Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Kontak pada Pengolahan Limbah Domestik Menggunakan Karbon Aktif Tongkol Jagung untuk Menurunkan BOD dan COD Wirosoedarmo, Ruslan; Sutan Haji, Alexander Tunggul; Hidayati, Erina Aprilia
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.503 KB)

Abstract

Meningkatnya jumlah penduduk membuat peningkatan jumlah limbah cair yang dihasilkan terutama limbah domestik. Tingginya nilai BOD dan COD pada limbah domestik menunjukkan tingkat pencemaran yang kuat. Salah satu cara pengolahan limbah cair domestik untuk menurunkan kadar BOD dan COD yaitu dengan adsorpsi menggunakan karbon aktif. Tongkol jagung merupakan salah satu limbah yang mengandung banyak karbon yang berpotensi menjadi bahan baku karbon aktif. Karbon yang terkandung dalam tongkol jagung mencapai 43,42%. Karbon aktif memiliki kemampuan menyerap (adsorben) zat terlarut dalam air, baik organik maupun anorganik. Pembuatan karbon aktif tongkol jagung dengan cara karbonasi pada suhu 600oC selama 0.5 jam, kemudian diayak dengan ayakan 60 mesh dan diaktifasi menggunakan HCl 4 N selama 24 jam kemudian dinetralkan dengan aquades sampai pH 7 dan dioven pada suhu 105oC selama 3 jam maka didapatkan karbon aktif tongkol jagung. Karakteristik karbon aktif yang dihasilkan yaitu rendemen 24.8%, kadar air 13.3%, kadar abu 2%, daya serap iodium 545.799 mg/g. Karbon aktif yang ditambahkan pada limbah domestik mampu menurunkan BOD sampai 40.816% dan COD mencapai 29.834%. Dari beberapa perlakuan dapat disimpulkan bahwa Semakin besar konsentrasi karbon aktif dan semakin lama waktu kontak antara karbon aktif dan limbah domestik maka penurunan BOD, COD limbah domestik semakin besar. Penurunan BOD, COD yang paling baik yaitu dengan konsentrasi karbon aktif yang paling besar yaitu 3g/100ml dan waktu kontak yang paling lama yaitu 6 jam.Kata Kunci: Adsopsi, Karbon aktif, Limbah domestik, Tongkol jagung
Evaluasi Pemanfaatan Kawasan Strategis Kota Palangkaraya Berdasarkan Kemampuan Lahan Azizah, Sari Aulia; Widiatmono, Bambang Rahadi; Wirosoedarmo, Ruslan
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.302 KB) | DOI: 10.21776/ub.jsal.2019.006.01.1

Abstract

Pesatnya pertumbuhan penduduk mengakibatkan makin besar penggunaan lahan. Dimana terjadi alih fungsi lahan. Hal ini terjadi pada penggunaan hutan jadi pertanian dan pertanian jadi permukiman. Alih fungsi lahan yang terjadi, dikhawatirkan akan mengganggu kawasan strategis yang ada di Kota Palangkaraya. Jalan keluar yang dipandang efektif untuk mengatasi masalah tersebut adalah mengintegrasikan kepentingan lingkungan pada tingkatan pengambilan keputusan yang strategis, salah satunya yaitu dengan melakukan analisis kesesuaian penggunaan lahan berdasarkan kelas kemampuan lahan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kesesuaian lahan pada kawasan strategis di Kota Palangkaraya (existing) berdasarkan kemampuan lahan, serta memberikan rekomendasi pemanfaatan ruang yang selaras dengan daya dukung lingkungan. Metode yang digunakan untuk menentukan daya dukung lingkungan adalah metode deskriptif kuantitaif dengan analisis spasial menggunakan sistem informasi geografis (SIG). Hasil Perhitungan dan analisis didapatkan untuk evaluasi penggunaan lahan existing Kota Palangkaraya didapatkan tidak sesuai seluas 208.801,498 Ha. Dan untuk Kawasan Strategis Kota Palangkaraya tidak sesuai seluas 1.299,48 Ha.
Pemetaan Risiko Bencana Tanah Longsor di Sub Daerah Aliran Sungai Amprong Hasanah, Fatmawati Uswatun; Wirosoedarmo, Ruslan; Suharto, Bambang
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.97 KB) | DOI: 10.21776/ub.jsal.2017.004.03.2

