Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Hubungan Anemia Pada Ibu Hamil Terhadap Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (Bblr) Di Wilayah Puskesmas Kebasen Tahun 2024 Retno Wiyati; Ikhwah Mu’minah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2670

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan global yang berdampak serius terhadap ibu dan bayi, termasuk meningkatkan risiko Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Di Indonesia, angka kejadian BBLR masih tinggi, termasuk di wilayah Kabupaten Banyumas. Puskesmas Kebasen tercatat sebagai penyumbang tertinggi kasus BBLR di Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Kebasen tahun 2024.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang melahirkan di wilayah Puskesmas Kebasen pada tahun 2024 dan memilih sampel kasus dengan simple rendom sampling yang berjumlah 194 orang pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data retrospektifyaitu dengan melihat catatan rekam pasien periode 2024, pengelolaan data dilakukan secara ststistik menggunakan analisis univariat dan analisis biavariat dangan uji Sprearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan anemia pada ibu hamil terhadap kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Puskesmas Kebasen dengan p value 0,000< 0,05 dan nilai coefficient sebesar 0,605 yang artinya hubungan antara kedua variabel pada kategori kuat. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan dan intervensi kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan anemia dan BBLR.
Hubungan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Dengan Kesiapan Menghadapi Persalinan Di Wilayah Kerja Puskesmas Somagede Riyanti; Ikhwah Mu’minah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3278

Abstract

Kehamilan merupakan masa transisi penting yang dapat menimbulkan tantangan fisik dan emosional, sering kali memicu krisis psikologis seperti kecemasan. Kecemasan pada ibu hamil umumnya muncul akibat ketakutan terhadap proses persalinan, nyeri, dan kondisi pascapersalinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan dengan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi persalinan. Menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan cross-sectional, penelitian melibatkan 56 ibu hamil trimester III. Hasil menunjukkan bahwa 51,8% responden mengalami kecemasan ringan, sedangkan 48,2% mengalami kecemasan sedang hingga berat. Sebanyak 73,2% responden belum memiliki kesiapan optimal untuk menghadapi persalinan. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dan kesiapan persalinan (p-value 0,003 < 0,005), dengan koefisien korelasi 0,441 (p-value 0,001), yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sedang. Artinya, semakin tinggi tingkat kecemasan, semakin besar pengaruhnya terhadap kesiapan menghadapi persalinan. Menariknya, sebagian kecil responden dengan kecemasan berat justru menunjukkan kesiapan yang lebih baik. Temuan ini menekankan pentingnya dukungan psikologis, konseling, dan program manajemen stres untuk meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi persalinan serta menjaga kesehatan mental mereka
Hubungan Usia Dan Paritas Dengan Kejadian Abortus Imminens Di Rsud Banyumas Tahun 2023 Puji Lestari; Ikhwah Mu’Minah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3286

Abstract

Tingginya angka kematian ibu menjadi masalah kesehatan global, terutama di negara berkembang, yang mencapai 30–70 kematian per 100.000 kelahiran hidup dan sepuluh kali lebih tinggi dibandingkan Eropa (WHO, 2024). Salah satu penyebab utama kematian ibu adalah perdarahan akibat abortus, termasuk abortus imminens. Di RSUD Banyumas tercatat 144 kasus abortus imminens pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia dan paritas dengan kejadian abortus imminens. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasi dan pendekatan cross sectional, serta menggunakan data sekunder dari rekam medis. Sampel terdiri dari 234 ibu hamil muda rawat inap yang dipilih dari 869 populasi melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji univariat dan bivariat dengan Spearman Rank. Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara usia dan kejadian abortus imminens (p<0,05), namun tidak terdapat hubungan antara paritas dan kejadian abortus imminens (p>0,05).