Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Kinetic Study of Saponin Extraction from Sapindus rarak DC by Ultrasound-Assisted Extraction Methods Aininu Nafiunisa; Nita Aryanti; Dyah Hesti Wardhani
Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis 2019: BCREC Volume 14 Issue 2 Year 2019 (August 2019)
Publisher : Masyarakat Katalis Indonesia - Indonesian Catalyst Society (MKICS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9767/bcrec.14.2.4253.468-477

Abstract

Saponin is an important plant-derived compound that is commonly found in sapindaceae plants, such as Sapindus rarak DC. Saponin is extensively used in plenty of industries as a detergent or emulsifying agent in cleansers, shampoos, and cosmetics. The extraction of saponin was previously studied and shows that the extraction assisted by ultrasonic waves was found to be an effective method. However, the previous studies have rarely examined the extraction kinetic study of the ultrasound-assisted extraction (UAE). In the present study, the extraction of saponin from Sapindus rarak DC and its extraction kinetics is conducted. The results show that the highest saponin yield of 354.92 (mg of saponin per gram of dry feed) was obtained from the extraction using a solid-to-liquid (S/L) ratio of 1:50 (w/v) at 50 °C. The amount of extracted saponin increased with the increase of extraction temperature as well as the solute ratio in the solution. However, increasing the temperature to 60 °C decreased the saponin yield. The results of a simple kinetics study of saponin extraction also show that the second-order kinetics model can better describe the UAE process, with an R2 value of 0.929 and a rate coefficient of 0.00495 L.g-1.min-1. The experimental results agree well with the practical calculations obtained using the second-order kinetics model based on an average error of 6.79%. 
Kinetics and Thermodynamics of Ultrasound-Assisted Depolymerization of κ-Carrageenan Ratnawati Ratnawati; Aji Prasetyaningrum; Dyah Hesti Wardhani
Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis 2016: BCREC Volume 11 Issue 1 Year 2016 (April 2016)
Publisher : Masyarakat Katalis Indonesia - Indonesian Catalyst Society (MKICS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9767/bcrec.11.1.415.48-58

Abstract

The ultrasound-assisted depolymerization of κ-carrageenan has been studied at various temperatures and times. The κ-carrageenan with initial molecular weight of 545 kDa was dispersed in water to form a 5 g/L solution, which was then depolymerized in an ultrasound device at various temperatures and times. The viscosity of the solution was measured using Brookfield viscometer, which was then used to find the number-average molecular weight by Mark-Houwink equation. To obtain the kinetics of κ-carrageenan depolymerization, the number-average molecular weight data was treated using midpoint-chain scission kinetics model. The pre-exponential factor and activation energies for the reaction are 2.683×10-7 mol g-1 min-1 and 6.43 kJ mol-1, respectively. The limiting molecular weight varies from 160 kDa to 240 kDa, and it is linearly correlated to temperature. The results are compared to the result of thermal depolymerization by calculating the half life. It is revealed that ultrasound assisted depolymerization of κ-carrageenan is faster than thermal depolymerization at temperatures below 72.2°C. Compared to thermal depolymerization, the ultrasound-assisted process has lower values of Ea, ΔG‡, ΔH‡, and ΔS‡, which can be attributed to the ultrasonically induced breakage of non-covalent bonds in κ-carrageenan molecules. 
SINTESA DAN PEMANFATAAN HIDROGEL: REVIEW Nita Indriyani; Ratnawati Ratnawati; Dyah Hesti Wardhani
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 8, No 4 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v8i4.9073

