Ikhsan Fajri
Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Al-Mudharabah

KEWENANGAN MAKAMAH SYAR’IYAH DI ACEH DALAM EKSEKUSI JAMINAN FIDUSIA BERDASARKAN PUTUSAN MAKAMAH KONSTITUSI PASCA HADIRNYA QANUN NO 11 TAHUN 2018 LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH DI ACEH IKhsan Fajri
Al-Mudharabah: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol 3 No 1 (2022): Al-Mudharabah : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-mudharabah.v4i1.2117

Abstract

Perselisihan Sengketa Ekonomi Syariah di Aceh Pasca diberlakukan Qanun No 11 Tahun 2018 Tentang Lembaga Keuangan Syariah semakin meningkat, Jaminan Fidusia sebagai salah satu jaminan dalam bentuk kontrak perjanjian murabahah antara lembaga keuangan syariah dan nasabah juga acap diwarnai perselisihan di Aceh, meningkatnya jumlah sengketa dalam bentuk jaminan fidusia semakin membuat Makamah Syar’iyah secara kompetensi Absolut memiliki peran dan tanggungjawab besar dalam mengadili sengketa ekonomi syariah di Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kewenangan Makamah Syar’iyah di Aceh dalam mengadili dan memutuskan berbagai permasalahan sengketa Ekonomi Syariah di Aceh serta faktor-faktor yang menyebabkan nasabah bersengketa dan lembaga keuangan syariah menyita jaminan baik melalui jalur litigasi dan non litigasi. Metode penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan teknik penelitian studi kasus. Jenis data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder. Hasil penelitian ini sangat bermanfaat serta dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan Lembaga Keuangan Syariah untuk melakukan mitigasi lebih cepat terkait dengan potensi sengketa ekonomi syariah dan cara penyelesaiannya di lembaga Peradilan Makamah Syar’iah di Aceh.
ANALISIS PERSEPSI NASABAH TERHADAP PENGGUNAAN E BANKING PADA PT. BANK SYARIAH INDONESIA (BSI) PASCA DIBERLAKUKAN QANUN NO 11 TAHUN 2018 TENTANG LKS DI KOTA BANDA ACEH Ikhsan Fajri; Hamzah Zainuri
Al-Mudharabah: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol 4 No 1 (2023): Al-Mudharabah : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan elektronik banking atau E-Banking merupakan suatu inovasi terbaru yang sangaja dihadirkan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai bentuk komitmen pelayanan berbasis teknologi digital yang bertujuan untuk mempermudah nasabah di sektor perbankan. Layanan E-Banking telah memungkinkan nasabah BSI untuk memperoleh informasi, melakukan komunikasi, dan melakukan transaksi perbankan melalui media elektronik antara lain ATM, phone banking, electronic fund transfer, internet banking maupun mobile, Instrumen ini tentu memberikan dampak yang sangat positif bagi pengguna jasa layanan BSI di Aceh pasca diberlakukan Qanun No 11 Tahun 2018 Tentang LKS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi nasabah terhadap kemudahan penggunaan E Banking dan mengetahui persepsi nasabah terhadap resiko-resiko yang dihadapi dalam penggunaan E-Banking pada PT. BSI pasca di berlakukan penerapan Qanun No 11 Tahun 2018 Tentang LKS di Aceh. Metode penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan teknik penelitian studi kasus. Jenis data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder. Hasil penelitian ini sangat bermanfaat serta dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan Lembaga Keuangan Syariah untuk melakukan mitigasi lebih cepat terkait dengan potensi risiko yang muncul baik pada tataran internal bank dan eksternal, hal ini mengingat masyarakat Aceh untuk saat ini sangat sensitive dengan bentuk layanan berbasis digital yang sering bermasalah diberikan oleh bank terhadap nasabah.