Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu Hamil Dengan Peningkatan Berat Badan Selama Kehamilan Khasanah, Yosi Yusrotul
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.32 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v5i6.1339

Abstract

Status gizi merupakan ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi untuk ibu hamil.Gizi ibu hamil merupakan nutrisi yang diperlukan dalam jumlah yang banyak untuk pemenuhan gizi ibu sendiri dan perkembangan janin yang dikandungnya.Kebutuhan makanan dilihat bukan hanya dalam porsi yang dimakan tetapi harus ditentukan pada mutu zat-zat gizi yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsi. Status gizi ibu hamil merupakan salah satu indikator dalam mengukur status gizi masyarakat. Jika asupan gizi untuk ibu hamil dari makanan tidak seimbang dengan kebutuhan tubuh maka akan terjadi defisiensi zat gizi.(ZAKI, 2019). Penentuan status gizi wanita hamil dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan menghitung IMT atau mengukur LILA (Lingkar Lengan Atas). Seorang ibu hamil dikatakan status gizinya normal apabila mempunyai IMT 18,5 s/d 24,9 kg/m2 selama kehamilan atau ditandai dengan hasil pengukuran LILA lebih dari atau sama dengan 23,5 cm yang merupakan indikator seorang ibu tidak mengalami Kekurangan Energi Kalori (KEK). Status gizi ibu hamil yang normal diharapkan akan melahirkan bayi yang sehat dan ibu bisa menjalani kehamilan dan persalinan yang aman (Arisman & Kes, 2009). Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Mayung Kecamatan Gunung Jati dari, 80 orang ibu hamil yang melakukan kunjungan ANC dari tangal 7 maret sampai 9 april 2019 ditemukan sebanyak 15 orang ibu hamil yang termasuk dalam kategori gizi kurang dengan indikator, LILA<23,5 cm. Status gizi merupakan ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi untuk ibu hamil. Gizi ibu hamil merupakan nutrisi yang diperlukan dalam jumlah yang banyak untuk pemenuhan gizi ibu sendiri dan perkembangan janin yang dikandungnya. Kebutuhan makanan dilihat bukan hanya dalam porsi yang dimakan tetapi harus ditentukan pada mutu zat-zat gizi yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsi. Status gizi ibu hamil merupakan salah satu indikator dalam mengukur status gizi masyarakat. Jika asupan gizi untuk ibu hamil dari makanan tidak seimbang dengan kebutuhan tubuh maka akan terjadi defisiensi zat gizi (Arisman & Kes, 2009). Peningkatan berat badan ibu hamil yang kurang maupun berlebih dapat memberikan dampak bagi ibu maupun janin.Beberapa dampak apabila terjadi kenaikan berat badan berlebih pada ibu hamil adalah bayi yang dilahirkan besar sehingga beresiko untuk mengalami kesulitan selama persalinan, selain itu berat badan berlebih pada kehamilan trimester III merupakan tanda bahaya resiko terjadinya preeklampsia. Sedangkan dampak yang terjadi pada ibu hamil yang kenaikan berat badannya kurang dari yang direkomendasikan selama kehamilan adalah resiko tidak berkembangnya janin, selain itu kurang gizi dan anemia dapat menjadi penyulit saat melahirkan (Hani & KusbandiyahJiarti, 2011). Kata kunci : Pengetahuan Gizi Ibu hamil, peningkatan Berat Badan selama kehamilan.
EFEKTIFITAS PERAWATAN PAYUDARA DENGAN MINYAK ZAITUN TERHADAP KELANCARAN ASI PADA IBU NIFAS NY. R Husnul Khotimah; Yosi Yusrotul Khasanah; Rifa Zulfarihah Madani
Jurnal Kesehatan Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v13i1.288

