Kabupaten Bangka Selatan memiliki potensi besar sebagai penghasil nanas, dengan varietas unggulan lokal yaitu Nanas Bikang. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan dan merumuskan strategi pengembangan Kabupaten Bangka Selatan sebagai Kota Nanas melalui pendekatan City branding dengan mengoptimalkan produktivitas komoditas. Penelitian menggunakan metode analisis deskriptif-eksploratif dengan mengacu pada enam indikator City branding menurut Anholt (2007), yaitu: Presence, Potential, Place, People, Pulse, dan Prerequisite. Data dikumpulkan dari sumber sekunder berupa dokumen kebijakan daerah, data statistik BPS, serta publikasi terkait produksi dan pemasaran nanas. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kabupaten Bangka Selatan telah memiliki landasan awal melalui penetapan logo dan ikon nanas, namun produktivitas dan pangsa pasar nanas masih perlu ditingkatkan secara signifikan. Berdasarkan analisis indikator, penelitian ini merekomendasikan dua langkah strategis: (1) penyusunan peraturan daerah yang menetapkan Kabupaten Bangka Selatan sebagai Kota Nanas, disertai dengan dokumen strategi City branding yang terukur berdasarkan enam indikator Anholt; dan (2) penguatan agrowisata terpadu dan terintegrasi dengan mengoptimalkan atraksi wisata berbasis nanas. Dengan implementasi rekomendasi ini, diharapkan Kabupaten Bangka Selatan dapat membangun identitas daerah yang kuat, meningkatkan nilai ekonomi komoditas nanas, serta memperkuat daya saing di tingkat regional dan nasional.