Abstract

Sub DAS Amprong merupakan salah satu daerah yang rawan bencana tanah longsor. Sub DAS Amprong memiliki karakteristik lereng curam dan padat penduduk. Oleh karena itu perlu dilakukan pemetaan bencana tanah longsor untuk mengurangi adanya korban bencana alam. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui sebaran resiko peta atau wilayah bencana tanah longsor dan mengklasifikasikan resiko bencana tanah longsor di Sub DAS Amprong. Tingkat resiko bencana tanah longsor diukur dengan menggunakan parameter kerentanan dan bahaya. Parameter bahaya terdiri dari peta tata guna lahan, peta kemiringan lahan, peta jenis batuan, peta kedalaman tanah, peta jenis tanah, dan data curah hujan sedangkan parameter kerentanan terdiri dari peta kepadatan penduduk, jumlah usia rentan, jumlah wanita-penyandang cacat, serta tingkat pendidikan. Analisis pada penelitian ini menggunakan ArcView 3.3.  Hasil dari overlay komponen bahaya, kecamatan Singosari, Lowokwaru, Blimbing, Jabung, Tumpang, Poncokusumo, dan Pakis memiliki nilai resiko lebih tinggi dibanding daerah lainnya, sedangkan pada komponen kerentanan kecamatan Lowokwaru dan Blimbing memiliki nilai risiko lebih tinggi dari pada daerah lainnya.  Jika komponen kerentanan dan bahaya di overlay maka daerah yang memiliki nilai risiko lebih tinggi dari pada daerah lainnya yaitu Kecamatan Singosari, Lowokwaru, Blimbing, Klojen dan Pakis. Jenis risiko bencana tanah longsor di Sub DAS Amprong yaitu sedang dengan total prosentase luas sebesar 11.1093%, rendah dengan total prosentase luas sebesar 70.549% dan sangat rendah dengan total prosentase luas sebesar 18.2958%.
Analisa Potensi Penerapan Produksi Bersih di Rumah Pemotongan Hewan Kota Malang Susanawati, Liliya Dewi; Wirosoedarmo, Ruslan; Nasfhia, Siti Desiree
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.585 KB)

Abstract

Rumah Potong Hewan merupakan salah satu industri yang saat ini dituntut untuk berkembang.  Permintaan bahan baku untuk industri daging sapi secara langsung telah menyebabkan industri RPH ikut berkembang dan harus menaikan kapasitas produksinya. Indonesia telah menentukan SNI untuk hasil produksi RPH, yaitu daging yang berkualitas Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). Atas dasar tersebut RPH dituntut untuk melakukan proses produksi yang bersih dan aman demi menjaga kualitas daging olahannya. Rumah Potong Hewan Kota Malang merupakan salah satu tempat penampungan dan pemotongan sapi yang diakui kualitasnya, namun sayangnya belum memaksimalkan pengelolaan lingkungan dan memanfaatkan produk sampingnya sebagai nilai tambah untuk perusahaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi serta mengevaluasi sistem manajemen lingkungan di RPH Kota Malang untuk mengetahui strategi produksi bersih yang dapat diterapkan dalam rangka optimalisasi kualitas RPH.Penelitian dilakukan dengan metode observasi lapang, wawancara, serta kuesioner. Jenis metode yang digunakan dalam menganalisa strategi atau potensi penerapan produksi bersih di RPH Kota Malang, adalah metode analisis SWOT dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui pembobotan atau skoring. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa saat ini kondisi RPH berada dalam kuadran II, yaitu dimana RPH harus melakukan diversifikasi strategi dalam pengelolaan lingkungannya. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategi apa saja yang dapat dilakukan dalam rangka memperbaiki kualitas lingkungan, yaitu: (1) Penerapan sistem screening awal dan evaluasi lingkungan, (2) Pemanfaatan limbah padat untuk pupuk dan biogas, (3) Perapihan sistem manajemen K3, (4) Menerapkan HACCP, (5) Re-design IPAL, (6) Pelatihan dan penambahan tenaga kerja. Kata Kunci : Rumah Pemotongan Hewan (RPH), Analisis SWOT, Produksi Bersih.
Analisis Nomografi Suhu, Laju Penguapan dan Tekanan Udara untuk Perancangan Alat Desalinasi Tenaga Surya Dengan Pengaturan Vakum Sutan Haji, Alexander Tunggul; Wirosoedarmo, Ruslan; Tyas, Martina W
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2017.004.02.1

