Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

LAYANAN DUKUNGAN PSIKOSOSIAL PADA PETUGAS KESEHATAN COVID-19 Ica Lisnawati, Ns., M. Kep
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 2: Februari 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.975 KB)

Abstract

Bangsa Indonesia saat ini belum terbebas dari pandemi СOVID-19. Keterlibatan Relawan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran hoaks dan meminimalisir dampaknya terhadap penanganan COVID-19 sangat diperlukan namun tidak juga dilupakan ada efek lain yang terdapat pada petugas itu sendiri. Kali ini sasaran dari layanan dukungan psikososial difokuskan pada tenaga kesehatan dan kelompok rentan. Kondisi tenaga kesehatan perlu diperhatikan karena mereka adalah garda terdepan dalam menangani pandemi СOVID-19. Kesehatan mental tenaga kesehatan juga tak kalah penting, Tenaga kesehatan merupakan komponen yang sangat diperlukan dalam penanganan COVID-19. Risiko tertular virus, salah satunya disebabkan oleh intensitas melakukan kontak langsung dengan pasien yang terpapar COVID-19. Tujuan Program: Memberikan dukungan layanan psikososial dengan protokol kemenkes berupa kegiatan layanan psikososial pada petugas kesehatan. Metode Pelaksaan: Kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan dengan pengkajian hingga relaksasi. Hasil dan Kesimpulan: Capaian dari aspek informasi berupa terpenuhinya kebutuhan informasi tentang masalah psikososial pada petugas kesehatan covid-19. Capaian dari aspek metodologi berupa tercapainya secara teoritis prosedur dalam pelaksanaan kegiatan edukasi tentang masalah psikososial. Kemudian aspek efektivitas interaksi berupa tercapainya aktivitas transfer informasi dan evaluasi informasi.
MENGEMBANGKAN BUDAYA LITERASI DI DESA ANJIR PASAR LAMA KABUPATEN BATOLA KALIMANTAN SELATAN Tenny Murtiningsih; Istiqamah Istiqamah; Ica Lisnawati
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 5 No 1 (2022): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v5i1.1904

Abstract

Literasi adalah suatu kemampuan individu dalam mengolah dan memahami informasi ketika melakukan kegiatan membaca dan menulis, membangun budaya literasi melalui taman bacaan di Desa Anjir Pasar Lama, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. memiliki tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya minat membaca sejak usia dini, selain itu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam membaca dan memahami isi buku. Untuk metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terdapat 3 tahapan kegiatan yang akan dilakukan yang pertama yaitu tahapan persiapan berupa persiapan melakukan survey awal pada mitra, tahapan kedua yaitu pemberian materi tentang pentingnya menanamkan gemar membaca buku sejak usia dini, tahapan yang ketiga yaitu evaluasi. Target capaian pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan kesadaran masyakarat mengenai pentingnya budaya literasi dengan menanamkan minat membaca sejak usia dini.
Preceptorship-Mentor Model Approach Training At Balangan Regional General Hospital Yustan Azidin; Evy Noorhasanah; Anita Agustina; Milasari; Metti Agustini; Yosra Sigit Pramono; Ica Lisnawati
OMNICODE Journal (Omnicompetence Community Developement Journal) Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : UrbanGreen Central Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55756/omnicode.v2i1.118

Abstract

Attempting to develop and control the quality of nursing education embodied by developing a field of nursing practice accompanied by nursing resources development for which carry out learning experiences properly. One of which is administer preceptorship training for both academic and clinical preceptors to be able to provide a proper mentoring process. It is expected that the students competency could be achieved. This preceptorship training aims to upgrade the mentoring process. This training used the Preceptorship-mentor model approach and held for 2 days at the Regional General Hospital Balangan with a total of 25 participants. Training methods use lectures, discussions and role plays. The evaluation were carried out by means of a pre and post test. The conclusion: participants knowledge about preceptorship and mentorship increased after following the training. It is expected that the institution of nurse education could be provide preceptorship training regularly to develop quality of nursing education.
Application of the Braden Scale Assessment Instrument to Pressure Injury Events at Banjarmasin Islamic Hospital Noorhasanah, Evy; Anita Agustina; Milasari, Milasari; Agustini, Metti; Pramono, Yosra Sigit; Lisnawati, Ica; Millati, Rida`
OMNICODE Journal (Omnicompetence Community Developement Journal) Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : UrbanGreen Central Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55756/omnicode.v3i1.168

Abstract

These pressure sores can occur in patients who are in a sitting or lying position for a long time. If this occurs, healing will be difficult, costs will be high, hospital stay will be extended, and mortality will increase. Pressure ulcers can be detected using the Braden scale. The Braden Scale shows higher validity and reliability when compared with other measuring instruments. At the Banjarmasin Islamic Hospital, a scale is not yet used and nurses tend to carry out clinical judgment in assessing the risk of pressure ulcers in patients, so errors often occur in risk assessment in patients. This training aims to enable nurses to apply risk assessments to patients using the Braden scale. carried out for 2 days at the Banjarmasin Islamic Hospital totaling 25 people. The training method uses lectures, discussions and role plays. Evaluation by means of pre and post tests. In conclusion: Participants' knowledge and understanding in the application of risk assessment with the Braden scale increased after attending the training.
Pengaruh Senam Otak Terhadap Fungsi Kognitif Pada Lansia Demensia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Lisnawati, Ica
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 15, No 1 (2024): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v15i1.948

