Tiur Romatua Sitohang
Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Medan

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Peningkatan Self Efficacy Lansia dalam Menghadapi Bencana Melalui Edukasi dan Simulasi dengan Media Booklet Kesiapsiagaan Bencana Sitohang, Tiur Romatua; Yusniar, Yusniar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17806

Abstract

ABSTRAK Pentingnya kesadaran dari masyarakat untuk dapat ikut serta dalam upaya penanggulangan bencana secara non fisik sangat dibutuhkan. Sehingga perlu ada suatu pemahaman dari masyarakat tentang cara-cara menghadapi risiko bencana yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan mereka yang dapat diberikan melalui peningkatan self efficacy masyarakat. Penilaian individu terhadap kemampuannya dalam melaksanakan tugas dapat mempengaruhi kesiapsiagaan terhadap bencana. Self efficacy individu yang mempunyai keyakinan dan kemampuan untuk bertindak atau mengendalikan situasi jika terjadi bencana. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam bentuk  edukasi dan simulasi pada lansia berjumlah 40 orang. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk mewujudkan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi dan meningkatkan Self Efficacy Lansia Dalam Menghadapi Bencana Melalui Edukasi Dengan Media Booklet Kesiapsiagaan Bencana. Dari hasil evaluasi diperoleh 97,5 %  lansia memiliki self efficacy positif. Diharapakan kepada lansia dapat meningkatkan             agar dapat menunjang upaya kesiapsiagaan bencana dengan maksimal, sehingga berbagai dampak yang ditimbulkan dari bencana dapat dicegah atau diminimalisir Kata Kunci: Self Efficacy, Edukasi, Kesiapsiagaan, Lansia   ABSTRACT The importance of public awareness to be able to participate in non-physical disaster management efforts is very much needed. So there needs to be an understanding from the community about ways to deal with disaster risks which at any time can threaten their safety which can be provided through increasing community self-efficacy. An individual's assessment of their ability to carry out their duties can influence disaster preparedness. Self-efficacy is an individual who has the confidence and ability to act or control the situation if a disaster occurs. Community service was carried out in the form of education and simulation for 40 elderly people. The aim of this Community Service is to realize community service as one of the Tri Darma activities of higher education and increase the Self-Efficacy of the Elderly in Facing Disasters through Education with Disaster Preparedness Booklet Media. From the evaluation results, it was found that 97.5% of elderly people had positive self-efficacy. It is hoped that the elderly can increase their self-efficacy so that they can support disaster preparedness efforts optimally, so that various impacts resulting from disasters can be prevented or minimized Keywords: Self Efficacy, Education, Preparedness, Elderly
Edukasi (Penyuluhan) Bahaya Menghirup Lem Pada Anak Usia Sekolah Pada Kepala Lingkungan dan Ibu PKK di Kelurahan Aek Manis Kecamatan Sibolga Selatan Yusniar, Yusniar; Hariani, Muthoh; Sitohang, Tiur Romatua
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15020

