Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

KONTES KECANTIKAN RATU SEJAGAT (MISS WORLD) 2013 DALAM PERSPEKTIF UNDANG UNDANG NOMOR 44 TAHUN 2008 TENTANG PORNOGRAFI Widia, I Ketut
MUWAZAH Vol 5 No 2: Desember 2013
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.84 KB)

Abstract

Abstract : This study departs from the reality show of Miss World 2013, which was opened in Bali. This event raises controversy from many quarters, even as the contest was accused of pornography. However, it is not normative according to the terminology of the law, especially RI.Nomor Act 44 of 2008 on Pornography. Therefore, the Pancasila as the nation's way of life provides an ideal solution to bridge the controversy of most elements relevant to the community are the pros and cons of such activities, through open dialogue and avoid violent means. Abstrak : Penelitian ini berangkat dari reality show Miss World 2013, yang dibuka di Bali. Acara ini menimbulkan kontroversi dari banyak pihak, bahkan saat kontes dituduh pornografi. Namun, tidak normatif menurut terminologi hukum, terutama UU RI.Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi. Oleh karena itu, Pancasila sebagai cara hidup bangsa menyediakan solusi ideal untuk menjembatani kontroversi unsur yang paling relevan dengan masyarakat yang pro dan kontra dari kegiatan tersebut, melalui dialog yang terbuka dan menghindari cara-cara kekerasan.
IMPLEMENTASI KOOPERATIF NHT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING BOLA BASKET Widia, I Ketut
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 1 No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.014 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar teknik passing bola basket melalui implementasi model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada siswa kelas X.IIS.1 SMA Negeri 1 Melaya tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang terdiri dari rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi atau evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian siswa kelas X.IIS.1 SMA Negeri 1 Melaya, berjumlah 38 orang dengan rincian 23 orang putra dan 15 orang putrid. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Analisis data hasil belajar passing bola basket pada evaluasi awal secara klasikal sebesar 15,78%(hanya 6 siswa yang memenuhi KKM), setelah diberi tindakan pada siklus I hasil belajar meningkat sebesar 14,3% menjadi 74,8% dan meningkat sebesar 8,48% menjadi 83,28% pada siklus II. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan disimpulkan bahwa hasil belajar teknik passing bola basket meningkat melalui implementasi model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada siswa kelas X.IIS.1 SMA Negeri 1 Melaya tahun pelajaran 2014/2015.
PENGGUNAAN PELEPAH KELAPA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR LEMPAR LEMBING PADA SISWA KELAS XI MIPA 5 SMA NEGERI 1 MELAYA Widia, I Ketut
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 5 No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.018 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.3338700

Abstract

Karya tulis ini merupakan salah satu inovasi pembelajaran tentang Penggunaan Pelepah Kelapa Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Lempar Lembing Pada Siswa Kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Melaya Tahun Pelajaran 2017/2018. Setelah dioptimalkan penerapan pelepah kelapa pada gaya langkah silang (cross step) didapatkan bahwa 1) Aktivitas belajar siswa kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Melaya tahun pelajaran 2017/2018 meningkat sebesar 11 % yaitu dari 81,1 % menjadi 92,1%. 2) Hasil belajar kognitif siswa kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Melaya tahun pelajaran 2017/2018 yaitu 15,79 % nilai sangat baik dan 84,21 % nilai baik dengan nilai rata-rata kelas 87,69 kategori baik. Sedangkan hasil belajar psikomotor yaitu  13,16 % nilai sangat baik, 81,58 % nilai baik dan 5,26 nilai cukup baik dengan rata-rata nilai 86,43 kategori baik. 3) Hasil respon siswa yaitu 86,84 % siswa menyatakan senang, memudahkan belajar, bisa diteruskan, mudah menyelesaikan tugas dan memilih pelepah kelapa, 11,05 % siswa menyatakan biasa-biasa saja dan memilih lembing bambu dan 2,11 % siswa menyatakan menyusahkan belajar, jangan diteruskan dan memilih lembing standar. Jadi penggunaan pelepah kelapa sangat efektif untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar lempar lembing pada siswa kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Melaya Tahun Pelajaran 2017/2018.
Implementasi Google Classroom saat Learning From Home pada Permainan Bola Besar di Kelas X MIPA SMA Negeri 1 Melaya Widia, I Ketut
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 8 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.666 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.5896688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian belajar dan hasil belajar permainan bola besar melalui penerapan google classroom saat learning from home pada peserta didik kelas X MIPA SMA Negeri 1 Melaya tahun pelajaran 2021/2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X MIPA SMA Negeri 1 Melaya Tahun Pelajaran 2021/2022 yang berjumlah 144 orang (laki-laki 71 orang dan perempuan 73 orang). Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan komputerisasi. (1) Hasil rata-rata penilaian tugas sebesar 81,39 dan hasil rata-rata penilaian harian pada materi permainan bola besar sebesar 76,04, dan hasil rata-rata secara keseluruhan sebesar 78,72. (2) Hasil menunjukkan bahwa 22,2% menjawab sangat mudah dipahami, 75% menjawab mudah dipahami, dan 2,8% menjawab sangat sulit dipahami. (3) Hasil survei 13,2% menjawab sangat mudah dikerjakan, 83,3% menjawab mudah dikerjakan, dan 3,5% menjawab sangat sulit dikerjakan. (4) Hasil menunjukkan 28,5% menjawab sangat memuaskan, 69,4% menjawab memuaskan, dan 2,1% sangat kurang memuaskan. Jadi penggunaan google classroom saat learning from home sangat efektif untuk meningkatkan kemandirian belajar peserta didik. Disarankan kepada guru PJOK dapat mengimplementasikan google classroom saat pandemi covid 19.
KONTES KECANTIKAN RATU SEJAGAT (MISS WORLD) 2013 DALAM PERSPEKTIF UNDANG UNDANG NOMOR 44 TAHUN 2008 TENTANG PORNOGRAFI I Ketut Widia
Muwazah Vol 5 No 2 (2013)
Publisher : UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/muwazah.v5i2.349