Abstract

Hidrogel adalah jaringan viskoelastik ikatan silang hidrofilik tiga dimensi dari rantai polimer. Tautan silang membuat hidrogel memiliki struktur fisik dan elastisitas dalam jaringannya, sehingga memungkinkan untuk meregang atau menyusut. Dalam artikel review ini akan mengulas sintesa hidrogel dan penggunaan hidrogel pada beberapa bidang. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur atau kajian pustaka. Pustaka yang digunakan dari berbagai sumber, seperti jurnal, prosiding, buku, paten, dan website resmi. Teknik analisis berupa deskriptif argumentatif. Metode pembuatan hidrogel dapat dibagi dalam dua kelompok besar: ikatan silang kimia dan ikatan silang fisik. Pemanfaatan hidrogel dapat digunakan pada berbagai bidang seperti, pengolahan air limbah, rekayasa jaringan, serta sistem pengiriman obat,  Hidrogel adalah bahan yang cocok digunakan untuk pengolahan pembuangan air limbah, karena batas adsorpsi tidak berkurang setelah beberapa kali pemulihan dan penggunaan kembali. Selain itu, kelebihan hidrogel dalam meniru ikatan yang tepat pada jaringan hidup, dapat digunakan secara serbaguna sebagai biomaterial dalam rekayasa jaringan. Sifat fisik yang unik dari hidrogel telah memicu minat khusus dalam penggunaannya dalam aplikasi pengiriman obat. Strukturnya yang sangat berpori dapat dengan mudah diatur dengan mengontrol kepadatan ikatan silang dalam matriks gel dan afinitas hidrogel untuk lingkungan berair di mana mereka mengembang.
PELATIHAN PEMBUATAN OLAHAN MAKANAN BERBAHAN BAKU TEPUNG MOCAF DI KEC. TEMBALANG Widayat, Widayat; Rahmania, Yusi Luluk; Wardhani, Dyah Hesti; Susanto, Heru; Rokhati, Nur; Rahayu, Hesti
Indonesia Journal of Halal Vol. 4 (1) 2021
Publisher : Pusat Kajian Halal Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/halal.v4i1.12107

Abstract

Dalam rangka mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor terigu, maka upaya optimalisasi pemanfaatan sumber pangan lokal perlu dilakukan. Sebagai negara agraris, Indonesia kaya akan sumber pangan tinggi karbohidrat. Salah satu komoditi pangan sumber karbohidrat yang melimpah di Indonesia adalah ubi kayu. Pengolahan ubi kayu dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan produk turunan tepung ubi kayu, yaitu tepung mocaf (Modified Cassava Fluor). Dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan sosialisasi khususnya kepada ibu-ibu PKK di RW 18 Kelurahan Sendangmulyo mengenai keunggulan tepung mocaf dan pelatihan pembuatan olahan makanan homemade berbasis tepung mocaf sebagai pendapatan alternatif.
Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dengan Teknologi Insinerasi pada Fasilitas Pengelolaan Limbah Teknologi Insinerasi pada Fasilitas Pengelolaan Limbah Terpadu (FPLT) Kawasan Medan Aji, Satriyo; Widayat, Widayat; Wardhani, Dyah Hesti
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 1 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.24112

Abstract

Perkembangan industri yang semakin pesat berpotensi meningkatkan timbulan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Tercatat dalam data Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2022, terdapat 72.542.319,6 ton limbah B3 yang dihasilkan dan 70.732.757,54 ton limbah B3 yang telah dikelola. Salah satu pengelolaan limbah B3 adalah pengolahan dengan insinerator. Laporan studi kasus ini membahas tentang pelaksanaan pengolahan limbah B3 dengan insinerator pada Fasilitas Pengelolaan Limbah Terpadu (FPLT) Kawasan Medan. Tujuan dari laporan studi kasus ini adalah menganalisis pengelolaan limbah B3 dan hasil emisi insinerator pada FPLT Kawasan Medan. Metode yang digunakan adalah membandingkan pelaksanaan pengolahan limbah B3 dan hasil emisi insinerator dengan regulasi yang berlaku. Hasil studi kasus menujukkan bahwa rata-rata hasil emisi insinerator di bawah baku mutu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6 tahun 2021. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan pengolahan limbah B3 di FPLT Kawasan Medan telah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 22 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingungan Hidup dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6 tahun 2021 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Kata kunci: pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), insinerator, emisi, Fasilitas Pengelolaan Limbah Terpadu Kawasan Medan
Analisis Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Menggunakan Metode JSA (Job Safety Analysis) Pada Pekerjaan Open Trench Proyek PCSP (Palembang City Sewerage Project) Paket B2 A di Perumahan Bari Kota Palembang Nurcahyani, Septra; Wardhani, Dyah Hesti; Anggoro, Didi Dwi
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 1, No 8 (2023): JPII: Nopember -Desember 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2023.23912