Abstract

Krisis air bersih pada beberapa tahun yang lalu melanda banyak daerah di Indonesia, sedangkan penyaluran air bersih belum mampu memenuhi kebutuhan penduduk banyak masyarakat kesulitan terlebih pada musim kemarau panjang. Teknologi desalinasi air laut sangat diharapkan untuk menghasilkan air tawar dengan produksi tinggi tetapi dengan energi murah oleh karna itu di buatlah alat desalinasi air laut menggunakan tenaga surya dengan energi matahari sebagai sumber panas utama untuk penguapan. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Mendapatkan hubungan antara intensitas radiasi matahari dan laju perubahan suhu air laut pada berbagai tekanan udara 2) Mendapatkan hubungan antara suhu air laut dan besarnya laju penguapan air laut pada berbagai tekanan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2012 di Laboratorium Teknik Sumber Daya Alam Dan Lingkungan Universitas BrawijayaPenelitian ini dilakukan dengan dua perlakuan yaitu penguapan dengan valume air laut 30 liter dan penguapan dengan volume air laut 40 liter, masing- masing perlakuan dilakukan sebanyak tiga pengamatan dengan tekanan -5,-7,5, -10 CmHg. Tiap pengamatan dilakukan selama tiga jam dalam satu hari dan diambil data dari jam 10.00, 11.00, 12.00,13.00 WIB. Parameter yang di ukur pada penelitian ini antara lain : Laju penguapan (ml/jam), Energi kalor matahari (KJ), Suhu (0C), Energi selama proses penguapan (KJ) Effisiensi penguapan (%) Intensitas radiasi matahari (W/m2). Hasil penelitian ini adalah nilai intensitas radiasi matahari berkisar antara 591 W/m2 sampai 680 W/m2, energi kalor matahari yang terjadi berada pada kisaran 1263,83 KJ – 1636,08 KJ, suhu bahan rata- rata dalam alat desalinasi adalah 34.95 0C pada volume 30 liter dan 34.33 0C pada volume 40 liter. Laju penguapan rata- rata didalam ruang desalinasi adalah 169,86 ml/jam pada volume 30 liter dan 161,37 ml/jam pada volume 40 liter. Energi selama penguapan rata- rata harian adalah 430 KJ pada volume 30 liter dan 556 KJ pada volume 40 liter. Hubungan antara intensitas radiasi matahari dengan laju perubahan suhu air laut dan laju penguapan air laut berbanding lurus, semakin besar intensitas radiasi matahari laju perubahan suhu air laut yang dicapai semakin tinggi begitu juga dengan laju penguapan semakin besar.
Analisis Ketersediaan Air Terhadap Potensi Budidaya Kedelai (Glycine max (L) Merril) di Daerah Irigasi Siman Kinasih, Mentari; Wirosoedarmo, Ruslan; Widiatmono, Bambang Rahadi