Abstract

Abstract : This study departs from the reality show of Miss World 2013, which was opened in Bali. This event raises controversy from many quarters, even as the contest was accused of pornography. However, it is not normative according to the terminology of the law, especially RI.Nomor Act 44 of 2008 on Pornography. Therefore, the Pancasila as the nation's way of life provides an ideal solution to bridge the controversy of most elements relevant to the community are the pros and cons of such activities, through open dialogue and avoid violent means. Abstrak : Penelitian ini berangkat dari reality show Miss World 2013, yang dibuka di Bali. Acara ini menimbulkan kontroversi dari banyak pihak, bahkan saat kontes dituduh pornografi. Namun, tidak normatif menurut terminologi hukum, terutama UU RI.Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi. Oleh karena itu, Pancasila sebagai cara hidup bangsa menyediakan solusi ideal untuk menjembatani kontroversi unsur yang paling relevan dengan masyarakat yang pro dan kontra dari kegiatan tersebut, melalui dialog yang terbuka dan menghindari cara-cara kekerasan.
Measuring the State Losses in Corruption Cases at the Village Credit Institutions in Bali Widia, I Ketut
SASI Volume 28 Issue 2, June 2022
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47268/sasi.v28i2.837

Abstract

Introduction: Until the end of 2021, the legal issue having been an actual trending topic and hot issue which attracts the attention of scholars and researchers, is the phenomenon of the emergence of criminal acts of corruption committed in congregation by the management of the Village Credit Institution in Bali. Generally, the resolution of these cases is carried out in a traditional manner with the spirit of local wisdom and kinship through the Paruman Krama of Traditional Villages to attain an agreement or consensus. The prosecutor’s office, however, enters into this customary realm, then participates in conducting preliminary investigations and investigations. The involvement of prosecutor is only on the basis of a document issued in 1988 regarding the Bali Governor’s Assistance amounting to two million rupiah as the initial capital for the establishment of the Village Credit Institution. Purposes of the Research: The present study aims at identifying whether or not the results of the regency inspectorate’s audit can be used as a basis for prosecuting suspects in the cases of abuse of Village Credit Institution finance as well as alternative solutions that necessarily need to be taken to resolve the cases. Methods of the Research: The first problem is examined using the Theory of Penalty and the second one is examined using the Theory of the Welfare State Law. The research method used is a mixed legal research method. Data are presented using a systematic description technique. Results of the Research: The solution that is expected is this study sheds light on whether or not the results of the regency inspectorate’s audit can be used as a basis for prosecuting suspects in cases of abuse of the Village Credit Institution finance, what factors are the causes of the liquidity crisis and wether the present study results can be applied as an alternative solution that should be taken in resolving cases at the regency level. The target to be achieved in the research is publication on the electronic media Bali TV in the regional seminar on “Menghitung Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi Pada Lembaga Perkreditan Desa di Bali”. The expected output from the study is the results will be published in the Sinta I indexed journal.
Menangkal Prostitusi dan Judi On Line Berbasis Hukum Lokal untuk Pariwisata Berkelanjutan Skema Penelitian Dasar Arjaya, I Made; Widia, I Ketut
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol6iss1pp230-238