Abstract

ABSTRAK Perilaku menghisap lem ini sangat populer dikalangan remaja dan usia anak sekolah dasar karena memberikan sensasi euforia dan sensasi “fly” dengan cara mudah dan murah pada penggunanya. Hal ini tentu saja merupakan batu loncatan untuk ke tingkat yang lebih lanjut, narkoba. Masalah ini jangan dianggap masalah remeh sepele atau dianggap masalah yang kecil. Tujuan : untuk memberikan edukasi sebagai upaya preventif dengan harapan peningkatan pengetahuan, sikap dan tindakan yang dilakukan kepada para kepala lingkungan dan Ibu-ibu PKK di kelurahan Aek Manis Kecamatan Sibolga Selatan Kota Sibolga. Jumlah responden sebanyak 27 responden, Ibu-ibu PKK dan Kepala Lingkungan wilayah kerja se- Kelurahan Aek Manis dengan tujuan dapat peningkatan pengetahuan, sikap dan Tindakan kepada para sasaran. Adapun metodenya dengan membagikan kuesioner dengan pre dan post test. Hasil kegiatan di dapatkan hasil terjadi peningkatan pengetahuan responden dari 40,7% menjadi 100%, variabel sikap dari 85,1 % naik menjadi 96,3 % begitu juga dengan variabel Tindakan dari 81,4 % menjadi 96,3 %. Disarankan pada pengabdi berikutnya melakukan kegiatan pengabdian melakukan dengan format FGD yang melibatkan pemerintah Kota Sibolga Kata Kunci: Edukasi, Bahaya Menghirup Lem, Pengetahuan, Sikap dan Tindakan  ABSTRACT This glue sucking behavior is very popular among teenagers and elementary school age children because it gives the user a sensation of euphoria and the sensation of "flying" in an easy and cheap way. This is of course a stepping stone to the next level, drugs. This problem should not be considered a trivial problem or a small problem. Education is one of the ways of preventive efforts with the hope of increasing knowledge, attitudes and actions carried out by environmental heads and PKK women in the Aek Manis sub-district, South Sibolga District, Sibolga City. The number of respondents was 27 respondents; PKK women and neighborhood of work areas throughout Aek Manis Subdistrict with the aim of increasing knowledge, attitudes and actions for the targets. The method is by distributing questionnaires with pre and post tests. The results of the activity resulted in an increase in respondents' knowledge from 40.7 % to 100 %, the attitude variable from 81.4 % to 96.3 % as well as the Action variable from 81.4 % to 96.3 %. It is recommended that the next service member carry out service activities in an FGD format involving the Sibolga City government Keywords: Education, Dangers of Inhaling Glue, Knowledge, Attitudes and Actions
Edukasi “ Gizi Seimbang “ sebagai Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita Sitohang, Tiur Romatua; Saragi, Maria Magdalena; Yusniar, Yusniar; Faisal, Faisal; Ramlan, Ramlan; Manalu, Minton
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.15932

Abstract

ABSTRAK Stunting menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Pemerintah Indonesia menargetkan penurunan angka gagal tumbuh atau stunting sebesar 14 persen pada tahun 2024. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam bentuk  edukasi pada ibu hamil dan ibu balita berjumlah 30 orang.  Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk mewujudkan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi, meningkatkan pengetahuan tentang Ibu hamil dan ibu balita tentang gizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting.  Dari hasil evaluasi diperoleh pengetahuan ibu hamil dan ibu balita sebelum diberikan edukasi mayoritas cukup sebanyak 63,3% dan setelah dilakukan edukasi mayoritas baik  sebanyak 76,6%. Dengan adanya kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini diharapakan kepada Ibu hamil dan Ibu balita dapat meningkatkan pengetahuan mengenai gizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting.  Kata Kunci: Edukasi, Gizi Seimbang, Stunting  ABSTRACT Stunting is a health issue in Indonesia. The Indonesian government aims to reduce the rate of growth failure or stunting by 14 percent by 2024. Community service is provided in the form of instruction for 30 pregnant women and mothers with toddlers. The goal of this community service is to realize community service as one of Higher Education's Tri Dharma activities, by boosting pregnant women's and mothers' under-five understanding of balanced nutrition in order to prevent stunting. According to the evaluation results, the majority of pregnant women and moms of toddlers had sufficient knowledge at 63.3% before receiving schooling, and the majority was good at 76.6% thereafter. It is believed that by participating in this community service activity, pregnant women and moms of toddlers can have a better understanding of balanced diet and therefore avoid stunting. Keywords: Education, Balanced Nutrition, Stunting
EDUKASI PEMANFAATAN DAUN KELOR SEBAGAI UPAYA ALTERNATIF UNTUK PENCEGAHAN STUNTING Faisal, Faisal; Sitohang, Tiur Romatua; Yusniar, Yusniar; Saragi, Maria Magdalena; Manalu, Minton; Ramlan, Ramlan; Siregar, Ganti Tua
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34610