Abstract

Pada pembangunan Jaringan SPALD-T Kota Palembang ini mencakup pekerjaan pemasangan pipa uPVC dengan diameter 100 dan 150 mm dan dilakukan dengan metode open trench kedalaman 1,5-2,5 m. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) memiliki peran penting dalam pencapaian tujuan proyek pembangunan PCSP (Palembang City Sewerage Project) dan pengendalian yang dilakukan dalam pelaksanaan proyek harus diiringi dengan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang senantiasa ditaati, agar risiko yang tidak diinginkan dapat diminimalkan. Sehingga diperlukan penyusunan Job Safety Analysis (JSA) untuk mengidentifikasi potensi bahaya, tingat risiko bahaya yang muncul, serta melakukan evaluasi terhadap langkah yang dibutuhkan untuk mengendalikan risiko. Metode yang diguknakan adalah observasi lapangan, wawancara serta dokumentasi pekerjaan. Langkah pertama yang dilakukan adalah mengkategorikan resiko, mengidentifikasi potensi bahaya dan menilai potensi bahaya. Dari analisa tersebut dapat diketahui pekerjaan yang memiliki peluang resiko awal yang tinggi dan mengetahui pengendalian yang dapat dilakukan untuk mencegah potensi bahaya untuk mengurangi peluang terjadinya risiko. Kata kunci: indentifikasi potensi bahaya, penilaian, pengendalian risiko, JSA
Penerapan Value Stream Mapping (VSM) untuk Menurunkan Lead Time Process dan Meningkatkan Kinerja Aktivitas Pengadaan di Site Tambang Arunizal, Sultan; Wardhani, Dyah Hesti; Windarta, Jaka
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 3 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.23282

Abstract

Pengadaan sebagai fungsi inti dalam suatu organisasi perlu dikelola agar kinerjanya sesuai dengan tujuan dan kebutuhan perusahaan. PT AI, sebuah perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan dan energi, tentu memiliki fungsi pengadaan di site tambang. Salah satu cara untuk mengukur kinerja pengadaan adalah dengan mengukur total lead time process yang dibutuhkan. Kinerja pengadaan site di PT AI berdasarkan Key Performance Indicator (KPI) periode Januari – Juni 2023 masih belum mencapai target di bawah 30 hari untuk satu kali proses pengadaan. Perlu dilakukan perbaikan terus-menerus agar kinerja pengadaan dapat meningkat dan target KPI dapat tercapai. Lean thinking adalah salah satu pendekatan perbaikan terus-menerus untuk meningkatkan nilai tambah dengan menghilangkan pemborosan. Value Stream Mapping (VSM) adalah salah satu metode lean yang dapat mengidentifikasi pemborosan dari penggambaran aliran proses aktivitas bernilai tambah dan tidak bernilai tambah. Dari studi kasus yang dilakukan di PT AI, pada current state, diperoleh waktu pengadaan sebesar 48.060 menit atau 33,38 hari dengan persentase aktvitas bernilai tambah sebesar 32,65%. Pemborosan yang terjadi yaitu waiting dan excess processing yang selanjutnya dicari akar permasalahannya menggunakan fishbone diagram. Setelah diperoleh akar permasalahan, kemudian disusun rencana perbaikan. Hasil penerapan rencana perbaikan digambarkan pada peta aliran proses future state yang diperoleh waktu siklus pengadaan setelah perbaikan sebesar 27.420 menit atau 19,04 hari dengan persentase aktivitas bernilai tambah sebesar 57,22%. Terdapat penurunan rata-rata waktu siklus pengadaan sebesar 20.640 menit atau 14,33 hari dengan persentase sebesar 42,95% dan peningkatan efisiensi proses dari aktivitas bernilai tambah sebesar 24,57%. Dengan demikian penerapan lean menggunakan metode VSM mampu menurunkan lead time process dan meningkatkan kinerja untuk mencapai target KPI di bawah 30 hari dalam aktivitas pengadaan site di PT AI.Kata kunci: pengadaan, pemborosan, lean thinking, value stream mapping, fishbone diagram
Optimasi Kuat Tekan Beton Dengan Substitusi Fly Ash, Bahan Tambah Natrium Glukonat dan Menurunkan Rasio Air/Semen Dharsono, Nikolaus Dharmawan; Wardhani, Dyah Hesti; Hadiyanto, Hadiyanto
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 1, No 8 (2023): JPII: Nopember -Desember 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2023.20942

