Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KONSEP DIKLAT DALAM PANDANGAN NOTOATMODJO Saidatul Karimah; Akhmad Fauzi Sayuti
Jurnal Konseling Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Konseling Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAI Al Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jkpi.v3i2.147

Abstract

Bahwa pendidikan dan pelatihan merupakan bagian terpenting dalam memberikan penguatan pembejaran dan percepatan pemahaman pendidikan terutama peningkatan SDM dalam satuan pendidikan/ organisasi dan institusi. Diklat menempatkan diri sebagai pembelajaran yang spesifik dengan waktu yang lebih pendek dari pada pendidikan formal di sekolah dengan pendekatan praktek dari pada penguasaan teori. Dan dengan menejmen pengelolaan tertentu yang telah dijabarkan di atas.Kemudian ruang lingkup diklat meliputi semua aspek aspek pendidikan dengan tujuan menguatkan dan penguasaan serta pembentukan SDM yang professional
Resepsi Al-Qur’an dalam Tradisi Rokat Tase’: Kajian Living Qur’an pada Masyarakat Desa Bandaran Tlanakan Pamekasan Moh. Samsul Ma'arif; Saidatul Karimah
AR ROSYAD: Jurnal Keislaman dan Sosial Humaniora Vol. 4 No. 2 (2026): al-Qur'an and Hermeneutik
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/ekbm6t32

Abstract

This study examines the reception of the Qur’an within the tradition of Rokat Tase’ practiced by the coastal community of Bandaran Village, Tlanakan District, Pamekasan Regency. The research aims to identify the forms of Qur’anic reception embedded in the ritual and to analyze how Qur’anic values are interpreted and practiced in the socio-religious life of the community. This study employs a qualitative approach with a Living Qur’an framework through observation, interviews, and documentation techniques. The findings reveal that the Rokat Tase’ tradition contains various forms of Qur’anic reception, including the recitation of selected Qur’anic verses, collective prayers, and symbolic religious practices intended to seek safety, gratitude, and divine blessing for fishermen and coastal society. The Qur’an functions not only as a sacred text but also as a living cultural guide that shapes social solidarity, spiritual awareness, and local religious identity. The study concludes that the tradition of Rokat Tase’ reflects the dynamic interaction between the Qur’an and local culture, demonstrating that Living Qur’an practices continue to develop contextually within the religious traditions of Madurese coastal communities.
Pengaruh Pemanfaatan Learning Management System (LMS) terhadap Kemandirian Belajar Mahasiswa: Penelitian Suyuti; Saidatul Karimah; Didi Sudrajat; Imam Tazali; Hasan Wardana; Margareta Delviona
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan Learning Management System (LMS) terhadap kemandirian belajar mahasiswa melalui pendekatan studi literatur. Perkembangan teknologi pendidikan telah mendorong transformasi sistem pembelajaran di perguruan tinggi, di mana LMS menjadi platform utama dalam mendukung pembelajaran daring dan blended learning. Dalam konteks tersebut, kemandirian belajar menjadi kompetensi esensial yang menentukan keberhasilan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan tahapan identifikasi masalah, penelusuran sumber ilmiah, seleksi literatur berdasarkan kriteria relevansi dan kredibilitas, analisis isi, serta sintesis temuan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan LMS berkontribusi positif terhadap penguatan self-regulated learning mahasiswa, khususnya dalam aspek perencanaan belajar, manajemen waktu, pengendalian diri, dan refleksi pembelajaran. Selain itu, faktor kualitas sistem, desain instruksional, interaksi dalam pembelajaran daring, serta self-efficacy mahasiswa turut memengaruhi tingkat kemandirian belajar. Meskipun LMS menyediakan fasilitas yang mendukung pembelajaran mandiri, efektivitasnya sangat bergantung pada kesiapan mahasiswa dan strategi pedagogis yang diterapkan oleh dosen. Dengan demikian, LMS tidak hanya berfungsi sebagai media distribusi materi, tetapi juga sebagai sarana strategis dalam membentuk budaya belajar mandiri di pendidikan tinggi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui sintesis konsep self-regulated learning dan keberhasilan sistem e-learning, serta implikasi praktis bagi pengembangan pembelajaran berbasis LMS yang lebih efektif.