Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

UPAYA PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA UDANG VANNAME (Litopenaeus vannamei) DI DESA SIDOKUMPUL KECAMATAN LAMONGAN KABUPATEN LAMONGAN Ika Purnamasari; Moch Saad; Mukti Ali; Muntalim Muntalim; Mohammad Hafid Ardiansya
Grouper: Fisheries Scientific Journal Vol 10, No 1 (2019): Grouper : Jurnal Ilmiah Fakultas Perikanan Universitas Islam Lamongan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.485 KB) | DOI: 10.30736/grouper.v10i1.48

Abstract

Udang vannamei merupakan salah satu komoditas utama dalam usaha budidaya tambak, namun masih banyak berbagai permasalahan yang dihadapi petambak dalam usaha pengembangan budidaya udang vannamei. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menegetahui upaya dan prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan usaha udang vannamei di Desa Sidokumpul, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peluang utama dalam  mengembangkan  usaha udang vanname adalah lingkungan yang aman dan  terkendali. Sedangkan  ancaman  yang  paling besar yaitu harga udang vanname dari daerah lain yang lebih murah. Prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam upaya mengembangkan usaha budidaya udang vanname di Kabupaten Lamongan  yaitu  mempertahankan  kualitas, promosi  perikanan,  jaringan  distribusi udang vanname,  kemitraan,  dan penanaman  modal  swasta  untuk  menembus  pasar  ekspor;  optimalisasi pemberdayaan,  peningkatan  jumlah  unit-unit  pembenihan  (Unit pembenihan Rakyat) dan perbaikan sarana dan prasarana lokasi budidaya serta  meningkatkan  kualitas  sumber  daya  petani  secara  teknis,  moral  dan spiritual melalui kegiatan pembinaan untuk memaksimalkan produksi dan daya saing udang vanname.
ANALISIS PENDAPATAN DAN NILAI TAMBAH PENGOLAHAN IKAN BANDENG (Chanos chanos Forlks) MENJADI OTAK-OTAK BANDENG (STUDI KASUS DI DESA PETISBENEN KECAMATAN DUDUK SAMPEYAN KABUPATEN GRESIK) Moch Saad; Makhtub Effendi
Grouper: Fisheries Scientific Journal Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Grouper
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.336 KB) | DOI: 10.30736/grouper.v9i2.41

Abstract

Bandeng merupakan salah satu komoditas yang strategis untuk memenuhi kebutuhan protein yang relatif murah dan digemari oleh konsumen di Indonesia. Ikan bandeng juga memiliki Zat gizi antara lain protein, lemak, vitamin dan mineral tetapi zat gizi ini tidak akan bernilai tinggi dan turun mutunya apabila tidak ditangani dengan baik setelah penangkapan atau pemanenan. Peluang usaha bandeng otak-otak ini sangat terbuka luas mulai dari penawaran kepada konsumen yang menyukai bandeng otak-otak, perumahan, restoran, toko khas oleh-oleh, dan distributor ikan bandeng otak-otak. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar keuntungan yang diterima dari pengolahan ikan bandeng menjadi otak-otak, untuk menganalisis seberapa besar nilai tambah pengolahan ikan bandeng menjadi otak-otak. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei - Juni 2017 pada usaha otak-otak bandeng yang bertempat di Desa Petisbenem Kecamatan Duduk Sampeyan Kabupaten Gresik.  Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan satuan kasusnya adalah pengrajin otak-otak bandeng di Desa Petisbenem Kecamatan Duduk Sampeyan Kabupaten Gresik. Menurut Nazir (1988), studi kasus (case study) adalah penelitian tentang status subjek penelitian yang berkenaan dengan suatu spesifik data yang khas dan keseluruhan personalitas. Subjek penelitian dapat berupa individu, kelompok lembaga atau masyarakat. Berdasarkan uraian hasil dan pembahasan, maka dapat disimpulkan pengolah ikan bandeng menjadi otak-otak bandeng di Desa Petisbenem memperoleh keuntungan sebesar Rp 36.426.667 per dua puluh enam kali proses produksi selama satu bulan, pengolah ikan bandeng menjadi otak-otak bandeng di Desa Petisbenem menghasilkan nilai tambah sebesar Rp 42.400/kg bahan baku.
Tipe Kerusakan Spora Myxobolus koi Pada Penyimpanan Dengan Berbagai Bahan Kimia Gunanti Mahasri; Agus Nazarudin Yahya; Boedi Setya Rahardja; Moch Saad; Nanuk Qomariyah
Grouper: Fisheries Scientific Journal Vol 10, No 1 (2019): Grouper : Jurnal Ilmiah Fakultas Perikanan Universitas Islam Lamongan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.272 KB) | DOI: 10.30736/grouper.v10i1.51

