Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pemberdayaan Ekonomi Melalui Aplikasi Si Polgan dalam Mewujudkan Smart Village di Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo Muchlashin, Anif
Journal of Community Development and Disaster Management Vol 7 No 1 (2025): Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcd.v7i1.6887

Abstract

Penelitian ini berfokus pada penerapan aplikasi Si Polgan sebagai strategi pemberdayaan ekonomi berbasis digital dalam mewujudkan Smart Village di Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Aplikasi ini dikembangkan oleh Pemerintah Desa Krandegan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik, transparansi tata kelola pemerintahan, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan perangkat desa dan pelaku usaha lokal, observasi langsung terhadap penggunaan aplikasi, serta analisis dokumen kebijakan terkait digitalisasi desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Si Polgan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat melalui fitur digitalisasi BUMDes, toko online, dan layanan transaksi berbasis digital. Pendapatan pelaku usaha meningkat rata-rata 20-30% setelah menggunakan platform ini, sementara efisiensi pelayanan administrasi desa meningkat hingga 40%. Namun, masih terdapat kendala dalam implementasinya, seperti rendahnya literasi digital masyarakat, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta tantangan dalam integrasi sistem dengan layanan desa lainnya. Sebagai inovasi berbasis teknologi, penerapan aplikasi Si Polgan di Desa Krandegan dapat menjadi model yang dapat direplikasi di desa lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis digital. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan infrastruktur digital, edukasi literasi teknologi bagi warga, serta sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi untuk pemberdayaan ekonomi desa.
The Meaning of Covid-19 Social Assistance For The New Poor in Kedunglegok Village, Purbalingga, Central Java: Makna Bantuan Sosial Covid-19 Bagi Masyarakat Miskin Baru di Desa Kedunglegok, Purbalingga, Jawa Tengah Anif Muchlashin; Krisdyatmiko
Progress In Social Development Vol. 3 No. 2 (2022): July 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psd.v3i2.48

Abstract

ABSTRACT: The spread of Corona Virus Diseases 2019 or better known as Covid-19 is expanding every day. The public in general is faced with health-related anxiety that threatens them, but for the poor, the concern is not only about health but also economic conditions to survive in the midst of the Covid-19 pandemic. The existence of vulnerable communities who become the new poor is also a problem in itself. Social assistance for communities affected by the Covid-19 pandemic is very important to survive in the midst of the Covid-19 pandemic. The existence of social assistance serves to provide assistance to the poor in the midst of a very tense situation. Regarding the meaning of Covid-19 social assistance and how the condition of the poor recently affected in Kedunglegok Village in providing views on social assistance became the main focus of the researcher's questions. ABSTRAK: Persebaran Corona Virus Diseases 2019 atau yang lebih dikenal dengan Covid-19 semakin meluas setiap harinya. Masyarakat pada umumnya dihadapkan dengan keresahan terkait kesehatan yang mengancam dirinya, namun bagi masyarakat miskin yang diresahkan bukan hanya soal kesehatan melainkan kondisi ekonomi untuk tetap bertahan hidup di tengah pandemi Covid-19. Adanya masyarakat rentan yang menjadi masyarakat miskin baru juga menjadi permasalahan tersendiri. Bantuan sosial bagi kalangan masyarakat terdampak pandemi Covid-19 merupakan hal yang sangat penting untuk survive di tengah pandemi Covid-19. Keberadaan bantuan sosial berfungsi untuk memberikan pertolongan pada masyarakat miskin di tengah situasi yang sangat mencekam. Terkait dengan bagaimana makna bantuan sosial Covid-19 dan bagaimana keadaan masyarakat miskin baru terdampak di Desa Kedunglegok dalam memberikan pandangan terhadap bantuan sosial menjadi sorotan utama pertanyaan peneliti.
Pemberdayaan Masyarakat Terhadap Nasabah BTPN Syariah Melalui Program Pendampingan MMS di Kecamatan Wuryantoro Kabupaten Wonogiri Marwanti, Ika; Ismail Lukman, A.; Surya Ningsih, Novita; Muchlashin, Anif
Journal of Community Development and Disaster Management Vol 7 No 1 (2025): Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcd.v7i1.6930

