Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KADAR NITROGEN PADA SPESIMEN FESES ORANG DEWASA NORMAL (NON INFEKSI STH) darmadi - adi; Siti juariah; Windi Aprilya Saputri
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 10 No 1 (2022): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v10i1.2513

Abstract

Nitrogen is a very important element for organisms. Nitrogen in the body is also an element that has a very large role in the formation of proteins, which are the main compounds in organisms. All forms of compounds in the body, metabolic waste will be excreted in the form of feces. Feces are expelled from the human body through the anus as waste material from the digestive process of food along the digestive tract system. The purpose of this study was to determine normal levels of nitrogen in feces. The method used in this research is a laboratory experiment. Testing for nitrogen levels is done by checking the nitrogen levels in normal feces (not infected with STH). The results showed that the nitrogen content in the feces of sample A was 0.19%, in sample B the nitrogen content was 0.24%, and the nitrogen content in sample C was 0.25%. From this study, it was obtained that the average nitrogen content in normal feces in adults was 0.22%. Keywords: Nitrogen, Normal Stool, Adults, non sth . infection
Hubungan Manajemen Sumber Daya Manusia dengan Kualitas Layanan di Laboratorium Klinik Windi Aprilya Saputri; I Edward Kurnia Setiawan; Purwanto AP
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.191

Abstract

Manajemen sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor penting dalam menentukan kualitas layanan di laboratorium klinik. Laboratorium sebagai bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan memerlukan tenaga kesehatan yang kompeten, terlatih, dan termotivasi agar mampu memberikan hasil pemeriksaan yang akurat serta pelayanan yang responsif dan profesional. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik. Penelitian dilakukan di Laboratorium Klinik Pratama BMC, Pekanbaru, Riau kepada Ahli Teknologi Laboratorium Medis yang diambil menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala frekuensi yang mengukur variabel manajemen SDM (perencanaan, pelatihan, dan motivasi) serta variabel kualitas layanan (ketepatan hasil, kepuasan pelanggan, dan kelengkapan sarana). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Penelitian menunjukkan rerata skor manajemen SDM pada aspek perencanaan sebesar 10,18 ± 1,662, pelatihan sebesar 11,09 ± 1,640, dan motivasi sebesar 9,09 ± 2,071. Sementara itu, rata-rata skor kualitas layanan pada aspek ketepatan hasil sebesar 9,27 ± 2,149, kepuasan pelanggan sebesar 10,18 ± 1,779, dan kelengkapan sarana prasarana sebesar 7,27 ± 1,618. Hasil uji korelasi Spearman Rank menunjukkan bahwa hubungan antara manajemen SDM dan kualitas layanan memiliki p = 0,000 dengan r=0,875.  Kesimpulan: terdapat hubungan signifikan positif sangat kuat antara manajemen SDM dan kualitas layanan.