Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

TERAPI SEFT (SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE) TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI Imam Abdurrohman; Lukman Nulhakim; Arifin Hidayat
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 4: Desember 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pre-operative is an action before surgery is carried out on the operating table, which can cause psychological problems, namely anxiety. Efforts to overcome anxiety that occurs in preoperative patients can be done with SEFT therapy. Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) is a treatment technique that combines the body's energy system and spiritual techniques through light tapping at 18 points along the body's 12 energy pathways. Quantitative quasi-experimental research design, pretest-posttest method with control group design. The research population of preoperative patients at Taman Husada Bontang Hospital, the number of respondents was 36 patients, 18 respondents each in the control and intervention groups. Statistical test using paired t-test. The research results showed that the average anxiety score before SEFT therapy was 15.39 (moderate anxiety), while the average anxiety score after SEFT therapy was 10.89 (mild anxiety). Statistical test analysis used the paired t test with a result of 0.012 (p < α 0.05). The research results showed the effect of SEFT therapy on the patient's preoperative anxiety level.
PEMBERDAYAAN KELUARGA DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MERAWAT KELUARGA MELALUI PROGRAM PENDAMPINGAN CAREGIVER PASIEN STROKE DI RUMAH Andrianur, Frana; Era, Dwi Prihatin; Hidayat, Arifin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1113

Abstract

Pasien pasca stroke mengalami kelemahan anggota gerak, baik itu anggota gerak atas, bawah atau  bahkan seluruh tubuh yang berefek menjadi ketergantungan pemenuhan Activities of Daily Living (ADL) bagi keluarga atau care giver yang merawat. Perawatan pasien stroke yang lama dan kurang siapnya keluarga ataupun care giver dapat menimbulkan stress, ketegangan, dan beban tersendiri.  Informal care giver menyampaikan bahwa kurang siapnya memberikan perawatan kepada pasien karena pengetahuan dan skill yang dimiliki masih kurang. Tujuan dari Pengabdian Masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan kemampuan perawatan, pencapaian kemampuan koping adaptif serta status kesehatan care giver dalam pemenuhan ADL klien stroke di rumah. Tempat dilaksanakannya PKM ini di PKM Bengkuring Samarinda Kalimantan Timur dengan jumlah 20 care giver. Media yang dipakai dalam PKM ini meliputi Modul ADL, Slide power point, tensi meter dan pengukur berat badan. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan rubrik penilaian ADL Klien stroke, perilaku koping dengan mnajemen stroke. Hasil sebelumnya didapatkan nilai rerata 78 menjadi nilai rerata 88,5 pada keluarga sebagai caregiver dalam pemenuhan ADL pasien stroke dirumah. Pendampingan keluarga sebagai caregiver membantu pemenuhan ADL serta meningkatkan koping dengan tindakan manajemen stres serta pemantauan kesehatan diperlukan saat merawat pasien stroke di rumah
PEMBERDAYAAN KADER DAN KELUARGA: PENGELOLAAN DIABETES MELALUI SENAM KAKI DAN TANAMAN OBAT TRADISIONAL Hidayat, Arifin; Andrianur, Frana; Badar, Badar
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i1.1928

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat, memerlukan upaya berkelanjutan dalam pengelolaan kadar gula darah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahuan pengetahuan responden, memberdayakan kader dan mendampingi keluarga penderita DM dalam menerapkan senam kaki diabetes dan konsumsi rebusan jahe sereh sebagai upaya menurunkan kadar gula darah. Program ini dilakukan di jalan kelurahan Sempaja timur dengan melibatkan 30 responden, dua kader, dan satu perwakilan dari Puskesmas Bengkuring. Metode yang digunakan adalah ceramah dan demonstrasi, di mana kader dan keluarga penderita DM diberikan edukasi mengenai DM, konsep senam kaki dan minuman jahe sereh kemudian dilatih untuk melaksanakan senam kaki diabetes dan mempersiapkan minuman jahe sereh. Kegiatan ini berlangsung 2 kali dengan pengukuran pengetahuan diukur sebelum dan setelah diberikan edukasi sedangkan kadar gula darah dilakukan sebelum dan setelah intervensi (satu minggu). Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan responden tentang diabates mellitus, senam kaki diabetes serta minuman jahe sereh dengan rata-rata peningkatan 3,43, serta terdapat penurunan rata-rata kadar gula darah 15,85 mg/dL. Pemberdayaan kader dan pendampingan keluarga terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam pengelolaan diabetes secara mandiri, serta memperkuat peran keluarga dalam mendukung kesehatan anggota yang menderita DM
Hemodialysis (HD) Duration is Associated with The Quality of Life of Patients with Kidney Failure Undergoing Hemodialysis Hidayat, Arifin; Andrianur, Frana; Prihatin Era, Dwi; Prawita Widiastuti, Hesti
Jurnal Kesehatan Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v16i1.4839