Abstract

BTPN Syariah memberikan pembiayaan dan pendampingan bagi perempuan prasejahtera untuk mengembangkan usaha mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran fasilitator dalam pemberdayaan nasabah dengan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pendampingan berhasil meningkatkan keterampilan, kemandirian, dan rasa percaya diri nasabah dalam mengelola usaha dan keuangan mereka. Namun, terdapat beberapa tantangan dalam implementasinya, seperti usia lanjut pada beberapa nasabah, kurangnya kepercayaan diri terhadap fasilitator baru, serta perlunya penyesuaian kriteria rekrutmen fasilitator berdasarkan latar belakang pendidikan yang relevan, seperti pemberdayaan masyarakat, sosial, ekonomi, atau kewirausahaan. Dengan peningkatan kualitas fasilitator dan strategi pendampingan yang lebih adaptif, program ini dapat lebih optimal dalam memberdayakan masyarakat sasaran.
Penurunan Stunting Berbasis Komunitas Studi Kasus Percontohan Kalurahan Sidoluhur Kabupaten Sleman Muchlashin, Anif
Journal of Community Development and Disaster Management Vol 7 No 1 (2025): Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcd.v7i1.6935

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, angka prevalensi stunting secara nasional mengalami kenaikan dari 16,4% (2022) menjadi 18% (2023), sementara Kabupaten Sleman berhasil menurunkan prevalensi dari 15% menjadi 12,4%. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menganalisis strategi percepatan penurunan stunting berbasis komunitas di Kalurahan Sidoluhur, Sleman. Informan penelitian ditetapkan secara purposive, melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta keluarga berisiko stunting. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan strategi efektif dalam penanganan stunting di tingkat komunitas. Studi ini menyoroti pendekatan berbasis komunitas dalam percepatan penurunan stunting di Kalurahan Sidoluhur, Sleman. Upaya yang dilakukan melibatkan intervensi spesifik dan sensitif melalui pemantauan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pendampingan keluarga berisiko stunting, serta sinergi lintas sektoral antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Identifikasi faktor penyebab stunting di tingkat lokal memungkinkan penyusunan program berbasis bukti yang lebih efektif. Dengan optimalisasi anggaran dana kalurahan dan pendekatan berbasis komunitas, diharapkan tercipta solusi berkelanjutan untuk mencapai target penurunan prevalensi stunting menuju "Jogja Bebas Stunting" melalui strategi yang tepat sasaran
Tiara Handicraft dan Kaum Difabel: Strategi Pemberdayaan Ekonomi Komunitas Berkebutuhan Khusus Melalui Industri Kreatif di Sidosermo Indah Surabaya Farid, Rifaat; Anif Muchlashin
PROGRESIF: Jurnal Dakwah, Sosial, dan Komunikasi Vol. 1 No. 2 (2024): PROGRESIF: Jurnal Dakwah, Sosial, dan Komunikasi
Publisher : CV Omah Kreator

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/progresif.v1i2.12

Abstract

This study provides an overview of economic empowerment for people with disabilities in the creative industry of Tiara Handycraft Surabaya. The focus of empowerment is intended as a means of releasing the disabled from poverty. This research uses descriptive qualitative method. The results of this study indicate (1) The diffables are interested in joining this Tiara Handicraft due to several internal and external factors, especially from outside, namely poverty (2) The strategy used by the Handycraft Tiara is a work system that prioritizes family and working hours that are not so heavy for people with disabilities.
COMMUNITY DEVELOPMENT BASED ON HUMAN-CENTERED DEVELOPMENT THROUGH PENGABDI MUDA #11 IN RINCA ISLAND: PENGABDIAN MASYARAKAT BERBASIS HUMAN-CENTERED DEVELOPMENT MELALUI PENGABDI MUDA #11 DI PULAU RINCA Muchlashin, Anif; Robiyanto, Muhammad
Darmabakti Cendekia: Journal of Community Service and Engagements Vol. 7 No. 1 (2025): JUNE 2025
Publisher : Faculty of Vocational Studies, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/dc.V7.I1.2025.42-52

