Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Impact of Workplace Dust Exposure and Mask Usage on Pulmonary Function in Construction Environments Sumardiyono, Sumardiyono; Maria Paskanita Widjanarti; Farhana Syahrotun Nisa Suratna; Bachtiar Chahyadhi; Reni Wijayanti; Rachmawati Prihantina Fauzi; Yeremia Rante Ada’; Yunita Dwi Puspitasari; Agathara, Reidiatama Aviano
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkl.v17i1.2025.12-21

Abstract

Introduction: The chance of respiratory diseases among workers participating in toll road construction projects is, for example, higher because of non-organic dust. Therefore, this study aims to evaluate the level of lung capacity experienced by the workers by exposing them to dust and wearing masks. Methods: This cross-sectional study investigated toll road projects in Central Java and Yogyakarta and randomly selected workers from different strata of construction companies. The volume Air Sampler estimated dust concentration, while the pulmonary function test included spirometry. All data were analyzed using two-way MANOVA. Results and Discussion: The multivariate analysis of variance showed that workers exposed to dust exceeding the Threshold Limit Value (TLV) had significantly reduced FEV1 and FVC averages (p < 0.001). The averages of FEV1 and FVC increased more considerably in mask users than non-users, indicating mask usage's benefits. The decline in lung function was smaller in mask users, with FEV1 (95% CI: 0.080–0.321) and FVC (95% CI: 0.071–0.404). A reduction in walking distance also demonstrated significance to the decrease in FVC. Conclusion: They found that dust in construction declines lung capacity, but wearing masks provides some protection. However, such impact continues even after stopping wearing masks, thus stressing the importance of correct mask usage and staff training. Subsequent research must investigate dust interaction and various types of masks to enhance Indonesian workers’ health.
Pengaruh Video Edukasi Tanggap Darurat Tsunami Terhadap Tingkat Pengetahuan Kesiapsiagaan Pekerja Maria Paskanita Widjanarti; Muhammad Miftah Dhiya'ulhaq
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2342

Abstract

ABSTRAK Perusahaan jasa operasi bandar udara yang terletak di pinggir Laut Selatan Jawa memiliki potensi risiko dalam menghadapi bencana. Terdapat 2 kali kasus bencana tsunami yang memakan korban ribuan jiwa selama periode satu dekade terakhir di Indonesia. Tindakan awal untuk mencegah dan meminimalisasi dampak tsunami sangat penting, sehingga diperlukan sistem tanggap darurat di perusahaan dalam menghadapi keadaan darurat bencana seperti pendidikan, pelatihan dan keterampilan terkait tanggap darurat serta menyediakan sarana dan prasarana evakuasi. Keadaan darurat bencana memerlukan pendidikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak intervensi video edukasi tanggap darurat tsunami terhadap tingkat pengetahuan kesiapsiagaan pekerja di PT X Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental dengan pendekatan pre-experimental dan menerapkan desain group pre-test post-test. Intervensi yang digunakan adalah video edukasi tanggap darurat tsunami. Populasi penelitian ini berjumlah 31 responden pekerja di gedung administrasi PT X Yogyakarta. Penelitian ini menerapkan teknik purposive sampling, dan mengukur tingkat pengetahuan responden melalui kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji T berpasangan. Hasil penelitian mengindikasikan adanya perbedaan signifikan dalam pengetahuan (p=0,000; p<0,05) antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi video edukasi tanggap darurat tsunami. Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan kesiapsiagaan melalui pemberian video edukasi tanggap darurat tsunami pada pekerja di gedung administrasi PT X Yogyakarta. Kata Kunci: Bencana tsunami, tanggap darurat, pengetahuan ABSTRACK The airport operation services company located along the southern coast of Java faces significant disaster risks. Indonesia has experienced two major tsunamis in the past decade, causing thousands of casualties. Early actions to prevent and minimize tsunami impacts are essential, making emergency response education, training, and adequate evacuation infrastructure critical components of workplace preparedness. Disaster situations require continuous education to strengthen workers’ readiness. This study aims to analyze the effect of an educational tsunami emergency response video on the preparedness knowledge of employees at PT X Yogyakarta. This research employed an experimental design with a pre-experimental one-group pre-test post-test approach. The intervention consisted of a tsunami emergency response educational video. The study involved 31 employees working in the administration building of PT X Yogyakarta, selected through purposive sampling. Knowledge levels were measured using a structured questionnaire, and data were analyzed using a paired t-test. The findings demonstrate a significant increase in knowledge (p = 0.000; p < 0.05) following the intervention. The results indicate that the tsunami emergency response educational video effectively improved the preparedness knowledge of employees in the administration building of PT X Yogyakarta. Keywords: Tsunami disaster, emergency response, knowledge
Hubungan Kelembapan Udara dan Intensitas Pencahayaan Dengan Sick Building Syndrome di Departemen K3 PT X Jakarta Nurrohmah; Afrian Eskartya Harjono; Reni Wijayanti; Maria Paskanita Widjanarti
Journal of Applied Agriculture, Health, and Technology Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jaht.v4i2.3209

Abstract

Sick Building Syndrome (SBS) merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang sangat berkaitan dengan kondisi kualitas udara dan lingkungan fisik di dalam sebuah bangunan. Berdasarkan data dari WHO pada tahun 2022 diperkirakan sekitar 3,2 juta orang akan meninggal sebelum waktunya akibat penyakit yang disebabkan oleh polusi udara di dalam ruangan Penelitian ini memfokuskan kajian pada dua faktor fisik utama yang diduga menjadi pemicu gejala tersebut, yakni tingkat kelembapan udara serta intensitas pencahayaan di area kerja. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel jenuh atau total sampling, di mana seluruh populasi sebanyak 81 responden dilibatkan dalam studi. Untuk menjamin validitas data, proses pengukuran dilakukan secara objektif menggunakan instrumen hygrometer untuk memantau kelembapan dan lux meter untuk mengukur kuat penerangan. Selain itu, kuesioner khusus SBS digunakan untuk mengidentifikasi persepsi keluhan kesehatan dari para pekerja. Hasil analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank mengungkapkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara kelembapan udara terhadap kemunculan SBS (p=0,000). Temuan serupa juga diperoleh pada variabel intensitas pencahayaan yang menunjukkan nilai signifikansi p=0,000. Melalui uji regresi linier berganda, diketahui bahwa secara simultan kelembapan dan pencahayaan memberikan kontribusi sebesar 54,7% terhadap risiko terjadinya SBS. Dari kedua variabel tersebut, kelembapan udara ditemukan sebagai faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kesehatan pekerja, dengan nilai t sebesar 6,251 dan nilai p&lt;0,05. Hal ini menunjukkan perlunya manajemen lingkungan kerja yang lebih ketat guna menekan prevalensi keluhan kesehatan di perkantoran.