Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sainteks

Biji Kebiul (Caesalpinia Bonduc L. Roxb) sebagai Adsorben Logam Besi (Fe) Muhammad Salman Alfarisi; Ade Oktasari; Dwi Fitriyani
Sainteks Vol 18, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v18i2.12689

Abstract

Logam berat merupakan limbah pencemar yang sulit terdegradasi di alam serta membutuhkan waktu yang lama untuk terurai. Proses adsorpsi dapat digunakan sebagai penanganan untuk logam berat Fe yang merupakan salah satu logam berat yang berasal dari limbah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh waktu kontak serta konsentrasi logam Fe terhadap adsorben biji kebiul. Penelitian ini menggunakan metode Chesson untuk mengetahui kadar selulosa, hemiselulosa dan lignin dengan hasil uji pada biji kebiul dengan nilai rata-rata secara berurutan sebesar 19,53%, 23,3%, dan 8,97% dan kulit buah kebiul sebesar 30,84%, 25,85% dan 14,76%. Hasil penelitian variasi waktu kontak 5, 10, 30, 50, 70, 100 menit waktu optimum tercapai pada menit ke-10 dengan Fe yang teradsorpsi sebesar 2,362 mg/g. Pada variasi konsentrasi logam Fe mencapai titik optimum pada 60 ppm dengan variasi 15, 35, 60, 80, 90, 100 ppm serta waktu kontak 10 menit dengan nilai kadar adsorpsi logam Fe 99,68%.
Studi In Silico Enam Senyawa dari Caesalpinia bonduc L. (Robx) untuk Prediksi Toksisitas dan Interaksi pada Reseptor 5JMY sebagai Inhibitor Enzim Elastase Desi Nadya Aulena; Dwi Fitriyani
Sainteks Vol 19, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v19i2.13532

Abstract

Biji buah kebiul (Caesalpinia bonduc L. Roxb) memiliki kandungan senyawa caesalpinianone, 6-O-caesalpinianone, 2-O-β-δ-glucosyloxy-4-methoxy benzene propanoic acid, ethacrynic acid, bonducellin, dan flavonol. Senyawa ini diketahui berpotensi sebagai antioksidan dan dapat dimanfaatkan sebagai antiaging. Data menunjukkan belum ada kajian terkait senyawa yang menghambat kinerja enzim elastase, sehingga pada penelitian ini akan dikaji terkait senyawa yang berperan dalam penghambatan aging melalui studi skrining virtual dan elusidasi mode ikatan pada beberapa struktur kristal enzim elastase dengan metode molecular docking. Untuk memperkirakan toksisitas dan interaksi dengan reseptor 5JMY, telah dilakukan studi in silico menggunakan aplikasi online pkCSM dan Molegro Virtual Docker (MVD) dengan protein kode pdb 5JMY. Hasil studi menunjukkan bahwa bahwa enam senyawa ini tidak toksik dan baru menimbulkan efek samping pada dosis yang lebih tinggi dari log dosis 3,964 mg/kg BB/hari. Interaksi tiga senyawa yaitu caesalpinianone, 6-O-caesalpinianone dan ethacrynic acid dengan reseptor 5JMY lebih besar daripada kontrol positif ECGC. Senyawa 6-O-caesalpinianone memiliki aktivitas paling tinggi dibandingkan dengan 5 senyawa senyawa aktif dari Caesalpinia bonduc L. (Robx) lainnya dan lebih tinggi dari pada ECGC. Asam amino yang terlibat dalam interaksi dengan caesalpinianone, 6-O-caesalpinianone, 2-O-β-δ-glucosyloxy-4-methoxybenzenepropanoic acid dan bonducellin adalah Arg 717. Asam amino yang terlibat dalam interaksi dengan senyawa ethacrynic acid dan flavonol adalah His 583 dan Met 579.