Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Refleksi diri dan aktualisasi: Analisis semiotika lirik “di akhir perang” karya Nadin Amizah (pendekatan psikologi humanistik Carl Rogers) Anjun Nuraini; Agus Yulianto
Patria Educational Journal (PEJ) Vol 6 No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pej.v6i1.2620

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi representasi refleksi diri dan proses aktualisasi diri dalam lirik lagu "Di Akhir Perang" karya Nadin Amizah melalui lensa semiotika dan psikologi humanistik Carl Rogers. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika Roland Barthes (denotasi, konotasi, mitos), studi ini membedah bagaimana simbolisme "perang" merepresentasikan inkongruensi internal individu. Temuan menunjukkan bahwa lirik tersebut merupakan manifestasi perjalanan dari organismic valuing process menuju fully functioning person. Novelty penelitian ini terletak pada sintesis antara struktur tanda linguistik dengan dinamika kepribadian humanistik dalam karya musik kontemporer Indonesia. Abstract: This study aims to explore the representation of self-reflection and the process of self-actualization in the song lyrics “Di Akhir Perang” by Nadin Amizah through the lenses of semiotics and Carl Rogers’ humanistic psychology. Employing a descriptive qualitative method and Roland Barthes’ semiotic analysis (denotation, connotation, and myth), this research examines how the symbolism of “war” represents an individual’s internal incongruence. The findings indicate that the lyrics embody a journey from the organismic valuing process toward becoming a fully functioning person. The novelty of this study lies in its synthesis of linguistic sign structures with the dynamics of humanistic personality within contemporary Indonesian music.
Suara dari Pinggiran: Dekonstruksi Nilai Sosial dan Realitas Virtual dalam Karya Sastra Siswa XI SMA Fufut Shokhibul Burhan; Agus Hermawan; Saptono Hadi; Agus Yulianto
Jurnal Pembelajaran dan Riset Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026): Volume 6, Nomor 2, April 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jprp.v6i2.2675

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi marginalisasi nilai sosial dan pergeseran realitas dalam karya sastra siswa XI SMAN 1 Ponggok. Masalah utama terletak pada bagaimana identitas digital mendistorsi kepekaan sosial siswa di lingkungan rural. Bertujuan untuk mendekonstruksi narasi "pinggiran" dan realitas virtual, penelitian kualitatif ini menerapkan pendekatan dekonstruksi Derridean melalui analisis tekstual mendalam. Prosedur penelitian meliputi pengumpulan korpus cerpen siswa, identifikasi oposisi biner, dan pelacakan jejak intertekstual digital. Hasil penelitian mengungkapkan adanya ambivalensi antara nilai komunal tradisional dan simulakra virtual. Temuan menunjukkan bahwa karya siswa merefleksikan krisis identitas di mana realitas virtual dianggap lebih otoritatif dibandingkan realitas fisik-sosial.
Bahasa dan Keseharian dalam Sastra: Analisis Sosiolinguistik terhadap Representasi Kehidupan Sosial Karya Sastra Anak “5 Dongeng Anak Dunia” Shafira Rahmadania Efendy; Agus Hermawan; Saptono Hadi; Agus Yulianto
Jurnal Pembelajaran dan Riset Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026): Volume 6, Nomor 2, April 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jprp.v6i2.2676

Abstract

Riset mengkaji fenomena sosiolinguistik dalam antologi "5 Dongeng Anak Dunia" untuk mengungkap bagaimana bahasa merepresentasikan realitas sosial keseharian. Masalah utama berfokus pada pergeseran makna budaya dalam adaptasi sastra anak. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik, data dianalisis melalui identifikasi register, dialek sosial, dan kesantunan berbahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan variasi bahasa dalam dongeng tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai instrumen sosialisasi nilai moral dan stratifikasi sosial. Temuan menyimpulkan bahwa representasi kehidupan sosial melalui bahasa dalam sastra anak berperan krusial dalam membentuk kompetensi komunikatif dan pemahaman sosial pembaca dini
Ekokritik Didaktis: Penanaman Nilai Ekologis Dalam Kumpulan Cerita Pendek Karya Hasta Indriyana Maulana Sokibul Kirom; Saptono Hadi; Agus Hermawan; Agus Yulianto
Jurnal Pembelajaran dan Riset Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026): Volume 6, Nomor 2, April 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jprp.v6i2.2677

Abstract

Penelitian ini mengkaji krisis degradasi lingkungan yang dipicu oleh rendahnya literasi ekologis masyarakat. Tujuan utama penelitian adalah membedah muatan nilai ekologis dalam kumpulan cerita pendek karya Hasta Indriyana melalui lensa ekokritik didaktis. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi, data diidentifikasi dan dikategorikan berdasarkan prinsip etika lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya Indriyana mengintegrasikan nilai kearifan lokal dan kritik sosial terhadap eksploitasi alam. Temuan ini menegaskan bahwa teks sastra berfungsi sebagai instrumen pedagogis strategis dalam menanamkan kesadaran pelestarian lingkungan serta merekonstruksi hubungan harmonis antara manusia dan alam
Refleksi diri dan aktualisasi: Analisis semiotika lirik “di akhir perang” karya Nadin Amizah (pendekatan psikologi humanistik Carl Rogers) Anjun Nuraini; Agus Yulianto
Patria Educational Journal (PEJ) Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pej.v6i1.2620

