Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Manajemen Pengembangan Mutu Lulusan Madrasah Berbasis Pesantren Tasawuf Endah Tejaningsih; Mudofir; Imam Makruf
Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/al-thariqah.2022.vol7(1).9096

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mengidentifikasi profil lulusan madrasah berbasis pesantren tasawuf dan (2) mendeskripsikan manajemen pengembangan mutu lulusan yang efektif diterapkan. Riset dilakukan di MTs Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya pada bulan Februari 2022. Data dikumpulkan dengan analisis dokumen dan wawancara dengan informan Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah, dan guru secara daring. Data divalidasi dengan triangulasi sumber dan dianalisis menggunakan interactive model. Hasil riset menunjukkan bahwa profil lulusan madrasah mengarah pada pembentukan kader pengamal, pengaman, dan pelestari Tariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah (TQN). Untuk mewujudkan profil tersebut, kepala madrasah menerapkan manajemen mutu terpadu (TQM). Keterpaduan manajemen nampak dari perencanaan, pelaksanaan, sampai evaluasinya. Program diturunkan dari rumusan visi, misi, tujuan, dan kebijakan. Program pembinaan materi kepesantrenan menjadi satu kesatuan dengan program ekstrakurikuler dan kokurikuler. Semua pihak terlibat dalam pelaksanaan program baik di madrasah maupun di pesantren dengan terjadwal secara lengkap. Madrasah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan amaliyah ibadah dan dzikir sesuai panduan TQN untuk mengukur capaian profil lulusan. Hasil riset ini memberikan implikasi bahwa manajemen mutu lulusan madrasah berbasis pesantren efektif jika dilakukan secara terintegrasi dengan prinsip-prinsip TQM
Overcoming online learning challenges in the COVID-19 pandemic by user-friendly platform Imam Makruf; Endah Tejaningsih
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 17, No 2: May 2023
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/edulearn.v17i2.20513

Abstract

The shift of learning activities from face-to-face classroom interaction to online learning beyond the classroom due to the global pandemic has caused technological anxiety in teaching and learning. This study analyzed strategies to overcome learning challenges in the COVID-19 pandemic with user-friendly platforms. This study was in the State Institute of Islamic Studies (IAIN) Surakarta, Indonesia, involving 469 lecturers who taught 983 classes as the respondents. The required data were collected using a web-based questionnaire using Google Forms. The data were analyzed descriptively in percentages and elaborated using focus group discussion. The data analysis showed that most teachers used WhatsApp group to overcome learning obstacles during the COVID-19 pandemic. Among the considerations are the lack of information technology infrastructure, the lack of e-learning platforms, the lack of time to adapt, and the difficulty of internet access in some regions. This study contributes to the strategy performed by the lecturers to deal with these challenges is selecting a user-friendly and affordable platform for learning.
Upaya Guru KB Insan Kamil Kartasura dalam Menjaga Kesehatan Anak Melalui Program Gizi, PHBS, dan Imunisasi: Efforts of KB Teacher Insan Kamil Kartasura in Maintaining Children's Health Through Nutrition, PHBS, and Immunization Programs Virania Kusuma Dewi; Endah Tejaningsih
TARBIYAH: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 4 (2025): TARBIYAH: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Litera Academica Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early childhood health is an important aspect that can affect the quality of children's growth and development. So that early childhood education programs Institutions have a strategic role in ensuring the fulfillment of nutrition, habituation of Clean and Healthy Living Behavior, and support for immunization programs. This study aims to describe the implementation of nutritional fulfillment, habituation of Clean and Healthy Living Behavior, and immunization programs to health examinations in KB Insan Kamil Kartasura. This study uses a qualitative approach through interview techniques and documentation with teachers as the main informants. The results of the study show that nutritional fulfillment is carried out through the Nutritious Eating program, the provision of healthy provisions, restrictions on snacks, and the provision of water and nutritious lunches for full-day classes. The implementation habituation of Clean and Healthy Living Behavior is carried out through the habit of washing hands, maintaining personal and environmental hygiene, and regular nail hygiene checks. Meanwhile, the immunization program and health checks are carried out through the same kerha as the health center for periodic checkups twice a year and in collaboration with the Syifa Medika clinic for monthly checkups. This study concludes that KB Insan Kamil Kartasura has carried out efforts to maintain children's health through programs carried out to improve the quality of health services in early childhood education programs.
SINERGI PERAN GURU DAN ORANG TUA DALAM PENGASUHAN DAN PERLINDUNGAN ANAK USIA DINI: STUDI KASUS TK AISYIYAH WIROGUNAN KARTASURA Salsabila Shofi Nur’aini; Endah Tejaningsih
Jurnal Warna Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Warna Volume 9 Nomor 2 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v9i2.1860

