Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGANTAR KOMUNIKASI NON VERBAL Winda Kustiawan; Liza Khairani; Devi Rafidayani Lubis; Dewi Lestari; Faridah Zahra Yassar; Aidil Bismar Albani; Farhan Zuherman; Affan Saifullah Ahmad
Journal Analytica Islamica Vol 11, No 1 (2022): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi verbal (verbal communication) adalah bentuk komunikasi yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikator secara tertulis (tertulis) atau secara lisan (lisan). Komunikasi verbal mengambil bagian besar. Karena pada kenyataannya, ide, pemikiran atau keputusan lebih mudah dikomunikasikan secara verbal daripada nonverbal. Dengan harapan, komunikator (baik pendengar maupun pembaca) dapat lebih mudah memahami pesan yang disampaikan. Sedangkan komunikasi nonverbal (komunikasi nonverbal) memegang peranan penting. Banyak komunikasi verbal tidak efektif hanya karena komunikator tidak memanfaatkan komunikasi nonverbal dengan baik pada saat yang bersamaan. Melalui komunikasi non-verbal, orang dapat menarik kesimpulan tentang sesuatu tentang berbagai jenis emosi manusia, baik kesenangan, benci, cinta, nafsu, dan banyak lainnya.
KOMUNIKASI INTRAPERSONAL Winda Kustiawan; Ulfa Fadillah; Fina Khairani Sinaga; Shafiki Hattaradzani; Egi Hermawan; Muhammad Daffa Juanda; Ahmad Suryadi; Rijal Ry Fahmi
Journal Analytica Islamica Vol 11, No 1 (2022): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi intrapersonal (Intrapersonal Communication) adalah komunikasi yang berlangsung dalam diri kita, ia meliputi kegiatan berbicara kepada diri sendiri dan kegiatan- kegiatan mengamati dan memberikan makna (intelektual dan emosional) kepada lingkungan kita. Komunikasi intrapersonal adalah komunikasi yang terjadi dengan diri sendiri. Ini merupakan dialog internal dan bahkan dapat terjadi saat bersama dengan orang lain sekalipun. Komunikasi intrapersonal dapat menjadi pemicu bentuk komunikasi yang lainnya. Pengetahuan mengenai diri pribadi melalui proses-proses psikologis seperti persepsi dan kesadaran (awareness) terjadi saat berlangsungnya komunikasi intrapribadi oleh komunikator. Untuk memahami apa yang terjadi ketika orang saling berkomunikasi, maka seseorang perlu untuk mengenal diri mereka sendiri dan orang lain.
PSIKOLOGI KOMUNIKATOR Winda Kustiawan; Lily Yuniar; Diana Wulan Fitri; Julinar Arianti; Adillah Wandasari; Zul fahmi
Journal Analytica Islamica Vol 11, No 1 (2022): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter komunikator disebut oleh Aristoteles dengan ethos. Ethos terdiri dari pikiran baik, akhlak yang baik, dan maksud yang baik. Istilah lain dari ethos ini adalah credibility yang terdiri dari dua unsur yaitu keahlian dan dapat dipercaya.Unsur lainnya adalah atraksi komunikator dan kekuasaan. Tulisan ini berisi tentang karakteristik komunikator dalam Komunikasi Antar Pribadi. Ketiga karakter yang disebut ethos di atas, merupakan karakter dasar yang harus dipenuhi oleh komunikator. Namun, karakter itu masih perlu dilengkapi dengan pentingnya Pola Kendali Komunikasi agar Komunikasi Antar Pribadi dapat efektif. 
Komunikator Utama dalam Politik, Komunikator Politik dan Kepemimpinan Politik Winda Kustiawan; Tifani Liusnimun; Nurul Hidayat; Jaman Wahidin
Bahasa Indonesia Vol 3 No 1 (2022): J-Kis: Jurnal Komunikasi Islam Juni 2022
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/j-kis.v3i1.421