Abstract

Perawatan payudara adalah suatu tindakan perawatan payudara yang dilakukan baik oleh ibu postpartum maupun dibantu oleh orang lain yang dilaksanakan mulai hari pertama atau kedua setelah melahirkan. Pijat merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI.  Pemijatan area payudara dengan tekanan ringan hingga sedang merupakan usaha untuk merangsang prolactin dan oksitosin setelah melahirkan. Studi kasus ini dilakukan di wilayah Praktek Mandiri Bidan Tati Sumyati, SST, Kota Serang tahun 2021 dengan teknik perawatan payudara dengan minyak zaitun yang bertujuan untuk meningkatkan kelancaran ASI pada ibu nifas. Metode penelitian berupa deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian ini adalah pasien nifas yang ada di PMB Tati Sumyati dengan menggunakan format asuhan kebidanan nifas berdasarkan 7 langkah varney dan pengembangan SOAP. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dengan cara melakukan asuhan kebidanan pada ibu nifas sedangkan data sekunderadalah data yang diperoleh dari PMB Tati Sumiyati, SST Kota Serang. Diharapkan dapat meningkatkan pengalaman dan memperluas pengetahuan dan informasi mengenai kelancaran ASI dengan teknik perawatan payudara yang benarKata Kunci: efektifitas perawatan payudaraAbstract  Breast care is an act of breast care carried out either by postpartum mothers or assisted by others, which is carried out starting from the first or second day after giving birth. Massage is one solution to overcome the non-smooth milk production. Massaging the breast area with light to moderate pressure is an attempt to stimulate prolactin and oxytocin after delivery. This case study was conducted in the walantaka area of the Midwife Tati Sumyati's independent practice, SST, Serang City in 2021 with breast care techniques with olive oil which aims to increase the smoothness of breastfeeding in postpartum mothers. The research method is descriptive qualitative with case study design. The subjects of this study were postpartum patients at PMB Tati Sumyati using the postpartum midwifery care format based on 7 Varney steps and SOAP development. Primary data is data obtained directly by providing midwifery care to postpartum mothers, while secondary data is data obtained from PMB Tati Sumiyati, SST Serang City. It is hoped that it can increase experience and expand knowledge and information about breastfeeding with the correct breast care techniqueKeyword: Breast Care Effect
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESEDIAAN BIDAN DESA UNTUK TINGGAL DI DESA Yosi Yusrotul Khasanah
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.984 KB) | DOI: 10.38165/jk.v10i2.14

Abstract

Strategi pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat 2010 mengisyaratkan bahwa pembangunan kesehatan ditujukan pada upaya menyehatkan bangsa. Indikator keberhasilannya antara lain ditentukan oleh angka mortalitas dan morbiditas, angka kematian  ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).Salah satu upaya penting yang sedang ditempuh oleh pemerintah untuk mempercepat penurunan angka kematian  ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Indonesia adalah dengan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang antara lain dilakukan melalui penempatan bidan di desa (BDD). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui  faktor–faktor yang berhubungan dengan kesediaan bidan desa untuk tetap tinggal di desa di Kabupaten Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian analitik Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah bidan desa yang ada di Kabupaten Cirebon sejumlah 424 orang. Teknik pengambil sample menggunakan total sampling,  yang bersedia mengisi kuesioner berjumlah 353 bidan desa. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan.instrumen yang digunakan adalah kuesioner, analisa data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunujukkan variabel umur  (p=0,00), variabel status perkawianan  (p = 0,00), variabel lama kerja (p= 0,00), variabel lama kerja (p= 0,00) ada hubungan dengan kesediaan bidan tinggal di desa, sedangkan variabel ketersediaaan polindes (p=0,57) menunjukkan tidak adanya hubungan kesediaan bidan tinggal di desa.Kata kunci : Faktor kesediaan bidan Desa   ABSTRACTThe heath deveplopment strategis towards a healhty Indonesia 2010 implies that health development is aimed at making the nation healhty indicator of success are determined by mortality and morbidity and morbidity,maternal mortality (MMR) and infant mortality (IMR). One of the important effort being pursued by the government to accelerate the reduction of maternal mortality (MMR) and Infant mortality (IMR) in Indonesia is to bring healh service closser to the community, which among other is done by placing midewifes in the village. The pupose of this study was to determine the factors related to willingness of village midwives to say in village in Cirebon Regency. This is cross secsional analytical study with a population of research that is village midwife in Cirebon District with a total of 242 village midewive, sampling technique using random sampling technique of 353. The results of this study indicate factors related to the willingness of village midwives to stay in the village are 25-34 years of age, marital status is married, tenure of more than 10 years, civil servant employment status, with additional income excluding salary.  The result of the study addressed the age vaeriabel (p=0,00)  the  marriage status variable (p =0,00), variable leght of employment (p=0,00) there was a relationship with the willingness of midewives to live in the village while the polindes availability variable (p=0,57) relationship with the willingness of midewives to live in the village.Key word : village midewife’s willingness, availability of Polindes 
LIMA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEJAHTERAAN IBU DAN ANAK PASCA MELAHIRKAN Yosi Yusrotul Khasanah
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.757 KB) | DOI: 10.38165/jk.v10i1.10

