Yuli Setyaningrum
Universitas Muhammadiyah Kudus

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

AGAR-AGAR JERUK NIPIS TERHADAP OBESITAS SENTRAL IBU RUMAH TANGGA DUKUH TAPEN NGRANDU GEYER GROBOGAN Noor Hidayah; Desi Ratnasari; Yuli Setyaningrum; Ika Widyawati
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v7i1.1463

Abstract

Abstrak Obesitas sentral merupakan penimbunan lemak pada bagian intraabdomen Obesitas sudah dianggap sebagai epidemi di seluruh dunia dan telah menjadi masalah terhadap kesehatan masyarakat di negara maju maupun  berkembang. Agar-agar merupakan  makanan yang terbuat dari rumput laut. Rumput laut memiliki kadar serat yang tinggi yaitu serat larut air yang meningkatkan rasa kenyang. Sehingga hal ini akan di-perhitungkan sebagai bahan makanan yang dapat menurunkan berat badan pada penderita obesitas. Adapun jeruk nipis kaya akan nutrisi yang bermanfaat untuk orang yang sedang menjalani diet. Segelas air dengan perasan jeruk nipis dipercaya mampu menurunkan sejumlah kalori.  Tujuan penelitian : untuk mengetahui pengaruh pengaruh kombinasi agar-agar dan jeruk nipis terhadap obesitas sentral ibu rumah tangga Dusun Tapen Desa Ngrandu Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan. Metode penelitian : jenis penelitian quasi experiment dengan desain pretest postest control grup design analisis data menggunakan uji wilcoxon signed rank test pemberian kombinasi agar-agar dan jeruk nipis menggunakan SOP. Populasi dalam penelitian adalan 152 ibu rumah tangga sample 32 ibu rumah tangga dengan tehnik sampling purposive sampling yang terdiri dari 16 responden intervensi dan 16  responden kontrol. Hasil : dengan uji wilcoxon signed rank test pada kelompok intervensi menunjukan bahwa rata-rata ukuran lingkar perut sebelum diberikan perlakuan menunjukkan adalah 95.62cm, sesudah perlakuan 87.50cm. Terlihat nilai mean perbedaan antara pengukuran sebelum dan sesudah adalah 8.12cm. Hasil uji statistik didapatkan nilai 0,000 maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara obesitas sentral sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok intervensi.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN JELLY TERHADAP KECEPATAN PEMASANGAN KATETER URIN Tri Suwarto; Yuli Setyaningrum; Sri Siska Mardiana; Ahmad Farid
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v7i1.1476

Abstract

AbstrakRetensi urin merupakan suatu keadaan darurat sistem perkemihan yang sering ditemukan sehingga perlu penatalaksanaan yang baik salah satunya adalah kateterisasi. Tindakan memberikan cairan pelumas atau jelly pada prosedur kateter urin sangat penting untuk mencegah atau mengurangi resiko terjadinya trauma pada uretra dan sensasi nyeri yang dialami pasien. Ada dua teknik pemberian jelly yaitu dengan melumuri ujung kateter dengan jelly dan cara ke-2  memasukkan atau menyemprotkan langsung ke dalam urethra dengan spuit 10 ml yang dilepaskan jarumnya. Penelitian ini mengenai perbedaan kecepatan pemasangan dan keluhan nyeri yang dialami pria dewasa  usia 25-65 tahun yang pertama kali menjalani kateterisasi urin dengan cara pelumasan yang berbeda.   Rancangan penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan jumlah sampel 10 orang untuk perlakuan dan 10 orang untuk kontrol. Kecepatan pemasangan diukur dengan stopwatch sedangkan intensitas nyeri diukur dengan Visual Analog  Numeric Rating Scale. Analisa data dengan mencari mean dari kecepatan pemasangan dan keluhan nyeri pada tiap kelompok dilanjutkan dengan Uji  Mann Whitney U Test terhadap mean tersebut untuk mengetahui signifikansi perbedaan keduanya dengan program SPSS pada œ =0,05.   Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan teknik pemberian jelly terhadap kecepatan pemasangan dengan P= 0,016 dan ada perbedaan teknik pemberian jelly terhadap keluhan nyeri pasien dengan p=0,010.  Kesimpulan terdapat perbedaan rata-rata kecepatan pemasangan dan intensitas nyeri lebih rendah pada teknik jelly yang disemprotkan (lubrikasi) daripada melumuri ujung kateter dengan jelly
Hubungan Stres dengan Nilai Mean Arterial Pressure Pasien Hipertensi di Puskesmas Pati II Desy Meliasari; Sukarmin Sukarmin; Yuli Setyaningrum
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43289

Abstract

Hypertension is one of the serious public health problems facing the world. Systolic blood pressure ≥140 mmHg, diastolic blood pressure ≥90 mmHg above normal. Hypertension is a disease whose prevalence continues to increase globally, including Indonesia. In Indonesia, the prevalence of hypertension in the population aged ≥ 18 years reaches 32.4%. Visit data at the FKTP Pati II Health Center, recorded that hypertension sufferers were ranked 2nd in 2021 with a total of 1,226 visits diagnosed with hypertension. Stress is a natural human response that encourages us to face challenges and threats in life. Stress occurs due to stressors, stressors are triggers for stress. Mean Arterial Pressure (MAP) is the average arterial pressure during one cardiac cycle, systole, and diastole. This study aims to analyze the relationship between stress and Mean Arterial Pressure at the Pati II Health Center. The type of research used is quantitative. The population consisted of 136 hypertension patients registered at Pati II Health Center, with a sample of 45 respondents with purposive sampling. Data were collected using a questionnaire. Analyzed using the Pearson test.