Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MERINTIS DIGITALISASI WAKAF BERBASIS WEBSITE MELALUI PEMBERDAYAAN BERBASIS ASSET BASED COMMUNITY DEVELOPMENT (ABCD) PADA LEMBAGA KANTONG WAKAF DALAM MEMBANGUN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Safwan Kamal; Juli Dwina Puspita Sari; Nurjanah Nurjanah; Zainal Muttaqin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.729-743

Abstract

Kegiatan PKM ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses meneroka (perintisan) digitalisasi wakaf berbasis website melalui pemberdayaan berbasis Asset Based Community Development (ABCD) Pada Lembaga Kantong Wakaf dalam membangun kesejahteraan masyarakat dalam pemulihan ekonomi pasca covid 19. Metode kegiatan ini adalah ABCD yang difokuskan pada penguatan modal teknologi (technological capital) dan pengembangan asset manusia (human capital). PKM ini menemukan adanya 7 (tujuh) modal Assets Based Community Development (ABCD). Pertama, dari sisi physical capital ditemukan bahwa adanya sebidang tanah yang akan dijadikan lahan untuk pembangunan graha wakaf produktif dan memiliki design gambar pembangunan. Kedua;  dari sisi finansial capital lembaga memiliki sejumlah dana operasional dan sejumlah transaksi dana wakaf. Ketiga; pada sisi environmental capital, Aceh memiliki lahan luas untuk pengembangan wakaf. Keempat; dari sisi social capital keberadaan lembaga tercatat memperoleh dukungan dari masyarakat, pemerintah, wakif, tokoh ulama, penyuluh agama dan para akademisi IAIN Langsa. Kelima; dari sisi spiritual capital ditemukan bahwa masyarakat kota Langsa merupakan masyarakat yang menerapkan syariat Islam dalam tatanan kehidupan. Keenam; dari sisi human capital ditemukan pengurus Kantong Wakaf telah diisi oleh mahasiswa prodi manajemen zakat dan Wakaf IAIN Langsa. Ketujuh; dari sisi technological capital pengabdian ini melahirkan sebuah sarana digitalisasi wakaf dalam bentuk website dengan link www.kantongwakaf.or.id
MERINTIS DIGITALISASI WAKAF BERBASIS WEBSITE MELALUI PEMBERDAYAAN BERBASIS ASSET BASED COMMUNITY DEVELOPMENT (ABCD) PADA LEMBAGA KANTONG WAKAF DALAM MEMBANGUN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Safwan Kamal; Juli Dwina Puspita Sari; Nurjanah Nurjanah; Zainal Muttaqin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.729-743

Abstract

Kegiatan PKM ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses meneroka (perintisan) digitalisasi wakaf berbasis website melalui pemberdayaan berbasis Asset Based Community Development (ABCD) Pada Lembaga Kantong Wakaf dalam membangun kesejahteraan masyarakat dalam pemulihan ekonomi pasca covid 19. Metode kegiatan ini adalah ABCD yang difokuskan pada penguatan modal teknologi (technological capital) dan pengembangan asset manusia (human capital). PKM ini menemukan adanya 7 (tujuh) modal Assets Based Community Development (ABCD). Pertama, dari sisi physical capital ditemukan bahwa adanya sebidang tanah yang akan dijadikan lahan untuk pembangunan graha wakaf produktif dan memiliki design gambar pembangunan. Kedua;  dari sisi finansial capital lembaga memiliki sejumlah dana operasional dan sejumlah transaksi dana wakaf. Ketiga; pada sisi environmental capital, Aceh memiliki lahan luas untuk pengembangan wakaf. Keempat; dari sisi social capital keberadaan lembaga tercatat memperoleh dukungan dari masyarakat, pemerintah, wakif, tokoh ulama, penyuluh agama dan para akademisi IAIN Langsa. Kelima; dari sisi spiritual capital ditemukan bahwa masyarakat kota Langsa merupakan masyarakat yang menerapkan syariat Islam dalam tatanan kehidupan. Keenam; dari sisi human capital ditemukan pengurus Kantong Wakaf telah diisi oleh mahasiswa prodi manajemen zakat dan Wakaf IAIN Langsa. Ketujuh; dari sisi technological capital pengabdian ini melahirkan sebuah sarana digitalisasi wakaf dalam bentuk website dengan link www.kantongwakaf.or.id
The Effect of Liquidity and Solvency on Return on Assets: Evidence from Property and Real Estate Companies Listed in the Jakarta Islamic Index 70 Alfian; Putri Meiliana; Safwandi; Safwan Kamal; Anwar Puteh; Yulius Dharma
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 8 No. 2 (2026): Juli - Oktober 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/jim.v8i2.15488

