Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Menulis Kalimat Sederhana Melalui Impelemntasi Model Snowball Throwing Pada Siswa Kelas II SDN 11 Limboto Barat Kabupaten Gorontalo Evi Hasim; Meylan Saleh
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 8, No 2 (2022): May 2022
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.8.2.785-794.2022

Abstract

Penanaman bahasa Indonesia sejak dini adalah memberikan pelatihan dan pendidikan tentang bahasa Indonesia sejak anak masih kecil. Pelaksanaan pendidikan bahasa Indonesia pada anak dapat dilakukan melalui pendidikan informal, pendidikan formal, maupun pendidikan nonformal. Salah satu pengetahuan Bahasa Indonesia yang perlu dipelajari oleh siswa sekolah dasar adalah pengetahuan kemampuan awal siswa dalam menulis kalimat sederhana, terutama bagi siswa kelas II. Oleh karena itu dibutuhkan guru yang sangat professional dalam mengenalkan bagaimana menulis kalimat sederhana terutama bagi siswa kelas II sekolah dasar dengan menggunakan berbagai model Pembelajaran inovatif yang ada. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis sederhana siswa kelas II melalui implementasi model Pembelajaran Snowball Throwing di sekolah dasar. Penelitian yang akan dilakukan adalah jenis penelitian Tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan rancangan penelitian Kurt Lewin. Kegiatan yang dilakukan pada Penelitian Tindakan Kelas (PTK) diawali dengan observasi awal sebagai landasan untuk melakukan observasi awal dalam melakukan penelitian tindakan kelas pada siklus I dan siklus II. Pada setiap tindakan yang dilakukan selalu terjadi peningkatan kemampuan siswa menulis kalimat sederhana melalui model snowball throwing. Dalam pelaksanaan tindakan yang diperoleh dari siklus I dan siklus II, maka jelas terlihat bahwa adanya peningkatan kemampuan pada pembelajaran bahasa Indonesia khususnya dalam meningkatkan kemampuan siswa menulis kalimat sederhana melalui model snowball throwing di kelas II SDN 11 Limboto Barat Kabupaten Gorontalo.
PERKEMBANGAN BAHASA ANAK Evi Hasim
PEDAGOGIKA Vol 9 No 2 (2018): OKTOBER
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.635 KB) | DOI: 10.37411/pedagogika.v9i2.87

Abstract

Bahasa merupakan suatu alat komunikasi yang disampaikan seseorang kepada orang lain agar bisa mengetahui apa yang menjadi maksud dan tujuannya. Pentingnya bahasa sebagai identitas manusia, tidak bisa dilepaskan dari adanya pengakuan manusia terhadap pemakaian bahasa dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Untuk menjalankan tugas kemanusiaan, manusia hanya punya satu alat, yakni bahasa. Dengan bahasa, manusia dapat mengungkapkan apa yang ada di benak mereka. Sesuatu yang sudah dirasakan sama dan serupa dengannya, belum tentu terasa serupa, karena belum terungkap dan diungkapkan. Hanya dengan bahasa, manusia dapat membuat sesuatu terasa nyata dan terungkap.
Kreativitas Mahasiswa Melalui Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Koperasi (Kalender Pop Up Book Berbasis Audio Video) Evi Hasim; Samsiar Rivai; Mardiah Bin Smith
Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian Vol 3, No 1 (2023): March
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/dikmas.3.1.153-158.2023

Abstract

Mahasiswa merupakan aset masa depan bangsa yang memiliki potensi dan energi yang besar untuk diasah dan dikembangkan kreativitasnya sebagai calon penerus dan pemimpin bangsa, guna peningkatan mutu pembangunan bangsa dan negara. Membentuk potensi penerus bangsa tersebut, maka mahasiswa perlu diberi peluang dan tantangan tersistematis guna meningkatkan mutu kreativitas, mental dan perilakunya. Kreativitas adalah bakat diri yang harus selalu diasah dalam berbagai kesempatan. Untuk memastikan Anda selalu dipenuhi kreativitas tanpa batas, ada juga kebiasaan-kebiasaan penting yang perlu dilakukan secara rutin. Kreativitas sejatinya adalah kemampuan berpikir yang penting untuk dimiliki oleh siapa saja terlepas dari jenis profesi yang dikerjakan. Dengan kreativitas, kita dapat menghadirkan solusi-solusi tepat untuk setiap tantangan dan kendala dalam studi, pekerjaan, atau kehidupan sehari-hari. Media merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran untuk mecapai tujuan pembelajaran. Media berfungsi untuk mengatur hubungan efektif guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Pop Up Book adalah suatu kerajinan kertas yang mengandung nilai seni yang tinggi. Pop Up Book yang akan dirancang dalam kegiatan ini adalah berbasis audio video.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Membangun Desa Mandiri, Berjiwa Usaha Melalui Pos Pintar Masako (Masyarakat Aktif, Kreatif, Inovatif) Di Desa Patuhu Kecamatan Randangan Kabupaten Pohuwato Meylan Saleh; Evi Hasim; Dajani Suleman
Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian Vol 3, No 1 (2023): March
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/dikmas.3.1.119-128.2023