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Kediri mempunyai makanan khas berupa tahu kuning dan merupakan daerah dengan tingkat konsumsi kedelai yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan dan ketersediaan air terhadap potensi budidaya tanaman kedelai (Glycine max (L) Merril) di Daerah Irigasi Siman Kabupaten Kediri. Daerah Irigasi Siman meliputi 4 (empat) kecamatan dengan luas lahan 7709 Ha, yaitu Kandangan, Pare, Kepung, dan Plemahan. Analisis dilakukan dengan menghitung ketersediaan air dari rata-rata curah hujan efektif bulanan Musim Kemarau (MK) tahun 2009-2013. Kebutuhan air dilakukan dengan menghitung evapotranspirasi dan kebutuhan air tanaman.Perhitungan kebutuhan dan ketersediaan air dilakukan dengan menggunakan software Cropwat 8.0. Hasil perhitungan ketersediaan air menunjukkan surplus air pada MK I (Maret-Juni) dan terjadi defisit air pada MK II (Juni-September). Hasil analisis menunjukkan MK I lebih berpotensi untuk budidaya tanaman kedelai (Glycine max (L) Merril). Kata kunci: Kedelai (Glycine max (L) Merril), Evapotranspirasi, Cropwat 8.0. 
Evaluasi Efisiensi Saluran Terhadap Debit Aliran Air pada Jaringan Irigasi Purwodadi Magetan, Jawa Timur Wirosoedarmo, Ruslan; Rahadi, Bambang; Laksmana, Saktia Indra
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan Irigasi Purwodadi merupakan jaringan irigasi teknis dimana bangunan pengambilan dan bagi atau sadap dilengkapi dengan alat pengatur pembagian air dan alat ukur. Namun masih terjadi inefisiensi penyaluran sehingga air tidak sampai pada petak tersier. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kinerja Jaringan Irigasi Purwodadi, menentukan efisiensi saluran primer dan sekunder, serta menentukan kehilangan air pada saluran. Kecepatan aliran pada saluran primer sudah memenuhi standar yang dibuat oleh Direktorat Pekerjaan Umum Pengairan, namun pada saluran sekunder kecepatan aliran masih dibawah standar sehingga terdapat banyak sedimen pada saluran sekunder. Rata-rata debit pada saluran primer sebesar 0,49 m3/dt dengan kecepatan rata-rata 0,49 m/dt masih memenuhi standar, sedangkan untuk saluran sekunder ruas SK1-SK2 debit aliran 0,46 m3/dt dengan kecepatan aliran 0,19 m/dt, tidak sesuai standar, kecepatan aliran masih terlalu rendah dibandingkan dengan debit yang cukup besar. Kehilangan air terbesar pada saluran primer terdapat pada ruas PP1-PP2 sebesar 0,02 m3/dt /100m dan saluran sekunder pada ruas SKS1-SKS2 sebesar 0,037 m3/dt/100m.  Standar efisiensi saluran primer dan sekunder sebesar 90%, untuk saluran primer Purwodadi masih diatas standar yang ditentukan oleh Dinas Pengairan yaitu sebesar 97,58%, sedangakan untuk saluran sekunder masih dibawah standar yaitu 87,68%. Kehilangan air sangat mempengaruhi besarnya efisiensi saluran, banyak sekali faktor yang menyebabkan tingginya kehilangan air. Perlu dilakukan perbaikan saluran pada titik vital untuk meningkatkan efisiensi saluran irigasi pada jaringan irigasi Purwodadi. Kata kunci : Efisiensi, Kehilangan Air, Jaringan Irigasi Purwodadi
Adsorpsi Senyawa Fosfat Total (PO4) dalam Air Buangan Laundry dengan Zeolit Termodifikasi Wirosoedarmo, Ruslan; Kurniati, Evi; Ardika, Adriel Juan
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2018.005.02.5

