Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : akiratech

IoT Telemetry dan Sistem Kendali Semi Otomatis pada Water Overflow Untuk Tambak Udang Vaname Ahmad Wahyu Nor Khotim; Amalia Herlina; Ilmirrizki Imaduddin; Sutra Wardatul Jannah
Akiratech Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/akiratech.v3i2.315

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan jenis udang yang saat ini banyak dibudidayakan secara intensif di tambak karena memiliki lebih banyak keunggulan dibandingkan jenis udang lain. Tingkat produktivitas tambak udang vaname ditentukan oleh kualitas air dengan nilai koefisien determinasi sebesar 93,5%. Budidaya udang konvensional sering mengalami kendala saat terjadi hujan lebat dan pasang laut. Pemilik tambak menghadapi risiko masuknya air sungai melalui saluran pembuangan (water overflow) yang berpotensi menyebabkan penyakit dan kematian. Penanganan manual untuk mengatur aliran air tambak kurang efektif dan berisiko karena penggantian pipa hilir dilakukan secara manual. Pada penelitian ini dilakukan integrasi mikrokontroler dan Internet of Things (IoT) sehingga katup outlet bekerja secara semi-otomatis menggunakan mikrokontroler. Penelitian ini menerapkan metode Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi model ADDIE. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa integrasi sistem IoT Telemetry dan sistem kendali semi-otomatis pada water overflow tambak udang vaname dapat dilakukan dengan menggunakan sensor ultrasonik JSN-SR04T sebagai pengukur jarak permukaan air terhadap solenoid valve yang berfungsi untuk melakukan aksi buka/tutup aliran outlet pembuangan air tambak. Data dari sensor JSN-SR04t merupakan input yang dibaca oleh mikrokontroller kemudian diolah dan dikirimkan ke aplikasi Blynk IoT melalui konektivitas internet. Monitoring ketinggian air terhadap solenoid valve berhasil dilakukan secara jarak jauh dan real time dengan respon pengiriman data sebesar 1 detik. Hasil pengujian sensor jarak JSN-SR04T memperoleh nilai error rata-rata kecil yaitu sebesar 2,4% dari sensor A dan error pada sensor B sebesar 2,06%. Respon relay untuk menanggapi perintah dari Blynk IoT adalah sebesar  1 detik.
Perancangan Sistem Kontrol Aquarium Pintar Menggunakan Pompa Elektrik Berbasis IoT Ahmad Mash Lahoel Hoeda; Tijaniyah Tijaniyah; Ilmirrizki Imaduddin
Akiratech Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/akiratech.v1i1.8

Abstract

Pada saat ini penghobi ikan semakin pesat, mulai dari kalangan anak SD, remaja bahkan sudah berkeluarga tetap senang dan hobi memelihara ikan. Tentunnya menjadi sebuah tantangan bagi para penghobi ikan yang mempunyai aktifitas lain diluar dari pemeliharaan ikan. Karena pertumbuhan ikan dan perkembangan ikan sangat membutuhkan pemeliharaan yang sangat kondusif. Terutama dalam pemeliharaan air. Air yang bersih akan memberi dampak yang sangat baik bagi ikan, karena dengan air yang bagus kondisi ikan akan selalu stabil, pola makan normal dan daya kekebalan tubuh pada ikan akan terjamin. Sehingga ikan tidak mudah setres, dan pertumbuhan juga perkembangannya akan semakin baik. Untuk menjaga kebersihan air tersebut perlu membutuhkan alat yang mampu untuk memonitoring dan beroprasi secara otomatis dengan jangkauan yang memanfaatkan jaringan smartpone. Sehingga dengan berbagai kesibukan yang ada tidak mempengaruhi terhadap waktu untuk selalu mengetahui kondisi dan perawatan pada ikan. Alat yang dimaksud adalah perancangan aquarium pintar mengguanakan pompa elektrik berbasis IOT. Beberapa komponen yang digunakan seperti mikrokontroller Arduino uno, Wemos D1, Sensor Turbidity, Sensor PH dan modul Relay 5V. Pada pengoprasiannya alat perancangan aquarium pintar menggunakan pompa elektrik berbasis IOT. Memanfaatkan hasil pembacaan sensor yang akan diproses dengan mikrokontrol sehingga nilai pembacaannya mampu menjadikan titik acuan  untuk memerintahkan output relay beroprasi secara otomatis. Dengan menggunakan wemos D1 yang  berfungsi untuk mengkoniksikan pada jaringan yang tersedia sehingga hasil pembacaan sensor mampu untuk di tampilkan pada smartpone dengan mengguanakan aplikasi Blynk. Sehingga smartpone berfungsi untuk memonitoring alat tersebut dengan jangkauan yang luas.