Abstract

Latar Belakang: Gangguan kesehatan pada lansia umumnya banyak terjadi salah satunya berkurangnya daya ingat. Penurunan kognitif atau daya ingat pada lansia yang tiap tahun semakin meningkat sehingga hal ini menjadi tantangan serius karena dapat mengakibatkan menurunnya kemampuan otak dalam kecepatan megolah informasi, mengambil keputusan, mengingat, bahkan melakukan aktifitas sehari-hari. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan senam otak yang mampu memperkuat kemampuan kognitif yang masih ada.Tujuan: untuk mengetahui pengaruh senam otak terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lansia demensia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru.Metode: Penelitian ini memakai metode kuantitatif dan desain penelitian yaitu quasi eksperimental dengan rancangan one group pretest and posttest design. Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling.Hasil: Hasilpenelitian menunjukkan ada pengaruh senam otak terhadap fungsi kognitif pada lansia demensia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru yang dibuktikan dengan hasil uji statistik Paired Samples T-Test didapatkan hasil p = 0.000 0.05.Kesimpulan: senam otak memiliki pengaruh positif terhadap fungsi kognitif lansia dengan demensia, yang dibuktikan melalui uji statistik Paired Samples T-Test dengan nilai p = 0.000, yang lebih kecil dari 0.05.The Effect of Brain Gymnastics on Cognitive Function in Elderly Dementia at Budi Sejahtera Tresna Werdha Social Care Center Landasan Ulin District, Banjarbaru CityBackground: Health problems in the elderly generally occur, one of which is reduced memory. Cognitive decline or memory in the elderly which is increasing every year so that this becomes a serious challenge because it can result in a decrease in the brain's ability to process information, make decisions, remember, and even carry out daily activities. Efforts that can be made are with brain exercises that can strengthen cognitive abilities that still exist.Objective: to determine the effect of brain exercises on improving cognitive function in elderly dementia at Tresna Werdha Budi Sejahtera Social Home, Landasan Ulin District, Banjarbaru City.Methods: This study used quantitative methods and the research design was quasi-experimental with a one group pretest and posttest design. The sample in this study amounted to 30 people with purposive sampling technique.Results: The results showed that there was an effect of brain exercises on cognitive function in elderly dementia at the Tresna Werdha Budi Sejahtera Social Home, Landasan Ulin District, Banjarbaru City as evidenced by the results of the Paired Samples T-Test statistical test obtained p = 0.000 0.05.Conclusion: Brain exercises have a positive effect on cognitive function of elderly people with dementia, as evidenced by the Paired Samples T-Test statistical test with a p value = 0.000, which is smaller than 0.05.
KETERAMPILAN MENGAJAR PADA GURU TAMAN KANAK-KANAK: TINJAUAN PADA KETERAMPILAN MENJELASKAN Lisnawati, Ica; Rohita, Rohita
JP2KG AUD (Jurnal Pendidikan, Pengasuhan, Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini) Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : PG PAUD Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.066 KB) | DOI: 10.26740/jp2kgaud.2020.1.1.55-70

Abstract

Keterampilan mengajar merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam mengajar yang salah satunya adalah keterampilan menjelaskan. Keterampilan menjelaskan sangat penting dimiliki oleh seorang guru karena guru yang terampil dalam menjelaskan akan membuat anak paham dan mengerti tentang apa yang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keterampilan menjelaskan yang dimiliki guru Taman Kanak-kanak. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data pada penelitian ini ialah guru kelas kelompok B TK Islam Al Ikhlas. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles and Huberman yang mencakup tahap reduksi, display, dan verifikasi data. Indikator keterampilan menjelaskan yaitu kemampuan merencanakan dan kemampuan menyajikan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan menjelaskan telah dimiliki guru terutama pada aspek perencanaan, namun pada aspek penyajian, guru harus meningkatkan kemampuannya terutama pada penggunaan bahasa yang efektif (tidak berbelit-belit), baik, dan benar.
The GENERASI MUDA MEMBANGUN MASYARAKAT SEHAT DAN BEBAS STUNTING , DESA TABUNGANEN TENGAH : GENERASI MUDA MEMBANGUN MASYARAKAT SEHAT DAN BEBAS STUNTING , DESA TABUNGANEN TENGAH Ica Lisnawati Azqi As Farik, Alifah Dwi, Aisa Rizma, Azril Luthfi , Chairun nisa Putri , Fatma Anggr
Borneo Community Development Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : UMBanjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcdj.v3i1.801

