Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENEMUAN POSTULAT PERUBAHAN NOL DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMAHAMAN ENERGI DALAM ILMU FISIKA Wikara, Bertha
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.209 KB)

Abstract

ABSTRAK Energi merupakan pokok bahasan yang bersifat dasar dalam ilmu fisika. Selama ini diyakini bahwa energi dapat berubah menjadi massa, atau sebaliknya. Energi juga dianggap merupakan hal yang berbeda dengan momentum. Namun kedua keyakinan ini terbukti salah saat ditinjau menggunakan postulat perubahan nol. Berdasarkan postulat perubahan nol, dibuktikan bahwa energi tidak dapat berubah menjadi massa, atau sebaliknya. Selain itu ditemukan juga bahwa energi dan momentum adalah hal yang sama.   Kata kunci : energi, massa, postulat perubahan nol, momentum
KONSEKUENSI HASIL PENELITIAN TIM ICARUS TENTANG KELAJUAN NEUTRINO TERHADAP TEORI RELATIVITAS Wikara, Bertha
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpfa.v2n1.p15-19

Abstract

Penelitian ulang tim ICARUS atas kelajuan neutrino baru ? baru ini mendapatkan hasil bahwa kelajuan neutrino sama dengan kelajuan cahaya. Hasil penelitian tersebut membawa konsekuensi tersendiri bagi ilmu fisika. Selama ini foton (cahaya) dianggap sebagai partikel tak bermassa, namun dalam eksperimen ICARUS ditemukan bahwa foton mempunyai kelajuan yang sama dengan neutrino yang merupakan partikel bermassa. Tidak mungkin sebuah partikel bermassa mempunyai kelajuan yang sama dengan partikel tidak bermassa. Seharusnya yang mempunyai massa lebih lambat kelajuannya dibanding yang tidak mempunyai massa. Oleh sebab itu foton seharusnya merupakan partikel yang mempunyai massa juga. Masalah lain muncul manakala rumus massa relativistik diterapkan untuk kasus neutrino. Oleh sebab neutrino mempunyai massa dan bergerak dengan kelajuan cahaya, maka nilai massa relativistiknya adalah tak terhingga. Namun ini bukan kenyataan yang dijumpai dalam eksperimen, jadi ada kesenjangan antara teori dan praktek. Cara menghilangkan kesenjangan tersebut adalah dengan menaikkan nilai konstanta c2 dalam rumus massa relativistik. Namun hal ini membuat teori relativitas memprediksi bahwa ada yang bergerak lebih cepat dari cahaya di jagad raya.
KONSEKUENSI HASIL PENELITIAN TIM ICARUS TENTANG KELAJUAN NEUTRINO TERHADAP TEORI RELATIVITAS Wikara, Bertha
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpfa.v2n1.p15-19

Abstract

Penelitian ulang tim ICARUS atas kelajuan neutrino baru – baru ini mendapatkan hasil bahwa kelajuan neutrino sama dengan kelajuan cahaya. Hasil penelitian tersebut membawa konsekuensi tersendiri bagi ilmu fisika. Selama ini foton (cahaya) dianggap sebagai partikel tak bermassa, namun dalam eksperimen ICARUS ditemukan bahwa foton mempunyai kelajuan yang sama dengan neutrino yang merupakan partikel bermassa. Tidak mungkin sebuah partikel bermassa mempunyai kelajuan yang sama dengan partikel tidak bermassa. Seharusnya yang mempunyai massa lebih lambat kelajuannya dibanding yang tidak mempunyai massa. Oleh sebab itu foton seharusnya merupakan partikel yang mempunyai massa juga. Masalah lain muncul manakala rumus massa relativistik diterapkan untuk kasus neutrino. Oleh sebab neutrino mempunyai massa dan bergerak dengan kelajuan cahaya, maka nilai massa relativistiknya adalah tak terhingga. Namun ini bukan kenyataan yang dijumpai dalam eksperimen, jadi ada kesenjangan antara teori dan praktek. Cara menghilangkan kesenjangan tersebut adalah dengan menaikkan nilai konstanta c2 dalam rumus massa relativistik. Namun hal ini membuat teori relativitas memprediksi bahwa ada yang bergerak lebih cepat dari cahaya di jagad raya.
METAFISIKA KEJADIAN DALAM PERSPEKTIF TEORI MOSEN Bertha Wikara
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 1, No 2 (2008)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.886 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v1i2.673