Abstract

Komunikator utama dalam politik, komunikator politik dan kepemimpinan politik merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan dalam komunikasi politik. Untuk menyampaikan suatu informasi atau pesan didalam komunikasi politik tentu memerlukan komunikator politik. Komunikator politik tidak disandang hanya pada mereka yang memiliki nama besar, namun semua orang termasuk komunikator hanya saja masing-masing punya wilayahnya sendiri. Dengan menggunakan analisis kualitatif deskriptif, peneliti ingin mengakses data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang terkumpul yang terkait dengan komunikator politik dan kepemimpinan politik. Peneliti menemukan bahwa sekalipun kita semua merupakan komunikator politik, namun ada porsi dan wilayahnya masing-masing untuk berkomunikasi politik. Oleh sebab itu, sekalipun semua termasuk komunikator politik yang melakukan secara tetap relatif sedikit.
KOMUNIKASI MASSA Winda Kustiawan; Fikrah Khairani Siregar; Sasi Alwiyah; Rofifah Abiyyah Lubis; Fatma Zuhro Gaja; Nilam Sari Pakpahan; Nur hayati
Journal Analytica Islamica Vol 11, No 1 (2022): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi massa adalah suatu komunikasi yang dilakukan antara seseorang dengan seorang lainnya atau lebih melalui media massa. Baik itu media cetak maupun media digital. Karekteristik dalam prosesnya, komunikasi massa bersifat lebih kompleks dan bersifat satu arah, sehingga dapat dipastikan dalam komunikasi massa ini akan mengalami berbagai hambatan dari berbagai sisi. Seiring perkembangan kehidupan, komunikasi massa berperan penting, bahkan diberbagi kegiatan tergantung pada komunikasi massa ini. Reaksi dari para komunikan atau penerima pesan terhadap suatu pesan yang disampaikan. Melalui media massa, tergantuung pada bagaimana situasi dan kondisi komunikan. Akan akan dijelaskan beberapa faktor yang dapat memengaruhi komunikasi, maka akan timbul pula berbagai efek.
Analisis Penggunaan Media Sosial Twitter Sebagai Media Curhat oleh Kalangan Muslim Generasi Z Zulita Mega Aggriany; Winda Kustiawan
Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol 5 No 6 (2023): Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : LPPM Institut Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v5i6.3737

Abstract

In general, we know social media as a medium for socializing via the internet without space and time limits so that we can be trusted to have the right to express what we want to share on social media. This then has a connection with one form of interpersonal communication, in the form of self-disclosure (self-disclosure) about our personal information to others and vice versa. Especially in the Z generation group which is famous for its technological prowess. So that researchers are interested in conducting research on whether there is a relationship and the intensity of the use of social media Twitter on the use of media in sharing self-information / venting, especially among Muslim generation Z which is based on forms of interpersonal communication; self-disclosure. The theory used in this paper is the theory of self-disclosure as an activity of self-disclosure. This research is a quantitative research with research methods, survey methods. With a population of Twitter users aged 23-13 years or age category belonging to generation Z. A total of 141 respondents were obtained through a purposive sampling technique. Questionnaires were distributed online via g-form. In processing and analyzing data using IBM SPSS statistics 29 software. In addition, to test the hypothesis, a simple linear regression analysis is used. The results showed that it was concluded that the variable use of Twitter social media has a relationship with the variable use of confinement media if it is based on the t value. count as 9,188. From the results of these calculations then t. calculate 9.188 > t. table 1.977. It can be concluded that the variable use of social media Twitter has an influential relationship with the use of social media by generation Z Muslims. Keywords: Social Media, Twitter, Self Disclosure, Confide, Generation Z
Produk Radio Jurnalistik Winda Kustiawan; Elvira Zahra; Cindy Satika Lesmana; Aqilah Anisah Parkha Siregar; Ainatul Hasanah Tanjung; Abdi Verdiansyaf; Abdul Rahman Faiz Nasution
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan individu dalam masyarakat. Dalam konteks ini, komunikasi mengacu pada proses penyampaian pernyataan atau pesan antara individu. Media massa, termasuk radio, berperan dalam komunikasi dengan fungsi penyiaran informasi, pendidikan, hiburan, propaganda, dan persuasi. Radio telah mengalami perkembangan pesat sejak zaman kolonial hingga saat ini, dengan segmentasi yang semakin spesifik sesuai dengan kebutuhan pendengarnya. Radio menjadi salah satu media massa yang penting dalam menyediakan berbagai macam pendidikan, hiburan, dan informasi kepada masyarakat. Dalam penyebaran informasi melalui radio, penting untuk menjaga kejelasan suara dan penggunaan bahasa yang mudah dipahami oleh pendengar. Jurnalisme radio menjadi konsep penting dalam penyebaran informasi melalui radio. Jurnalis radio harus menguasai teknik menulis berita dengan gaya percakapan, menggunakan kalimat yang singkat dan jelas, serta menghindari susunan kalimat terbalik. Jurnalistik radio melibatkan pengumpulan, penulisan, penyuntingan, dan penyebarluasan berita atau informasi melalui media radio. Jurnalis radio harus memiliki suara yang baik dan mampu menyampaikan laporan secara langsung. Karakteristik utama jurnalistik radio adalah auditif, menggunakan bahasa lisan yang sederhana, dan informasi yang disampaikan dalam siaran radio bersifat sekilas. Produk jurnalistik radio dapat berupa liputan, wawancara, berita, atau program khusus yang disampaikan melalui format seperti copy, voicer, package, feature, dan vox pop. Radio telah mengalami perubahan seiring dengan perkembangan teknologi. Namun, radio tetap menjadi media yang efektif dalam menyampaikan informasi melalui suara. Dengan demikian, radio sebagai media massa memiliki peran yang signifikan dalam komunikasi masyarakat. Melalui jurnalistik radio, informasi dapat disampaikan secara efektif melalui suara dengan menggunakan bahasa lisan yang mudah dipahami oleh pendengar. Radio tetap menjadi salah satu media yang berperan penting dalam menyampaikan berita, pendidikan, hiburan, dan informasi kepada khalayak ramai.
Perananan Bimbingan Agama Dalam Mencegah Perjudian Online pada Kalangan Remaja di Desa Kuta Ujung Kecamatan Darul Hasanah Kabupaten Aceh Tenggara Alfi Sahri; Winda Kustiawan
EduInovasi: Journal of Basic Educational Studies Vol 3 No 2 (2023): EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Nasional Laa Rooiba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/edui.v3i2.3301

