Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi dan Pelatihan Pengolahan Tanaman Obat Untuk Menunjang Kesehatan Masyarakat Kelurahan Angke Meiyanti; Yohana; Eveline Margo; Erlani Kartadinata; Juni Chudri
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) AMIK Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpni.v4i2.271

Abstract

The utilization of traditional medicine derived from nature has increased its use in recent years, this is in line with the current trend of returning to nature. The use of traditional medicine in the form of herbal medicine has been done since ancient times and has been passed down from generation to generation. However, the use of TOGA as medicine is still low in prevalence, especially in the DKI Jakarta area according to 2018 Riskesdas data. The level of knowledge is one of the factors associated with the utilization of herbal medicine. Limited knowledge about medicinal plants and how to process and make herbal medicines properly and correctly becomes an obstacle to utilization. Various benefits can be obtained from the utilization of TOGA both in terms of benefits, safety, and economic aspects, especially for community groups with economic limitations. This community service activity is carried out by providing education on useful medicinal plants, and plant parts that can be used as medicines and training on processing medicinal plants using household appliances. The purpose of this activity is to increase knowledge, utilization, and interest in processing medicinal plants.
Edukasi dan Pelatihan Pengolahan Tanaman Obat Untuk Menunjang Kesehatan Masyarakat Kelurahan Angke Meiyanti; Yohana; Eveline Margo; Erlani Kartadinata; Juni Chudri
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpni.v4i2.271

Abstract

The utilization of traditional medicine derived from nature has increased its use in recent years, this is in line with the current trend of returning to nature. The use of traditional medicine in the form of herbal medicine has been done since ancient times and has been passed down from generation to generation. However, the use of TOGA as medicine is still low in prevalence, especially in the DKI Jakarta area according to 2018 Riskesdas data. The level of knowledge is one of the factors associated with the utilization of herbal medicine. Limited knowledge about medicinal plants and how to process and make herbal medicines properly and correctly becomes an obstacle to utilization. Various benefits can be obtained from the utilization of TOGA both in terms of benefits, safety, and economic aspects, especially for community groups with economic limitations. This community service activity is carried out by providing education on useful medicinal plants, and plant parts that can be used as medicines and training on processing medicinal plants using household appliances. The purpose of this activity is to increase knowledge, utilization, and interest in processing medicinal plants.
Indeks massa tubuh berhubungan dengan angka kejadian katarak Tania Callista Maheswari Pangestu; Erlani Kartadinata
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2021.v4.170-177

Abstract

Diperkirakan sebanyak 42% kasus kebutaan di dunia yang disebabkan oleh katarak berasal dari Asia Tenggara. Katarak ditandai dengan kekeruhan pada lensa mata dan penglihatan menjadi buram. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi terjadinya katarak adalah indeks massa tubuh (IMT). Indeks massa tubuh yang tinggi dapat menyebabkan peningkatan stress oksidatif yang dipicu oleh kadar leptin yang tinggi. Prevalensi katarak yang ditemukan pada kategori overweight adalah 23% dan pada kategori obesitas didapatkan sekitar 34%. Pada indeks massa tubuh yang rendah dikaitkan dengan penurunan glutathione khususnya pada nukleus lensa. Terdapat penelitian yang menunjukan indeks massa tubuh memiliki hubungan dengan terjadinya katarak. Penelitian lainnya menyatakan indeks massa tubuh tinggi khususnya obesitas memiliki hubungan terjadinya katarak dengan prevalensi (RR 1.50, 95% CI 1.24–1.81), (RR 1.52, 95% CI 1.31–177) dan (OR 4.64, 95% CI 2.8889–7.440). Sedangkan terdapat penelitian lain yang menyatakan tidak ada hubungan antara indeks massa tubuh tinggi dengan terjadinya katarak dengan prevalensi (OR 1.06, 95% CI 0.80—1.40) dan (OR1.45, 95%CI 1.26–1.66) dibandingkan dengan kelompok underweight. Kesimpulan yang didapat adalah terdapat hubungan antara indeks massa tubuh, khususnya pada kategori obesitas terhadap terjadinya katarak. Pencegahan yang dapat dilakukan agar terhindar terjadinya katarak adalah dengan mengontrol berat badan.