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Tabunganen Tengah, dalam memanfaatkan sumber daya alam dengan dapur sehat untuk mengatasi stunting. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui metode focus group discussion, penyuluhan, praktek, pendampingan, serta evaluasi kegiatan. Partisipasi dan antusiame masyarakatdalam kegiatan sangat baik, kelompok mitra berkontribusi aktif dalam pengadaan keperluan pelatihan serta aktif berbagi pengalaman. Dampak dari kegiatan penyuluhan mampu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dasawisma dalam mengolah makanan dari bahan alam setempat. Kegiatan penyuluhan pemberian makanan bergizi dari bahan alam lokal, Desa Tabunganen Tengah sangat bermanfaat dan diharapkan dapat berkelanjutan.
Pendidikan dan Kesehatan Terhadap Kualitas Hidup Di Desa Lisnawati , Ica
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v2i1.764

Abstract

Penelitian ini dikategorikan dalam penelitian deskriptif kuantitatif. Metode kuantitatif adalah sebuah metode penelitian yang di dalamnya menggunakan banyak angka. Mulai dari proses pengumpulan data hingga penafsirannya. Dari hasil yang telah ada dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara status kesehatan dengan tingkat pendidikan, pengetahuan tentang kesehatan lingkungan, dan perilaku hidup sehat dari responden baik secara terpisah maupun secara bersamaan, dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan ketiga faktor tersebut. Perbaikan tingkat kesehatan ternyata secara langsung memberikan pengaruh terhadap peningkatan pendapatan per kapita, sedangkan secara tidak langsung (melalui perbaikan tingkat pendidikan) memberikan pengaruh yang positif, yang mana tingkat kesehatan berpengaruh posistif terhadap tingkat pendidikan. Perbaikan tingkat pendidikan mempunyai pengaruh positif terhadap peningkatan pendapatan per kapita. Keadaan kesehatan belum dapat dikatakan sebagai “health as an economic engine” tetapi lebih kepada teori “fundamental cause” yaitu perbaikan kesehatan disebabkan oleh peningkatan pendapatan per kapita.
Tingkat Kemandirian Lansia Dalam Pemenuhan ADL Di Desa Sungai Bakung Kabupaten Banjar Lisnawati, Ica; Nurjayanti, Mesti; Amaliyah, Reza Rizky; Seillawati; Safira, Ulya Noor; Cayasti, Vania Putri
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): JPEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia merupakan kondisi yang umum dialami oleh setiap manusia. Penuaan adalah proses kehidupan yang dialami sejak awal kehidupan sampai akhir dari kehidupan. Penuaan merupakan tahapan alami yang dialami setiap manusia yang dimulai dari masa kanan – kanan menuju masa dewasa dan berakhir pada masa tua.Kemandirian lanjut usia pada ADL diartikan sebagai aktivitas dan tugas yang dilakukan secara mandiri oleh setiap orang yang dilakukan setiap kegiatan sehari - hari, adapun penyebab yang tingkat kemandirian lansia dalam melakukan kegiatan setiap harinya antara lain bertambahnya umur, imobilitas, dan mudah terjatuh.Agar mengetahui tingkat kebutuhan lansia dalam melakukan kegiatan setiap harinya menggunakan dengan kuesioner yaitu pengkajian Barthel Indeks. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk mengetahui tingkat kemandirian lansia di wilayah kerja UPT Puskesmas Sungai Tabuk 3 Desa Sungai Bakung Kabupaten Banjar. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan secara langsung kepada lansia dan mengobservasi tingkat kemandirian pada lansia. Berdasarkan hasil kegiatan tersebut didapatkan sebanyak 25 responden.
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Dalam Memanfaatkan Sumber Pangan Lokal Untuk Mencegah Stunting Lisnawati, Ica; Mayada
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): JPEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, terutama di wilayah pesisir yang memiliki keterbatasan akses terhadap makanan bergizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas program pemberdayaan masyarakat pesisir dalam memanfaatkan sumber daya pangan lokal, khususnya ikan kembung, untuk mencegah stunting. Ikan kembung dipilih karena merupakan sumber protein hewani yang kaya akan zat gizi penting bagi pertumbuhan anak, seperti protein, asam lemak omega-3, vitamin, dan mineral. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran, dengan pendekatan kuantitatif melalui pengukuran status gizi anak sebelum dan sesudah program, dan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus (FGD) untuk menggali persepsi masyarakat terhadap program. Penelitian ini dilakukan di desa pesisir dengan melibatkan 100 keluarga sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pemberdayaan berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang gizi, dengan persentase masyarakat yang memahami pentingnya mengonsumsi ikan kembung meningkat dari 35% menjadi 78%. Frekuensi konsumsi ikan kembung juga meningkat dari rata-rata 1,5 kali menjadi 3,2 kali per minggu. Prevalensi stunting di wilayah studi menurun dari 30% menjadi 22% setelah program dilaksanakan selama 6 bulan. Selain itu, diversifikasi produk olahan berbasis ikan tenggiri, seperti abon ikan dan bakso ikan, juga berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga pesisir. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan ikan tenggiri sebagai sumber pangan lokal berpotensi menjadi solusi efektif untuk mencegah stunting. Program ini tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat tetapi juga memberdayakan ekonomi masyarakat. Rekomendasi kebijakan meliputi peningkatan akses terhadap pelatihan, infrastruktur penyimpanan, dan dukungan pemerintah yang berkelanjutan untuk memperluas dampak program ke wilayah pesisir lainnya.