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya untuk mentransformasikan pertumbuhan masyarakat sebagai kekuatan nyata masyarakat, untuk meningkatkan ekonomi dan memperjuangkan nilai-nilai dan kepentingan di dalam arena segenap aspek kehidupan. Ekonomi masyarakat adalah segala kegiatan ekonomi dan upaya masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya (basic need) yaitu sandang, pangan, papan, kesehatan dan pendidikan. Pemberdayaan masyarakat (empowerment) sebagai strategi alternative dalam pembangunan telah berkembang dalam berbagai literatur dan pemikiran walaupun dalam kenyataannya belum secara maksimal dalam implementasinya. Ekonomi mandiri merupakan sistem perekonomian rakyat, yang mengatur mekanisme sumber penghidupan pelaku ekonomi dalam konteks kehidupan masyarakat (gotong royong) berdasarkan kegiatan ekonomi yang tidak menganut prinsip ketergantungan, tetapi berdasarkan swadaya.
Implementasi Model Pembelajaran Mordiscvein di Era Merdeka Belajar di Sekolah Dasar Meylan Saleh; Gamar Abdullah; Evi Hasim; Syukri Katili
Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian Vol 3, No 2 (2023): June
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/dikmas.3.2.339-346.2023

Abstract

Era revolusi industri 4.0 merupakan tantangan sekaligus peluang bagi lembaga pendidikan dalam mewujudkan pendidikan terbaik buat siswa-siswinya serta merupakan syarat maju dan berkembang lembaga pendidikan harus memiliki daya inovasi, dan dapat berkolaborasi. Di era Revolusi Industri 4.0, sistem pendidikan diharapkan dapat mewujudkan perserta didik memiliki keterampilan yang mampu berfikir kritis dan memecahkan masalah, kreatif dan inovatif serta ketrampilan komunikasi dan kolaborasi. Juga keterampilan mencari, mengelola dan menyampaikan. Era revolusi industry 4.0 ini membawa kehidupan baru bagi guru dan siswa dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan. Salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh guru adalah penguasaan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kreativitas dan cara berpikir kritisnya siswa. Model pembelajaran merupakan suatu kerangka konseptual yang melukiskan prosedur secara sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dimaksud adalah model pembelajaran Mordiscvein, dimana model ini dapat membantu menyelesaikan permasalahan dalam kesulitan belajar maupun mengajar di lembaga pendidikan khususnya sekolah dasar.
Mengembangkan Kompetensi Guru melalui Penggunaan Model Pembelajaran Mordiscvein di Sekolah Dasar Evi Hasim; Meylan Saleh; Dajani Suleman; Mardiah Bin Smith
Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian Vol 3, No 2 (2023): June
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/dikmas.3.2.347-354.2023

Abstract

Guru yang berkualitas adalah guru yang memenuhi berbagai macam persyaratan yang telah ditentukan di antaranya adalah beriman dan bertaqwa kepada Allah, sehat jasmani dan rohani serta memiliki kompetensi yang dibutuhkan dalam proses pendidikan dan pembelajaran. Guru adalah komponen yang sangat menentukan dalam keberhasilan suatu pendidikan. Hal ini memang wajar, sebab guru merupakan ujung tombak yang berhubungan langsung dengan siswa sebagai subjek dan objek belajar. Model pembelajaran berfungsi sebagai pedoman guru dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar dan mengajar (pembelajaran). Model pembelajaran merupakan suatu perencanaan atas suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial. model pembelajaran Mordiscvein merupakan pembelajaran dirancang agar siswa dapat menemukan sendiri konsep yang akan dipelajari, meskipun masih dengan panduan guru. Karena siswa sekolah dasar belum dapat menemukan konsep secara benar-benar mandiri seperti orang dewasa.
Penerapan Model Mordiscvein di Sekolah Dasar Dan Pembuatan Kreativitas Bagi Masyarakat Meylan Saleh; Evi Hasim; Sukri Katili
Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian Vol 3, No 3 (2023): September
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/dikmas.3.3.677-692.2023

