Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Development Economic and Digitalization

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NERACA PERDAGANGAN INDONESIA TAHUN 2018-2022 Riana Widyasari; Raden Parianom
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 3 No 1 (2024): JDED, February 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v3i1.7673

Abstract

Abstrak Dalam perdagangan internasional, laporan keuangan tentang kegiatan ekspor dan impor komoditas di negara dicatat dalam neraca perdagangan selama periode atau tahun tertentu. Teori David Hume menekankan bahwa perdagangan salah satu cara yang paling signifikan untuk memberikan kesempatan untuk menaikkan standar hidup orang-orang dan untuk membawa kemajuan dan perbaikan budaya ke mayoritas besar populasi suatu negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekspor, impor, jumlah uang beredar, dan nilai tukar terhadap neraca perdagangan Indonesia tahun 2018-2022. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan Error Correction Model (ECM) guna menganalisis perkiraan jangka panjang atau jangka pendek dengan program Eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel ekspor berpengaruh positif signifikan dalam jangka panjang dan pendek, variabel impor berpengaruh negatif signifikan dalam jangka panjang dan pendek, variabel jumlah uang beredar berpengaruh positif signifikan dalam jangka panjang dan berpengaruh negatif dalam jangka pendek, variabel nilai tukar berpengaruh negatif tidak signifikan dalam jangka panjang dan berpengaruh positif tidak signifikan dalam jangka pendek. Kata Kunci: ekspor, impor, jumlah uang beredar, nilai tukar, neraca perdagangan Abstract In international trade, financial reports about commodity export and import activities in a country are recorded in the trade balance during a certain period or year. David Hume's theory emphasizes that trade is one of the most significant means of providing opportunities to raise people's standards of living and to bring progress and cultural improvement to the vast majority of a country's population. This research aims to determine exports, imports, money supply and exchange rates on Indonesia's trade balance in 2018-2022. Hypothesis testing in this research uses Error Correction Model (ECM) to analyze long-term or short-term estimates with the Eviews 12 program. The results of the research show that the export variable has a significant positive effect in the long and short term, the import variable has a significant negative effect in the long and short term, the money supply variable has a significant positive effect in long term and negative effect in the short term, the exchange rate variable has an insignificant negative effect in the long term and an insignificant positive effect in the short term. Keywords: exports, imports, money supply,exchange rate, trade balance  
Analisis Pendapatan, Pendidikan, Kesehatan Program Keluarga Harapan Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Miskin di Jawa Barat Permata, Andrea Kartika Dinda; Parianom, Raden
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 4 No 1 (2025): JDED, February 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v4i1.8974

Abstract

Program Keluarga Harapan (PKH) ditujukan untuk membantu individu yang mengalami kemiskinan di Indonesia, termasuk Jawa Barat, mengatasi kebutuhan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Meskipun bantuan per kepala rumah tangga cukup besar setiap tahunnya, angka kemiskinan di Jawa Barat terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh PKH dan tingkat inflasi terhadap kesejahteraan masyarakat miskin di Jawa Barat. Penelitian ini mencakup 18 kabupaten dan 9 kota di Jawa Barat dengan sampel 135 keluarga penerima manfaat PKH dari tahun 2018-2022, menggunakan teknik probability sampling dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan PKH dan kesehatan PKH memiliki pengaruh signifikan positif terhadap kesejahteraan masyarakat miskin, sedangkan pendidikan PKH  tidak berpengaruh signifikan. Sebaliknya, tingkat inflasi memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap kesejahteraan masyarakat miskin. Ini menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan dan kesehatan dapat meningkatkan kesejahteraan, sementara inflasi yang tinggi dapat menurunkannya. Variabel-variabel ini secara simultan berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat miskin di Jawa Barat, menekankan pentingnya kebijakan yang holistik dalam mengatasi kemiskinan. Kata Kunci: Pendapatan PKH, Pendidikan PKH, Kesehatan PKH, Tingkat Inflasi, Kesejahteraan Masyarakat Miskin Abstract Family Hope Program is designed to alleviate poverty in Indonesia, including West Java, meet their economic, educational and health needs. Despite the large amount of assistance per household head each year, the poverty rate in West Java continues to increase. The.objective of this study is to analyze the impact of PKH and the inflation rate on welfare for those impoverished in West Java. This study covers 18 districts and 9 cities in West Java with a sample of 135 PKH beneficiary families from 2018-2022, using probability sampling techniques and multiple regression analysis. The result show that PKH income and PKH health have a positive significant effect on the welfare of the poor, while PKH education has no significant effect. In contrast, the inflation rate has a negative significant effect on the welfare of the poor. This indicates a rise in income and health can improve welfare, while high inflation can reduce it. These variables simultaneously affect the welfare of the poor in West Java, emphasizing the importance of holistic policies in addressing poverty. Keywords: PKH Income, PKH Education, PKH Health, Inflation Rate, Welfare of Poor Communities
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyerapan Tenaga Kerja di Wilayah Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Barat Khalishah Surend Mahmud; Parianom, Raden
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 4 No 2 (2025): JDED, August 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v4i2.10291

Abstract

Menurut Badan Pusat Statistik, Jawa Barat merupakan provinsi yang memiliki tingkat pengangguran terbanyak kedua seindonesia, tetapi provinsi ini juga memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi terbesar kedua. Hal ini yang menandakan bahwa Jawa Barat memiliki fenomena jobless growth. Fenomena ini merupakan permasalahan yang berhubungan dengan tingkat penyerapan tenaga kerja, di mana fenomena ini merupakan permasalahan suatu wilayah yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi wilayah tersebut juga mengalami krisis ketersediaan lapangan pekerjaan karena pertumbuhan tersebut tidak mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Oleh karena itu, penelitian ini berfokuskan apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat penyerapan tenaga kerja, seperti pendidikan, upah minimum, jumlah penduduk dan produk domestik regional bruto. Penelitian ini memfokuskan 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat tahun 2017-2023. Metode yang digunakan adalah data panel dengan model yang terpilihnya adalah FEM. Hasil penelitiannya adalah variabel jumlah penduduk dan produk domestik regional bruto memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, sedangkan variabel pendidikan berdasarkan rata-rata lama sekolah dan upah minimum tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Kata Kunci: Penyerapan Tenaga Kerja; Pendidikan; Upah Minimum; Jumlah Penduduk; Produk Domestik Regional Bruto   Abstract According to the Central Statistics Agency, West Java is the province with the second highest unemployment rate in Indonesia, but this province also has the second largest economic growth rate. This indicates that West Java has a jobless growth phenomenon. This phenomenon is a problem related to the level of labor absorption, where this phenomenon is a problem of a region that has a high level of economic growth, but the region is also experiencing a crisis in the availability of jobs because this growth is unable to create jobs. Therefore, this research focuses on anything that can influence the level of labor absorption, such as education, minimum wage, population and gross regional domestic product. This research focuses on 27 districts/cities in West Java Province in 2017-2023. The method used is panel data with the model chosen being FEM. The results of the research are that the population and gross regional domestic product variables have a significant positive influence on labor absorption, while the education variable based on average years of schooling and minimum wage does not have a significant influence on labor absorption. Keywords: Labor Absorption;  Education;  Minimum Wage;  Population;  Gross Regional Domestic Product