Abstract

This study aims to analyze the effect of liquidity and solvency ratios on financial performance, as measured by Return on Assets (ROA), in property and real estate companies listed on the Jakarta Islamic Index 70 (JII70) during the 2019–2024 period. The study was motivated by fluctuations in the property sector and the importance of financial management in maintaining corporate profitability. A quantitative approach was employed using secondary data obtained from the annual financial reports of selected companies. The sample consisted of eight companies selected through purposive sampling. Data were analyzed using panel data regression with the Fixed Effects Model (FEM) as the most appropriate estimation model. The results indicate that the Debt-to-Equity Ratio (DER) has a negative and significant effect on ROA. Meanwhile, the Current Ratio (CR), Cash Ratio, Debt-to-Asset Ratio (DAR), and Long-Term Debt-to-Equity Ratio (LTDER) do not individually have a significant effect on ROA. However, the simultaneous test reveals that liquidity and solvency variables collectively have a significant effect on financial performance. The adjusted R-squared value of 0.5998 indicates that approximately 59.98% of the variation in ROA can be explained by the liquidity and solvency variables included in the model, while the remaining 40.02% is influenced by other factors beyond the scope of this study. These results suggest that financial performance is not determined solely by liquidity and solvency conditions but is also affected by other internal and external factors. Therefore, maintaining an appropriate balance between liquidity and leverage is essential for improving profitability and supporting sustainable financial performance.
Empowering Fish Cracker MSMEs through E-Branding and a Marketplace-Based Digital Catalog System to Improve Business Performance in Kuala Langsa Alfian; Miftahul Zannah Sihombing; Ayu Prihatina; Cut tinur Jannah; Putri Nurfadhilla; Juli Dwina Puspita Sari; Nanda Safarida; Zefri Maulana; Safwandi; Safwan Kamal; Muhammad Amin; Khalda Hayatul Fazri Muna; Faisal Yahya; Dicky Armanda
SEURAYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): SEURAYA Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital transformation has become a key factor in enhancing the competitiveness of micro, small, and medium enterprises (MSMEs). However, many MSMEs in coastal areas still face challenges in strengthening their brand identity, presenting product information, and utilizing digital marketing channels. Similar challenges were identified among fish cracker MSMEs in Kuala Langsa, Langsa City, which still rely on conventional marketing practices, lack strong branding, and have not fully leveraged product catalogs and marketplaces. This community service program aimed to improve the understanding and readiness of MSME stakeholders to adapt to digital transformation by strengthening e-branding, introducing a digital catalog system, and enhancing literacy regarding the use of marketplaces. The program employed a Participatory Action Research (PAR) approach involving problem identification, action planning, socialization, mentoring, and reflection. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed using a qualitative descriptive approach. The results indicate an improvement in participants’ understanding of brand identity, the systematic presentation of product information, and the use of digital media as a marketing support tool. Furthermore, MSME actors demonstrated greater openness toward adopting technology for business development. This program provides an initial foundation for fish cracker MSMEs in Kuala Langsa to improve their readiness to adopt digital marketing gradually and sustainably in order to support more adaptive and competitive business development.
Analisis Kepatuhan Membayar Zakat pada Pedagang di Kota Langsa Fitri Nabila; Nanda Safarida; Safwan Kamal; Shelly Midesia; Iskandar Budiman
Jurnal Investasi Islam Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Investasi Islam
Publisher : FEBI IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/8jzc5g91

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kepatuhan pedagang dalam membayar zakat perdagangan di Kota Langsa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan tersebut, khususnya dari aspek pemahaman zakat, kendala pelaksanaan, dan tingkat kepercayaan terhadap Baitul Mal sebagai lembaga pengelola zakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menghimpun data primer melalui wawancara mendalam kepada 6 (enam) informan yang terdiri atas 4 (empat) pedagang dan 2 (dua) petugas Baitul Mal Kota Langsa. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara tematik untuk mengidentifikasi pola kepatuhan dan faktor yang memengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan pedagang dalam membayar zakat perdagangan masih belum optimal secara normatif. Pertama, dari aspek pemahaman, sebagian besar pedagang belum memahami secara teknis ketentuan nisab, haul, dan mekanisme perhitungan zakat usaha. Kedua, dari aspek pelaksanaan, mayoritas pedagang cenderung menyalurkan zakat secara langsung kepada mustahik dibanding melalui Baitul Mal, sehingga kepatuhan lebih bersifat sosial-karitatif daripada institusional. Ketiga, dari aspek kepercayaan, meskipun citra Baitul Mal dinilai cukup positif, transparansi informasi dan sosialisasi dinilai masih perlu ditingkatkan untuk memperkuat partisipasi pedagang. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah informan yang relatif terbatas dan berfokus pada pedagang aktif, sehingga belum mencakup perspektif pedagang yang sama sekali tidak menunaikan zakat. Hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi Baitul Mal dan pemerintah daerah dalam merumuskan strategi peningkatan literasi zakat, penguatan transparansi dan akuntabilitas, serta inovasi layanan pembayaran zakat berbasis digital guna mendorong kepatuhan pedagang secara berkelanjutan.