Abstract

Background: Rinca Island in West Manggarai, NTT, faces challenges in health, education, economy, and tourism, including limited access to health services, low literacy rates, a struggling economy, and untapped tourism potential. These issues have kept the area classified as a 3T region, indicating low welfare levels. To address these challenges, Arah Pemuda Indonesia, along with 40 delegates from various regions, implemented the Pengabdi Muda #11 program over four days to provide community service. Objective: The program aims to enhance community awareness and capacity in health, education, economy, and tourism through a Human-Centered Development approach. Method: The initiative included socialization, counseling, workshops, and hands-on demonstrations, engaging the community directly. Key partners were local government, healthcare professionals, business stakeholders, and academics, with evaluations conducted using pre-tests and post-tests to measure skill development. Results: The program led to significant increases in public health awareness, educational literacy, local economic skills, and understanding of tourism potential. Conclusion: The initiative positively impacted the Rinca Island community by enhancing individual and community capacities. Continued programs are expected to further support sustainable local development.
The Friction between Religious Groups during the Pandemic and the Urge of Dialogue Mubarak, Ahmad Ridha; Muchlashin, Anif; Prajuliyanto, Agung
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v5i2.6818

Abstract

This paper discusses conflict between and within religions occurring during the pandemic. The government’s regulation on closing public spaces, including houses of worship, has led all religious groups to perform and to do their worship from home. However, it is oftentimes disobeyed; some rituals and worships are believed to require a number of people to get involved in, including Jumah prayer which belongs to Islamic tradition and Ibadah Minggu which belongs to Christianity. The result shows that conflict that leads to violence often occurs in the process of reinforcing the regulation where mostly the rule-breakers act as the offenders. Yet, in some occasions, the Islamic tradition is generally treated in an exclusive manner. This paper also examines the best strategy to resolve religious conflict and to build peace as well as to prevent such conflict to happen yet another time in the future – that is, through dialogue accompanied by religious rituals and symbols.
Sekolah Balita sebagai Upaya Pendampingan Pengentasan Gizi Buruk pada Balita di Kelurahan Bulak Banteng Surabaya Muchlashin, Anif; Ansori, Teguh
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 1 No. 2 (2020): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v1i2.330

Abstract

The purpose of this study is to improve the nutritional status of toddlers whose status is still at the threshold below the red line (BGM - Bawah Garis Merah) and malnutrition that mostly caused by parenting practices that do not meet health standards. Child feeding, food menu presentation, and environmental hygiene were among several factors that cause the occurrence of BGM and malnutrition in toddlers in Bulak Banteng village of Kenjeran District, Surabaya City. In this program, the researchers used the Participatory Action Research (PAR) social research method that consists of three interconnected words (participation, research and action). In the process, researchers come with nutritionists, Posyandu cadres, and toddlers’ mothers who are affected by malnutrition. The first program creates study groups to make it easier to organize and research together, called Toddler School "Anak Aktif Ceria". The results obtained indicate that there is an increase in knowledge of toddlers’ mothers and as expectedly an increase in body weight as concrete evidence that parents are implementing the knowledge gained through the toddler school. Keywords: malnutrition, parenting, toddlers’ mother, toddlers’ nutrition, toddler school Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan status gizi balita yang statusnya masih di ambang batas di bawah garis merah (BGM - Bawah Garis Merah) dan gizi buruk yang sebagian besar disebabkan oleh praktik pengasuhan yang tidak memenuhi standar kesehatan. Pemberian makanan anak, penyajian menu makanan, dan kebersihan lingkungan adalah beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya BGM dan gizi buruk pada balita di desa Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya. Dalam program ini, para peneliti menggunakan metode penelitian sosial Participatory Action Research (PAR) yang terdiri dari tiga kata yang saling berhubungan (partisipasi, penelitian dan tindakan). Dalam prosesnya, peneliti datang dengan ahli gizi, kader Posyandu, dan ibu balita yang terkena gizi buruk. Program pertama menciptakan kelompok belajar untuk membuatnya lebih mudah untuk mengatur dan meneliti bersama, yang disebut Sekolah Balita "Anak Aktif Ceria". Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan ibu balita dan seperti yang diharapkan peningkatan berat badan sebagai bukti nyata bahwa orang tua menerapkan pengetahuan yang diperoleh melalui sekolah balita. Kata Kunci: ibu balita, malnutrisi, nutrisi balita, parenting, sekolah balita
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Nelayan di Kampung Mumes Raja Ampat Papua Barat: Economic Empowerment of Fishing Communities with Limited Human Resources in Mumes Village, Raja Ampat, West Papua Muchlashin, Anif; Putri, Widya Astika; Asya’bani, Nispia; Nurfajrin, Siti
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 3 No. 2 (2022): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v3i1.1562