Abstract

Hemodialysis is an early procedure that can quickly save the lives of patients with end-stage renal disease. Various studies show inconsistent results for several factors related to sociodemographics, such as age, gender, education, occupation, and income. Hemoglobin levels and hemodialysis access are rarely discussed, and the length of undergoing hemodialysis is rarely discussed. Therefore, this study investigates the variables related to the quality of life of chronic renal failure patients receiving hemodialysis. This study is a descriptive correlational study using a cross-sectional design. Purposive sampling was conducted with 60 chronic renal failure patients undergoing hemodialysis from July to October 2023 at Abdul Wahab Sjahranie Regional General Hospital, Samarinda. This research instrument uses a questionnaire; the first part is a fill-in sheet that includes (age, gender, education, occupation, income, length of hemodialysis, hemoglobin (HB) level, and hemodialysis access (HD). The second component is an instrument used by researchers to assess the patient's quality of life, the WHOQoL instrument. The logistic regression test was utilized in the statistical analysis. The length of hemodialysis is the most dominant factor in the quality of life of patients with kidney failure undergoing hemodialysis (p-value=0.029, with Odd-Ratio (OR)=10.86, 95%CI=1.282-92.036). The results of this study indicate that the length of hemodialysis is the most dominant factor in the patient's quality of life. Thus, it is important to make educational efforts and provide assistance to family and peer nurses during hemodialysis to prevent the emergence of negative thoughts that worsen the quality of life for patients.
PEMBERDAYAAN KELUARGA MELALUI PROGRAM MANAJEMEN CEGAH STROKE DAN SENAM CEGAH KOLESTEROL DI RUMAH DALAM MENCEGAH STROKE DAN HIPERTENSI: FAMILY EMPOWERMENT THROUGH MANAGEMENT PROGRAMS STROKE PREVENTION AND CHOLESTEROL PREVENTION EXERCISES AT HOME IN PREVENTING STROKE AND HYPERTENSION Andrianur, Frana; Era, Dwi Prihatin; Arifin Hidayat; Setiani, Diah
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i1.2026

Abstract

Pengetahuan cegah stroke serta pengendalian hipertensi masih menjadi masalah,  kasus hipertensi masih di temukan stroke maupun resiko stroke berulang di masyarakat, serta kasus peningkatan kolesterol akibat pola makan dan malas berolah raga. Program PKM sudah dilakukan sesuai rencana, tetapi kasus masih ditemukan di masyarakat.  Tujuan Pengabdian masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan  dan melakukan pendampingan manajemen cegah stroke serta melakukan aktivitas fisik: senam cegah kolesterol tinggi pada pasien hipertensi dan keluarga pasien stroke. Tempat kegiatan di Kelurahan Sempaja Timur wilayah Puskesmas Bengkuring Kota Samarinda.dengan jumlah peserta 30 orang.  Media yang dipakai dalam PKM ini meliputi Modul manajemen secah stroke dan cegah kolesterol, Slide power point, tensi meter, skrining kolesterol dan pengukur berat badan. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan rubrik penilaian manajemen cegah stroke dan senam cegah kolesterol. Hasil pengetahuan manajemen cegah stroke sebelumnya didapatkan nilai rerata 80 menjadi nilai rerata 90, manajemen cegah kolesterol  nilai rerata 70 menjadi nilai rerata 90 pada keluarga sebagai caregiver pasien resiko stroke dirumah. Pendampingan manajemen cegah stroke dan pencegahan kolesterol berdampak pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan untuk mencegah hipertensi sebagai upaya mencegah resiko serangan stroke. Pentingnya pemahaman dan penerapan secara konsisten di rumah akan berdampak pada hipertensi terkontrol dan pencegahan stroke.
Tingkat Beban Kerja Perawat Terhadap Kualitas Dokumentasi Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Jiwa Daerah Samarinda Muhammad Oktariq; Edi Sukamto; Arifin Hidayat
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i1.1406

Abstract

Pendokumentasian asuhan keperawatan merupakan sarana komunikasi antar petugas kesehatan dalam rangka pemulihan kesehatan pasien, dan tanpa dokumentasi yang benar dan jelas maka pendokumentasian tidak dapat dipertanggung jawabkan. Dalam proses pendokumentasian dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti beban kerja pada perawat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan beban kerja perawat dengan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan. Penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional, didapatkan 57 populasi dan 36 sampel menggunakan teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji spearman dan ditemukan bahwa perawat dengan beban kerja berat sebanyak 18 orang (50%), perawat dengan beban kerja ringan sebanyak 18 orang (50%) dan sebanyak 25 orang perawat (69,4%) dengan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan baik, 11 orang perawat (30,6%) dengan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan tidak baik. Nilai (Sig. 2-tailed) = 0,291 > nilai a = 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara beban kerja perawat dengan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan di ruang rawat inap kelas III RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda.