Ario Danianto
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN OBESITAS PADA KEHAMILAN DENGAN BERAT BAYI DAN USIA KEHAMILAN SAAT PERSALINAN DI PUSKESMAS CAKRANEGARA I Dewa Bagus Ketut Widya Pramana; Ario Danianto; Rifana Cholidah
Unram Medical Journal Vol 11 No 1 (2022): vol 11 no 1
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v11i1.614

Abstract

Background: Obesity is a fat metabolism disorder arised from the accumulation of excess fat in adipose tissue. The over accumulated fat in adipose tissue, results in an increases in the secretion of inflammatory cytokines that might hazardous to the health of maternal and infant. Increased inflammatory cytokines can leads to impaired hypothalamic-pituitary-axis, myometrial contractility and cervical ripening associated with gestational age at birth. Futhermore, the increase in inflammatory cytokines also causes an increase in the placental amino acid transport system and decreased placenta growth factor which is correlated with infant birth weight. Methods: This is a retrospective cohort study collecting cohort data of pregnant women that had met the inclusion and exclusion criteria at the Puskesmas Cakranegara from 2019 to 2021. The sampling method used in this study is total sampling. Results: There were 243 data maternal pregnancy that met the inclusion. There was a statistically significant correlation between BMI of pregnant women at first trimester and gestational age at delivery (p=0.032). There was also a statistically significant relationship between obesity in pregnancy and the incidence of preterm (p=0.029) and postmaturity (p=0.047). Otherwise, researcher didn’t find any statistical correlation between BMI of pregnant women measured in the first trimester and birth weight (p=0.066). Keyword: body mass index, obesity, gestational age, birth weight
GAMBARAN EPIDEMIOLOGI FAKTOR RISIKO PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL ika primayanti; Ario Danianto; Rizkinov Jumsa; NN Geriputri; Marie Yuni Andari
Unram Medical Journal Vol 11 No 1 (2022): vol 11 no 1
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v11i1.624

Abstract

Preeclampsia is one of the main causes of maternal death in addition to bleeding and infection. The increasing incidence of preeclampsia is of course a problem amid increasing efforts to provide maternal health services. Risk factors for the incidence of preeclampsia can be found through history assessment and special examinations at antenatal care. Through early detection of risk factors for preeclampsia, it is hoped that maternal and perinatal morbidity and mortality can be prevented. This study aims to identify in order to obtain an epidemiological description of the risk factors for the incidence of preeclampsia in pregnant women. The research design was descriptive observational with cross sectional approach. The research data were obtained from interviews, KIA’s book, accompanied by blood pressure checks and proteinuria examinations through a simple dip test of second trimester pregnant women who underwent antenatal care in July - November 2021 About 52 sample have been taken by purposive sampling technique. Obtained 8 of 9 moderate risk factors for preeclampsia in respondents with the most factor being Mean Arterial Pressure (MAP) >90mmHg about 17 respondents (32.7%) while in high risk factors for preeclampsia where the most factor is a history of chronic hypertension namely 2 respondents (3.8%).
Edukasi Pencegahan Anemia Dan Stunting Pada Ibu Dan Kader Posyandu Di Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara Rifana Cholidah; Ima Arum Lestarini; Ardiana Ekawati; Ario Danianto; Rahmah Dara Ayunda
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 4 (2023): Oktober-Desember 2023
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i4.6781