Abstract

Pembelajaran di abad 21 ini memiliki perbedaan dengan pembelajaran di masa yang lalu. Dahulu, pembelajaran dilakukan tanpa memperhatikan standar, sedangkan kini memerlukan standar sebagai acuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Melalui standar yang telah ditetapkan, guru mempunyai pedoman yang pasti tentang apa yang diajarkan dan yang hendak dicapai. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah merubah gaya hidup manusia, baik dalam bekerja, bersosialisasi, bermain maupun belajar. Untuk mengembangkan pembelajaran abad 21, guru harus memulai satu langkah perubahan yaitu merubah pola pembelajaran tradisional yakni pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centered) menjadi pola pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered). Diantara model-model pembelajaran yang dapat meningkatkan 4c (Critical Thinking and Problem Solving (berpikir kritis dan pemecahan masalah), Communication (komunikasi), Collaboration (Kolaborasi), Creativity and Inovation (kreativitas dan inovasi) siswa adalah model pembelajaran Mordiscvein. Selain nodel pembelajaran yang diterapkan di sekolah dasar, diharapkan siswa sekolah dasar memiliki kretivitas yang harus dikembangkan. Kreativitas yang dimaksud dalam kegiatan ini adalah kreativitas masyarakat Dudewulo dalam mengolah sampah terutama sampah yang masih bisa didaur ulang kembali menjadi benda yang bermanfaat dan benilai uang dalam tujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KALIMAT SEDERHANA MELALUI MODEL SNOWBALL THROWING DI KELAS II SDN 11 LIMBOTO BARAT KABUPATEN GORONTALO Evi Hasim; Indah Permatasari Lamusu
JAMBURA Elementary Education Journal Vol 2 No 1 (2021): VOLUME 2 NOMOR 1, JUNI 2021
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indah Permatasari Lamusu. 2021,Improving students' Ability in Writing simple sentences using the snowball throwingmodel in the 2nd grade of SDN 11 Limboto Barat, Gorontalo District. undergraduate thesis. Department of elementary teacher education, faculty of education, state university of gorontalo.the principal supervisior is Dra. Evi Hasim, M.Pd and the Co Supervisior is Dr. Wiwy T. Pulukadang, S.Pd, M.Pd The research problem is whether or not the snowball throwing model can improve students' ability in writing simple sentences in the 2nd grade of SDN 11Limboto Barat, Gorontalo District. the objective is to improve the students' ability in writing simple sentences using the snowball throwing model in the 2nd grade of SDN 11 Limboto Barat, Gorontalo District. This research is a classroom action research comprising 2 cycles.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ULAR TANGGA INOVATIF PADA MATERI IMBUHAN KELAS V SD Regina Anggraini Darise; Evi Hasim; Wiwy Trianty Pulukadang; Rusmin Husain; Fidyawati Monoarfa
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11669

Abstract

This research was motivated by the low learning interest and motivation of fifth-grade students at SDN 03 Batudaa on affixes due to the use of monotonous conventional methods. The main problem focused on the lack of concrete media, which resulted in student boredom and difficulty mastering linguistic concepts. To address this, an innovative snakes and ladders media was developed through Research and Development using the ADDIE model, encompassing analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data collection was conducted through observation, interviews, and validation questionnaires. The quantitative research results showed a very high level of feasibility, with scores from media experts of 96.47%, material experts of 95.55%, and language experts of 91.42%. Furthermore, the practitioner assessment reached 95.48%, categorizing the product as highly feasible. Implementation on fifteen students demonstrated that this media was able to increase learning motivation through a game-based learning approach. The main conclusion of this research confirms that the use of innovative snakes and ladders is effective as a means of evaluation and increases students' memory retention of affixes in depth. This development has proven effective in transforming a passive classroom atmosphere into a more dynamic, interactive, and lively one. The media facilitates cognitive understanding through engaging visualizations and physical activities, making it highly suitable for elementary school children. The implementation of this modified educational game is highly recommended to achieve high-quality academic graduation standards. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar serta motivasi siswa kelas V SDN 03 Batudaa pada materi imbuhan akibat penggunaan metode konvensional yang monoton. Masalah utama difokuskan pada kurangnya media konkret yang mengakibatkan siswa jenuh dan sulit menguasai konsep kebahasaan. Untuk mengatasi hal itu, dilakukan pengembangan media ular tangga inovatif melalui metode Research and Development dengan model ADDIE meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan lewat observasi, wawancara, serta angket validasi. Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan tingkat kelayakan sangat tinggi dengan skor ahli media 96,47%, pakar materi 95,55%, serta ahli bahasa 91,42%. Selain itu, penilaian praktisi mencapai 95,48% sehingga produk masuk kategori sangat layak. Implementasi pada lima belas peserta didik membuktikan bahwa media ini mampu meningkatkan motivasi belajar melalui pendekatan game based learning. Simpulan utama riset ini menegaskan bahwa penggunaan ular tangga inovatif efektif sebagai sarana evaluasi sekaligus peningkat retensi memori siswa terhadap materi imbuhan secara mendalam. Pengembangan ini terbukti mampu mentransformasi suasana kelas yang awalnya pasif menjadi lebih dinamis, interaktif, dan riang. Media tersebut memfasilitasi pemahaman kognitif melalui visualisasi yang menarik serta aktivitas fisik yang sangat sesuai bagi anak tingkat dasar. Kehadiran permainan edukatif modifikasi ini sangat direkomendasikan untuk diterapkan guna mewujudkan standar kelulusan akademik yang berkualitas.