Ika Martanti Mulyawati
Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : basastra

KULINER TUMPENG DI KABUPATEN BOYOLALI: TINJAUAN GASTRONOMI SASTRA Budiarni, Aprilia Dwi; Mulyawati, Ika Martanti
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 12, No 1 (2024): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v12i1.80872

Abstract

Semakin kuatnya arus globalisasi, bangsa Indonesia harus dapat mempertahankan kebaradaan kuliner legendaris Indonesia salah satunya ialah tumpeng. Kuliner tumpeng bukan hanya sekedar nasi dengan bentuk kerucut, namun didalamnya terkandung filosofi kehidupan manusia. Bentuk, warna, pemilihan bahan, serta lauk pauk didalam tumpeng menjadi simbol yang menarik untuk dibahas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ragam dan simbol kuliner tumpeng di Kabupaten Boyolali melalui ilmu gastronomi sastra serta mengidentifikasi relevansinya kedalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Madrasah Tsanawiyah. Data primer yang akan dianalisis diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi kepada masyarakat Kabupaten Boyolali. Penelitian ini masuk dalam penelitian deskriptif kualitatif dengan memaparkan kata kata secara menyeluruh berdasarkan sudut pandang tiap informan dari hasil wawancara yang telah diperoleh. Didapatkan 83 data dari 18 narasumber dan ditemukan 22 ragam kuliner tumpeng yang berada di Kabupaten Boyolali. Hasil dari penelitian ini dapat direlevansikan kedalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Tsanawiyah kelas VII semester 1 dengan materi teks deskriptif.
WUJUD MODERASI BERAGAMA PADA TUMPENG PUNGKUR SEBAGAI TRADISI KEMATIAN DI KABUPATEN BOYOLALI: KAJIAN GASTRONOMI SASTRA Mulyawati, Ika Martanti
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 12, No 1 (2024): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v12i1.84884

Abstract

Kemunculan tumpeng pungkur hanya ada saat tradisi kematian di Kabupaten Boyolali, diidentikkan dengan pergantian kehidupan dari hidup ke mati. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang makna tumpeng pungkur dengan kajian gastronomi sastra di Kabupaten Boyolali. Kualitatif deskripstif adalah jenis penelitian ini dengan teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik menyimak dan catat. Teknik analisis data menggunaan model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya wujud kerukunan, gotong royong, dan pengharapan dalam tumpeng pungkur yang muncul dalam tradisi Sortanahan.  Makna tumpeng yang berbentuk kerucut, dibelah, dan diposisikan saling membelakangi memiliki arti bahwa kehidupan antara yang hidup dan yang mati sudah berbeda. Tumpeng pungkur yang masih dilestarikan oleh masyarakat di Kabupaten Boyolali memiliki makna yang sangat dalam berhubungan dengan pengharapan, doa, dan pengampunan dari Allah swt. Makanan atau kuliner yang muncul karena tradisi kesripahan (Sortanahan) ini memiliki beberapa pelengkap yang juga hadir. Pelengkap tumpeng pungkur ini adalah sego golong, sego asahan, pancenan, ancak, ingkung dan kembang setaman. Tradisi kesripahan ini yang didalamnya terdapat tumpeng pungkur merupakan bagian dari sastra lisan yang dikaji dengan ilmu gastronomi sastra menghasilkan beberapa perspekstif makanan ditinjau dari tradisi lokal yang harus dilestarikan.