Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Rekayasa Lingkungan Dan Valuasi Ekonomi Objek Wisata Air Terjun Kandua Raya Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur Ansahar Ansahar; Yunita Sinaga
JEMI is managed and published by the Management Study Program, Faculty of Economics and Business, Kutai Kartanegara University. Institutional legality is reflected in the ISSN number: 1411-9560 published by LIPI in 2003 as a manifestation of the comm Vol 18 No 2 (2018)
Publisher : FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.302 KB) | DOI: 10.53640/jemi.v18i2.607

Abstract

Abstract:The establishment of the village of Kedang Ipil as tourist village could not be separated from the presence of natural attractions in the form of Kandua Raya Waterfall that often become a destination vacation or recreation for the surrounding communities and region in particular communities of East kalimantan. This research is useful for manager or as reference for related party interested in the preparation of Kandua Raya tourism development. Data obtained either the primary data, secondary data and ancillary data are analyzed in a descriptive, quantitative and qualitative. The strategy of the development of nature tourism is in the SWOT analysis to maximize the strength and opportunities of development activities towards local communities, yet simultaneously also can minimize weakness and threats that are contained in it. Knowledge of the economic value of  natural resources and the environment is important, both for the managers, the public, as well as the related agencies. The support of the relevant agencies and the positive attitude of the public is indispensable. Moreover, the road to accessibility to the site is still difficult. Need to repair the road Infrastructure. However, institutions involved and the determination of responsibility does not match the task.Keywords: Environment, waterfall, tourism
PENGEMBANGAN DESA LOA DURI ILIR KECAMATAN LOA JANAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA BERKELANJUTAN BERBASIS POTENSI DESA Ansahar Tajuddin; Rizal Rizal; Ratna Zuli Yanti; Indri Yaninurdiyah; Sheilyn Sonia Syahfira; Siti Julaiha; Nadya Auliya; Nissa Kartika Damayanti; Novia Noviyanti; Pratama Edo Prasetyo; Sarifah Huri Trisnawati; Ahmat Zailani; Dikky Septiandi; Ahmad Riadi; Efri Novianto
Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): Vol. 1 No. 2 Edisi Agustus 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1891.52 KB) | DOI: 10.37081/adam.v1i2.1169

Abstract

Pengabdian ini bertujuan mentransformasikan ilmu yang didapatkan diperguruan tinggi ke masyarakat untuk memecahkan masalah secara komprehensif, lintas sektoral, pragmatis dan menanamkan Learning Comunity dan Learning society. Metode pengabdian pada masyarakat yang digunakan pada pelaksanaan kegiatan pengabdian secara umum diartikan sebagai pola atau sistem tindakan yang akan dilakukan, ataupun urutan atau tahapan-tahapan yang perlu dalam menjalankan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang disampaikan secara deskriptif. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa, dari 8 program kerja yang di rencanakan pada aspek ketercapaian program kerja telah tercapai 100% yang telah dianalisis berdasarkan progress pengabdian dan waktu yang tersedia. Pemetaan potensi desa dan identifikasi masalah didapatkan dilapangan. Hasil Pemetaan potensi desa Loa Duri Ilir menunjukkan bahwa terdapat potensi desa yang dapat dikembangkan yaitu wisata Kolam Pemandian dan wisata Gantungan (flying fox) serta peternakan Madu Kelulut yang dikelolah oleh BumDes secara berkelanjutan dengan terbangunnya infrastruktur berupa adanya Fotobooth dan penataan tanaman berupa Pot Bunga berbahan Ban yang ditata secara rapi dan indah. Hasil identifikasi masalah terdapat faktor-faktor penghambat seperti sumberdaya pengelola dan dukungan instansi yang terkait serta informasi dan akses. Disimpulkan bahwa pengembangan Desa Loa Duri Ilir Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara berbasis potensi desa yang dimiliki dapat berkembang dan berkelanjutan. Kata kunci: Transformasi, Berkelanjutan, Wisata Desa, Potensi Desa
PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR GAMBUT UNTUK AKSES AIR LAYAK KONSUMSI DI MASYARAKAT MUARA ENGGELAM Ansahar Ansahar; Irkhamiawan Ma’ruf
Jurnal Abdi Negeriku Vol 5, No 1 (2026): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v5i1.84616

Abstract

Abstrak  Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan akses masyarakat Muara Enggelam terhadap air layak konsumsi melalui pendampingan implementasi teknologi pengolahan air gambut berbasis karakterisasi laboratorium. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research dengan empat tahapan: sosialisasi, pelatihan, implementasi teknologi, dan monitoring dampak. Teknologi yang dikembangkan mengintegrasikan koagulasi-flokulasi (tawas 15–30 mg/L), netralisasi pH (KOH), sedimentasi, aerasi menara, filtrasi bertingkat (pasir–kerikil–silika–resin penukar ion IRA-958), dan disinfeksi UV. Hasil menunjukkan penurunan signifikan parameter kualitas air: kekeruhan dari 21,8–65,9 menjadi 0,93 NTU (<3 baku mutu), besi (Fe) dari 0,2–0,4 menjadi 0,07 mg/L (<0,2 mg/L), dan mangan (Mn) <0,02 menjadi 0,02 mg/L (<0,1 mg/L). Meskipun pH air olahan masih asam (4,84), teknologi ini telah memenuhi sebagian besar parameter Permenkes No. 2 Tahun 2023. Survei menunjukkan 85% masyarakat bersedia membayar Rp50.000–150.000/bulan/KK untuk akses air olahan, dan BUMDes berkomitmen mengelola unit secara berkelanjutan. Kegiatan ini berkontribusi pada SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) melalui pendekatan berbasis bukti, partisipatif, dan replikabel untuk wilayah gambut lainnya.  Kata kunci: air gambut, teknologi tepat guna, pemberdayaan masyarakat, keberlanjutan, Muara Enggelam Abstract               This community service activity aims to improve access to safe drinking water for the Muara Enggelam community through the implementation of peat water treatment technology based on laboratory characterization. The method used is Participatory Action Research with four stages: socialization, training, technology implementation, and impact monitoring. The developed technology integrates coagulation-flocculation (alum 15–30 mg/L), pH neutralization (KOH), sedimentation, tower aeration, multi-stage filtration (sand–gravel–silica–ion exchange resin IRA-958), and UV disinfection. Results showed significant improvement in water quality parameters: turbidity decreased from 21.8–65.9 to 0.93 NTU (<3 standard), iron (Fe) from 0.2–0.4 to 0.07 mg/L (<0.2 mg/L), and manganese (Mn) from <0.02 to 0.02 mg/L (<0.1 mg/L). Although treated water pH remained acidic (4.84), the technology met most parameters of Minister of Health Regulation No. 2/2023. Survey results indicated 85% of households were willing to pay Rp50,000–150,000/month for treated water, and the Village-Owned Enterprise (BUMDes) committed to sustainable management. This activity contributes to SDG 6 (Clean Water and Sanitation) through an evidence-based, participatory, and replicable approach for other peatland areas.                 Keywords: peat water, appropriate technology, community empowerment, sustainability, Muara Enggelam