Abstract

Myxobolus koi merupakan parasit yang menyebabkan penyakit Myxobolusis pada ikan. Parasit ini sangat sulit ditangani dengan prevalensi mencapai 91% sehingga perlu dilakukan kajian terhadap parasit Myxobolus koi. Kerusakan spora merupakan salah satu kendala dalam pengembangan penelitian tentang pengendalian penyakit ini. Spora Myxobolus koi dapat mengalami kerusakan apabila disimpan dalam kondisi penyimpanan yang kurang baik. Kerusakan spora Myxobolus koi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya suhu dan bahan kimia. Bahan kimia merupakan media yang biasa digunakan untuk proses pengawetan. Beberapa bahan kimia yang dapat digunakan untuk menyimpan spora adalah alkohol, formaldehid, dan kalium bikromat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan kimia pengawet terhadap kerusakan spora dan untuk mengetahui bahan kimia yang paling efektif mengawetkan spora selama proses penyimpanan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebagai rancangan percobaan. Perlakuan yang digunakan adalah penyimpanan spora Myxobolus koi pada alkohol 70%, formaldehid 0,1%, dan kalium bikromat 2%, dengan ulangan sebanyak 6 kali. Penyimpanan ini dilakukan selama 30 hari. Parameter utama yang diamati adalah persentase kerusakan spora Myxobolus. Data yang diperoleh kemudian di analisis menggunakan ANAVA (Analisis Varian).Hasil penyimpanan spora menggunakan alkohol 70% (C2H6O), formaldehida 0,1% (CH2O), dan kalium bikromat 2% (K2Cr2O7) selama 30 hari menunjukkan tingkat kerusakan spora yang tidak berbeda nyata di setiap perlakuan yang berarti ketiga perlakuan atau ketiga bahan kimia dapat mengawetkan spora
STUDI PENCEMARAN AIR PADA SAWAH TAMBAK AKIBAT PEMBERIAN PUPUK NPK (NITROGEN, PHOSPAT, KALIUM) DI KECAMATAN GLAGAH KABUPATEN LAMONGAN Moch Saad; Nur Khasan Wakhid
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 1 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i1.740

Abstract

Sustained provision of nitrogen, phosphate and potassium (NPK) fertilizers can have a negative impact on the environment and surrounding communities. This research aims to determine the status of water pollution and the suitability index of cultivated land in Glagah Subdistrict, Lamongan Regency. This research was carried out in March–May 2023 and was carried out in Glagah Subdistrict, Lamongan Regency. The sample collection method used in this research is to use a proportional sampling technique. Intuitive sampling of land suitability requires a matrix of characteristics of constructed pond land based on spatial criteria that have been adjusted to the characteristics and living conditions of fish. Meanwhile, to determine the level of pollution using the Family Biotic Index (FBI) method. The results of this research show the status of water pollution in pond rice fields due to NPK irrigation in Glagah Subdistrict, Lamongan Regency, which means that at station 1, station 1 obtained a result of 5.5 including the category of highwater quality or pollution with quite a lot of organic matter, station 2 obtained a result of 7. .2 including the buiruik water quality category or very much polluted organic matter, station 3 got a result of 6.7 including the buiruik water quality category or very much organic matter polluted. Meanwhile, the suitability index for cultivation land in pond rice fields in Glagah District, Lamongan Regecy shows that station 1, station 2 and station 3 are included in the conditional suitability criteria (S3).
Annelid Biodiversity In Dead Corals Against Pollution In Tarahan Island Baretta Ari Nauli; Zahra Amalia Putri; Rita Arisma Banjarnahor; Habil Hisyam; Bagas Septian Pratama; A'tha Dhafa Bayu Setya; Moch Saad; Prakas Santoso; Afifah Nurazizatul Hasanah
Grouper Vol. 16 No. 2 (2025): Grouper : Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v16i2.324