Abstract

Kesehatan ibu dan anak dalam  keluarga merupakan salah satu indikator kesejahteraan ibu dan anak. Keberhasilan upaya kesejahteraan dan kesehatan  ibu diantaranya dapat dilihat dari Angka Kematian Ibu (AKI). Penurunan AKI di Indonesia terjadi peningkatan di 2012 menjadi 359. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh peran tenaga kesehatan, keterpaparan informasi, ketahanan komunitas, ketahanan keluarga, dan ketahanan individu terhadap kesejahteraan ibu dan anak pasca melahirkan di wilayah Kabupaten Cirebon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang menggunakan desain cross-sectional (potong lintang). Populasi adalah ibu-ibu yang menyusi bayi sejumlah 120 dan sampel yang digunakan sebanyak 90 ibu menyusui. Metode analisis yang digunakan adalah Structural Equation Model (SEM) mengunakan SmartPLS 2.0 dan SPSS 20. Pengumpulan data menggunakan metode angket. Instrumen data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang paling besar terhadap kesejahteraan ibu dan anak pasca melahirkan di wilayah Kabupaten Cirebon adalah tenaga kesehatan (23,82%),  peran tenaga kesehatan sebagai motivator ini bermakna dorongan terhadap serangkaian proses perilaku manusia pada pencapaian tujuan.Kata kunci  : Tenaga Kesehatan, Informasi, Komunitas, Individu, Kesejahteraan ibu dan anak   ABSTRACTMaternal and child health in the family is one indicator of the welfare of mother and children. The success of maternal welfare nd health effort can be seen from the maternal mortality rate.the decline in maternal mortality in Indonesia has increased 2012 to 359. The purpose of this study was determine the effect and magnitude between health worker. Information explosive, community resilience, family resilience, family resilience and individual resilience to post partum wellfare for mother and children in the Cirebon district. The methode used in this study is a quantitave approach that uses a cross sectional desain (cross secsional). The analytical methode used is a structural equation model (SEM) using smart pls 2.0 and SPSS2.0  Data collection uses the questionnaire method. Data instruments using questionnaires. The results showed that the greatest influence on the wellfare of postpartum mothers and children in the Cirebon regency is health workers (23,82%). The role of health worker as motivator means encaouging a series of proceses of human behavior towards archeiving goals.Keywords :  Medical Staff, Information, Comunity, Individual,  Mom and Child Welfare
The Relationship Between Knowledge of Postpartum Mothers About Perineal Wound Treatment With Perineal Wound Healing Yosi Yusrotul Khasanah; Agi Yulia Ria Dini; Wahyuni Ade Saputri
Indonesian Health Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Indonesian Health Journal
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.137 KB) | DOI: 10.58344/ihj.v1i1.9