Abstract

Many incidents happen in the universe. They are make humans embittered and try to understand about them. Things about incident were searched in this research : how an incident emerge, actor of all incidents in universe, and formula that represents all incidents in universe and with the using of it. Inductive thinking by using datas which they are not results from an experiment was used as research method. The results of the research are : 1) An incident emerge because a movement, 2) Actor of all incidents in universe is mosen, 3) Formula that represents all incidents in universe is input = output. The formula called incident formula, 4) The using of incident formula is for the basic of zero change postulate making, which the postulate’s statement is, “ there is no change in each incident in universe. Change that happens is not real “, the incident formula is also used for the basic of mosen cycle postulate making, which the postulate’s statement is, “ each movement of mosen is a cycle ”. Point 1 to 3 plus zero change postulate called incident theory.
PENEMUAN POSTULAT PERUBAHAN NOL DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMAHAMAN ENERGI DALAM ILMU FISIKA Bertha Wikara
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 8, No 1 (2011): Prosiding Seminar Nasional VIII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Energi merupakan pokok bahasan yang bersifat dasar dalam ilmu fisika. Selama ini diyakini bahwa energi dapat berubah menjadi massa, atau sebaliknya. Energi juga dianggap merupakan hal yang berbeda dengan momentum. Namun kedua keyakinan ini terbukti salah saat ditinjau menggunakan postulat perubahan nol. Berdasarkan postulat perubahan nol, dibuktikan bahwa energi tidak dapat berubah menjadi massa, atau sebaliknya. Selain itu ditemukan juga bahwa energi dan momentum adalah hal yang sama.   Kata kunci : energi, massa, postulat perubahan nol, momentum
Transformasi Kompetensi Pedagogik Guru melalui Pelatihan Deep Learning dan Strategi Meaningful Learning Wicaksono, Anggit Grahito; Jumanto, Jumanto; Khalifah , Viera Nur; Wikara, Bertha
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juli 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i2.780

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa akibat dominasi hafalan dalam pembelajaran konvensional, ditambah terbatasnya kompetensi guru dalam inovasi pembelajaran, dimana pemahaman Deep Learning guru rendah dan integrasi elemen Meaningful Learning sulit dilakukan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru Sekolah Dasar dalam menerapkan pendekatan Deep Learning pada elemen Meaningful Learning melalui pelatihan dan pendampingan terstruktur. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman guru terhadap pendekatan Deep Learning dan kesulitan dalam mengintegrasikan elemen Meaningful Learning dalam pembelajaran. Metode pelaksanaan mencakup empat tahap: persiapan, sosialisasi, pelatihan intensif, dan evaluasi, dengan melibatkan 35 guru dari tiga sekolah dasar. Pelatihan difokuskan pada penguatan konsep Deep Learning, workshop pengembangan modul ajar, dan pendampingan implementasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman konseptual guru dengan kenaikan skor rata-rata dari 74,13 menjadi 91,73 (23,74%), serta 80% peserta berhasil menyusun modul ajar berbasis Meaningful Learning. Tanggapan peserta sangat positif dengan dominasi ekspresi kepuasan (27,3%) dan harapan keberlanjutan (25,5%). Simpulan program menunjukkan bahwa model pelatihan terstruktur dengan pendampingan berkelanjutan efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dan menciptakan dampak transformatif pada praktik pembelajaran. Program ini merekomendasikan perluasan model serupa untuk pengembangan profesional guru yang berkelanjutan.