Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The Relationship of Handwashing with Soap Behavior with the Incidence of Diarrhea in Infants at PTPN IX Balong Housing Fariza Yulia Kartika Sari; S Sukarmin; Umi Faridah; H Hernadi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.561 KB)

Abstract

Diare merupakan masalah yang sering terjadi pada balita yang dapat meningkatkan resiko angka kesakitan dan kematian balita. Diare dapat disebabkan berbagai macam factor salah satunya perilaku kebersihan individu yaitu cuci tangan. Perilaku cuci tangan pakai sabun merupakan salah satu program yang digiatkan dalam rangka menurunkan kejadian diare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku cuci tangan pakai sabun dengan kejadian diare pada balita di Perumahan PTPN IX Balong. Metode penelitian ini adalah kolerasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purprosive sampling dengan jumlah sampel 32. Analisis yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian ini sebagian besar balita tidak mengalami diare (71,9%) selama 1 bulan terakhir dan sebagain besar keluarga balita perilaku cuci tangannya kategori sedang (78,1%). Hasil analisis menggunakan chi square terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku cuci tangan pakai sabun dengan kejadian diare pada balita (p=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah orang tua yang memiliki perilaku cuci tangan dengan sabun yang baik, maka dapat menurunkan kejadian diare pada balitanya.
Relationship Of Calcium Electrolyte Value With Atrial Febrillation In Heart Poly Of RSUD RAA Soewondo Pati Rizki Widyan Aisya; S Sukarmin; Umi Faridah; Fitratul Lu'luiyyah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.069 KB)

Abstract

Atrial fibrilasi merupakan salah satu jenis takiaritmia supraventrikular khas dengan aktivasi atrium yang tidak terkoordinasi. atrial febrilation mempunyai nilai elektrolit yang menurun salah satunya adalah kalsium. Kalsium memegang peran penting dalam kontraksi miokardium. RSUD RAA Soewondo Pati adalah rumah sakit rujukan pertama tingkat kabupaten yang melayani masyarakat dibidang kesehatan. Tahun 2018 di RSUD RAA Soewondo penderita jantung yang mengalami atrial febrilation sebanyak 482 yang terdiri laki-laki sebanyak 272 (56%) dan perempuan sebanyak 210 (44%). Sedangkan data 3 bulan terakhir yang diambil pada bulan Agustus-Oktober 2019 terdapat sebanyak 108 pasien dengan atrial febrilation yang menjalani rawat jalan di Poli Jantung. Penderita atrial febrilation yang menjalani rawat jalan rata-rata mempunyai nilai kalsium yang tinggi dengan jumlah rata-rata setiap bulan sebanyak 36 pasien. Tujuan : Mengetahui hubungan nilai elektrolit kalsium dengan atrial febrilation di Poli Jantung RSUD RAA Soewondo Pati. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah metode metode deskriptif korelasi dengan pendekatan Cros Sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 33 subjek yang dipilih secara purposive sampling. Untuk menganalisis data menggunakan Rank Spearman. Hasil : Hasil uji analisis didapatkan r hitung sebesar 0,782 (kuat) dan nilai ρ value 0,000 kurang dari 0,05 maka hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang kuat antara nilai elektrolit kalsium dengan atrial febrilation.
Relationship Of Diet With Frequency Of Recurrence Of Dyspepsia In Puskesmas Pamotan Rembang Regency Umi Faridah; Dewi Hartinah; Naimatul Farida
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.295 KB)