Abstract

Postpartum infection still plays a role as the leading cause of maternal death, especially in developing countries such as Indonesia, this problem occurs as a result of midwifery services that are still far from perfect. As a result of improper perineal care, the perineum is affected by lochia and moist conditions that will significantly support the proliferation of bacteria that can cause infection in the perineum. Infection not only inhibits the wound healing process but can also cause damage to the supporting cell tissue, increasing the size of the wound itself, both in length and depth of the wound. Perineal wound care aims to prevent infection, increase comfort, and accelerate healing. Those who have episiotomy or laceration wounds need to have sufficient knowledge about perineal wound care because these factors significantly affect the healing process of the perineal wound. The knowledge of postpartum mothers about poor perineal wound care can be a factor that causes germs and bacteria to appear. This study aimed to determine the relationship between postpartum mothers' knowledge of perineal wound care and perineal wound healing. This research uses a descriptive correlation with a quantitative approach to the point of sampling technique using total sampling with 16 respondents. How to collect data using a questionnaire. Data analysis used the chi-square test to test the relationship between two variables. There is a relationship between postpartum mothers' knowledge about perineal wound care and perineal wound healing, with a significant value of 0.005 (p-value <0.05). There is a relationship between postpartum mothers' knowledge of perineal wound care and perineal wound healing
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN DI KLINIK ARIZA MEDIKA TAHUN 2022 Heny Puspasari; Agi Yulia Ria Dini; Siti Nurdiyana; Laili Nurjannah Yulistiyana; Yosi Yusrotul Khasanah; Anisah Fitri
Jurnal Kesehatan Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v13i2.317

Abstract

Abstrak  KB suntik 3 bulan adalah kontrasepsi hormonal yang berisi hormone progesterone. KB suntik 3 bulan merupakan metode kontrasepsi non jangka panjang akan tetapi KB suntik 3 bulan menjadi pilihan mayoritas ibu-ibu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor uyang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi suntik 3 bulan di Klinik Ariza Medika Tahun 2022.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling.Cara pengumpulan data menggunakan kuisioner. Analisa data yang digunakan adalah  Analisa multivariat dengan uji chi square.Hasil analisis uji chi square dengan spss faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan nilai p,0,05 adalah usia (p=0,02) dan parietas (p=0,03). Keempat faktor (usia, Pendidikan, ekonomi dan parietas) secara bersama-sama berpengaruh terhadap pemilihan kontrasepsi suntik 3 bulan namun yang paling signifikan adalah usia dan parietas. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi suntik 3 bulan di Klinik Ariza Medika adalah faktor usia dan parietas. Meningkatkan KIE tentang kontrasepsi agar lebih bijak dalam memilih KB sesuai kebutuhan. Kata kunci : KB Suntik 3 bulan, usia, pendidikan, ekonomi, parietas Abstract  3-month injection contraception is a hormonal contraceptive that contains the hormone progesterone. The 3-month injection KB is a non-long-term contraceptive method, but the 3-month injection KB is the choice of the majority of acceptor. This study was conducted to determine the factors that influence the choice of 3-month injectable contraception at the Ariza Medika Clinic in 2022.This study used a quantitative method with an analytical descriptive design. The sampling technique used was accidental sampling. Method data collection using a questionnaire. Data analysis used is multivariate analysis with chi square test. The results of chi square analysis with SPSS. The factors that influence the choice of 3-month injectable contraception with a p value of <0.05 were age (p=0.02) and parity (p=0.03). The four factors (age, education, economy and pariety) together influence the choice of 3-month injectable contraception, but the most significant are age and pariety. The factors that influence the choice of 3-month injectable contraception at the Ariza Medika Clinic are age and pariety. Improving KIE on contraception to be wiser in choosing family planning according to need Key words : 3-month injectable contraception, age, education, economy, pariety
PENGENALAN COVID 19 DAN PRAKTEK CUCI TANGAN 6 LANGKAH DI RA DINIL ISLAM DESA MEGU CILIK WERU KABUPATEN CIREBON Iis Iis; Ela Rohaeni; Yosi Yusrotul Khasanah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIRAH) Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid 19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis virus corona yang baru ditemukan, yang pertama kali terjadi di wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019. Adapun gejala covid yang paling umum adalah demam, rasa Lelah dan batuk kering, rasa nyeri hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare. Covid 19 dapat menyebar dari orang ke orang melalui percikan-percikan dari hidung atau mulut yang keluar saat  orang terjangkit covid 19 batuk atau mengeluarkan nafas. Percikan yang keluar tersebut akan jatuh dan mengenai benda serta permukaan lain disekitarnya, dan apabila benda atau permukaan tersebut tersentuh tangan kemudian tangan tersebut menyentuh mata, hidung atau mulutnya, maka orang tersebut akan terjangkit Covid 19.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY) DI RUANG RAWAT INAP BEDAH RUMAH SAKIT Muslimin Muslimin; Yosi Yusrotul Khasanah; Rokhmatul Hikmat; Ira Faridasari
Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i1.334

