Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Kompensasi dan Iklim Organisasi terhadap Kualitas Pelayanan Pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hilir Syamsul Bahri; Isjoni Isjoni; Mahdum Mahdum
Instructional Development Journal Vol 4, No 3 (2021): IDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/idj.v4i3.17991

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh kompensasi dan iklim organisasi terhadap kualitas pelayanan pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hilir. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dan metode Survey dengan teknik korelasional (correlational resarch). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner dengan 42 responden dari 71 semua Pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hilir yang dipilih secara acak sebagai sampel menggunakan rumus Slovin. Metode penelitian dilakukan yaitu responden memberikan tanggapan terhadap kuesioner dalam bentuk skala likert yang terdiri dari lima pilihan jawaban yaitu Sangat Sering, Sering, Kadang-kadang, Jarang, dan Tidak Pernah. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan inferensial. Berdasarkan dari analisis data Diperoleh pengaruh yang siginifikan antara variabel kompensasi terhadap kualitas pelayanan sebesar 17,70% dengan tafsiran rendah, karena masih terdapat 82,30% ditentukan oleh faktor lain yang tidak menjadi bagian dari penelitian ini; selanjutnya, Diperoleh pengaruh yang siginifikan antara variabel iklim organisasi terhadap kualitas pelayanan sebesar 32,00% dengan tafsiran rendah, karena masih terdapat 68,00% ditentukan oleh faktor lain yang tidak menjadi bagian dari penelitian ini; dan Diperoleh pengaruh yang siginifikan secara bersama-sama antara variabel kompensasi dan iklim organisasi terhadap kualitas pelayanan sebesar 34,70% dengan tafsiran rendah, karena masih terdapat 65,30% ditentukan oleh faktor lain yang tidak menjadi bagian dari penelitian ini.
FUNGSI TRADISI TOR-TOR DAN STATUS SOSIAL DALAM PERNIKAHAN ADAT BATAK MANDAILING DI KABUPATEN PADANG LAWAS Suaidah Mawaddah Harahap; Syamsul Bahri
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam Tradisi Tor-tor, fungsi dan status sosial yang melekat dalam pernikahan Adat Batak Mandailing di Kabupaten Padang Lawas Sumatera Utara. Metode yangdigunakan adalah metode kualitatifdeskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknikobservasi, wawancara mendalam dandokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses Tradisi Tor-tor pada acara penikahan Batak Mandailing di Kabupaten Padang Lawas ada beberapa tahap yaitu, Pokat menek/Tahi sapanggodangan (musyawarah pihak keluarga dan kerabat terdekat), Pokat godang/Tahi marhuta (musyawarah satu Desa/kampung), Mangalo-alo Mora (menyambut tamu terhormat dan tamu Raja-raja), Sidang adat/Maralok-alok (lanjutan dari acara mangalo-alo mora), Tor-tor suhut kahanggi, Tor-tor anakBoru, Tor-tor Mora Harajaon, Tor-tor darahBujing dan Tor-tor pengantin. Fungsi tradisi Tor-tor dilihat dari penyembelihan hewan dan patuaekkon, berfungsi untuk para pengantin karena pada saat itu pengantin memperoleh gelar adat yang diberikan oleh Harajaon, bentuk dari penampilan Tor-tor lain juga memiliki banyak fungsi diantaranya berfungsi untuk mengetahui tutur/etika dilingkungan masyarakat dan Tor-tor darah Bujing berfungsi untuk menandakan bahwa masih ada penerus di Desa tersebut. Status sosial yang melekat dalam proses tradisi Tor-tor, yaitu masyarakat yang tidak memiliki nama yang di kobar adat dan sedang berstatus janda dengan kasus cerai hidup maka dia dilarang untuk masuk ke Galanggang Siriaon sebagai Panortor.
FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB ANAK PUTUS SEKOLAH DI SEKOLAH MENENGAH ATAS KELURAHAN TITIAN ANTUI KECAMATAN PINGGIR KABUPATEN BENGKALIS Andika Santoso Gultom; Syamsul Bahri
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i1.1553

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Titian Antui Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis yang bertujuan untuk mengetahui penyebab anak putus sekolah dan mengetahui proses pelaksanaan fungsi keluarga. Dalam menentukan subjek penelitian dengan menggunakan kriteria yang ditentukan peneliti atau disebut dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Jumlah subjek dalam penelitian berjumlah enam orang. Teori yang digunakan yaitu Teori Struktural Fungsional dari Robert K. Merton. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa faktor penyebab anak putus sekolah terdiri dari faktor pergaulan, kurangnya minat, kurangnya perhatian dan perceraian. Kemudian penelitian ini menunjukkan proses pelaksanaan fungsi-fungsi keluarga yang berjalan di dalam keluarga yaitu fungsi sosialisasi, fungsi afeksi, fungsi perlindungan, fungsi ekonomi dan fungsi penentuan status. Namun pada fungsi afeksi tidak sepenuhnya berjalan dalam memberikan kasih sayang dan perhatian lebih kepada anak, disebabkan orang tua sibuk bekerja, tidak mampu membagi waktu menyebabkan kurangnya perhatian dari orang tua membuat anak mencari perhatian kepada teman sepermainan dan tidak jarang anak remaja mengikuti perilaku temannya yang tentu dapat mempengaruhi perilaku anak itu sendiri.
VISI GENDER PRODUK MAKANAN OLAHAN SUBSITUSI-DERIVATIF DAN MODA HEALING MASYARAKAT AQUATIK: Makanan Olahan Berbasis Ekosistem dan Moda Healing Aquatik, Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak Yusmar Yusuf; Teguh Widodo; Risdayati Risdayati; Resdati Resdati; Robi Armilus; Syamsul Bahri
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 4 No. 2 (2025): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, Juni 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v4i2.3915

Abstract

Food security, stunting issues, hunger, and malnutrition are all interconnected with the theme of extreme poverty. This phenomenon has become a leading discourse in developing countries. On one hand, it is imperative that a country consciously designs agricultural ecosystems and food security frameworks. Communities living in aquatic environments are naturally connected to the tools and resources available within the broader ecosystem that has sustained and supported them for years. Their ability to adapt and even go beyond the “natural-normal” state, in processing raw materials found in their surroundings, reflects their effort to survive through the development of derivative food products. This community service program was conducted in the administrative region of Kampung Dayun, Siak Regency. The main objectives and functions include promoting the use of local natural resources as alternative processed food ingredients, ensuring the availability of abundant local food sources, and preparing food reserves. The activities carried out involved delivering public lectures, question-and-answer sessions, and practical training. These aimed to transfer knowledge and innovation to local communities and food product innovators. The focus was on processing non-rice food sources, such as cassava, corn, sweet potatoes, sago, taro, breadfruit, and other similar types. All of these food sources require extensive knowledge and creativity to be transformed into diverse food products.