Abstract

Sebagai destinasi wisata kelas dunia, Bali, yang juga dikenal sebagai Pulau Dewata, secara konsisten dikunjungi oleh wisatawan asing dan domestik, dengan jumlah pengunjung yang terus meningkat signifikan dari tahun ke tahun. Tidak hanya itu, pada awal tahun 2017, Bali juga dipilih sebagai tempat berlibur oleh para pemimpin dunia seperti Raja Salman dari Arab Saudi, Barack Obama, Presiden Amerika Serikat ke-44, dan Perdana Menteri Malaysia, yang semuanya datang untuk menikmati panorama indah Bali serta seni budaya yang unik yang tidak ada duanya di dunia. Kedatangan tokoh-tokoh global ini semakin meningkatkan citra Bali, yang kemudian berujung pada peningkatan jumlah wisatawan yang mengunjungi pulau tersebut. Industri pariwisata yang gemerlap di Bali memang terbukti meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali. Namun, di sisi lain, hal ini juga menimbulkan masalah yang memprihatinkan. Karena promosi wisata seks dan perjudian daring yang tersebar luas namun tertutup, telah terjadi peningkatan signifikan dalam kasus pelecehan seksual terhadap anak setiap tahunnya, serta meningkatnya jumlah korban perjudian daring dengan akibat yang tragis. Penyebab utama fenomena ini adalah kemiskinan struktural, yang sulit diberantas. Meskipun demikian, penegakan hukum terkait pelecehan seksual anak dan perjudian daring mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat internasional atas upaya penegakan hukum di Bali. Seiring dengan terus meningkatnya kejahatan terkait pelecehan seksual anak dan perjudian daring, para pemimpin masyarakat, tokoh budaya, tokoh agama, dan akademisi telah menyuarakan kekhawatiran yang kuat dan mengusulkan inisiatif besar untuk memberdayakan hukum lokal dalam bentuk Perarem (dekrit hukum adat) untuk mencegah dan menangani kejahatan seksual terhadap anak serta kerugian yang ditimbulkan oleh perjudian daring. Penelitian ini, yang berlangsung selama satu tahun, bertujuan untuk menjawab dua masalah pokok, yaitu bagaimana mendidik masyarakat hukum adat agar tidak permisif terhadap wisata seks dan perjudian daring, serta membangun kesadaran dan komitmen untuk menolak wisata berbasis seks, dan bagaimana merancang hukum lokal dalam bentuk Perarem yang melarang prostitusi dan perjudian daring dalam wilayah hukum adat sebagai dukungan terhadap pariwisata yang berkelanjutan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif, penelitian empiris, dan metode campuran. Pendekatan penelitian meliputi kajian dokumen, studi hukum, observasi lapangan, keterlibatan partisipatif, dan wawancara. Analisis yang digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah analisis kualitatif, dengan penyajian data melalui pendekatan sistematis deskriptif.
THE IMPLICATION OF DENPASAR MAYOR REGULATION NUMBER 36 OF 2018 CONCERNING THE REDUCTION OF THE USE OF PLASTIC BAGS ON THE INVESTMENT CLIMATE IN THE TOURISM INDUSTRY SECTOR IN DENPASAR CITY Ni Ketut Sari Ardani; I Ketut Widia; I Wayan Rideng
Journal Equity of Law and Governance Vol. 1 No. 2
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/elg.1.2.3941.143-147

Abstract

Tourism is a very complex and mass industry, involving many people from all walks of life and professions. Tourism as the foundation of many people’s lives is very vulnerable to issues, especially the issue of cleanliness and environmental pollution. Plastic waste, one example of which is the disposal of plastic containers by the community has become a global issue that can disrupt the large-scale tourism industry. The piles of rubbish that mount in every refuse disposal site or landfill, are truly heartbreaking, embarrassing, and very disturbing to the beauty and comfort of the community. That’s why the community and the Government of the City of Denpasar took the initiative to save Denpasar City Region in the hope of having an impact on the preservation of the global environment. This journal intends to identify the problem that is the obstacle to the implementation of Denpasar Mayor Regulation Number 36 Year 2018 concerning the Reduction of the Use of Plastic Bags on the investment climate in the tourism industry sector in Denpasar City. The second problem is how the Implementation of Denpasar Mayor Regulation No. 36 of 2018 impacts the investment climate in the tourism industry sector in Denpasar City. The theories used in this study are Legal System theory, Investment Theory and Tourism Theory. The type of research used in this study is the legal research. In this research, the legal research is conducted by giving the education for the community and giving a law enforcement. The conclusion from this research is that the obstacle to the implementation of Denpasar Mayor Regulation No. 36 of 2018 is that the level of understanding and awareness of the legal community need to be improved. While the implication of Denpasar Mayor Regulation No. 36 of 2018 on the tourism industry is very significant, more and more tourists will visit Denpasar city if the environment is free of plastic waste ,and it looks clean, beautiful, and pristine.