Abstract

Permasalahan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh limbah yang dihasilkan oleh industri laundry adalah buangan cair yang mengandung senyawa fosfat. Kelebihan fosfat dalam air menyebabkan eutrofikasi. Wiranas adalah salah satu penyedia jasa laundry di kota Malang dan berdasar hasil uji laboratorium, air buangannya mengandung fosfat total sebesar 1,011 mg/L, dimana melebihi dari baku mutu yang telah ditetapkan dalam PP no.82 tahun 2001. Salah satu teknik yang dapat mengurangi kadar fosfat dalam air yaitu adsorpsi dengan zeolit. Zeolit alam memiliki beberapa kelemahan sehingga perlu dimodifikasi. Modifikasi zeolit pada penelitian ini menggunakan pencucian dengan larutan asam klorida dan air suling. Pencucian ini bertujuan untuk menghilangkan ion kalsium dan klor pada permukaan zeolit yang dapat menurunkan kemampuannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  kapasitas adsorpsi fosfat total dari zeolit termodifikasi, model adsorpsi dan efeknya berdasarkan variansi massa adsorben dan kecepatan pengadukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zeolit termodifikasi mampu menjerap fosfat dengan efisiensi sebesar  47,56 - 71,93% dan model adsorpsinya mengikuti model Freundlich. Efek dari variansi massa adsorben dan kecepatan pengadukan tidak berpengaruh nyata berdasar uji ANOVA dengan alfa 5%
Evaluasi Penentuan Stasiun Hujan di Pulau Sabu Fajarika, Ifa; Wirosoedarmo, Ruslan; Sutan Haji, A. Tunggul; Sugianto, Seto
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hujan merupakan komponen masukan utama dalam proses hidrologi, dalam prosesnya dibutuhkan data hidrologi yang terdiri dari data curah hujan, data debit dan data iklim. Kesalahan dalam pemantauan data hidrologi tersebut akan menghasilkan data yang kurang optimal dan biasanya disebabkan oleh jumlah stasiun dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) yang kurang memadai dan pola penyebaran stasiun hujan yang tidak merata. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan evaluasi penentuan stasiun hujan yang saat ini tersediasehingga didapatkan jumlah dan penentuan stasiun hujan yang efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui pola jaringan stasiun hujan serta mengetahui tata letak posisi stasiun hujan yang baru berdasarkan Metode Kriging simulasi dengan software ArcGIS 9.3 dan Standard World Meteorological Organization (WMO) dan 2) membandingkan hidrograf pengamatan debit banjir rancangan antara stasiun hujan eksisting dan stasiun hujan rekomendasi. Hasil dari interpolasi Kriging didapatkan tiga stasiun hujan tambahan yaitu terletak di Desa Raenalulu Kecamatan Sabu Barat untuk stasiun hujan A, Desa Depe Kecamatan Sabu Barat untuk stasiun hujan B, stasiun hujan C terletak di Desa Raenyale Kecamatan Sabu Barat untuk stasiun hujan kondisi eksisting terdapat di Kelurahan Mebba Kecamatan Sabu Barat. Perbandingan hidrograf pengamatan hasil debit banjir rancangan metode Kriging dan kondisi eksisting pada alternatif yang dipilih mempunyai nilai kesalahan rata-rata kurang dari 10 persen, sehingga alternatif stasiun hujan yang terpilih dapat dijadikan rekomendasi tambahan stasiun hujan yang baru di Pulau Sabu, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kata kunci: Curah Hujan Rancangan, Hujan, Interpolasi, Kriging, Stasiun Hujan Rekomendasi
The Use of Papaya Seeds (Carica papaya L.) as a Biocoagulant in the Dairy Industry Liquid Waste Treatment Process with the Coagulation-Flocculation Method Riananda, Zavira; Wirosoedarmo, Ruslan; Suharto, Bambang
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 19, No 1 (2024): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June 2024 )
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v19i1.33175

Abstract

Dairy industry discharges wastewater characterized by high values of Total Suspended Solid and turbidity. The waste is commonly processed using chemical coagulants which negatively impact humans health and the environment. Papaya seeds can be used as a coagulant as their positively charged proteins that can bind the negatively charged particles allowing the resulting floc to settle and clear water to be obtained. The goals of this study are to determine the characteristics of the dairy industry wastewater before and after flocculation coagulation, the characteristics papaya seed biocoagulant, the effect of the biocoagulants dosses, particle sizes, and stirring speed on the turbidity and the Total Suspended Solid of the dairy industry wastewater, and the performance of the biocoagulants in processing the dairy industry waste using Sludge Volume Index and Sludge Mass. The treatments applied in this research are in terms of doses (250 mg, 500 mg, and 750 mg), particle sizes (60,120, and 230 mesh), fast stirring speeds (120 rpm, 180rpm, 200 rpm for 1 minute), and slow stirring speeds (10 rpm, 30rpm, and 50 rpm for 20 minutes) all of which were expected to reduce the wastes turbidity and the number of Total Suspended Solid. This study finds that the treatment with the highest reduction of Total Suspended Solid is D3P3KP2, which decreased turbidity from 754 NTU to 92 NTU. The treatment with the highest reduction of Total Suspended Solid was D3P3KP2 which decrease the Total Suspended Solid from 124 mg/L to 79 mg/L. The performance of the papaya seed biocoagulant of D3P3KP2 treatment is considered good as the acquired highest value of the Sludge Volume Index is 83.13 ml/g and as the procured lowest value of the Sludge Mass is 81.48%.