Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Review Artikel: Pati pada Berbagai Sumber Tanaman Mimi Harni; Tuty Anggraini; Rini Rini; Irfan Suliansyah
Agroteknika Vol 5 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v5i1.118

Abstract

Ketergantungan Indonesia terhadap produk impor terutama tepung terigu semakin tinggi dari tahun ke tahun. Hal ini menjadi pertimbangan untuk mencari jalan keluar dari permasalahan ini karena Indonesia sendiri mempunyai potensi berupa umbi, serealia dan beberapa kacang-kacangan yang merupakan sumber karbohidrat berupa pati dan diharapkan dapat mengurangi penggunaan terigu. Pati pada masing-masing tanaman berbeda jumlahnya dan dipengaruhi oleh komposisi yang ada pada pati tersebut. Komposisi yang ada pati juga mempengaruhi ekstraksi yang dilakukan. Pati dari umbi-umbian lebih mudah untuk diekstrak walaupun hanya menggunakan air. Hal ini terjadi karena rendahnya kandungan protein dan lipid yang terdapat pada umbi sedangkan pada serealia dan beberapa kacang-kacangan hal ini lebih sulit dilakukan karena kandungan protein dan lipid lebih tinggi. Ekstraksi yang disarankan pada ekstraksi serealia dan beberapa kacang-kacangan adalah menggunakan alkali karena dapat menghilangkan pati pada permukaan sehingga menghasilkan pati yang lebih murni. Satu hal yang harus menjadi pertimbangan dalam melakukan ekstraksi pilihlah metode yang ramah lingkungan agar tidak menimbulkan kerusakan.Metode yang dapat dilakuan untuk menghasilkan pati ada 3 jenis yaitu metode ekstraksi dengan air, ekstraksi dengan alkali dan ekstraksi dengan enzim.
Investigation of the Effect of Heating Duration in Gambier (Uncaria gambir Roxb.) Processing on Its Phytochemical Composition and the Resulting Characteristics of a Gambier-based Acne Balm Product Rilvi Muhammad Tio; Najla Rosyadah; Novizar Novizar; Rini Rini; Tuty Anggraini; Umar Ahmed; Cesar Welya Refdi; Daimon Syukri
Journal of Applied Agricultural Science and Technology Vol. 9 No. 3 (2025): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/jaast.v9i3.443

Abstract

Gambier (Uncaria gambir Roxb.) contains potent bioactive compounds with strong natural antimicrobial properties, making it a promising ingredient for acne treatment. However, its application in topical formulations remains limited due to a lack of understanding regarding the impact of processing conditions, particularly heating, on its functional efficacy. This study investigated the effect of heating duration on the characteristics of an acne treatment balm formulated with black cube gambier. Experiments using a completely randomized design (CRD) were carried out for 0, 30, 60, 90, and 120 minutes of heating durations to evaluate the balm's physical, chemical, and microbial properties. The results demonstrate that heating duration significantly influenced key parameters, including homogeneity, spreadability, melting point, irritation potential, texture, color, pH, total phenol content, and antibacterial activity (p < 0.05). The most optimal results were obtained at 120 minutes, yielding a balm with superior homogeneity, spreadability (4.47 cm), melting point (50°C), pH (7.44), total phenol content (54.28%), and diameter of the inhibition zone (16.35 mm). FTIR analysis confirmed an increase in phenolic compound stability, indicating enhanced antibacterial potential. These findings suggest that extended heating duration improves the stability and performance of gambier-based formulations. The optimized acne balm formulation highlights the potential of locally sourced gambier as a natural, eco-friendly acne treatment. Further research is recommended to evaluate product shelf-life, consumer acceptability, and industrial scalability.
PEMBUATAN NATA DE COCO PADA KWT BENGKE SAKATO DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN SEBAGAI UPAYA PEMANFAATAN LIMBAH PENGOLAHAN KELAPA Wenny Surya Murtius; Novizar Novizar; Rini Rini; Neswati Neswati; Deivy Andhika Permata; Viony Derosya
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 1 No. 4.a (2018)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KWT Bengke Sakato merupakan kelompok tani yang beranggotakan ibu ibu aktif dari Jorong Bengke Kecamatan VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang Pariaman. KWT ini aktif bergerak dibidang pengolahan kelapa, diantara produk yang dihasilkan adalah minyak kelapa dan VCO (Virgine Coconut Oil). Sabut dan tempurung kelapa selama ini mereka jual kepada pembuat arang batok kelapa. Namun air kelapa sampai sebelum dilaksanakan IbDM ini masih menjadi limbah (dibuang begitu saja). Sehingga program IbDM ini diangkat untuk memanfaatkan limbah yang ada, agar bernilai ekonomi dan menjadi pendapatan baru bagi anggota kelompok. Program disampaikan melalui beberapa tahap, diantaranya: sosialisasi, penyuluhan, pengolahan (praktek langsung bersama mitra), pendampingan dan evaluasi. Antusiasme peserta sangat tinggi pada saat dilakukan pemograman, sehingga diharapkan kegiatan produksi bisa berlanjut.