Jurnal Abdi Negeriku
Vol 5, No 1 (2026): Jurnal Abdi Negeriku

PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR GAMBUT UNTUK AKSES AIR LAYAK KONSUMSI DI MASYARAKAT MUARA ENGGELAM

Ansahar, Ansahar (Unknown)
Ma’ruf, Irkhamiawan (Unknown)



Article Info

Publish Date
13 May 2026

Abstract

Abstrak  Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan akses masyarakat Muara Enggelam terhadap air layak konsumsi melalui pendampingan implementasi teknologi pengolahan air gambut berbasis karakterisasi laboratorium. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research dengan empat tahapan: sosialisasi, pelatihan, implementasi teknologi, dan monitoring dampak. Teknologi yang dikembangkan mengintegrasikan koagulasi-flokulasi (tawas 15–30 mg/L), netralisasi pH (KOH), sedimentasi, aerasi menara, filtrasi bertingkat (pasir–kerikil–silika–resin penukar ion IRA-958), dan disinfeksi UV. Hasil menunjukkan penurunan signifikan parameter kualitas air: kekeruhan dari 21,8–65,9 menjadi 0,93 NTU (<3 baku mutu), besi (Fe) dari 0,2–0,4 menjadi 0,07 mg/L (<0,2 mg/L), dan mangan (Mn) <0,02 menjadi 0,02 mg/L (<0,1 mg/L). Meskipun pH air olahan masih asam (4,84), teknologi ini telah memenuhi sebagian besar parameter Permenkes No. 2 Tahun 2023. Survei menunjukkan 85% masyarakat bersedia membayar Rp50.000–150.000/bulan/KK untuk akses air olahan, dan BUMDes berkomitmen mengelola unit secara berkelanjutan. Kegiatan ini berkontribusi pada SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) melalui pendekatan berbasis bukti, partisipatif, dan replikabel untuk wilayah gambut lainnya.  Kata kunci: air gambut, teknologi tepat guna, pemberdayaan masyarakat, keberlanjutan, Muara Enggelam Abstract               This community service activity aims to improve access to safe drinking water for the Muara Enggelam community through the implementation of peat water treatment technology based on laboratory characterization. The method used is Participatory Action Research with four stages: socialization, training, technology implementation, and impact monitoring. The developed technology integrates coagulation-flocculation (alum 15–30 mg/L), pH neutralization (KOH), sedimentation, tower aeration, multi-stage filtration (sand–gravel–silica–ion exchange resin IRA-958), and UV disinfection. Results showed significant improvement in water quality parameters: turbidity decreased from 21.8–65.9 to 0.93 NTU (<3 standard), iron (Fe) from 0.2–0.4 to 0.07 mg/L (<0.2 mg/L), and manganese (Mn) from <0.02 to 0.02 mg/L (<0.1 mg/L). Although treated water pH remained acidic (4.84), the technology met most parameters of Minister of Health Regulation No. 2/2023. Survey results indicated 85% of households were willing to pay Rp50,000–150,000/month for treated water, and the Village-Owned Enterprise (BUMDes) committed to sustainable management. This activity contributes to SDG 6 (Clean Water and Sanitation) through an evidence-based, participatory, and replicable approach for other peatland areas.                 Keywords: peat water, appropriate technology, community empowerment, sustainability, Muara Enggelam

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

abdinegeriku

Publisher

Subject

Humanities Education Environmental Science Social Sciences Other

Description

Jurnal Abdi Negeriku diterbitkan oleh Jurusan Biologi FMIPA UNM adalah peer-reviewed journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat dan penelitian terapan lainnya. Artikel-artikel yang dipublikasikan di ...