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi representasi refleksi diri dan proses aktualisasi diri dalam lirik lagu "Di Akhir Perang" karya Nadin Amizah melalui lensa semiotika dan psikologi humanistik Carl Rogers. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika Roland Barthes (denotasi, konotasi, mitos), studi ini membedah bagaimana simbolisme "perang" merepresentasikan inkongruensi internal individu. Temuan menunjukkan bahwa lirik tersebut merupakan manifestasi perjalanan dari organismic valuing process menuju fully functioning person. Novelty penelitian ini terletak pada sintesis antara struktur tanda linguistik dengan dinamika kepribadian humanistik dalam karya musik kontemporer Indonesia. Abstract: This study aims to explore the representation of self-reflection and the process of self-actualization in the song lyrics “Di Akhir Perang” by Nadin Amizah through the lenses of semiotics and Carl Rogers’ humanistic psychology. Employing a descriptive qualitative method and Roland Barthes’ semiotic analysis (denotation, connotation, and myth), this research examines how the symbolism of “war” represents an individual’s internal incongruence. The findings indicate that the lyrics embody a journey from the organismic valuing process toward becoming a fully functioning person. The novelty of this study lies in its synthesis of linguistic sign structures with the dynamics of humanistic personality within contemporary Indonesian music.
Ekokritik puisi Made Adnyana Ole: Studi interseksionalitas kerusakan lingkungan dan ketidakadilan sosial “dongeng dari Utara” Puji Siswanto; Saptono Hadi; Agus Hermawan; Agus Yulianto
Patria Educational Journal (PEJ) Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pej.v5i3.2624

Abstract

Abstrak: Artikel ini mengeksplorasi interseksionalitas antara kerusakan lingkungan dan ketidakadilan sosial dalam puisi Dongeng dari Utara karya Made Adnyana Ole. Menggunakan kerangka ekokritik, penelitian ini menganalisis bagaimana teks sastra berfungsi sebagai "arsip forensik" yang mengungkap penindasan berlapis berdasarkan gender, kelas sosial, dan geografi. Temuan menunjukkan bahwa degradasi ekologis di wilayah "Utara" merupakan manifestasi kapitalisme predatoris yang memarjinalkan nelayan dan petani. Krisis ini mengakibatkan alienasi ruang hidup dan terputusnya warisan ekologis antargenerasi. Penelitian menyimpulkan bahwa restorasi alam harus inklusif terhadap keadilan sosial guna mencegah gentrifikasi hijau oleh elit kekuasaan. Abstract: This article explores the intersectionality between environmental degradation and social injustice in the poetry collection Dongeng dari Utara by Made Adnyana Ole. Using an ecocritical framework, the study analyzes how literary texts function as a “forensic archive” that reveals layered oppression based on gender, social class, and geography. The findings indicate that ecological degradation in the “North” region is a manifestation of predatory capitalism that marginalizes fishermen and farmers. This crisis leads to the alienation of living spaces and the disruption of intergenerational ecological heritage. The study concludes that environmental restoration must be inclusive of social justice to prevent green gentrification by the ruling elite.
Sastra dan Kesehatan Mental: Kajian Literature Review Agus Yulianto; Redhitya Wempi Ansori; Hengki Hendra Pradana
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara sastra dan kesehatan mental melalui pendekatan literature review. dilatarbelakangi oleh meningkatnya perhatian terhadap isu kesehatan mental di masyarakat modern yang dipengaruhi oleh tekanan sosial, perkembangan teknologi digital, serta dinamika kehidupan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Data yang diperoleh dari berbagai riset yang telah dipublikasikan dan terindeks; Google Scholar, SINTA, Portal Garuda, Scopus, dan lainnya yang relevan dengan topik penelitian.Data disajikan secara objektif dan terstruktur. Rentang penelitian mulai tahun 2016 hingga 2026. Tahapan Penelitian ini dimulai dari pengumpulan data, evaluasi, dan memberikan interpretasi secara kritis. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, yaitu dengan memilah kembali hasil temuan dengan seksama dan teliti. Hasil kajian menunjukkan bahwa sastra tidak hanya sebagai media hiburan tetapi, sastra mampu membangun rasa empati, meningkatkan literasi kesehatan mental, serta mendukung releksi pemulihan diri pasca trauma. Selain itu, kesehatan mental menjadi topik yang mampu membangun sebuah narasi dalam sebuah karya sastra baik berupa prosa, puisi, atau karya sastra kontemporer. Sehingga dapat dikatakan bahwa sastra dan kesehatan mental memiliki peran masing-masing tetapi saling melengkapi. Dalam kajian ini, sastra dan kesehatan memiliki kaitan, antara lain: representasi kesehatan mental dalam karya sastra, sastra sebagai media terapi, dan sastra mampu meningkatkan kesadaran kesehatan mental.