Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Kuat Lentur dan Geser Balok Beton dengan Bundel Tulangan Nurliana, Ade Linda; Walujodjati, Eko
Jurnal Konstruksi Vol 22 No 1 (2024): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.22-1.1532

Abstract

Balok beton bertulang sebagai elemen struktur yang berfungsi menahan lentur dan geser dimana parameter utama untuk menentukan kuat lentur dan geser balok beton bertulang meliputi: dimensi penampang, mutu beton, mutu baja tulangan, ukuran baja tulangan dan jumlah baja tulangan yang digunakan. Dalam konstruksi parameter tersebut umumnya memiliki batasan minimum, seperti halnya dengan jarak tulangan dan dimensi penampang kecil. Untuk mendapatkan elemen struktur dengan penampang kecil namun memiliki kekuatan yang besar, dengan jarak tulangan yang kecil karena luas tulangan yang dibutuhkan besar, maka perlu dilakukan penempatan tulangan dengan cara bundel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai kuat lentur dan geser balok beton tulangan bundel TP 4Φ6 dan balok beton tulangan tunggal Φ12 yang memiliki proporsi luas penampang tulangan yang sama. Analisis dilakukan dengan metode analisis teoritis dengan data yang diperoleh dari hasil eksperimen terdahulu. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai kuat lentur rata-rata balok tulangan bundel TP 4Φ6 = 8,53 kN.m, dan balok tulangan tunggal Φ12 = 11,31 kN.m. Nilai kuat geser rata-rata balok tulangan bundel TP 4Φ6 = 58,88 kN, dan balok tulangan tunggal Φ12 = 57,92 kN. Dari hasil eksperimen dan analisis diperoleh perbedaan kuat lentur balok tulangan bundel TP 4Φ6 sebesar (6,36%) dan balok tulangan tunggal Φ12 sebesar (48,62%). Sedangkan kuat geser balok tulangan bundel TP 4Φ6 diperoleh hasil yang sama yaitu 58,88 kN dan balok tulangan tunggal Φ12 diperoleh perbedaan sebesar (0,03%).
Pengaruh Perubahan Dimensi Kolom Pada Kapasitas Struktur Tahan Gempa Gedung Beton Bertulang Walujodjati, Eko; Maulidan, Ripan; Kristalia, Risa
INTER TECH Vol 2 No 1 (2024): INTER TECH
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54732/i.v2i1.1138

Abstract

Pada perencanaan struktur Gedung Puskesmas Cisaga Ciamis terdapat beberapa kali perubahan dimensi kolom. Sejauh mana perubahan dimensi kolom berpengaruh terhadap kinerja bangunan Gedung terkait bangunan Gedung tahan gempa. Metode penelitian kuantitatif digunakan karena angka angka yang dihasilkan bisa memberi informasi sejauhmana pengaruhnya terhadap permasalahan yang ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memahami bagaimana pengaruh perubahan dimensi kolom pada perencanaan Gedung Puskesmas Cisaga terhadap perhitungan gaya gempa serta penulangan elemen struktur kolom dan balok. Pemodelan struktur dilakukan dengan metode simulasi secara tiga dimensi menggunakan program analisis struktur. Perhitungan mengacu pada SNI 1726-2019 dan SNI 2847-2019. Hasil dari perhitungan, gaya gempa maksimum bangunan dengan kolom 450 x 450 memiliki selisih 27% terhadap bangunan dengan kolom 300 x 300. Simpangan maksimum terjadi pada lantai dua, bangunan dengan kolom 300 x 300 menghasilkan simpangan lebih besar 69 % pada arah-x dan 71 % pada arah-y. Perhitungan penulangan balok menghasilkan perbedaan pada tulangan utama balok 250 x 400 dan 300 x 200 yang mempunyai selisih satu buah tulangan. Perhitungan penulangan kolom 450 x 450 menghasilkan tulangan utama dengan persentase 1,68 %, sedangkan untuk kolom 300 x 300 menghasilkan persentase tulangan sebesar 5,04 %. Kolom 450 x 450 menghasilkan jarak sengkang yang lebih besar pada daerah sendi plastis dibandingkan dengan kolom 300 x 300. Dimensi kolom yang besar menghasilkan gaya geser dan gaya gempa yang lebih besar terhadap bangunan, semakin besar kolom yang digunakan akan memberikan kekakuan yang lebih besar terhadap bangunan.
Pengaruh Perubahan Dimensi Kolom Pada Kapasitas Struktur Tahan Gempa Gedung Beton Bertulang Walujodjati, Eko; Maulidan, Ripan; Kristalia, Risa
Structure Vol 6, No 2 (2024): STRUCTURE (JURNAL SIPIL)
Publisher : University of Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/civil.v6i2.11129

