Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Media Video Edukasi Terhadap Pengetahuan Mekanisme Koping Kecemasan pada Remaja Meti Agustini; Nur Halizah Nurhalizah; Mardha Raya
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 13, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.13.4.2025.699-710

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu masalah psikologis yang umum terjadi pada remaja dan dapat berdampak pada kesehatan mental serta performa belajar. Cara untuk menyelesaikan Kecemasan dengan meningkatkan pengetahuan pada kegiatan pendidikan kesehatan dipengaruhi oleh adanya media video dalam penyampaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui media video edukasi terhadap pengetahuan mekanisme koping kecemasan pada remaja di SMA PGRI 2 Banjarmasin. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan desain Pra-Eksperimen one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 88 responden yang dipilih menggunakan teknik Sistematik Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah berupa kuesioner pengetahuan yang telah dikembangkan dari Buku Nursing Outcomes Classification dengan Kategori Baik, Cukup, dan Kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan siswa secara signifikan setelah dilakukan intervensi media edukasi. Hasil uji Wilcoxon Signed Ranks menunjukkan nilai p = 0,001 < α = 0,05 yang berarti media edukasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan siswa.
Hubungan Kebutuhan Spiritual dengan Tingkat Stres pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Islam Banjarmasin Halimatus Sa’diah; Muhammad Anwari; Alit Suwandewi; Mohamad Hamsanie; Meti Agustini
Ulul Albab: Majalah Universitas Muhammadiyah Mataram Vol 29, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jua.v29i2.33973

Abstract

Abstrak: Pasien rawat inap rentan mengalami stres akibat kondisi medis dan lingkungan rumah sakit. Data RSI Banjarmasin menunjukkan peningkatan jumlah pasien rawat inap dari 6.869 (2021) menjadi 9.622 (2023). Stres yang tidak terkelola dapat memperburuk kondisi pasien, sementara pemenuhan kebutuhan spiritual berpotensi menurunkan tingkat stres. Namun, aspek spiritual sering terabaikan dalam pelayanan. Studi pendahuluan menunjukkan variasi antara pemenuhan kebutuhan spiritual dan tingkat stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keduanya pada pasien rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebutuhan spiritual dan tingkat stres pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Islam Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 180 pasien rawat inap di Rumah Sakit Islam Banjarmasin. Sampel berjumlah 124 pasien rawat inap di Rumah Sakit Islam Banjarmasin, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner kebutuhan spiritual dan Perceived Stress Scale (PSS), lalu dianalisis untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel.el penelitian berupa kuesioner sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Spearman Rho karena data berdistribusi tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pemenuhan kebutuhan spiritual dan tingkat stres pada pasien rawat inap, dengan nilai korelasi ρ = –0,369 dan p value sebesar 0,000 (p < 0,05). Arah korelasi negatif menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pemenuhan kebutuhan spiritual, maka semakin rendah tingkat stres yang dialami pasien selama menjalani perawatan.Abstract: Inpatients are vulnerable to stress due to medical conditions and the hospital environment. Data from Islamic Hospital Banjarmasin shows an increase in the number of inpatients from 6,869 (in 2021) to 9,622 (in 2023). Unmanaged stress can worsen a patient’s condition, while fulfilling spiritual needs has the potential to reduce stress levels. However, the spiritual aspect is often overlooked in healthcare services. A preliminary study indicated variations between the fulfillment of spiritual needs and stress levels. This study aims to determine the relationship between these two factors in inpatients. This study aims to determine the relationship between spiritual needs and stress levels among inpatients at Islamic Hospital Banjarmasin. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The population of this study consisted of 180 inpatients at Banjarmasin Islamic Hospital. The sample consisted of 124 inpatients at Islamic Hospital Banjarmasin, selected using purposive sampling technique. Data were collected using a spiritual needs questionnaire and the Perceived Stress Scale (PSS), both of which had been tested for validity and reliability. The data were then analyzed to determine the relationship between the two variables. Data were analyzed using the Spearman Rho test, as the data were not normally distributed. The results showed a significant relationship between the fulfillment of spiritual needs and stress levels in inpatients, with a correlation coefficient of ρ = –0.369 and a p-value of 0.000 (p < 0.05). The negative correlation indicates that the higher the level of spiritual needs fulfillment, the lower the stress level experienced by patients during hospitalization.
Peningkatan Fungsi Kognitif Lansia melalui Senam Otak di Posbindu RT 03 Desa Anjir Serapat Muara 1 Ica Lisnawati; Meti Agustini; Nor Afni Oktavia; Muhammad Anwari; Abdus Salam; Yulia Shafira
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 3 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i3.2013

Abstract

Aging in the elderly is often accompanied by cognitive decline that can progress to dementia, requiring non-pharmacological interventions such as brain gym. This activity aimed to improve cognitive function among the elderly through structured brain gym at Posbindu RT 03, Anjir Serapat Muara 1, using a participatory approach combining health education with practice assistance for 30 elderly participants. Activities included health screenings, pre-tests, educational material, demonstrations, and a 15-minute brain gym practice, with cognitive function measured using MMSE and analyzed using the Paired Samples T-Test. Before the intervention, 15 respondents (50%) had mild and 15 (50%) severe impairment; afterward, 6 (20%) achieved normal function, 19 (63.3%) mild impairment, and only 5 (16.7%) remained severe, since rhythmic movements in brain gym trigger cerebral circulation and oxygenation, optimizing motor coordination and cognition. Thus, brain gym significantly improved cognitive function among elderly with dementia at the service location (p = 0.000 0.05).
Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Kelompok Lansia Melalui Kegiatan Terapi Modalitas Lansia Roly Marwan Mathuridy; Meti Agustini
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): JPEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v3i1.824

Abstract

Perubahan-perubahan yang dialami lansia dalam proses menua seperti perubahan pada fisik, psikologis, spiritual, dan psikososial menyebabkan lansia mudah mengalami stres. Melalui program terapi modalitas senam lansia yang diluncurkan oleh Kementrian Kesehatan diharapkan dapat menciptakan lanjut usia yang sehat, aktif dan produktif. Tujuan dari terapi modalitas senam lansia yang diterapkan yaitu untuk meningkatkan komponen kebugaran kardio-respirasi, kekuatan dan ketahanan otot, kelenturan dan komposisi badan seimbang. Terapi modalitas akan dilaksanakan melalui zoom dengan demonstrasi gerakan terapi melalui video senam lansia dan lansia akan melakukan gerakan terapi bersama pendamping dirumahnya masing-masing.