Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penurunan Stunting Berbasis Komunitas Studi Kasus Percontohan Kalurahan Sidoluhur Kabupaten Sleman: Community-Based Stunting Reduction: A Pilot Case Study of Sidoluhur Village, Sleman Regency Teguh Ansori; Muchlashin, Anif
Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcd.v7i1.6935

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, angka prevalensi stunting secara nasional mengalami kenaikan dari 16,4% (2022) menjadi 18% (2023), sementara Kabupaten Sleman berhasil menurunkan prevalensi dari 15% menjadi 12,4%. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menganalisis strategi percepatan penurunan stunting berbasis komunitas di Kalurahan Sidoluhur, Sleman. Informan penelitian ditetapkan secara purposive, melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta keluarga berisiko stunting. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan strategi efektif dalam penanganan stunting di tingkat komunitas. Studi ini menyoroti pendekatan berbasis komunitas dalam percepatan penurunan stunting di Kalurahan Sidoluhur, Sleman. Upaya yang dilakukan melibatkan intervensi spesifik dan sensitif melalui pemantauan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pendampingan keluarga berisiko stunting, serta sinergi lintas sektoral antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Identifikasi faktor penyebab stunting di tingkat lokal memungkinkan penyusunan program berbasis bukti yang lebih efektif. Dengan optimalisasi anggaran dana kalurahan dan pendekatan berbasis komunitas, diharapkan tercipta solusi berkelanjutan untuk mencapai target penurunan prevalensi stunting menuju "Jogja Bebas Stunting" melalui strategi yang tepat sasaran
Kebermanfaatan Bantuan Sosial Masyarakat Melihat Persepsi Mahasiswa Terhadap Program Bantuan Sosial dengan Pendekatan ANOVA (Analysis of Variance) Muchlashin, Anif; Widyaningrum, Erlyne Nadhilah
Jurnal Penelitian dan Pendidikan IPS Vol. 19 No. 2 (2025): JPPI Vol. 19 No. 2
Publisher : Direktorat Pascasarjana Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jppi.v19i2.12933

Abstract

Program bantuan sosial merupakan instrumen kebijakan pemerintah untuk mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, efektivitas program ini kerap diperdebatkan, terutama terkait ketidaktepatan sasaran, transparansi, dan politisasi bantuan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa Program Studi Pembangunan Sosial Universitas Mulawarman terhadap program bantuan sosial. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan ANOVA (analysis of variance). Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam pemahaman mahasiswa terhadap aspek-aspek tersebut berdasarkan semester yang mereka tempuh. Berdasarkan analisis menggunakan statistika deskriptif di dapatkan bahwa mahasiswa memiliki pemahaman yang cukup baik terhadap program bantuan sosial, namun skeptis terhadap transparansi dan akuntabilitas implementasinya. Politisasi bantuan sosial juga menjadi perhatian utama, di mana mahasiswa menilai bahwa bantuan sering dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Meskipun demikian, mayoritas responden berharap agar program bantuan sosial lebih berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan jangka panjang. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana generasi muda, khususnya mahasiswa pembangunan sosial, menilai kebijakan sosial pemerintah. Rekomendasi yang diberikan mencakup peningkatan transparansi, akurasi data penerima, serta upaya untuk mencegah politisasi bantuan sosial guna mencapai tujuan kesejahteraan yang lebih adil dan berkelanjutan.
Humorous Content on Social Media:Political Education against Money Politics in General Elections Hidayaturrahman, Mohammad; Ubaid, Ahmad Hasan; Muchlashin, Anif
Reflection Journal Vol. 6 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jq7hs545

Abstract

Efforts to prevent money politics in Indonesian elections have failed miserably. The enactment of Law Number 7 of 2017 concerning Elections, which imposes criminal sanctions and fines on perpetrators, has failed to eradicate money politics. The Election Supervisory Agency (Bawaslu) has also failed to punish perpetrators of money politics. This study was conducted to determine the political education provided by netizens in combating money politics in Indonesia. This study used digital research methods to collect data on content created by netizens on YouTube, X, and TikTok. Data analysis using content analysis techniques. The study results revealed that political education provided by netizens to counter money politics on social media was delivered in three forms of humorous content. First, netizens urged legislative candidates not to give money to prospective voters, and also urged prospective voters not to accept money from legislative candidates. Second, they urged prospective voters to reject money politics offered by legislative candidates. Third, they warned prospective voters not to vote for legislative candidates involved in money politics. The novelty of this study lies in the finding that political education in the digital era is not only carried out by political parties, religious mass organizations, or public figures, but also by netizens, as a form of concern about bad political practices in general elections.  Practically, this study has implications for the importance of strengthening anti-money laundering messages by Bawaslu and the General Elections Commission (KPU) on social media, not only through conventional media such as banners and billboards
The Friction between Religious Groups during the Pandemic and the Urge of Dialogue Ahmad Ridha Mubarak; Anif Muchlashin; Agung Prajuliyanto
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 5 No. 2 (2025): AL-Mikraj Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v5i2.6818

Abstract

This paper discusses conflict between and within religions occurring during the pandemic. The government’s regulation on closing public spaces, including houses of worship, has led all religious groups to perform and to do their worship from home. However, it is oftentimes disobeyed; some rituals and worships are believed to require a number of people to get involved in, including Jumah prayer which belongs to Islamic tradition and Ibadah Minggu which belongs to Christianity. The result shows that conflict that leads to violence often occurs in the process of reinforcing the regulation where mostly the rule-breakers act as the offenders. Yet, in some occasions, the Islamic tradition is generally treated in an exclusive manner. This paper also examines the best strategy to resolve religious conflict and to build peace as well as to prevent such conflict to happen yet another time in the future – that is, through dialogue accompanied by religious rituals and symbols.