Abstract

The rapid development of technology has made it the foundation of all human life. This can be seen in the pattern of human life that cannot be separated from technology. Technology has very positive benefits and can make human work easier if used properly and correctly, but technology can also have a vicious effect if it is not used wisely. One of the negative impacts produced by technological developments is that it is easy for teenagers to access online gambling. Gambling has been banned in religion, culture and criminal law. Teenagers who are expected to be the next generation of the nation will experience damaged morale if they continue to play online gambling. The impact of gambling is also very bad for teenagers. Qualitative research is the type of research used in this study, the chosen location is Kuta Ujung Village, Darul Hasanah District, Southeast Aceh District. Interviews, observation and documentation are data collection techniques, and Miles and Huberman's opinions are data analysis techniques. Factors that cause online gambling range from weak faith, bad environment, low level of education, lack of time, curiosity, addiction and also difficult economic factors. The role of religious guidance is very, very important for teenagers to prevent online gambling. Guidance by giving religious lectures, forming mosque youth and creating recitation programs for youth are the efforts of village authorities in motivating, facilitating and consolidating to prevent the rise of online gambling by teenagers. Keywords: Online Gambling, Technological Developments, Adolescents
ANALYSIS OF SELF-CONTROL IN THE FORMATION OF AN ASSOCIATION OF OVERSEAS STUDENTS ON THE LEADERSHIP PATH SEI KERA HILIR I Irma Widia; Winda Kustiawan
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v9i2.10983

Abstract

Merantau is an activity carried out by someone who leaves his hometown on his own accord within a predetermined period of time with the aim of seeking life, studying knowledge and seeking experience. At this time, adolescents should begin to learn to have responsibilities who are able to think and act according to the norms prevailing in society. Self-control is an ability possessed by individuals, in this case students, to control or control themselves, both in terms of their behavior, thoughts and choices of decisions to be taken by these individuals. Overseas students need self-control so that the trust that their parents give them is maintained properly. This study aims to analyze self-control in the formation of overseas student associations in Sei Kera Hilir I village, Medan. The method used in this research is descriptive qualitative. The sample used in this study were overseas students who were in Deda Sei Kera Hilir I, obtained by snowball sampling technique. The results of interviews with informants show that students feel a new life in the overseas environment and the self-control of every student who migrates is certainly different. There are those who apply it by contemplating in the room alone, there are those who invite other friends to exchange stories and some of them definitely hide things that are not good about not wanting to bother their friends. The causal factors are family conditions in the village, coursework, economics and others. It is conducted that forms of self-control in overseas students are behavioral control, cognitive control, and satisfaction control.
THE ROLE OF ISLAMIC RELIGIOUS COUNSELORS IN THE PSYCHOLOGICAL REHABILITATION OF DRUG-ADDICTED FISHERMEN IN VILLAGE BANYAK ISLAND SUB-DISTRICT TANJUNG PURA Muhammad Ihsan; Winda Kustiawan
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v9i2.10982

Abstract

Drugs Already No is taboo and many people know about it danger as well as the resulting impact from usage drugs. However in fact user drugs moment This really high. this  can happen Because not enough more knowledge and un derstanding  deep about danger drugs from every circles public especially working people as fisherman. Study field (field research) with approach qualitative done to servant in Village Banyak Island  sub-district Tanjung Pura for know role Islamic religious instructor in rehabilitation psychic fisherman addict drugs in Village Banyak Island  sub-district Tanjung Pura. Research results showing that basically  in method religious counseling in the community carried out by walking religious instructors Enough ok. As for the results implementation is Enough it worked,  This proven with the more height awareness public Fishermen who think that Drugs no road go out for people who are frustrated and do not know the direction in his life. From several existing methods, more methods   effective For do approach and able reveal problem in coaching base morals prisoner is method personal approach.