Abstract

Latar Belakang : Dispepsia adalah suatu sindrom atau kumpulan gejala yang ditandai dengan nyeri ulu hati, kembung, perut terasa cepat penuh, dan lain – lain. Frekuensi kekambuhan dispepsia adalah terjadinya kembali serangan dispepsia dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Prevalensi dispepsia di Indonesia mencapai 40-50%. Pada usia 40 tahun diperkirakan terjadi sekitar 10 juta jiwa atau 6,5% dari total populasi penduduk. Pada tahun 2020 diperkirakan angka kejadian dispepsia terjadi peningkatan dari 10 juta jiwa menjadi 28 jiwa setara dengan 11,3% dari keseluruhan penduduk di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa prevelensi dispepsia masih cukup tinggi. Salah satu cara untuk mengurangi angka dispepsia yaitu dilihat dari pola makan yang meliputi jadwal makan, jenis makanan dan keteraturan makan supaya tidak terjadi kekambuhan dispepsia. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan pola makan dengan frekuensi kekambuhan dispepsia di Puskesmas Pamotan Kabupaten Rembang. Metode : Jenis penelitian Analitik Korelasional dengan pendekatan Cross sectional. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling dengan mengambil jumlah populasi pada bulan januari dan februari sebanyak 44 Orang di Puskesmas Pamotan Kabupaten Rembang. Analisa bivariat menggunakan uji Spearman Rank (Rho) dan instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dan lembar ceklis. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada hubungan pola makan dengan frekuensi kekambuhan dispepsia di puskesmas pamotan kabupaten rembang dengan P Value sebesar 0,000 dengan ɑ 5%, nilai r sebesar 0,566 Ada hubungan pola makan dengan frekuensi kekambuhan dispepsia di Puskesmas Pamotan Kabupaten Rembang dengan P Value sebesar 0,000 dengan ɑ=5%. Kesimpulan : Ada hubungan pola makan dengan frekuensi kekambuhan dispepsia di Puskesmas Pamotan Kabupaten Rembang. bstrak harus dibuat singkat, menarik, sederhana, dan mudah dipahami tanpa membaca keseluruhan artikel. Untuk itu, hindari menggunakan jargon, singkatan dan referensi. Dalam menuliskan abstrak, penulis harus akurat, menggunakan kata-kata yang tepat, dan menyampaikan makna penelitian. Abstrak yang baik memuat permasalahan dan tujuan, bagaimana riset dilakukan (metode), hasil, dan ditutup dengan pernyataan singkat kesimpulan. Dalam abstrak juga selalu disertakan kata kunci (keywords). Keywords digunakan untuk mengindeks sebuah artikel dan merupakan label dari sebuah artikel.
The Relationship of Handwashing with Soap Behavior with the Incidence of Diarrhea in Infants at PTPN IX Balong Housing Fariza Yulia Kartika Sari; S Sukarmin; Umi Faridah; H Hernadi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.886 KB)

Abstract

Diare merupakan masalah yang sering terjadi pada balita yang dapat meningkatkan resiko angka kesakitan dan kematian balita. Diare dapat disebabkan berbagai macam factor salah satunya perilaku kebersihan individu yaitu cuci tangan. Perilaku cuci tangan pakai sabun merupakan salah satu program yang digiatkan dalam rangka menurunkan kejadian diare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku cuci tangan pakai sabun dengan kejadian diare pada balita di Perumahan PTPN IX Balong. Metode penelitian ini adalah kolerasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purprosive sampling dengan jumlah sampel 32. Analisis yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian ini sebagian besar balita tidak mengalami diare (71,9%) selama 1 bulan terakhir dan sebagain besar keluarga balita perilaku cuci tangannya kategori sedang (78,1%). Hasil analisis menggunakan chi square terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku cuci tangan pakai sabun dengan kejadian diare pada balita (p=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah orang tua yang memiliki perilaku cuci tangan dengan sabun yang baik, maka dapat menurunkan kejadian diare pada balitanya.
Hubungan Pekerjaan Ibu dan Stimulasi yang Diberikan Orang Tua dengan Status Motorik Halus pada Anak Usia Dini di Tk „Aisyiyah Bustanul Athfal XIII Desa Wates Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus Amelia Rizqi; Noor Hidayah; Umi Faridah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan pada anak usia dini salah satunya dapat dilihat dari status motorik halus. Perkembangan motorik halus merupakan salah satu aspek penting yang dilalui anak pada masa pertumbuhan dan perkembangannya. Salah satu faktor yang mempengaruhi status motorik halus adalah pekerjaan ibu dan stimulasi yang diberikan orang tua. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan pekerjaan ibu dan stimulasi yang diberikan orang tua dengan status motorik halus pada anak usia dini di TK „Aisyiyah Bustanul Athfal XIII Desa Wates Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik korelasional metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Peneliti menggunakan simple random sampling dengan mengambil jumlah populasi di TK sebanyak 105 Anak. Analisa bivariat menggunakan uji Chi Square dan instrument yang digunakan adalah kuesioner dan formulir Denver II. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pekerjaan ibu dengan status motorik halus pada anak usia dini di TK „Aisyiyah Bustanul Athfal XIII Desa Wates Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus 2022 dengan P Value sebesar 0,028 (<0.05), nilai OR sebesar 0,338. Ada hubungan stimulasi yang diberikan orang tua dengan status motorik halus pada anak usia dini di TK „Aisyiyah Bustanul Athfal XIII Desa Wates Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus 2022 dengan P Value sebesar 0,000 (<0.05), nilai OR sebesar 31,7. Kesimpulan: Ada hubungan pekerjaan ibu dan stimulasi yang diberikan orang tua dengan status motorik halus pada anak usia dini di TK „Aisyiyah Bustanul Athfal XIII Desa Wates Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus.
INDIKATOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN POSBINDU LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGAWEN 1 KABUPATEN DEMAK Rusnoto Rusnoto; Wahyu Bambang Winarso; Umi Faridah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i1.1701