Abstract

Peran guru di Taman Kanak-Kanak berperan penting dalam mendukung pengasuhan dan perlindungan anak usia dini melalui penciptaan lingkungan belajar yang aman dan suportif. Keberhasilan pengasuhan yang komprehensif tidak terlepas dari kolaborasi yang berkelanjutan antara guru dan orang tua. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik pengasuhan, peran guru dalam perlindungan anak, serta bentuk kerja sama guru dan orang tua dalam mendukung pengasuhan dan perlindungan anak usia dini di TK Aisyiyah Wirogunan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan kepala sekolah, guru kelompok B, dan 23 anak usia 5–6 tahun, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan dan perlindungan anak dilaksanakan secara holistik melalui interaksi yang hangat, perhatian individual, penggunaan bahasa yang lembut, pengawasan aktif, serta pembiasaan nilai-nilai keagamaan yang mendukung perkembangan sosial-emosional anak. Kerja sama guru dan orang tua terjalin melalui komunikasi rutin, pertemuan berkala, dan pendampingan psikologis sehingga menciptakan konsistensi pengasuhan antara rumah dan sekolah. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemaparan praktik konkret integrasi pengasuhan dan perlindungan anak yang dijalankan secara sinergis oleh guru dan orang tua dalam konteks PAUD berbasis nilai keislaman.
Upaya Guru dalam Mengatasi Masalah Perilaku Anak Usia Dini di TK Aisyiyah Cabang Kartasura Ariani, Siti; Tejaningsih, Endah
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v3i2.2264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk permasalahan perilaku yang muncul pada anak usia dini dan strategi yang digunakan guru untuk mengatasinya di TK Aisyiyah Cabang Kartasura. Latar belakang penelitian ini bermula dari fenomena banyaknya perilaku yang menghambat proses pembelajaran, seperti anak sulit bersosialisasi, sulit fokus, dan berperilaku tidak jujur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku sulit sosial ditandai dengan anak yang pendiam, menarik diri, dan tidak mampu mengungkapkan kebutuhannya. Kesulitan fokus muncul berupa anak tidak mampu mempertahankan perhatian selama kegiatan pembelajaran. Perilaku tidak jujur muncul ketika anak memberikan informasi yang tidak sesuai dengan fakta atau mengarang cerita. Guru menerapkan berbagai strategi, mulai dari pendekatan personal, menumbuhkan rasa saling menghormati, berkolaborasi dengan mahasiswa psikologi, hingga memanfaatkan teman sebaya sebagai panutan yang positif. Kolaborasi antara guru dan orang tua juga berperan signifikan dalam mengatasi permasalahan perilaku melalui komunikasi yang intensif, baik secara langsung maupun melalui WhatsApp. Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan pentingnya sinergi antara guru, orang tua, dan lingkungan sekolah dalam mendukung perkembangan perilaku anak usia dini.
Accelerating Curriculum Transformation: Integrating Stakeholder Commitment into Lewin’s Change Management Model in Kindergartens Tejaningsih, Endah; Mudofir, Mudofir; Rohmadi, Yusup
JURNAL AL-TANZIM Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/al-tanzim.v10i2.13329

Abstract

This study aims to analyze curriculum change management in kindergartens, including obstacles and solutions. The approach used was a descriptive qualitative one, with principals and school administrators as research subjects and teachers as informants. This study took place from February to June 2025, with data collected through interviews, document analysis, and triangulation. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The results showed that the curriculum change management process in kindergartens followed the stages proposed by Lewin: the opening stage (planning), the change stage (implementation), and the refreezing stage (evaluation). A novelty found was the existence of accelerating factors in curriculum transformation that had not been specifically discussed in Lewin’s theory. These accelerating factors include the competence and commitment of principals and teachers, as well as good collaboration between internal and external stakeholders. The implications of these findings are the importance of improving the competence of principals and teachers in managing curriculum change, as well as the need to build effective communication between all relevant parties to accelerate the change process. This can be used as a reference in developing a more responsive and sustainable curriculum in kindergartens, thereby supporting the improvement of the quality of education from an early age.
Neuroparenting dalam Stimulasi Kecerdasan Anak Usia Dini melalui Interaksi Positif di Rumah Loeyyina Khuru’Aini; Endah Tejaningsih
Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2024): Februari : Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/tarim.v5i1.3016

Abstract

Neuroparenting is a neuroscience-based parenting approach that emphasizes the importance of stimulating children's brain development through warm communication, play, and emotional parental involvement. This study aims to describe the implementation of Neuroparenting in stimulating early childhood intelligence through positive interactions at home. This study used a qualitative approach with a descriptive research type. The subjects were parents of children aged 4–6 years. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis used the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the application of Neuroparenting through warm communication, playing together, reading stories, providing positive affirmations, and involving children in daily activities can help the development of language, cognitive, social-emotional, creativity, and self-confidence. Children who receive positive stimulation consistently appear more active in speaking, easily express opinions, and are better able to interact with their surroundings. Based on the results of the study, it can be concluded that Neuroparenting through positive interactions at home is an effective parenting approach in supporting the optimal development of early childhood intelligence.
Kemitraan Guru Dan Orang Tua Dalam Mendukung Perkembangan Anak Usia Dini Di Era Society 5.0 Salsabila Shofi Nur’aini; Endah Tejaningsih
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.788