Abstract

Beton adalah campuran pasir, kerikil, batu pecah atau agregat lainnya yang dicampur dengan semen dan air hingga membentuk suatu massa seperti batu. Inovasi beton karena penggunaan beton yang luas pada bidang konstruksi. Pada penelitan sebelumnya, substitusi semen dengan fly ash sebesar 9%, silica fume sebesar 12,5% dan penambahan natrium glukonat sebesar 0,03% meningkatkan kuat tekan beton (28 hari) sebesar 14,6%, tetapi membutuhkan biaya campuran lebih besar 290,23% dari sampel kontrol. Maka pada penelitian ini akan mengoptimalisasi hasil penelitian sebelumnya dengan menghilangkan variabel silica fume untuk menurunkan harga campuran pada beton. Pada penelitian ini menggunakan rancangan fakotrial 2k dengan 3 faktor dengan mengoptimalkan penggunaan fly ash dan natrium glukonat dengan mengurangi rasio w/c untuk didapatkan hasil kuat tekan beton maksimal. Pada penelitian ini dilakukan pengujian slump test beton segar dan pengujian kuat tekan beton pada umur 28 hari. Data tersebut digunakan untuk mengoptimasi kuat tekan beton dengan bantuan software minitab versi 21. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada slump test, senyawa fly ash meningkatkan workability, rasio w/c dan natrium glukonat mengentalkan beton segar. Pada kuat tekan beton, memperbesar kadar fly ash mengurangi kuat tekan beton, mengurangi rasio air/semen meningkatkan kuat tekan beton, dan memperbesar natrium glukonat meningkatkan kuat tekan beton. Pada kuat tekan beton. dengan komposisi semen:fly ash:rasio w/c :natrium glukonat sebesar 0,91:0,09:0,42:0,002 meningkatkan kuat tekan beton sebesar 15,33% dari kontrol pada umur 28 hari. Biaya campuran beton untuk mencapai kuat tekan optimum lebih kecil 5,73% dari harga semen per kg pada sampel kontrol. Kata kunci: beton, fly ash, rasio w/c, natrium glukonat, uji slump, optimasi kuat tekan beton
Analisis Potensi Daya Listrik PLTS Atap di Gedung PLN Unit Induk Distribusi Riau dan Kepri (UID RKR) Pekanbaru dengan Perangkat Lunak PVsyst Yulfin, Muhammad Dhani; Wardhani, Dyah Hesti; Purwaningsih, Ratna
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 4 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.24587

Abstract

Pemerintah dalam tujuannya mencapai target bauran energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025 terus mendorong masyarakat dalam menggunakan energi terbarukan, terutama di jenis energi surya melalui pemanfaatan PLTS Atap. Dalam pembangunan sistem PLTS Atap, perlu dilakukan perancangan sistem PLTS terlebih dahulu, untuk mengkalkulasi energi yang dapat dihasilkan pada sistem tersebut. Perhitungan potensi daya listrik perlu dilakukan karena merupakan salah satu dari tahap perencanaan dalam pembangunan sistem PLTS. PLN UID Riau dan Kepri hendaknya dapat ikut berkontribusi dalam mengembangkan dan mensosialisasikan peraturan pemerintah tersebut dengan cara mengembangkan dan mensosialisasikan PLTS Atap di lingkungan Gedung PLN UID RKR. Untuk itu dalam penelitian ini dilakukan perhitungan potensi energi listrik dari PLTS Atap jika dilakukan pengaplikasian teknologi PLTS Atap di lingkungan Gedung PT PLN (Persero) UID Riau dan Kepri sebagai salah satu tahapan dalam perancangan suatu sistem. Dari simulasi PVsyst yang telah dilakukan didapat potensi energi listrik di Gedung PT PLN UID RKR sebesar 9321 kWh/tahun atau 25,56 kWh/hari dengan kapasitas PLTS sebesar 6,08 kWp. Untuk Performance Ratio dari sistem PLTS ini sebesar 0,82. Kata kunci: PLTS Atap, PVsyst, energi surya
Effect of Coagulants in Curd forming in Cheese Making Wardhani, Dyah Hesti; Jos, Bakti; Abdullah, Abdullah; Suherman, Suherman; Cahyono, Heri
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2018)
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v13i2.12157

Abstract

Cheese is one of the popular dairy products with high nutrient content. Coagulation as an important process in making cheese, wherein, the curd will be separated from the milk whey. This coagulation can use the enzyme rennet, acid, or a combination of both. This study aims to study the effect of coagulant agents on yield, protease enzyme activity, and curd texture on cheese making. Coagulant agents used are acetic acid, citric acid, lime and lemon combined with the enzyme rennet. The process begins with pasteurized milk and analyzed, the milk is pasteurized and analyzed first to obtain moisture content, density and pH. The coagulant added is 25-45% with a base of 50 ml of milk and 5 mL of the enzyme rennet. The curd formed is then separated from the whey using a filter cloth and analyzed for its water content and pH. The coagulant of acetic acid and citric acid produced a higher yield curd of 94.66% (4% acetic acid) and 93.9% (5% citric acid) compared to the highest yield of curd that can be produced by lime and lemon coagulant which is 68 72% (lemon orange 45%) and 61.84% (lime 45%). The texture of the curd formed by lime and lemon juice is more fragile than the curd texture with coagulant of acetic acid and citric acid. Each coagulant provides a diverse response to protease enzyme activity.