Abstract

This study focuses on discussing empowerment activities carried out in eastern Indonesia, West Papua to be exact. Researchers found a problem that occurred, namely the lack of strength of human resources which then became the focus in carrying out empowerment activities in this study. This is inversely proportional to the state of natural resources which are very rich and abundant which should be one of the forces to improve the welfare of the people of Kampung Mumes. The researcher uses the PAR (Participatory Action Research) methodology as a research method. The systematics of PAR are to know, to understand, to plan and to action. The PAR methodology is oriented towards community empowerment, namely efforts to create community independence. Through the research approach used, it is known that the root of the problem is the lack of community competence in processing natural resources in the form of fish obtained from the sea around them. Through this empowerment activity, capacity building has been carried out by conducting fish processing training, making noken and making meatballs and nuggets to improve the welfare of the community in Mumes Village. Keywords: community empowerment, economic improvement, fisherman. Abstrak: Penelitian ini berfokus membahas tentang kegiatan pemberdayaan yang dilakukan di Indonesia bagian timur, tepatnya Papua Barat. Peneliti menemukan masalah yang terjadi yakni kurangnya kekuatan sumber daya manusia yang kemudian menjadi fokus dalam melakukan kegiatan pemberdayaan pada penelitian ini. Hal ini berbanding terbalik dengan keadaan sumber daya alam yang sangat kaya dan melimpah ruah yang seharusnya dapat menjadi salah satu kekuatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kampung Mumes. Peneliti menggunakan metodologi PAR (Participatory Action Research) sebagai metode penelitian. Sistematika dari PAR adalah to know, to understand, to plan dan to action. Metodologi PAR berorientasi untuk pemberdayaan masyarakat yakni upaya untuk menciptakan kemandirian masyarakat. Melalui pendekatan penelitian yang digunakan diketahui akar permasalahannya adalah kurangnya kompetensi masyarakat dalam mengolah sumber daya alam berupa ikan yang didapatkan dari laut yang berada di sekitaran mereka. Melalui kegiatan pemberdayaan ini telah dilakukan peningkatan kemampuan dengan melakukan pelatihan pengolahan ikan, melakukan pembuatan noken dan pembuatan bakso serta nugget untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kampung Mumes.
Pemberdayaan Ekonomi Melalui Aplikasi Si Polgan dalam Mewujudkan Smart Village di Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo: Economic Empowerment Through the Si Polgan Application in Realizing a Smart Village in Krandegan Village, Bayan District, Purworejo Regency Muchlashin, Anif
Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcd.v7i1.6887

Abstract

Penelitian ini berfokus pada penerapan aplikasi Si Polgan sebagai strategi pemberdayaan ekonomi berbasis digital dalam mewujudkan Smart Village di Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Aplikasi ini dikembangkan oleh Pemerintah Desa Krandegan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik, transparansi tata kelola pemerintahan, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan perangkat desa dan pelaku usaha lokal, observasi langsung terhadap penggunaan aplikasi, serta analisis dokumen kebijakan terkait digitalisasi desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Si Polgan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat melalui fitur digitalisasi BUMDes, toko online, dan layanan transaksi berbasis digital. Pendapatan pelaku usaha meningkat rata-rata 20-30% setelah menggunakan platform ini, sementara efisiensi pelayanan administrasi desa meningkat hingga 40%. Namun, masih terdapat kendala dalam implementasinya, seperti rendahnya literasi digital masyarakat, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta tantangan dalam integrasi sistem dengan layanan desa lainnya. Sebagai inovasi berbasis teknologi, penerapan aplikasi Si Polgan di Desa Krandegan dapat menjadi model yang dapat direplikasi di desa lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis digital. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan infrastruktur digital, edukasi literasi teknologi bagi warga, serta sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi untuk pemberdayaan ekonomi desa.