Abstract

Anemia merupakan suatu kondisi dimana kadar hemoglobin dibawah kadar normal. Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi baik dinegara maju maupun di negara berkembang. Anemia dapat terjadi akibat defisiensi beberapa zat gizi, diantaranya asam folat, vitamin B12 dan zat besi. Anemia yang disebabkan karena kurangnya zat gizi ditandai dengan adanya gangguan pada produksi hemoglobin baik karena kurangnya asupan zat besi atau karena gangguan absorpsi. Balita merupakan salah satu kelompok umur yang rentan terhadap terjadinya anemia. Hal ini disebabkan karena kebutuhan zat besi yang meningkat selama masa pertumbuhan, rendahnya asupan atau rendahnya bioavailabilitas zat besi dari makanan, serta adanya infeksi dan parasit. Pencegahan anemia dapat dilakukan dengan menerapkan pola makan yang seimbang. Adapun zat besi dapat diperoleh dari makanan sehari-hari seperti daging, ikan, unggas, sayuran seperti bayam, kacangan-kacangan dan juga makanan yang terfortifikasi. Selain makanan yang kaya akan zat besi, anemia juga dapat dicegah dengan pemberian suplementasi zat besi pada balita. Penyuluhan di laksanakan di 3 dusun yaitu Setangi, Kecinan dan Pandanan. Penyuluhan di Dusun Setangi dan Kecinan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 9 September 2023, sedangkan di Dusun Pandanan dilaksanakan pada hari Selasa. 12 September 2023. Dihadiri oleh 5 orang tim penyuluh Fakultas Kedokteran Universitas Mataram beserta 7 orang mahasiswa dan total 53 ibu dan kader posyandu di 3 Dusun yang ada di Desa Malaka. Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan, terdapat peningkatan tingkat pengetahuan ibu dan kader posyandu mengenai pencegahan anemia pada balita di daerah pesisir pantai.
Edukasi Pencegahan Anemia Dan Pemeriksaan Hemoglobin Pada Remaja Putri Di Kota Mataram Cholidah, Rifana; Emmy Amalia; Ario Danianto; Dyah Purnaning
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i4.10003

Abstract

Anemia merupakan suatu kondisi dimana kadar hemoglobin kurang dari normal. Anemia merupakan masalah gizi global yang terjadi baik dinegara maju maupun di negara berkembang. Anemia dapat terjadi akibat defisiensi beberapa zat gizi, diantaranya asam folat, vitamin B12 dan zat besi. Anemia yang disebabkan karena kurangnya zat gizi ditandai dengan adanya gangguan pada produksi hemoglobin baik karena kurangnya asupan zat besi atau karena gangguan absorpsi. Anak-anak, remaja putri dan wanita merupakan kelompok umur yang rentan terhadap terjadinya anemia. Remaja putri berisiko menderita anemia karena pada masa pubertas mereka mengalami menstruasi dan percepatan tumbuh kembang. Pencegahan anemia dapat dilakukan dengan menerapkan pola makan yang seimbang. Adapun zat besi dapat diperoleh dari makanan sehari-hari seperti daging, ikan, unggas, sayuran seperti bayam, kacangan-kacangan dan juga makanan yang terfortifikasi. Selain makanan yang kaya akan zat besi, anemia juga dapat dicegah dengan pemberian suplementasi zat besi pada remaja. Penulis memandang perlu dilakukannya pemeriksaan Hb dan penyuluhan tentang bagaimana pencegahan anemia pada remaja putri di Kota Mataram. Penyuluhan di laksanakan di Masjid Pondok Pesantren Nurul Islam khususnya siswi MTs Nurul Islam, pada hari Kamis tanggal 8 Agustus 2024 dihadiri oleh 4 orang tim penyuluh Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram beserta 6 orang mahasiswa dan 54 siswi dan 3 orang guru MTs Nurul Islam. Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan, terdapat peningkatan tingkat pengetahuan siswi mengenai pencegahan anemia dengan menerapkan pola makan seimbang. Nilai pre-test peserta adalah 67,04 dan meningkat pada penilaian post-test didapatkan 93,33. Berdasarkan pemeriksaan kadar hemoglobin pada 54 siswa didapatkan 19 (35,19%) siswi dengan Hb normal, 10 (18,52%) siswi menderita anemia ringan, 24 (44,44%) siswi menderita anemia sedang dan 1 (1,85%) siswi menderita anemia berat.