Abstract

Tarahan Island is one of the small islands located in the waters of Banten Bay, Banten Province. This study aims to determine the cryptic organisms found on dead corals and determine the level of seawater pollution with TSS, BOD, COD parameters used as variables for assessing the status of water pollution in Tarahan Island, Banten. The method used in this research is using Purposive Sampling location determination. Data collection was carried out on March 26, 2025 to May 15, 2025 on Tarahan Island. Based on the results of the study found 42 individuals of the phylum Annelida. The most common species found was Alitta Succinea. The results of TSS research showed an average concentration of 377.77778 mg/L and BOD had an average concentration of 0.616667 mg/L.
Seawater Pollution Level and Biodiversity Diversity in Tarahan Island, Serang, Banten Anita Fanoura; Najmi, Sabilla; Wahdaniyah Pratiwi; Faisal Akbar Munggaran; Muhamad Niam Bastomi; Moch Saad; Prakas Santoso; Afifah Nurazizatul Hanasah; Bagus Syahriil Fahlevi
Grouper Vol. 16 No. 2 (2025): Grouper : Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v16i2.329

Abstract

Coastal ecosystems are transitional areas between land and sea with high biodiversity. However, currently coastal ecosystems are experiencing complex changes, many developments and activities in coastal areas cause indirect damage. One of the impacts is the entry of pollutants from land into the sea, such as heavy metals, pesticides and organic waste, which can disrupt the balance of marine biodiversity. This study aims to analyze the diversity of biodiversity and the level of seawater pollution in Tarahan Island, Serang, Banten. The method used was purposive sampling for water sampling, cryptic biota and seagrass. Biota identification was done visually using scientific references such as the World Register of Marine Species (WoRMS), while the level of water pollution was measured through Biochemical Oxygen Demand (BOD) and Total Suspended Solid (TSS) analysis.
Analisis Perbandingan Keanekaragaman Crustacea Pada Karang Mati Dan Pesisir Wilayah Timur Pulau Tarahan Rifqi Maulana Waliuddin; Fharikha Indriyawati; Meilisa Maulida; Serlina Candraningtiyas; Devina Sayyida Nafisa; Moch Saad; Afifah Nurazizatul Hasanah; Prakas Santoso
JKP - Jurnal Kelautan dan Pesisir Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Kelautan dan Pesisir
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, FIPAK, Universitas OSO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67240/jkp212025115-123

Abstract

Pulau Tarahan, yang terletak di wilayah timur Kabupaten Serang, Banten, merupakan kawasan pesisir yang masih relatif alami dan kaya akan keanekaragaman biota laut. Crustacea merupakan bagian penting dari rantai makanan laut dan menunjukkan seberapa baik lingkungan perairan. Untuk mengukur kualitas air, parameter Dissolved Oxygen (DO) dan Biochemical Oxygen Demand (BOD) digunakan. Sampel diambil menggunakan tangan (handpick) Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi spesies berbeda di masing-masing habitat. Di pesisir ada 12 spesies dengan lebih banyak individu daripada Pilumnus leach, sedangkan di karang mati ada 8 spesies dengan lebih banyak individu daripada Coenobita spp. Nilai indeks keanekaragaman (H') di kedua lokasi sedang (1,94 di pesisir dan 1,96 di karang), dan indeks dominansi (C') rendah (0,1) menunjukkan komunitas yang stabil tanpa spesies yang mendominasi. Kualitas air di seluruh stasiun berada dalam kategori yang mendukung kehidupan akuatik, berdasarkanengukuran DO dan BOD. Dengan DO tertinggi 6,9 mg/L dan BOD tertinggi 1,1 mg/L, keduanya berada di bawah batas wajar. Hasil ini menunjukkan bahwa distribusi dan kelimpahan spesies Crustacea dipengaruhi oleh perbedaan habitat dan kualitas air. Keanekaragaman hayati di daerah pesisir dan karang mati sangat didukung oleh substrat kompleks, bahan organik, dan oksigen terlarut.  
Keanekaragaman Arthopoda pada Ekosistem Lamun di bagian Timur Pulau Tarahan, Kabupaten Serang, Banten Mujadida Fa; Nazmi Safina; Tito Setiawan; Retno Purnamasari; Kayla Shalsabila; Afifah Hasanah; Prakas Santoso; Moch Saad
JKP - Jurnal Kelautan dan Pesisir Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Kelautan dan Pesisir
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, FIPAK, Universitas OSO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67240/jkp212025124-134