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam pendidikan anak usia dini menuntut sinergi antara guru dan orang tua dalam mendukung proses pembelajaran pada era Society 5.0. Kemitraan ini penting karena anak tidak hanya belajar di sekolah, tetapi juga membutuhkan pendampingan di rumah agar perkembangan sosial, emosional, dan kognitif berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kemitraan, tantangan, dan strategi kolaborasi antara guru dan orang tua dalam mendukung perkembangan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif di TK Aisyiyah Cabang Kartasura dengan subjek kepala sekolah dan orang tua peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan guru dan orang tua terbangun melalui komunikasi digital menggunakan WhatsApp, kegiatan parenting, serta pendampingan belajar di rumah. Komunikasi tidak hanya berfungsi sebagai penyampaian informasi, tetapi juga memperkuat hubungan pendidikan antara sekolah dan keluarga. Tantangan yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu orang tua, perbedaan literasi digital, serta pengawasan penggunaan gadget pada anak usia dini. Strategi yang diterapkan berupa komunikasi terbuka, keterlibatan orang tua dalam kegiatan sekolah, dan penguatan pembelajaran di rumah. Sinergi antara guru dan orang tua berperan penting dalam menjaga konsistensi pendidikan anak usia dini. Keberhasilan kemitraan ditentukan oleh kemampuan kedua pihak dalam membangun komunikasi yang adaptif dan berkelanjutan sehingga berdampak pada optimalisasi perkembangan anak di era Society 5.0.
Program Orang Tua Mengajar sebagai Bentuk Parenting Sekolah pada Pendidikan Anak Usia Dini Assyifa’u Nurul Istiqomah; Endah Tejaningsih
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini dan Kewarganegaraan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/paud.v3i3.1094

Abstract

Early childhood education requires collaboration between schools and parents to support children’s development optimally. One form of parental involvement in learning is through the parent teaching program, in which parents participate as “guest teachers” in the classroom. This study aimed to describe the implementation of the parent teaching program and its contribution to early childhood development at TK Arrohmanul Huda Winong. The study employed a qualitative method with a case study design. Data were collected through observation, interviews, and documentation from September 2025 to April 2026. The research subjects included the principal, classroom teacher, and parents of students. The findings revealed that the parent teaching program was conducted once a month based on agreements between the school and parents. The activities included introducing professions, cooking, sewing, gardening, and other educational activities. The program showed a positive influence on children’s development, especially in cognitive and socio-emotional aspects. Children became more active, confident, enthusiastic, and better able to understand learning materials through direct experiences and practical activities. In addition, the program strengthened the relationship between schools and families in supporting the learning process of early childhood education. However, the implementation of the program still faced challenges in scheduling because most parents were workers, so the activities were more often conducted at the end of the week. This study indicates that parental involvement in classroom learning can be an effective strategy for creating more interactive, contextual, and meaningful learning experiences for young children.
Peran Nilai-Nilai Budaya dalam Membentuk Pola Pengasuhan Anak Rizca Naura Intan A; Endah Tejaningsih
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam proses pendidikan, sosialisasi, serta pembentukan karakter anak. Pola pengasuhan tidak hanya dipengaruhi oleh keputusan orang tua, tetapi juga oleh nilai, norma, dan keyakinan budaya yang berkembang dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran nilai-nilai budaya dalam membentuk pola pengasuhan anak, menganalisis pengaruh perbedaan budaya terhadap praktik pengasuhan, serta menjelaskan dampak penerapan nilai budaya dalam pola pengasuhan terhadap perkembangan anak. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur (literature review) dengan menganalisis dan mensintesis berbagai artikel ilmiah yang membahas budaya, pola pengasuhan, dan perkembangan anak di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya memiliki peran penting dalam membentuk praktik pengasuhan pada berbagai kelompok masyarakat, seperti Jawa, Sasak, dan Tobelo. Meskipun terdapat perbedaan praktik pengasuhan pada setiap budaya, secara umum seluruhnya menekankan nilai penghormatan, tanggung jawab, kerukunan sosial, dan pembentukan moral. Selain itu, pola pengasuhan yang berlandaskan nilai budaya memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter, kemampuan sosial, perkembangan emosional, serta identitas budaya anak. Dengan demikian, nilai-nilai budaya tetap menjadi landasan penting dalam mendukung pengasuhan anak yang efektif di tengah perkembangan zaman.