Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : DeKaVe

Generasi Millenial dan Resep Kuliner Tradisional sebagai Budaya Bangsa Indonesia Setya Putri Erdiana
DeKaVe Vol 11, No 2 (2018): Jurnal DeKaVe Vol. 11 No. 2 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/.v11i2.2657

Abstract

Abstract.Indonesia is one of the most cultured countries in the world and one of them is traditional culinary. On the other hand, Indonesian traditional culinary is now being displaced and replaced by fast food or culinary from other countries. And lately, traditional culinary is hard to find especially in big cities, it shows that interest of it decreases and only few who can cook the traditional culinary. This is the effect of the generation itself because each generation influences society. Now, millennial generation is the most influential generation, because most of them are in the productive age of 19-35 years old. Aside from being the next generation, millennial generation is also considered to be the generation that has the most influence on the emerging trends in society. Especially the use of gadgets and technology nowadays, causing them to be called instant generation, which is the opposite to people's perceptions of traditional culinary that is complicated to make and requires a long cooking time. By using qualitative research methods, it is expected to obtain data as accurately as possible with the facts and conditions. By observing and interviewing the target audience to gather information about the community's perspective on Indonesian culinary and the cooking process, also gathering theories to support the research process. Thus, the results of this study are expected to provide concept of culinary recipes traditional form of design that can be used in designing traditional recipe application that attracts millennials to cook traditional Indonesian culinary.Key words:millenial generation, recipe, traditional Indonesian culinary
Perancangan Motion Graphic Edukasi Pola Konsumsi Kopi Setya Putri Erdiana
DeKaVe Vol 18, No 2 (2025): DeKaVe Vol. 18 No. 2 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/dkv.v18i2.14022

Abstract

Minum kopi sudah menjadi gaya hidup masyarakat di Indonesia, terutama di kalangan Gen Z. Dibandingkan dengan generasi sebelumnya Gen Z mempunyai pola konsumsi kopi yang tidak baik. Pola konsumsi kopi yang tidak baik, seperti konsumsi berlebihan dan preferensi pada kopi manis dengan susu, dapat menimbulkan risiko kesehatan seperti obesitas, diabetes, dan gangguan pencernaan. Kasus kematian terkait konsumsi kopi berlebihan menyoroti pentingnya pemahaman mengenai konsumsi kopi yang bijak. Oleh karena itu, edukasi yang informatif sangat dibutuhkan, khususnya bagi Gen Z, untuk memahami pola konsumsi kopi yang bijak. Media edukasi seperti motion graphic merupakan yang tepat karena mampu menyajikan informasi secara menarik, mudah dipahami, dan membantu Gen Z membuat pilihan yang lebih bijak terkait konsumsi kopi.
PERANCANGAN SIGN SYSTEM PENGENALAN ECO FRIENDLY LIFESTYLE SEBAGAI MEDIA PENUNJANG ECO GREEN SCHOOL Setya Putri Erdiana
DeKaVe Vol 18, No 1 (2025): DeKaVe Vol. 18 No. 1 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/dkv.v18i1.14098

Abstract

Saat ini terdapat berbagai masalah lingkungan di Indonesia, seperti masalah banjir, longsor, kesulitan air bersih, serta polusi udara, air dan tanah yang berpotensi mengurangi kualitas kesehatan masyarakat. Hal tersebut menjadi pemikiran dari berbagai macam lini masyarakat. Salah satunya sekolah dasar yang menjadi lini pertama pendidikan usia dini di Indonesia. Kesadaran mengenai pentingnya kepedulian lingkungan telah muncul, namun dalam prakteknya belum dikemas dengan baik sehingga mudah dipahami anak usia dini. Media visual sign system yang memuat edukasi kepedulian lingkungan dapat menjadi cara yang efektif untuk mengedukasi siswa. Selain sebagai sistem penanda, sign system juga dapat memuat informasi tentang sebuah kebiasaan dan pengetahuan baru di lingkungan sekolah karena dapat diakses setiap saat dan berada di sekitar siswa dalam berbagai area ruang publik saat mereka sedang beraktivitas di sekolah. Melalui metode perancangan design thinking yang berorientasi pada pengguna, diharapkan sign system ini dapat menjadi media yang efektif untuk menanamkan rasa peduli lingkungan sejak dini.