Abstract

Pengetahuan dan sikap merupakan hasil dari tahu melalui penginderaan terhadap suatu objek tertentu dan interaksi sosial sehingga terbentuknya tindakan seseorang. Patient safety merupakan suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap perawat dengan pelaksanaan keselamatan pasien (Patient Safety) di Ruang   Rawat Inap Bedah. Metode penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Pemilihan sampel dengan total sampling sebanyak 29 responden yang dilakukan pada tanggal 5 Mei – 4 Juni 2022. Data yang diperoleh dianalisis dengan program komputerisasi dengan menggunakan uji chi-square (x2, pada tingkat kemaknaaan 95% (α 0,05). Hasil dari analisis statistik menunjukan hasil bahwa ada hubungan pengetahuan perawat dengan pelaksanaan keselamatan pasien (patient safety) di Ruang Rawat Inap Bedah, p = 0,004 (α0,05). Ada hubungan sikap perawat dengan pelaksanaan keselamatan pasien (Patient Safety) di Ruang Rawat Inap Bedah, p=0,038 (α<0,05).Kata Kunci:. Pengetahuan; Sikap; Pelaksanaan Keselamatan PasienAbstract Knowledge and attitudes are the result of knowing through sensing a particular object and social interaction so that a person's actions are formed. Patient safety is a system where hospitals make patient care safer. The purpose of the study was to determine the relationship between knowledge and attitudes of nurses with the implementation of patient safety in the Surgical Room. The research method is quantitative research with cross sectional design. The sample selection with a total sampling of 29 respondents. The data obtained were analyzed by a computerized program using the chi-square test (x2), at a significance level of 95% (α 0.05). The results of statistical analysis showed that there was a relationship between nurses' knowledge and the implementation of patient safety in the Surgical Inpatient Room, p = 0.004 (α<0.05). There is a relationship between the attitude of nurses and the implementation of patient safety in the Surgical Inpatient Room, p=0.038 (α<0.05).    Keywords: Knowledge; Attitude; Implementation of Patient Safety
EFEKTIFITAS PERAWATAN PAYUDARA DENGAN MINYAK ZAITUN TERHADAP KELANCARAN ASI PADA IBU NIFAS NY. R Husnul Khotimah; Yosi Yusrotul Khasanah; Rifa Zulfarihah Madani
Jurnal Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v13i1.288

