Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENERAPAN MOTIF BATIK KONTEMPORER MENGGUNAKAN KONSEP BATIK CAP MODULAR DENGAN INSPIRASI LANDSCAPE ALAM DANAU TOBA Br. Sinulingga, Lidya Tetangena; Fardhani, Ahda Yunia Sekar; Oetari, Jeng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik, Sebagai tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi, telah mengalami perkembangan pesat baik dari segi teknik maupun motif di berbagai daerah, termasuk teknik cap yang dikembangkan menjadi batik kontemporer pada saat ini. Batik kontemporer telah mengalami pengembangan motif dengan teknik cap menggunakan metode cap modular. Batik cap memiliki kelebihan dalam hal proses pembuatan yang cepat dan biaya yang relatif terjangkau, namun variasi motifnya masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa teknik batik cap modular dapat menghasilkan ragam motif yang lebih beragam. Danau Toba dipilih sebagai inspirasi karena pemandangan alamnya yang indah dan kekayaan budaya lokal yang dimiliki, termasuk rumah adat yang khas. Cap Modular berbahan dasar kayu dapat menghasilkan berbagai motif yang beragam dari desain sederhana tanpa memerlukan plat cetak besar. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif baru dalam pengaplikasian motif batik serta meningkatkan apresiasi terhadap seni batik dengan memperlihatkan keindahan alam dan budaya lokal Sumatera Utara. Kata kunci : batik kontemporer, cap modular, Danau Toba, landscape alam
PENERAPAN MOTIF BATIK POHON ASEM MENGGUNAKAN TEKNIK BORDIR DALAM BUSANA READY TO WEAR UNTUK UMKM TELAGA BATIK Amelia, Dwi Rizki; Yuningsih, Sari; Oetari, Jeng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telaga batik adalah salah satu UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang berfokus pada bidang kebudayaan melalui produksi batik. Motif batik bekasi pada saat ini hanya diterapkan pada lembaran kain seperti batik tulis dan batik cap. Batik cap menjadi ciri khas batik bekasi dengan warna-warna cerah seperti biru, merah, hijau dan ungu. Motif batik yang terinspirasi dari kearifan lokal dan kebudayaan seperti motif Gedung Joeang, Pohon Asem, dan Kembang Goyang. Selama empat tahun terakhir, Telaga Batik telah berkolaborasi dengan paguyuban Abang-Mpok Bekasi sebagai pemasok kain batik untuk kegiatan acara mereka. Dalam upaya memperkaya ragam busana dan mempromosikan motif batik bekasi, terdapat potensi untuk menerapkan motif batik pohon asem dengan teknik bordir sebagai alternatif busana ready to wear. Hal ini menjadi peluang untuk mengadaptasi motif batik bekasi dengan teknik bordir. Motif Batik Pohon Asem ini memiliki karakteristik elemen batang, buah dan daun yang menarik untuk dipadupadankan dalam busana ready to wear. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu melakukan observasi, wawancara, pengumpulan data secara literatur dan eksplorasi. Tujuan penelitian ini ialah menerapkan motif batik pohon asem menggunakan teknik bordir pada busana ready to wear. Kata kunci: bordir, motif batik pohon asem, ready to wear
PENGEMBANGAN MOTIF MENGGUNAKAN TEKNIK TILING DENGAN INSPIRASI RAGAM HIAS DALAM MUSHAF PURA PAKUALAMAN Adzania, Farizka Shobrina; Rosandini, Morinta; Oetari, Jeng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat berbagai macam teknik yang dapat digunakan untuk menciptakan motif repetisi, salah satunya dengan teknik tiling. Teknik tiling berpotensi dalam menghasilkan inovasi dan variasi motif. Bentuk tile dalam teknik tiling yang berupa poligon identik menghasilkan motif yang berbentuk geometris sederhana yang kaku, monoton, dan tidak bervariasi. Beberapa brand lokal telah mengaplikasikan teknik quadrilateral tiling dengan bentuk tile persegi dan unsur flora yang organis pada produknya, tetapi repetisi motif yang dihasilkan terlihat seperti repetisi motif pada umumnya dan tidak mencerminkan karakteristik teknik tiling. Berdasarkan hal tersebut, ditemukan peluang untuk mengembangkan motif dengan teknik tiling menggunakan tile selain persegi serta unsur bentuk organis. Bentuk-bentuk organis flora juga dapat ditemukan dalam ragam hias pada Mushaf Pura Pakualaman, yang menjadi inspirasi utama penelitian. Selain itu, terdapat persamaan karakter dari ragam hias Mushaf Pura Pakualaman dengan teknik tiling, yaitu adanya prinsip keseimbangan serta sifatnya yang membingkai. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan motif dengan teknik tiling dengan memanfaatkan bentuk organis sehingga menghasilkan inovasi motif yang bervariasi. Metode penelitian yang digunakan, yaitu kualitatif yang berfokus pada teori berdasarkan studi literatur serta eksplorasi teknik repetisi motif secara digital. Hasil akhir eksplorasi komposisi motif kemudian diaplikasikan dengan teknik digital printing dan diterapkan ke busana modest wanita. Kata kunci: geometris, motif, pura pakualaman, ragam hias mushaf, teknik tiling
PENGEMBANGAN TEKNIK JUMPUTAN IKAT GANDA MELALUI PENYUSUNAN KOMPOSISI MOTIF MENGGUNAKAN PEWARNA ALAM KAYU TINGI (CERIOPS TAGAL) PADA LEMBARAN KAIN Ni’mah, Anggun Futikatun; Oetari, Jeng; Ramadhan, M. Sigit
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan teknik dalam pembuatan produk kriya tekstil di Indonesia, termasuk jumputan terus mengalami kemajuan. Kain jumputan dihasilkan melalui metode ikat celup, yang membutuhkan ketelitian dan keahlian tinggi untuk menghasilkan karya seni yang bermutu. Teknik ini berkembang di berbagai wilayah Indonesia seperti Jawa, Bali, Palembang, dan Kalimantan. Pewarnaan menggunakan zat pewarna alami tetap dipertahankan sebagai warisan budaya karena lebih ramah lingkungan. Salah satu pewarna alami yang digunakan adalah kulit kayu tingi (Ceriops tagal), yang menghasilkan warna coklat kemerahan. Berdasarkan penelitian sebelumnya, penerapan teknik ikat celup motif ganda dengan pewarna alam kulit kayu mahoni. Penemuan tersebut mengarahkan penelitian ini pada potensi pengembangan formula pewarna alam kayu tingi dengan mordan tawas dan tunjung, serta pengembangan penerapan teknik jumputan motif ikat ganda melalui penyusunan komposisi secara dinamis dengan prinsip rupa keseimbangan dan proporsi pada kain tencel. Metodempenelitian yang digunakanmuntuk mendapatkan data dalamppenelitian ini menggunakan studipliteratur denganmmengumpulkan data melalui buku atau jurnal, wawancara dengan melibatkan pihak lain yang dianggap memahami bidang dan pihak industri terkait, observasi untuk mendapatkan data dengan adanya pengamatan secara langsung terhadap suatu objek, dan eksperimen untuk mengetahui penerapan metode yang tepat dalam penerapan teknik jumputan ikat ganda dengan pewarna alam tingi. Kata kunci: dinamis, pewarna alam kayu tingi, teknik jumputan, tencel
PENGEMBANGAN TEKNIK JUMPUTAN MELAUI GRADASI WARNA MENGGUNAKAN PEWARNA ALAM KAYU TEGERAN PADA LEMBARAN KAIN Zahran, Nazhira; Oetari, Jeng; Ramadhan, M. Sigit
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pewarna tekstil dari bahan alam di Indonesia sudah dilakukan dilakukan sejak puluhan tahun lalu, hal ini disebabkan karena melimpahmya sumber daya yang dapat diolah menjadi bahan tekstil yang berasal dari tumbuhan. Pewarna alami dapat menjadi alternatif dalam mewarnai kain karena bersifat ramah lingkungan. Pewarna alam kayu tegeran memiliki potensi yang dapat dikembangkan kembali untuk menghasilkan warna yang lebih bervaritif. Beberapa waktu terakhir kain jumputan banyak digemari oleh masyarakat di Indonesia maupun di mancanegara, karena memiliki keistimewaan pada teknik pembuatanya dengan cara dijumput, dijelujir dan dilipat. Jika dilakukan dengan teliti akan menghasilkan sebuah karya yang bernilai jual tinggi. Namun hingga saat ini pembuatan jumputan tergolong sangat sederhana, oleh karena itu tidak menghasilkan variasi pola dan warna yang lebih beragam. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk menemukan formulasi pewarna alam tegeran untuk menghasilkan warna yang lebih beragam dari berbagai jenis mordan dengan menggaplikasikan gradasi warna pada teknik jumputan. Menggunakan pewarna alam kayu tegeran pada lembaran kain linen, katun dan tencel melalui penggabungan dua macam mordan. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersumber dari studi literatur, observasi, wawancara, dan eksperimen. Didapatkan formulasi optimal pada mordan logam yaitu 0,5-1 gram tunjung dengan 1 liter air dapat menghasilkan warna hijau dengan pencelupan 3 kali, 8 gram tunjung dengan 1 liter air menghasilkan warna coklat dengan pencelupan 3 kali. Formulasi optimal pada mordan asam yaitu 24 gram tawas dengan 600 ml air menghasilkan warna kuning dengan pencelupan 3 kali. Formulasi pada ekstrak kayu tegeran yaitu 100 gram kayu tegeran dengan 1 liter air menghasilkan warna kuning kecoklatan. Kata kunci: formulasi mordan, gradasi warna jumputan, pewarna kayu tegeran
PENGEMBANGAN VISUAL BUNGA RAFFLESIA ARNOLDI MENGGUNAKAN METODE BIOMIMIKRI YANG DIAPLIKASIKAN PADA PRODUK FASHION Firdaus, Suci Hayati Permata; Oetari, Jeng; Febriani3, Rima
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi pada industri fashion terus dibutuhkan agat tetap berkembang. Inovasi dalam fashion melibatkan pembuatan, perubahan dan pengembangan proses perancangan produk. Umber isnpirasi yang melimpah salah satunya adalah alam. Pengambilan inspirasi melalui alam disebut juga dengan Biomimikri. Terdapat faktor Biomimikri pada perancangan produk fashion yaitu peniruan pada bentuk, tekstur dan warna biologis alam. Bunga merupakan salah satu bagian dari alam yang selalu digunakan visualnya sebagai inspirasi dari tiap zamannya. Indonesia memiliki bunga Nasional yaitu Rafflesia Arnoldi yang memiliki keunikan dan karakteristik yang berbeda dari bunga pada umumnya. Pada penelitian ini, akan berfokus pada pengembangan visual bunga Rafflesia Arnoldi menggunakan metode Biomimikri meliputi peniruan bentuk, tekstur dan warna. Adapun pengolahannya menggunakan gabungan teknik yaitu Wet Felting, Needle Felting dan Beading. Selain itu, penelitian ini menggunakan metode kualitatif meliputi observasi, studi literatur dan eksplorasi. Hasil penelitian ini berupa pengaplikasian visual Rafflesia Arnoldi sebagai inspirasi yang telah dikembangkan pada produk fashion Wearable Art berupa tas. Kata Kunci : biomimikri, beading, needle felting, produk fashion, rafflesia arnoldi, wearable art dan wet felting.
PENGEMBANGAN VISUAL HUTAN HUJAN TROPIS MENGGUNAKAN METODE BIOMIMIKRI DENGAN TEKNIK DAN MATERIAL TEKSTIL YANG DIAPLIKASIKAN PADA PRODUK FASHION Putri, Rania Setiawan; Oetari, Jeng; Febriani, Rima
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: Inovasi dibutuhkan agar suatu produk dapat bertahan dan mencapai keberhasilan. Salah satu inovasi dalam fashion dapat berupa peningkatan metode pada proses pengembangan produknya. Pengembangan tersebut dapat diambil dari berbagai inspirasi, salah satunya dengan menerapkan metode Biomimikri yang menjadikan alam sebagai inspirasi dalam peniruan. Biomimikri sendiri telah digunakan dalam pengembangan kerajinan pada tekstil maupun busana. Pada penelitian maupun produk sebelumnya, penerapan Biomimikri pada fashion dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti meniru visual, struktur, tekstur, warna, maupun sifat fungsionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan visual hutan hujan tropis melalui teknik tekstil Reka Rakit seperti tenun tapestri dan wet felting, serta Reka Latar berupa faux chenille, embroidery, dan punch needle, yang kemudian dapat diaplikasikan pada produk fashion berupa art-wear. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang meliputi studi literatur, observasi, wawancara, serta eksplorasi. Hasil dari penilitian ini berupa konsep desain dan produk fashion dengan elemen dekoratif dari penggabungan beberapa teknik dan material tekstil. Kata Kunci: biomimikri, hutan hujan tropis, tekstil, dan desain fesyen.