Abstract

Abstrak— Pada perencanaan struktur Gedung Puskesmas Cisaga Ciamis terdapat beberapa kaliperubahan dimensi kolom. Sejauh mana perubahan dimensi kolom berpengaruh terhadap kinerjabangunan Gedung terkait bangunan Gedung tahan gempa. Metode penelitian kuantitatif digunakankarena angka angka yang dihasilkan bisa memberi informasi sejauhmana pengaruhnya terhadappermasalahan yang ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memahami bagaimanapengaruh perubahan dimensi kolom pada perencanaan Gedung Puskesmas Cisaga terhadapperhitungan gaya gempa serta penulangan elemen struktur kolom dan balok. Pemodelan strukturdilakukan dengan metode simulasi secara tiga dimensi menggunakan program analisis struktur.Perhitungan mengacu pada SNI 1726-2019 dan SNI 2847-2019. Hasil dari perhitungan, gayagempa maksimum bangunan dengan kolom 450 x 450 memiliki selisih 27% terhadap bangunandengan kolom 300 x 300. Simpangan maksimum terjadi pada lantai dua, bangunan dengan kolom300 x 300 menghasilkan simpangan lebih besar 69 % pada arah-x dan 71 % pada arah-y.Perhitungan penulangan balok menghasilkan perbedaan pada tulangan utama balok 250 x 400 dan300 x 200 yang mempunyai selisih satu buah tulangan. Perhitungan penulangan kolom 450 x 450menghasilkan tulangan utama dengan persentase 1,68 %, sedangkan untuk kolom 300 x 300menghasilkan persentase tulangan sebesar 5,04 %. Kolom 450 x 450 menghasilkan jarak sengkangyang lebih besar pada daerah sendi plastis dibandingkan dengan kolom 300 x 300. Dimensi kolomyang besar menghasilkan gaya geser dan gaya gempa yang lebih besar terhadap bangunan,semakin besar kolom yang digunakan akan memberikan kekakuan yang lebih besar terhadapbangunan.
Analisis Stabilitas Dan Tegangan Bendungan RCC (Rolled-Compacted Concrete) Pada Pembangunan Bendungan Cibeet Walujodjati, Eko; Aprilianti, Mega; Permana, Sulwan
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v14i1.40341

Abstract

Bendungan merupakan struktur penting yang berfungsi untuk menyimpan air dan mengatur alirannya sesuai dengan kebutuhan. Mengingat salah satu tujuan dibangunnya Bendungan Cibeet ini adalah untuk dapat mereduksi banjir yang terjadi di hilir sungai Citarum sebesar 66% pada Q25 yaitu 300,33 m3/det, analisis menyeluruh terhadap stabilitas dan tegangan pada tubuh bendungan menjadi langkah krusial dalam proses konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas dan distribusi tegangan pada bendungan tipe RCC (Rolled-Compacted Concrete) di sisi kanan Bendungan Cibeet pada tujuh kondisi pembebanan. Perhitungan manual dilakukan menggunakan metode keseimbangan gaya-gaya untuk menilai faktor keamanan terhadap guling, geser, dan daya dukung tanah pada bendungan. Sementara itu, nilai dan distribusi tegangan dianalisis menggunakan perangkat lunak berbasis Metode Elemen Hingga (Finite Element Method, FEM) yaitu Abaqus Learning Edition 2023. FEM merupakan langkah numerik yang dipakai dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di bidang teknik. Hasil analisis menunjukan bahwa nilai FKguling paling kecil terjadi pada Kondisi VI sebesar 4,198 yang masih lebih besar dari 1,15. FKgeser paling kecil terjadi pada Kondisi I yaitu kondisi selesai konstruksi dengan nilai FKgeser 6,63 yang masih lebih besar dari 1,7. Tinjauan daya dukung tanah menunjukan tegangan paling besar diperoleh sebesar 0,707 terjadi pada Kondisi VII dengan batas maksimal tegangan sebesar 2,57 MPa, sedangkan tegangan minimum terjadi pada Kondisi II yaitu kondisi muka air waduk normal sebesar 0,206 MPa dengan batas minimum tegangan 0. Tegangan maksimum hasil analisis diperoleh sebesar 0,718 MPa yang terjadi pada pembebanan Kondisi VI dan masih dibawah dari batas maksimal tegangan yang diizinkan yaitu 2,67 MPa.