Abstract

Latar Belakang Hipertensi merupakan faktor risiko primer penyakit jantung dan stroke, pada kelompok lansia penyakit atau gangguan yang menonjol sering terjadi pada gangguan pembuluh darah   dari hipertensi sampai stroke, penyakit hipertensi sering menunjukan gejala seperti pusing, mata berkunang-kunang, dan   lemas.   Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui indicator apa saja yang mempengaruhi keberhasalian posbindu pada lansia hipertensi di wilayah kerja puskesmas karangawen 1 kecamatan karangawen kabupaten Demak. Metode Penelitian ini adalah mengumpulkan data dengan wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik. Hasil Kesimpulan penelitian ini adalah Cakupan kunjungan Posbindu lansia di wilayah kerja puskesmas karangawen 1 masih cukup rendah, yakni 44 %, Faktor yang berhubungan dengan kunjungan   lansia   ke posbindu lansia    adalah    pengetahuan,    Faktor    pendukung    yang berhubungan dengan kunjungan lansia ke posbindu lansia yaitu dukungan keluarga   dan   dukungan   kader   kesehatan.    Saran    Puskesmas dapat melakukan upaya untuk meningkatkan penyuluhan mengenai berbagai macam informasi yang terkait dengan masalah kesehatan dalam pelayanan kesehatan bagi lansia di posbindu lansia sehingga pengetahuan lansia akan lebih baik untuk dapat lebih memanfaatkan posbindu lansia.
Pelayanan Keperawatan, Komunikasi Terapeutik, Kepuasan Pasien Rawat Inap di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus Umi Faridah; M Purnomo; Yanti Kusmiyati
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v4i1.1143

Abstract

The results of the Community Satisfaction Index survey conducted at dr. LoekmonoHadi Kudus, the results of the Community Satisfaction Index survey, amounted to 78.42% below the 90% target with communication services of 58.76% which is far below the 85% target, while nursing services have a community satisfaction index of 88.7% which is still in the below the 90% target. The results of observations made on 10 nurses showed that 4 nurses had good therapeutic communication and 6 nurses had communicated therapeutically, but only daily habits or routines were not fully in accordance with the expectations of the patient. To determine the relationship between nursing services and therapeutic communication with inpatient satisfaction at dr. LoekmonoHadi Kudus. Correlational analysis using cross sectional approach. The research sample was 69 people who were taken by proportionate simple random sampling technique. The research instrument is a questionnaire that has been tested for validity and reliability. The statistical test used was the Spearman Rho. The hypothesis shows that Ha is accepted and Ho is rejected according to the results of the Spearman Rho test for nursing services obtained p value = 0.002 <α = 0.05 and r (Rho) = 0.613 and for therapeutic communication obtained p value = 0.000 <α = 0.05 and r (Rho) = 0.649. There is a relationship between nursing services and therapeutic communication with inpatient satisfaction at dr. LoekmonoHadi Kudus.
Penggunaan Gadget Dengan Perilaku Prakonsepsi Pada Wanita Usia Subur umi faridah; Noor Hidayah; Irman Ahmad Wibowo; Chori Elsera
TRIAGE Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/triage.v11i1.989

Abstract

Preconception health care is care that refers to biomedical, behavioral, and social preventive interventions that can increase the chances of having a healthy baby. Preconception has an important role in preventing short-term and long-term adverse health impacts for women and their offspring. Reproductive health outcomes will be achieved by focusing on and improving preconception health. it also has the potential to reduce cases of women and babies dying, and many more suffering long-term disabilities, caused by pregnancy and childbirth. Therefore, preconception care is important or necessary to further reduce maternal, newborn, and child mortality. Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) are the main indicators of the level of public health. The time approach for collecting data for this research uses survey research with a cross-sectional approach design. There is a relationship between the use of gadgets and preconception behavior at MTs NU Nurul Huda Kudus. The OR value obtained = 6.167 and the P value was 0.05