Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

CHARACTER BASED ON BONA PASOGIT LOCAL WISDOM Pardomuan Simanullang
Jurnal Scientia Vol. 11 No. 01 (2022): Education, Sosial science and Planning technique, August
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.233 KB)

Abstract

Education is a vehicle for the transformation of culture, values, science and technology that has become the center for the development of the nation's character, both through formal and non-formal education. Quality human resources are the main capital to achieve the welfare of the nation. Increasing intellectual, emotional and spiritual intelligence is a prerequisite for the success of Indonesian human development. Education that seeks to produce good citizens is described in nation and character building by instilling the spirit of nationalism in order to form a complete Indonesian human being. This means that education is expected to form students who have national character embodied in the moral values of their citizens, By bringing back the values contained in the many cultures and making them one of the guidelines in the growth of student character, it is believed that they can support superior human resource education. With the creation of superior human resources, superior institutions, superior regions and superior and prosperous nations will be created
Implementasi Kurikulum K13 Di SMA Swasta Trisakti Laguboti Rafi Marthin Hutapea; Pardomuan Simanullang; Resita Lubis; Juliber Arman Simanjuntak; Asna Sinaga
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1153

Abstract

Krikulum yang digunakan SMA SWASTA TRISAKTI LAGUBOTI adalah krikulum 2013. Implementasi krikulum 2013 beberapa guru masih melakukan pembelajaran tanpa RPP( Rencana Program Pembelajaran). Dalam implementasi di kelas bebrapa guru tidak begitu maksimal dalam menyiapkan  perangkat pembelajaran  kareana kondisi dan situasi kelas dan ada juga faktor lain misalnya sarana dan prasarana yang kurang memadai dan berbagai karakteristik siswa. Krikulum 2013 selain kompetensi kognitif afektif dan piskomotorik adalah mengarah pada karakter, dalam pembelajaran guru tidak luput untuk menanamkam krakter baik kepada pesrta didiik terlepas dari  mata pelajaran.  
Strategi Pembelajaran Penggabungan Jelajah Teka Teki Silang (TTS) Dengan Musik Dan Lagu Di SMA N 2 Balige Kabupaten Toba Lenny M. Hutauruk; Nugra H.C.N Sipahutar; Sonya Simanjuntak; Togi Sarmauli Siahaan; Pardomuan Simanullang
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1192

Abstract

Guru adalah ujung tombak terlaksananya pembelajaran di kelas. Baik tidaknya pembelajaran di kelas akan ditentukan oleh cara seorang guru dalam menyajikaan materinya di depan peserta didik. Suatu materi yang tidak menyenangkan dapat menjadi menyenangkan apabila seorang guru mempunyai kreativitas dalam membawakan materi tersebut. Salah satu cara untuk meningkatkan mutu anak didik adalah dengan merancang pembelajaran yang menyelaraskan pemakaian fungsi otak kiri dan otak kanan, yaitu pembelajaran menggunnakan logika, imajinasi, emosi, rasa, gambar, analisis, sintesis, perbedaan, kesamaan, dan mengejutkan. Penelitian ini menggunakan instrument tes hasil belajar mata kuliah kurikulum dan pembelajaran, dan refleksi di akhir pembelajaran. Tes dihitung menggunakan nilai rata-rata, dan motivasi dilihat dari hasi refleksi pembelajaran dengan menganalisis jawaban-jawaban siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Balige pada Mei tahun 2023. Nilai siswa meningkat secara signifikan. Tadinya siswa hanya memperoleh nilai rata – rata sekitar 64 setelah adanya dengan pembelajaran teka teki silang dengan music dan lagu maka rata – rata nilai siswa naik sekitar 30% menjadi 93.
Optimizing the “Kawan Belajar” Learning Community to Enhance Teacher Collaboration at SMP Negeri 4 Pahae Julu Pardomuan Simanullang; Astriani Sipayung; Indrawaty Gultom; Herawati Nainggolan; Hendra Wanri Lumbangaol
Jurnal Multidisiplin Sahombu Vol. 6 No. 03 (2026): Jurnal Multidisiplin Sahombu, 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The transformation of education in the modern era requires the enhancement of teacher professionalism through innovative and student-centered collaboration. This study aims to examine in depth the implementation of learning communities, the forms of teacher collaboration, and the optimization strategies of learning communities in improving teacher collaboration at SMP Negeri 4 Pahae Julu. This research employs a descriptive qualitative approach to comprehensively describe the phenomenon based on real conditions in the field. Data were collected through observation, interviews, and documentation, with research subjects selected using purposive sampling, including the principal, the learning community coordinator, and teachers. The findings indicate that the learning community “Kawan Belajar” (KaBel) at SMP Negeri 4 Pahae Julu has been implemented regularly, systematically, and sustainably. Its implementation emphasizes a dialogic atmosphere that enables teachers to share experiences, discuss challenges, and collectively reflect on their teaching practices. Teacher collaboration is clearly reflected in joint planning, implementation, and evaluation of learning activities. The optimization of the learning community is supported by the strategic leadership of the principal as a facilitator, the active commitment of teachers, the utilization of digital technology, and periodic evaluation mechanisms. In conclusion, the “KaBel” learning community has proven to be an effective platform for fostering a collaborative and innovative learning culture, enhancing teachers’ professional capacity, and improving the quality of learning in schools, in line with the spirit of implementing the Merdeka Curriculum.
Analisis Manajemen Penilaian Kinerja Guru Dalam Meningkatkan Profesionalisme Pendidik Di SMA Negeri 1 Pahae Jae Hotlan Tarida Silaban; Rumenta Afrianti Simanungkalit; Melise Diana Nahampun; Pardomuan Simanullang
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.611

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan manajemen penilaian kinerja guru dalam meningkatkan profesionalisme pendidik di SMA Negeri 1 Pahae Jae. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru. Analisis data dilakukan dengan model Miles et al. (2014) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen penilaian kinerja guru telah dilaksanakan secara terstruktur melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Perencanaan dilakukan secara sistematis, pelaksanaan melibatkan observasi pembelajaran dan penilaian perangkat ajar, serta tindak lanjut berupa program pembinaan yang kolaboratif. Penilaian kinerja berhasil mendorong peningkatan profesionalisme guru, meskipun masih terdapat kekurangan pada pemanfaatan teknologi dan kreativitas pembelajaran. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya memperkuat program tindak lanjut yang berbasis kebutuhan, integrasi teknologi dalam penilaian, serta konsistensi supervisi akademik untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.