kreatif. Kajian literatur ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai peluang dan tantangan dari pengembangan asesmen high order thinking skills (HOTS) dalam pembelajaran matematika, khususnya dari segi non-teknis. Karena banyaknya pengembangan-pengembangan asesmen yang ada saat diterapkan untuk penilaikan proses pembelajaran matematika. Kajian ini dilakukan dengan mengacu pada metode pelaksanaan kajian literatur yang diajukan oleh Creswell (2002) di mana bahan kajian yang digunakan berupa artikel jurnal dan prosiding. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan asesmen high order thinking skills (HOTS) dalam pembelajaran matematika memiliki peluang dalam hal pengaruh yang positif yang diperoleh dari pengembangan asesmen high order thinking skills (HOTS) tersebut, sedangkan tantangan yang ada berupa bagaimana mengembangan instrumen dalam pembelajaran matematika yang sesuai dengan indikator soal high order thinking skills (HOTS) dapat dikembangkan dengan valid, praktis, sesuai, dan layak digunakan, dan memaksimalkan penilaian atau asesmen yang akan dilakukan oleh guru diakhir atau awal pembelajaran. Dengan demikian, untuk memperoleh pengaruh positif dari pengembangan asesmen high order thinking skills (HOTS) pembelajaran matematika, guru perlu memperhatikan tantangan-tantangan tersebut.