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih kita temui di Indonesia. Pada tahun 2024 Pemerintah Indonesia memiliki target untuk menurunkan gagal tumbuh atau stunting sebesar 14 persen. Dampak stunting dapat menimbulkan gangguan perkembangan otak, kecerdasan, masalah pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme dalam tubuh, penurunan kemampuan kognitif, kemampuan belajar, menurunnya system imunitas sehingga mudah sakit. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat (Kader posyandu, ibu balita, ibu yang memiliki anak balita) dalam memanfaatkan daun kelor sebagai upaya alternatif untuk pencegahan stunting. Peserta kegiatan sebanyak 40 orang yang terdiri dari kader posyandu, Ibu hamil dan ibu Balita. Metode kegiatan adalah pre test dengan menggunakan 15 butir pertanyaan, ceramah dan dilanjutkan dengan tanya jawab, simulasi pemanfaatan daun kelor, pembagian benih/bibit daun kelordiakhiri dengan post test menggunakan 15 butir pertanyaan. Hasil kegiatan diperoleh peningkatan pengetahuan kader, ibu hamil dan ibu balita mayoritas cukup sebanyak 60% dan 40% pengetahuan baik. Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat mampu meningkatkan pengetahuan kader, ibu hamil dan ibu balita mengenai stunting dan pemanfaatan daun kelor sebagai upaya alternatif pencegahan stunting.Abstract: Stunting is a health problem that we still encounter in Indonesia. By 2024 the Indonesian Government has a target to reduce growth failure or stunting by 14 percent. Stunting has an impact on children's cognitive, motor and verbal development which is not optimal. In the future, stunted children have a higher risk of obesity and other diseases. Apart from that, children's learning capacity and performance as well as productivity and work capacity are also not optimal. The aim of this Community Service is to increase community knowledge (Posyandu cadres, mothers of toddlers, mothers of children under five) in using Moringa leaves as an alternative measure to prevent stunting. There were 40 activity participants consisting of posyandu cadres, pregnant women and toddler mothers. The activity method is a lecture followed by questions and answers, a simulation of the use of Moringa leaves, distribution of Moringa leaf seeds. The results of the activity obtained an increase in the knowledge of cadres, the majority of pregnant women and mothers of toddlers had sufficient knowledge of 60% and 40% had good knowledge. Implementation of Community Service Activities is able to increase the knowledge of cadres, pregnant women and mothers of toddlers regarding stunting and the use of Moringa leaves as an alternative measure to prevent stunting.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM PENATALAKSANAAN PASIEN STROKE BERBASIS HOME CARE Sitohang, Tiur Romatua; Tumangger, Ramlah Yusni; Andesa, Putri Maharani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34527

Abstract

Abstrak: Terdapat 12,2 juta orang di dunia menderita stroke setiap tahunnya. Angka kematian stroke secara global per tahunnya sebesar 6,5 juta orang. Stroke menduduki peringkat ketiga tertinggi penyakit penyebab kecacatan dan peringkat kedua penyebab kematian di dunia. Kader kesehatan belum mengetahui bagaimana perawatan dan penatalaksanaan pasien stroke berbasis home care. Tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatakan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam penatalaksaan pasien stroke. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pre test, dengan menggunakan 10 butir pertanyaan , edukasi, pelatihan, diskusi, diakhiri dengan post test dengan menggunakan 10 butir pertanyaan terhadap 20 orang kader kesehatan di Desa Mela I dan Desa Mela II Wilayah Kerja Puskesmas Poriaha. Hasil posttest menunjukkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan meningkat menjadi 90% baik. Disimpulkan edukasi dan pelatihan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam tatalaksana pasien stroke berbasis home care.Abstract: Each year, an estimated 12.2 million people worldwide experience a stroke, with a global annual mortality rate of approximately 6.5 million. Stroke is recognized as the third leading cause of disability and the second leading cause of death globally. However, community health cadres often lack adequate knowledge regarding stroke care and management within a home-care setting. This community engagement program aimed to enhance the knowledge and skills of health cadres in managing stroke patients through a home-care approach. The methods applied included a pre-test, educational sessions, training, group discussions, and a post-test, involving 20 health cadres from Mela I and Mela II Villages under the working area of Poriaha Primary Health Center. Post-test results demonstrated a significant improvement, with 90% of participants achieving a good level of knowledge and skills. In conclusion, education and training interventions were effective in improving the knowledge and skills of health cadres in stroke management within the context of home care.