Abstract

Perawatan payudara adalah suatu tindakan perawatan payudara yang dilakukan baik oleh ibu postpartum maupun dibantu oleh orang lain yang dilaksanakan mulai hari pertama atau kedua setelah melahirkan. Pijat merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI.  Pemijatan area payudara dengan tekanan ringan hingga sedang merupakan usaha untuk merangsang prolactin dan oksitosin setelah melahirkan. Studi kasus ini dilakukan di wilayah Praktek Mandiri Bidan Tati Sumyati, SST, Kota Serang tahun 2021 dengan teknik perawatan payudara dengan minyak zaitun yang bertujuan untuk meningkatkan kelancaran ASI pada ibu nifas. Metode penelitian berupa deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian ini adalah pasien nifas yang ada di PMB Tati Sumyati dengan menggunakan format asuhan kebidanan nifas berdasarkan 7 langkah varney dan pengembangan SOAP. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dengan cara melakukan asuhan kebidanan pada ibu nifas sedangkan data sekunderadalah data yang diperoleh dari PMB Tati Sumiyati, SST Kota Serang. Diharapkan dapat meningkatkan pengalaman dan memperluas pengetahuan dan informasi mengenai kelancaran ASI dengan teknik perawatan payudara yang benarKata Kunci: efektifitas perawatan payudaraAbstract  Breast care is an act of breast care carried out either by postpartum mothers or assisted by others, which is carried out starting from the first or second day after giving birth. Massage is one solution to overcome the non-smooth milk production. Massaging the breast area with light to moderate pressure is an attempt to stimulate prolactin and oxytocin after delivery. This case study was conducted in the walantaka area of the Midwife Tati Sumyati's independent practice, SST, Serang City in 2021 with breast care techniques with olive oil which aims to increase the smoothness of breastfeeding in postpartum mothers. The research method is descriptive qualitative with case study design. The subjects of this study were postpartum patients at PMB Tati Sumyati using the postpartum midwifery care format based on 7 Varney steps and SOAP development. Primary data is data obtained directly by providing midwifery care to postpartum mothers, while secondary data is data obtained from PMB Tati Sumiyati, SST Serang City. It is hoped that it can increase experience and expand knowledge and information about breastfeeding with the correct breast care techniqueKeyword: Breast Care Effect
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY) DI RUANG RAWAT INAP BEDAH RUMAH SAKIT Muslimin Muslimin; Yosi Yusrotul Khasanah; Rokhmatul Hikmat; Ira Faridasari
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i1.334

Abstract

Pengetahuan dan sikap merupakan hasil dari tahu melalui penginderaan terhadap suatu objek tertentu dan interaksi sosial sehingga terbentuknya tindakan seseorang. Patient safety merupakan suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap perawat dengan pelaksanaan keselamatan pasien (Patient Safety) di Ruang   Rawat Inap Bedah. Metode penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Pemilihan sampel dengan total sampling sebanyak 29 responden yang dilakukan pada tanggal 5 Mei – 4 Juni 2022. Data yang diperoleh dianalisis dengan program komputerisasi dengan menggunakan uji chi-square (x2, pada tingkat kemaknaaan 95% (α 0,05). Hasil dari analisis statistik menunjukan hasil bahwa ada hubungan pengetahuan perawat dengan pelaksanaan keselamatan pasien (patient safety) di Ruang Rawat Inap Bedah, p = 0,004 (α0,05). Ada hubungan sikap perawat dengan pelaksanaan keselamatan pasien (Patient Safety) di Ruang Rawat Inap Bedah, p=0,038 (α<0,05).Kata Kunci:. Pengetahuan; Sikap; Pelaksanaan Keselamatan PasienAbstract Knowledge and attitudes are the result of knowing through sensing a particular object and social interaction so that a person's actions are formed. Patient safety is a system where hospitals make patient care safer. The purpose of the study was to determine the relationship between knowledge and attitudes of nurses with the implementation of patient safety in the Surgical Room. The research method is quantitative research with cross sectional design. The sample selection with a total sampling of 29 respondents. The data obtained were analyzed by a computerized program using the chi-square test (x2), at a significance level of 95% (α 0.05). The results of statistical analysis showed that there was a relationship between nurses' knowledge and the implementation of patient safety in the Surgical Inpatient Room, p = 0.004 (α<0.05). There is a relationship between the attitude of nurses and the implementation of patient safety in the Surgical Inpatient Room, p=0.038 (α<0.05).    Keywords: Knowledge; Attitude; Implementation of Patient Safety