Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Artificial Intelligence dalam Fraud Detection dan Governance: A Systematic Literature Review Tryas Chasbiandani; Adam Zaharia; Marselissa Nindito
Widya Dharma Journal of Business - WIJoB Vol. 5 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : FAKULTAS EKONOMI UNWIDHA KLATEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54840/wijob.v5i1.593

Abstract

The development of digital technology has increased the complexity of fraud practices and encouraged organizations to strengthen fraud detection systems through the integration of governance mechanisms and Artificial Intelligence (AI). This study aims to systematically review the development of research related to Artificial Intelligence in fraud detection and governance. This research employs a Systematic Literature Review (SLR) approach using the PRISMA framework. The reviewed articles were obtained from reputable international journals published between 2021 and 2026 and analyzed based on research focus, methods, variables, findings, and future research opportunities. The results indicate that Artificial Intelligence improves the effectiveness, efficiency, and accuracy of fraud detection through anomaly detection, predictive analytics, and real-time monitoring systems. Governance mechanisms such as whistleblowing systems, internal control, competence, and organizational behavior also play important roles in supporting fraud prevention and detection. However, studies integrating AI, governance, behavioral factors, and ESG fraud detection remain limited, particularly in the higher education sector and developing countries. This study contributes by providing a comprehensive mapping of AI-based fraud detection research and proposing future research directions related to governance, sustainability, and digital fraud prevention.
Teknologi Informasi, Analitik Data, Dan Kinerja Auditor: Peran Moderasi Kematangan Digital Tryas Chasbiandani; Hindradjid Harsono; Yetty Murni; Jasmine Ramadhani
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.8903

Abstract

Latar belakang: erkembangan teknologi digital telah mengubah praktik audit dan mendorong pemanfaatan teknologi informasi serta analitik data dalam meningkatkan kinerja auditor. Namun, hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi tidak selalu menghasilkan peningkatan kinerja auditor secara optimal. Kondisi tersebut mengindikasikan pentingnya kematangan digital organisasi dalam mendukung efektivitas penggunaan teknologi dan pemanfaatan data dalam proses audit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknologi informasi, analitik data, dan kematangan digital terhadap kinerja auditor serta menguji peran moderasi kematangan digital pada hubungan teknologi informasi dan analitik data terhadap kinerja auditor. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data yang diperoleh dari 115 auditor pada Kantor Akuntan Publik di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi informasi dan kematangan digital berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja auditor. Sebaliknya, analitik data tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap kinerja auditor. Penelitian ini juga menemukan bahwa kematangan digital mampu memperkuat pengaruh teknologi informasi dan analitik data terhadap kinerja auditor. Temuan tersebut menunjukkan bahwa manfaat teknologi dalam aktivitas audit akan lebih optimal apabila didukung oleh tingkat kesiapan digital organisasi yang memadai. Kesimpulan: P eningkatan kinerja auditor tidak hanya ditentukan oleh pemanfaatan teknologi, tetapi juga oleh tingkat kematangan digital organisasi. Semakin tinggi kematangan digital yang dimiliki organisasi, semakin optimal manfaat teknologi informasi dan analitik data dalam mendukung efektivitas dan kualitas kinerja auditor.