PENGEMBANGAN VISUAL PANTAI PINK LABUAN BAJO MENGGUNAKAN METODE BIOMIMIKRI DENGAN TEKNIK DAN MATERIAL TEKSTIL YANG DIAPLIKASIKAN PADA PRODUK FASHION Room, Brigita Joan van; Oetari, Jeng; Febriani, Rima
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi dalam bidang fashion perlu dilakukan guna bertahan hidup dan mencapai keberhasilan. Inovasi tersebut dapat diperoleh melalui berbagai cara, antara lain pengembangan dalam metode pembuatan produk maupun inspirasi suatu objek. Terdapat banyak inspirasi yang dapat diangkat dalam produk fashion, salah satunya yaitu alam. Penggunaan alam sebagai inspirasi busana secara sengaja maupun tidak sengaja dikenal dengan metode Biomimikri yaitu dengan melakukan imitasi alam dari segi tampilan, warna, tekstur, corak, maupun fungsi. Alam terdiri dari berbagai jenis, antara lain pantai. Pantai Pink Labuan Bajo merupakan salah satu pantai di Indonesia dengan keunikan pasirnya yang berwarna merah muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan visual Pantai Pink Labuan Bajo dengan menggunakan metode Biomimikri dari segi bentuk, tekstur dan warna objek visual yang dilakukan secara intensional menggunakan pengolahan material dan teknik tekstil berupa wet felting, heat manipulation, beading, dan embroidery yang diimplementasikan dalam produk fashion. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu studi literatur, observasi secara tidak langsung, dan eksplorasi. Hasil akhir dari penelitian ini yaitu produk fashion berupa busana artwear dengan visual Pantai Pink Labuan Bajo menggunakan penggabungan dari pengolahan material dan teknik tekstil yang dilandasi oleh metode Biomimikri. Kata kunci: biomimikri, Pantai Pink Labuan Bajo, tekstil, dan fashion design
PENGOLAHAN PLASTIK MIKA PVC SISA BAHAN BAKU TOKO JUMBO TEKSTIL MENGGUNAKAN KOMBINASI TEKNIK REKA RAKIT MENJADI AKSESORI FESYEN Azahra, Mutiara; Oetari, Jeng; Yuningsih, Sari
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketertarikan industri kreatif di bidang fesyen memperkuat perkembangan ketersediaan berbagai bahan baku, seperti plastik mika PVC (Polyvinyl chloride). Namun, proses penyedia bahan baku sering menghasilkan sisa bahan baku yang tidak terpakai secara optimal. Berdasarkan penelitian terdahulu, plastik mika PVC dapat dikembangkan dengan teknik pewarnaan dan tekstur pada permukaan material untuk menghasilkan produk seperti alas kaki dan tas. Faktor-faktor yang dapat diubah dalam proses pengembangan meliputi unsur bahan, warna, dan komposisi. Dengan demikian, penelitian ini berpotensi mengembangkan komposisi dalam pengolahan material sisa bahan baku plastik mika PVC menjadi aksesori fesyen yang lebih eksploratif menggunakan teknik reka rakit. Tujuan dari penelitian ini menciptakan pengolahan bahan baku mika PVC menggunakan variasi teknik reka rakit dengan inovasi dalam eksplorasi komposisi yang dapat diterapkan pada teknik menjadi aksesori fesyen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa studi literatur, observasi material dengan wawancara dan analisis brand, serta eksplorasi pada material bahan sisa plastik mika PVC. Proses eksplorasi menemukan teknik yang paling optimal, yaitu teknik anyam sebagai bidang alas karena Karakteristik dari eksplorasi lembaran anyam yaitu fleksibel, tipis dan halus sehingga dapat bersentuhan dengan kulit sehingga dapat dijadikan lembaran alas produk aksesori. Teknik crochet sebagai bidang kontruksi maupun dekoratif di bidang yang lebih luas karena karakteristik yang kokoh, tebal serta kuat, dan teknik heat felting sebagai unsur dekoratif yang lebih kecil. Hasil dari penelitian ini adalah produk aksesori bergaya futuristic dan Art of Beat menggunakan bahan sisa plastik mika PVC dengan teknik reka rakit melalui penerapan komposisi pada tas, alas kaki, headpiece, dan ikat pinggang. Kata kunci: aksesori fesyen, reka rakit, sisa bahan baku plastik mika PVC.
PERANCANGAN MERCHANDISE EKSKLUSIF UNTUK KOMUNITAS LENTERA MIMPI MENGGUNAKAN TEKNIK BLOCK PRINTING DENGAN INSPIRASI GAMBAR ANAK-ANAK SEBAGAI VISUAL PADA MOTIF Pratiwi, Hanna Yulianty; Ramadhan, M. Sigit; Oetari, Jeng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lentera Mimpi adalah komunitas di Kabupaten Bandung yang mendukung anak-anak yatim untuk melanjutkan pendidikan mereka tanpa takut putus sekolah. Masalah yang dihadapi seringkali merupakan kendala finansial. Selain itu, Lentera Mimpi ingin lebih dikenal secara luas. Penelitian problem based dengan metode penelitian kualitatif yang terdiri dari observasi produk merchandise, observasi lingkungan belajar, observasi kegiatan belajar, wawancara, pengambilan gambar anak-anak, eksplorasi, studi literatur pada sumber data yang mendukung penelitian. Gambar anak-anak Lentera Mimpi digunakan sebagai inspirasi visual untuk motif yang diterapkan dengan teknik block printing pada produk merchandise eksklusif berupa kidswear dengan target market pasangan yang memiliki anak dengan harap dapat menjadi solusi bagi Lentera Mimpi sebagai peluang untuk menarik donatur baru. Kata kunci: block printing, Komunitas Lentera Mimpi, merchandise, motif