Abstract

Pulau Tarahan, Banten, memiliki potensi kekayaan ekosistem pesisir, termasuk padang lamun dan berbagai keanekaragaman hayati lainnya. Tetapi informasi ilmiah tentang keanekaragaman Arthropoda dan kondisi lamun di sana masih minim, sehingga peneliti melakukan penelitian tentang informasi keanekaragaman Arthropoda dan kondisi lamun di Pulau Tarahan. Melalui teknik purposive sampling dengan mempertimbangkan kerapatan dan distribusi lamun di area penelitian, hasil penelitian menunjukkan adanya spesies lamun dominan Thalassia Hemprichii dengan skor indeks kesehatan ekosistem lamun (IKEL) sebesar 0,25 yang menunjukkan kondisi sangat buruk akibat rendahnya tutupan dan kepadatan lamun. Indeks keanekaragaman arthropoda Shannon-Wiener (H') sebesar 3,07 menunjukkan keanekaragaman yang tinggi dengan dominasi kelas Gastropoda (15 jenis). Namun, indeks keseragaman (E = 0,11) menunjukkan keanekaragaman spesies yang tidak seragam, berbanding dengan indeks dominansi (D) yang membenarkan dominansi Gastropoda atas kelas lainnya.
Keanekaragaman, Keseragaman, Dan Dominansi Biota Karang Pada Sisi Timur dan Barat Pulau Tarahan, Kecamatan Bojonegara, Banten Adelia Futri; Ahmad Riza Rabbani; Dini Fat Zhara Nuari; Cahyo Sandy Nugroho; Christian Firdotua Pangihutan Sinaga; Aditya Putra Firdaus; Afifah Nurazizatul Hasanah; Prakas Santoso; Moch Saad
JKP - Jurnal Kelautan dan Pesisir Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Kelautan dan Pesisir
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, FIPAK, Universitas OSO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67240/jkp222025162-171

Abstract

Pulau Tarahan merupakan sebuah pulau kecil yang terletak di Utara provinsi Banten. Letak dari Pulau Tarahan tidak terlalu jauh dari kawasan industri yang berada di sekitar Bojonegara, Banten. Karena letaknya yang dekat dengan kawasan industri itu membuatnya rentan terdampak pencemaran yang mengakibatkan berkurangnya keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi biota yang hidup di karang mati di Pulau Tarahan, Banten. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi biota pada karang mati yang ada di Pulau Tarahan, Banten. Penelitian ini berfokus pada 2 titik stasiun yaitu sisi Barat dan sisi Timur Pulau Tarahan. Metode yang digunakan adalah metode random sampling. Penelitian ini menemukan pada sisi Barat dan Timur pulau terdapat beberapa persamaan dan perbedaan spesies dari sampel karang mati yang diambil. Pada stasiun Barat ditemukan 4 filum dengan total 24 spesies dan pada stasiun Timur ditemukan 4 filum dengan total 21 spesies. Berdasarkan hasil penghitungan nilai indeks keanekaragaman stasiun Barat adalah 2,83 sedangkan untuk stasiun Timur adalah 2,55. Untuk indeks keseragaman stasiun Barat adalah 0,90 sedangkan untuk stasiun Timur adalah 0,84. Nilai indeks dominansi tertinggi ditemukan pada stasiun Timur dengan nilai 0,12 sedangkan untuk stasiun Barat adalah 0,08. Setelah mengetahui nilai dari indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi pada stasiun Barat dan stasiun Timur dapat dikaitkan dengan kondisi perairan pada Pulau Tarahan untuk diambil kesimpulan apakah biota pada karang mati tersebut terbilang stabil atau tidak.